Heartless

Heartless
Episode 207



🌻Sabar itu sakit, sabar itu susah, sabar itu sulit, sabar itu lelah, sabar itu stres, sabar itu capek, akan tetapi jika mampu untuk mengatasinya kesabaran itu akan membuahkan keindahan dan kebahagian🌻


.


.


.


.


Xavier dan Albert segera pergi ke rumah sakit Wesly dengan kecepatan tinggi. Sang sopir yang membawa mereka juga sangat khawatir dengan keadaan nyonyanya.


Thomas dan anak buah Xavier lainnya sedang menyusuri area perusahaan Wesly mencari orang yang menembak Chloe. Beruntung orang itu belum lari jauh sehingga dirinya ditangkap.


Kevin dan Mike yang baru tiba di lokasi kaget bukan main melihat d***h begitu banyak di tanah. Keduanya khawatir siapa yang terluka apakah Xavier atau Chloe.


"Dimana nyonya dan bos Thomas?" tanya Kevin dengan panik.


"Sedang ke rumah sakit Wesly nyonya ditembak saat menyelamatkan bos"


"Sialan siapa yang menembak nyonya"


"Anak buahku sudah berhasil menangkap si berengsek itu"


"Good kamu urus disini aku pergi menemui bos" ucap Kevin dengan cepat.


"Heemmmm"


Thomas dan Mike segera menyuruh anak buah mereka untuk membawa semua anak buah Juan ke markas. Juan yang mendapat kabar tentang kecelakaan Chloe tertawa bahagia di apartemennya.


"Siapkan jet kita pulang sekarang" ucap Juan dengan senyum puas.


"Baik tuan" ucap Emilio.


Meski belum tahu apakah Chloe mati atau tidak tapi ia yakin jika Chloe pasti mengalami luka serius apa lagi ia sedang hamil. Emilio sangat kasihan dengan nasib Chloe tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


~ Wesly hospital ~


Cekitt.........


Ban mobil Xavier berdecit dengan keras di depan lobby Wesly Hospital. Mereka sudah ditunggu oleh dokter Sarah bersama para suster yang membawa brankar, Albert yang berada di jalan tadi sudah memberi kabar kepada pihak rumah sakit.


"Bawa brankar kesini" ucap dokter Sarah.


Chloe lalu di taruh diatas brankar dan didorong ke ruang operasi. Wajah Xavier sangat panik dengan keselamatan kedua orang yang dicintainya.


"Selamatkan istri dan anakku" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Baik tuan mohon tuan terus berdoa untuk keselamatan keduanya" ucap dokter Sarah.


Dokter Sarah segera masuk ke ruang operasi untuk memulai operasi. Mereka harus segera menghentikan pendarahan Chloe dengan cara operasi sesar untuk menyelamatkan bayinya.


"Bagaimana tekanan darah pasien" ucap dokter Sarah.


"Tekanan darah pasien sangat rendah dok dan pasien banyak mengalami pendarahan" ucap salah satu orang suster.


"Panggil dokter Kevin untuk membantu mengeluarkan peluru di tubuh pasien" ucap dokter Sarah.


"Baik dok" ucap suster.


Di depan ruang operasi Kevin segera berlari menuju ke tempat Xavier. Albert melirik Kevin untuk segera masuk dan melihat kondisi Chloe di dalam sana.


"Bos aku akan berusaha menyelamatkan keduanya" ucap Kevin.


"Lakukan yang terbaik Kevin selamatkan keduanya apapun yang terjadi" ucap Xavier dengan rapuh.


"Baik bos"


"Dokter Kevin syukurlah anda tepat waktu pasien harus segera di operasi karena mengalami pendarahan" ucap sang suster.


"Heeemmmm"


Duar..........


Bagai disambar petir tubuh Xavier seketika lemas mendengar penuturan suster itu. Beruntung Albert dengan cepat menahan tubuh Xavier agar tidak jatuh dilantai.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Albert anakku tidak apa-apakan" ucap Xavier dengan suara bergetar.


"Bos harus yakin nyonya dan anak bos pasti akan selamat"


"Bagaimana jika tidak Albert..........hiks hiks hiks" ucap Xavier sambil menangis dengan rapuh.


"Jangan bilang seperti itu bos semuanya Tuhan yang mengatur, bos berdoa saja untuk keduanya" ucap Albert dengan tulus.


Xavier meneteskan air matanya tidak sanggup memikirkan keadaan istrinya. Albert tak kalah sedih melihat bosnya rapuh sama seperti waktu kematian orang tua sang bos.


Ya Tuhan aku akui aku orang yang sangat berdosa dan kejam tapi aku mohon pada-Mu selamatkan istri dan anakku yang sedang berjuang melawan maut di dalam sana, batin Xavier berdoa di dalam hatinya dengan tulus dan lemah.


Di dalam ruangan operasi suasana sangat mencekam, Kevin yang baru saja masuk segera memakai jubah operasi untuk segera membantu dokter Sarah.


"Bagaimana dengan anak dalam kandungan nyonya" ucap Kevin.


"Kita harus segera melakukan operasi sesar untuk mengeluarkan bayinya" ucap dokter Sarah.


"Kalau begitu ayo kita lakukan yang terbaik" ucap Kevin.


"Baik dok" ucap semuanya serentak.


Dokter Sarah dan Kevin mulai melakukan operasi di tubuh Chloe sekaligus. Saat dalam operasi tekanan jantung Chloe menurun dengan drastis.


"Dok stok darah AB kita habis" ucap seorang suster.


"Apa" ucap dokter Sarah dengan kaget.


"Segera minta di bank darah secepatnya!" bentak Kevin.


"Baik dok"


Mereka menghubungi bank darah untuk bertanya tentang stok darah AB tapi naas stok disana juga kosong. Dokter Sarah menyuruh seorang suster untuk keluar menanyakan apa ada yang mempunyai golongan darah yang sama dengan Chloe.


"Maaf tuan apa disini ada yang bergolongan darah AB" ucap sang suster.


"Apa maksudmu?" tanya Xavier dengan tatapan membunuh.


"Maaf tuan tapi stok darah AB kita sedang kosong dan pasien membutuhkan darah yang banyak" ucap suster dengan gugup.


Greb........


Xavier menarik baju suster itu dengan kuat dan seakan ingin membunuhnya. Melihat hal tersebut Albert segera menyuruh sang bos untuk melepaskan suster itu.


"Apa kerjaan kalian hanya itu saja dan tidak becus! Hah!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


"Maaf tuan tapi memang stok darah kami habis untuk golongan darah nyonya dan di bank darah juga stoknya habis tuan" ucap suster dengan tubuh gemetar.


"Aku membayar kalian untuk selalu mengecek semua pasokan obat dan kebutuhan rumah sakit ini" hardik Xavier dengan suara tinggi.


Emosinya sudah tidak bisa dikontrol karena memikirkan keselamatan keduanya. Tak lama Valeria muncul bersama dengan Bryan dan Yorla.


"Ambil saja darahku golongan darah aku AB" ucap Valeria.


"Who are you?" (siapa kamu) ucap Xavier dengan suara dingin dan tatapan membunuh.


Valeria sedikit takut melihat tatapan tajam Xavier tapi ia berusaha santai. Berbeda dengan Bryan dan Yorla yang gugup merasakan aura dari Xavier.


"Bos ini bukan waktunya untuk bertanya nyawa nyonya lebih penting" ucap Albert.


"Heemmm"


"Nona silahkan ikut saya" ucap suster tersebut.


Valeria segera mengikuti suster itu ke ruangan di samping Chloe untuk diperiksa dulu. Beruntung darahnya cocok dan segera diambil sebanyak 2 kantong darah.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Selesai mendonorkan darahnya Valeria segera keluar dan duduk di depan pintu operasi. Berjam-jam mereka menunggu dengan khawatir tak lama suara bayi terdengar dari dalam sana.


Tubuh Xavier menegang mendengar suara bayi menangis tapi masih memikirkan sang istri. Dokter Sarah lalu keluar menyampaikan berita tersebut kepada Xavier.


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dok?" tanya Xavier dengan cepat.


"Anak tuan lahir dengan selamat dan sehat berjenis kelamin laki-laki tapi harus berada di ruang inkubator dulu untuk menguatkan organ tubuhnya karena belum kuat dan belum tiba waktunya untuk lahir tuan"


"Terima kasih Tuhan, lalu bagaimana istriku"


"Nyonya Wesly masih ditangani di dalam oleh dokter Kevin tuan karena pendarahannya cukup banyak dan luka tembakan nyonya juga mengeluarkan darah yang sangat banyak jadi belum dipastikan kondisi nyonya tuan" ucap dokter Sarah dengan serius.


"Selamatkan istriku dok" ucap Xavier dengan suara bergetar.


"Baik tuan akan kami usahakan" ucap dokter Sarah.


Xavier berdiri sambil menangis memikirkan kondisi sang istri, ia teringat akan ucapan Chloe waktu itu di hotel yang menyuruhnya untuk menyelamatkan anaknya jika sesuatu terjadi dengannya.


"Aku tidak bisa kehilangan kamu sayang kamu harus bertahan demi aku dan buah hati kita" gumam Xavier dengan suara lemah.


Valeria melihat Xavier dengan kasihan ia tahu jika suami Chloe sangat mencintai dirinya. Ia tadi sudah berusaha menyelamatkan nyawa Xavier tapi ia terlambat mengirimkan paket itu kepada Xavier.


Gue yakin loe bisa berjuang melewati ini semua Chloe karena loe wanita yang kuat dan tangguh, batin Valeria.


Tak lama Thomas muncul bersama dengan Mike dan anak buah mereka lainnya. Albert berdiri dan segera bertanya mengenai semua kejadian tadi.


"Apa kamu berhasil menangkap orang yang menembak nyonya" ucap Albert dengan suara dingin.


"Ya saat ini dia berada di markas bersama orang-orang yang mengejar mobil nyonya tadi" ucap Thomas dengan suara dingin.


"Siapa mereka?" tanya Albert dengan bingung.


"Mereka anak buah Juan Carlos Nidas" ucap Thomas dengan emosi.


Mendengar nama itu seketika Albert mengepal tangannya dengan kuat. Ia berjanji setelah ini orang itu akan mati ditangannya.


"Dimana dia?" tanya Albert dengan suara dingin.


"Dia berhasil kabur kembali ke negera asalnya" ucap Thomas.


"Sial" ucap Albert dengan gigi gemeletuk.


"Bagaimana kondisi nyonya" ucap Thomas.


"Anak bos laki-laki dan sudah lahir tapi harus berada di ruang inkubator dulu tapi nyonya masih berjuang di dalam sana" ucap Albert dengan sedih.


Thomas lalu melihat Valeria dan bingung kenapa mereka disini. Tatapan keduanya saling menatap seperti ada magnet yang membuat mereka tidak bisa melepas tatapannya.


Valeria segera memutuskan tatapannya dan entah mengapa jantungnya berdetak dengan cepat melihat Thomas. Begitu juga dengan Thomas dimana jantungnya berdebar-debar kencang saat melihat Valeria.


"Kenapa jantung aku" gumam keduanya serentak dengan suara sangat pelan.


Tak lama lampu operasi mati tanda operasi Chloe sudah selesai. Kevin keluar dengan wajah lelah dan jubahnya yang penuh dengan darah.


"Bagaimana kondisi istriku Kevin?" tanya Xavier dengan cepat.


"Pendarahan nyonya berhasil di hentikan bos tapi kondisinya masih kritis dan kita harus banyak berdoa bos agar nyonya bisa melewati masa kritisnya sampai malam"


"Apa maksudmu Kevin!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


"Jika nyonya bisa melewati masa kritisnya maka nyonya dipastikan akan selamat bos tapi jika tidak maka nyawa nyonya tidak bisa diselamatkan" ucap Kevin dengan suara bergetar.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Brugh..........


Xavier terjatuh di lantai mendengar penuturan Kevin barusan. Air matanya mengalir memikirkan kondisi Chloe, Albert dan Thomas segera memeluk Xavier karena tahu bos mereka sangat lemah saat ini.


"Bos yakin nyonya pasti bisa melewati semuanya ini" ucap Albert.


"Aku ingin melihat istriku" ucap Xavier dengan suara gemetar.


"Baik bos tapi bos harus memakai pakaian steril untuk masuk ke dalam...........hiks hiks" ucap Kevin sambil menangis.


Xavier segera bangun dibantu oleh Albert dan Thomas. Chloe saat ini sudah berada di ruang ICU, Xavier memakai pakaian steril dan masuk ke dalam.


Baru saja masuk ia terjatuh di lantai melihat tubuh sang istri yang dipenuhi dengan alat rumah sakit. Kevin yang melihat hal tersebut tak kuasa menahan air matanya dan segera pergi keluar.


Di dalam ruangan ICU Xavier menangis meraung-raung melihat kondisi istrinya. Ia mendekat ke brankar Chloe dan memegang sebelah tangan Chloe dan menciumnya.


"Baby aku yakin kamu pasti kuat melewati semuanya ini.........hiks hiks hiks........jangan tinggalkan aku dan anak kita sendiri..........hiks hiks.......aku tidak sanggup kehilangan orang yang aku cintai lagi sayang.......hiks hiks hiks" ucap Xavier sambil menangis pilu.


Di luar ruangan ICU Valeria, Bryan, dan Yorla masih setia menunggu. Tak lama sekertaris Xavier memberi kabar kepada Albert jika ada paket untuk Xavier dengan nama pengirim VA.


"Mike ambil paket di sekertaris utama dan bawa kesini" ucap Albert.


"Baik bos" ucap Mike dengan suara dingin.


"Sepertinya itu paket yang aku kirim" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Apa kamu yang berinisial VA?" tanya Albert dengan suara dingin.


"Heemmmm"


"Apa yang kamu kirimkan" ucap Thomas dengan cepat.


"Bom" ucap Valeria dengan santai.


"Apa" ucap Albert dan Thomas dengan kaget.


"Maksud kakak aku itu bom yang sudah jinakkan oleh anak buah kami" ucap Yorla dengan suara melonya.


"Apa maksudmu?" tanya Albert dengan suara dingin.


"Ihhh! Ganteng-ganteng kok kayak kulkas di samping ekeh sih" gumam Yorla dengan suara pelan.


"Yorla" desis Bryan dengan tatapan membunuh.


"Hehehe! Sorry brother cuma bercanda kok" ucap Yorla sambil cengesan.


"Anak buah Juan Nidas memasang bom di mobil bos kalian dan kebetulan anak buah kami mengetahuinya dan segera menjinakkannya sebelum meledak, aku yakin Chloe keluar dari mansion karena mendapat pesan foto mengenai bom di mobil bos kalian" ucap Bryan menjelaskan.


"Wait dari mana kamu tau nyonya keluar sendiri dari mansion" ucap Albert dengan tatapan tajam.


"Sebenarnya aku menaruh anak buahku mengawasi pergerakan anak buah Juan Nidas saat mengetahui rekaman cctv di apartemennya" ucap Valeria.


"Jangan bilang kamu hacker itu" ucap Thomas dengan kaget.


Valeria menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Thomas. Thomas segera berdiri dan menarik tangan Valeria untuk berbicara empat mata dengannya.


Bryan menghadang keduanya tapi Valeria memberi isyarat jika ia bisa mengatasi hal ini. Bryan mengangguk kepala tanda menyetujui isyarat Valeria.


Sepertinya itu yang membuat Thomas frustasi dari pagi tadi, batin Albert sambil tersenyum penuh arti.


Albert lalu mengambil hpnya dan menghubungi sang kekasih. Pada dering ketiga barulah panggilannya diangkat oleh Mira.


"Halo" ucap Mira dengan suara serak karena masih tidur.


^^^"Sayang"^^^


"Ada apa sayang ini sudah tengah malam disini"


^^^"Nyonya sedang berada di rumah sakit saat ini sayang"^^^


"Apa" teriak Mira dengan suara cempreng dari seberang.


^^^"Aku belum tuli sayang" desis Albert dengan suara dingin.^^^


"Hehehe! Maaf sayang soalnya aku kaget"


^^^"Heeemmmm"^^^


"Apa yang terjadi dengan Chloe"


^^^"Nyonya ditembak karena menyelamatkan bos tapi naas perutnya jatuh lebih dahulu sehingga pendarahan"^^^


"Lalu bagaimana keadaannya sekarang sayang dan bayinya apakah selamat"


^^^"Bayinya selamat dan sedang di inkubator tapi kondisi nyonya masih kritis"^^^


"Aku ke sana sekarang"


^^^"Aku kirim jet pribadi bos untuk menjemputmu sayang"^^^


"Apa Mr. Wesly tidak marah sayang"


^^^"No honey"^^^


"Oke kalau begitu aku siap-siap dulu"


^^^"Heemmmm"^^^


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert segera mematikan panggilannya dan menghubungi pilot yang berada di Indonesia untuk membawa kekasihnya. Albert juga menyuruh anak buah mereka untuk mengurus semua masalah di depan pintu keamanan perusahaan tadi.


Ia yakin pasti para wartawan saat ini sedang memburu berita tentang kejadian tadi.


Aku harus segera menutup informasi nyonya disini, batin Albert.


~ Roma, Italia ~


Pengawal yang ditugaskan oleh Robert segera menelpon Robert. Robert yang sedang tidur terkejut saat mendengar bunyi hpnya yang berbunyi dari tadi.


Ia mengambil hp diatas nakas dan melihat siapa yang menelponnya malam-malam. Ternyata itu adalah pengawal yang ditugaskannya untuk menjaga Chloe.


^^^"Ada apa" ucap Robert to the point di balkon kamar.^^^


"Nona Chloe tuan" ucap sang pengawal dengan napas satu-satu.


^^^"Ada apa dengan Chloe" ucap Robert dengan panik.^^^


"Nona Chloe kondisinya saat ini kritis tuan di rumah sakit"


^^^"Apa bagaimana bisa" teriak Robert dengan suara kencang.^^^


Orang suruhannya segera memberitahu semua kejadian dari awal sampai akhir. Gigi Robert gemeletuk mendengar jika semua ini adalah ulah sang anak.


^^^"Tetap jaga cucuku jangan biarkan anak buah Juan kembali berulah"^^^


"Baik tuan"


^^^"Ah! Sebelum itu kamu beri pelajaran kepada nenek tua itu yang bekerja sama dengan Juan"^^^


"Apa saya harus menghabisi nyawanya tuan"


^^^"Buat dia tidak bisa berjalan lagi kalau perlu lumpuh seumur hidupnya" ucap Robert dengan emosi.^^^


"Baik tuan"


Robert segera mematikan panggilannya dengan emosi. Katy yang mendengar sebagian percakapan suaminya mengerutkan kening dengan bingung.


"Daddy sudah peringatkan kamu Juan tapi kamu anggap itu hanya angin lalu saja" ucap Robert dengan emosi.


Ia segera mengirim pesan kepada pengacara pribadinya untuk besok datang ke ruang kerjanya. Beruntung besok weekend jadi ia hanya stay di mansion saja tidak kemana-mana.


~ Mansion Juan ~


Juan tiba di mansionnya menjelang dini hari. Emilio segera pamit pulang saat melihat tuannya sudah naik ke lantai dua menuju kamar tidurnya.


Di dalam kamar ia tersenyum puas saat rencananya untuk mencelakai Chloe berhasil. Tadi tiba di bandara ia mendapat pesan dari anak buahnya tentang keadaan Chloe yang saat ini sedang kritis dan dipastikan akan mati.


"Semoga kamu bertemu kedua orang tua sialanmu disana" ucap Juan dengan senyum puas.


Istrinya yang mendengar suara Juan segera bangun, dan melihat jika suaminya sudah pulang. Ia tersenyum hangat saat tatapan mata keduanya bertemu.


"Kamu sudah pulang sayang"


"Heemmmm"


"Aku kangen sama kamu sayang" ucap istri Juan dengan sensual.


Juan tersenyum sinis mengetahui maksud sang istri. Keduanya lalu menghabiskan malam bersama di dalam kamar hingga menjelang pagi hari barulah Juan berhenti.


"Sepertinya besok aku harus bersenang-senang dengan gadis remaja lagi untuk kemenanganku" gumam Juan dengan pelan.


Tanpa Juan tahu anak buahnya setelah mengirim pesan kepadanya ia ditangkap oleh anak buah Xavier. Ken tersenyum sinis membaca pesan yang dikirim oleh anak buah Juan.


"Tunggu pembalasan bosku" ucap Ken dengan emosi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀