Heartless

Heartless
Episode 213



🌻Tutur katamu menandakan bagaimana sifatmu yang sebenarnya karena jawaban dari mulutmu itu berasal dari hatimu sendiri🌻


.


.


.


.


"Apa maksud ucapanmu sayang?" tanya Chloe dengan penasaran.


"Dendam Albert dan juga aku sudah kami balaskan ke keluarga berengsek itu" ucap Xavier dengan suara geram.


"Kapan" ucap Chloe dengan suara dingin.


"Sehari setelah kamu dinyatakan koma sayang"


Chloe menutup mulutnya tak menyangka jika suaminya itu sudah membalaskan dendam keluarganya. Chloe sebenarnya tidak ingin balas dendam hanya ingin memberi pelajaran kepada keluarga mommynya dengan tidak mengakui keberadaan mereka.


Tapi tidak ia sangka ternyata Xavier sudah lebih dulu menghancurkan keluarga itu. Chloe menatap Xavier dengan tatapan dingin dan tajam.


"Kenapa kamu melakukan itu" ucap Chloe dengan suara tinggi.


Xavier kaget tak menyangka respon istrinya akan seperti ini. Baby Xander yang sedang tidur seketika menangis karena kaget mendengar suara Chloe yang berbicara dengan suara tinggi.


Xavier berjalan menuju ke box sang anak lalu mengendong Xander untuk menenangkan bayi itu. Selang 5 menit Xander sudah tidak menangis lagi dan tertidur kembali.


Tatapan mata Xavier menatap Chloe dengan tajam seperti siap menghunuskan pedang. Chloe bergetar melihat tatapan mata suaminya yang baru kali ini lihat.


"Apa kamu kecewa dengan tindakanku" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Aku" ucap Chloe tak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Asal kamu tahu sakit rasanya melihat jenazah kedua orang tuaku di depan mataku dengan bersimbah d***h dan harus menjalani hidup seorang diri dengan dihantui musuh dari keluargamu sendiri saat kamu masih berumur 15 tahun, apa yang akan kamu lakukan jika menjadi aku" ucap Xavier dengan suara dingin.


Chloe menangis mendengar ucapan suaminya, ia bersyukur karena sejak kecil ia bisa merasakan kehangatan keluarga meski semua itu palsu. Xavier lalu menidurkan anaknya dan berjalan keluar.


Pintu ruangan nginap Chloe di tutup dengan kuat menandakan ia sangat emosi. Xavier memilih pergi menenangkan diri karena jika tidak ia tidak bisa menahan emosinya.


"Jaga istriku jangan biarkan siapapun masuk selain pak Max dan Kevin" ucap Xavier dengan suara datar dan dingin.


"Baik bos" ucap Mike.


Ia gugup merasakan aura sang bos yang saat ini sedang emosi. Mike segera memberi pesan kepada Albert mengenai kondisi sang bos karena tahu sang bos akan pergi ke markas untuk melampiaskan emosinya.


Di dalam ruangan nginap Chloe saat ini Chloe menangis memikirkan ucapan Xavier tadi. Ia akui ia salah sudah tidak mendengar penjelasan lebih lanjut suaminya dan hanya mementingkan pendapatnya saja.


"Aku minta maaf sayang" gumam Chloe dengan suara sedih.


Chloe menangis menumpahkan penyesalannya sudah berpikir aneh tentang sang suami. Kevin yang diberitahu Mike ingin masuk ke dalam tapi saat mendengar suara Chloe yang sedang menangis ia urungkan.


Sepertinya aku harus menceritakan kejadian saat nyonya koma, batin Kevin.


Di perusahaan Albert segera menghentikan pekerjaannya dan menyuruh Thomas menghendel semuanya. Ia tahu apa yang akan terjadi saat sang bos emosi dan itu tidak bagus.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier yang sedang emosi mengendarai mobil mewahnya jenis pagani huayra tricolore warna hitam dengan kencang. Ia sangat emosi memikirkan ucapan sang istri yang menyalahkannya karena sudah membalas dendam kepada keluarga berengsek itu.


"Berengsek" ucap Xavier sambil memukul setir mobilnya.


Wajah Xavier sudah merah padam sampai urat-uratnya terlihat. Ia saat ini ingin sekali menghancurkan sesuatu untuk melampiaskan emosinya.


Tak lama mobil mewahnya itu sampai diikuti mobil pengawal Xavier. Mereka beruntung karena bisa mengejar sang bos yang melaju dengan kecepatan tinggi.


Xavier keluar dengan aura mengintimidasi yang sangat kuat. Anak buahnya mundur memberi hormat kepada Xavier agak jauh karena tahu saat ini sang bos sedang emosi.


"Bos selamat datang" ucap Sam dengan gemetar.


"Dimana berengsek itu" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Di penjara belakang bos" ucap Sam.


"Bawa dia kesini" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos"


Sam segera menyuruh anak buahnya membawa masuk orang yang ingin menusuk Xavier dari belakang. Meski ia tak masuk kantor tapi ia selalu memantau semuanya sampai hal terkecil.


"Apa yang kalian lakukan padaku" teriak Bagas Smith dengan suara kencang.


Ya orang yang berniat ingin memanipulasi kerja sama dengan perusahaan Wesly adalah Bagas Smith dari Smith Corp, tempat Chloe magang waktu itu.


"Long time no see Mr. Smith" ucap Xavier sambil meminum segelas vodka di tangannya.


"Mr. Wesly" ucap Bagas dengan gugup.


Ia gemetar takut melihat siapa orang yang sudah menculiknya. Saat itu ia akan bertemu dengan Thomas di club malam tapi sampai di ruangan VIP mulutnya dibekap dan seketika ia pingsan.


Apa dia sudah tahu kecuranganku, batin Bagas dengan gemetar karena tahu siapa orang di depannya ini.


"Apa kamu tahu Mr. Smith kalau aku itu paling tidak suka dengan yang namanya pengkhianat" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.


Bagas menelan salivanya dengan kasar mendengar ucapan Xavier barusan. Ia tahu jika Xavier pasti sudah mengetahui maksud di balik kerja sama yang ia tawarkan.


Xavier tersenyum bagai seorang iblis melihat ketakutan di wajah Bagas. Ia bangun dan mengambil benda kesukaannya untuk memulai apa yang ia sukai.


Suara teriakan kesakitan bergema di dalam ruangan interogasi. D***h bercucuran di lantai karena aksi Xavier yang sedang mengukir di tubuh Bagas, lebih tepatnya sedang meng****i Bagas seperti seekor binatang.


Anak buah Xavier merinding melihat kekejaman sang bos yang kali ini sangat kejam. Albert yang baru datang juga tak kalah kaget melihat Xavier sudah bermandikan d***h seperti seorang psycopath.


Tubuh Bagas sudah tidak bernyawa lagi tapi tetap Xavier masih melakukan aksinya. Setelah puas ia bangun dan melempar pisau ke atas meja, Xavier memandang anak buahnya dan menyuruh mereka untuk maju berkelahi dengannya.


"Bawakan daftar nama-nama mereka yang berada di posisi paling bawah!" bentak Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Sam dengan gugup.


Albert berjalan mendekati bosnya agar tidak melakukan hal itu. Baru saja ia ingin bicara satu bogem mentah tepat di rahangnya dengan sangat kuat.


Albert terjatuh dan merasakan sakit yang amat luar biasa di rahangnya. Tatapan mata Xavier berubah menjadi seperti seekor monster yang kelaparan saat ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bagaimanapun Albert harus melawan Xavier jika tidak nyawa anak buah mereka akan melayang. Albert dan Xavier berkelahi dengan sengit, Albert yang kekuatannya di bawah Xavier mendapat pukulan berkali-kali di tubuhnya.


Xavier seperti kesetanan memukul Albert melampiaskan emosinya saat ini. Selang 3 jam Albert sudah tak sanggup lagi jika ia harus melawan Xavier lagi.


"Bos ingat anak dan istrimu aku yakin saat ini nyonya pasti sangat menyesal" ucap Albert dengan suara lemah.


Albert hanya bisa melakukan cara ini untuk meredam emosi Xavier. Caranya berhasil Xavier menghentikan gerakan tangannya yang sudah sangat dekat di wajah Albert yang berlumuran d***h.


Xavier melepaskan Albert dan berjalan menuju ruangan pribadinya untuk mengontrol emosinya. Sam dan lainnya segera membantu Albert, beruntung Albert yang melawan Xavier jika tidak sudah pasti akan banyak nyawa anak buah mereka yang melayang.


"Awasi bos jangan sampai bos ke ruangan interogasi lagi" ucap Albert dengan lemah.


"Baik bos" ucap Sam.


Albert segera di bawa ke rumah sakit Wesly dengan helikopter, di dalam kamar pribadi Xavier saat ini ia sedang berdiri di bawah shower menguyur tubuhnya yang penuh d***h.


Air mata Xavier jatuh saat mengingat kedua orang tuanya. Bayangan Chloe seketika muncul di pikirannya dan meski ia sangat emosi tapi rasa cintanya kepada Chloe sangatlah besar.


"Maafkan aku sayang" ucap Xavier dengan suara lemah.


~ Wesly Hospital ~


Chloe yang mempunyai ikatan batin antara dirinya dan Xavier, merasakan sedih yang teramat dalam di hatinya. Ia tahu jika saat ini pasti suaminya sangat sedih.


Tak lama Kevin masuk bersama dengan pak Max mengantar makan malam buat Chloe. Chloe melihat makanan yang dibawa pak Max dengan tidak berselera.


"Taruh saja di meja pak Max aku tidak berselera" ucap Chloe.


"Tapi nyonya" ucap pak Max yang langsung dipotong Chloe.


"Aku akan makan nanti pak Max" ucap Chloe memaksa tersenyum.


"Baik nyonya" ucap pak Max.


Pak Max tahu jika saat ini sang nyonya pasti sangat kepikiran dengan perihal tadi, ia berharap semoga Chloe dan Xavier segera rukun kembali.


"Apa itu Kevin"


Kevin menyuruh pak Max untuk meninggalkan mereka berdua saja. Melihat pak Max sudah keluar Kevin lalu menceritakan perihal Chloe waktu ditembak hingga Chloe dinyatakan meninggal.


Kevin tak lupa juga menceritakan tentang Xavier yang menangis dengan pilu saat malam setelah Chloe dinyatakan koma. Chloe menangis mendengar ucapan Kevin yang memberitahunya tentang semuanya.


Chloe berpikir jika ia juga akan sama seperti Xavier saat mengalami hal tersebut.


Maafkan aku sayang yang sudah berpikiran buruk tentangmu, batin Chloe sambil menangis.


"Bos sebenarnya tidak ingin membalas dendam tapi ia tidak mau jika ke depannya keluarganya di hantui keluarga tersebut" ucap Kevin.


"Hiks hiks......jadi semua ini Xavier lakukan untukku dan anakku.........hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.


"Betul nyonya karena bos tahu jika ia tidak membalaskan dendamnya sekarang keluarga nyonya tidak akan berhenti mencelakai nyonya"


"Jangan sebut mereka keluargaku Kevin karena aku tidak sudi menganggap mereka keluargaku lagi" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Baik nyonya"


Chloe memikirkan ucapan Kevin dan ia sangat merasa bersalah kepada Xavier. Kevin lalu pamit pergi karena mendapat kabar jika Albert sedang berada di ruang UGD.


Tepat pukul 24:00 Xavier masuk ke dalam ruangan sang istri. Ia kaget melihat Chloe yang sedang berdiri sambil memegang ujung brankar.


Chloe memaksa diri untuk berjalan menghampiri suaminya tapi seketika kakinya lemas dan ia terjatuh. Beruntung Xavier dengan cepat berlari menangkap tubuh Chloe sebelum jatuh ke lantai.


"Apa yang kamu lakukan sayang jangan memaksakan diri" ucap Xavier dengan khawatir.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Melihat raut wajah suaminya yang khawatir air mata Chloe seketika mengalir dengan deras. Xavier bingung melihat Chloe yang menangis histeris dalam pelukannya.


Xavier mengendong Chloe dan mendudukannya di pangkuannya di sofa. Xavier memeluk tubuh sang istri dengan sangat erat.


"Maafkan aku sayang........hiks hiks hiks.......maaf" ucap Chloe sambil menangis.


"Jangan minta maaf sayang kamu tidak salah aku yang salah" ucap Xavier dengan lembut.


"No hubby aku yang salah karena sudah berpikir yang buruk sebelum mendengar penjelasanmu" ucap Chloe sambil menggelengkan kepala.


"Heemmmm"


Keduanya berpelukan dan saling meminta maaf. Xavier sangat bahagia karena sang istri sudah bisa mengerti maksud dari perbuatannya kepada keluarga Nidas.


Xavier menceritakan semua alasannya kepada Chloe dengan lengkap. Chloe juga menceritakan tentang pertemuannya dengan kedua orang tuanya dan mertuanya saat ia koma.


"Daddy Justin menitipkan anaknya untuk ku jaga sampai kapanpun sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Terima kasih baby" ucap Xavier dengan lembut.


Xavier mencium bi**r Chloe dengan lembut menyalurkan rasa cintanya kepada sang istri. Keesokan harinya Chloe kaget bukan main mendengar kondisi Albert.


Xavier yang menceritakannya menganggap hal itu dengan santai seperti tidak bersalah. Chloe berpikir untuk tidak lagi membuat sang suami menjadi emosi karena pasti anak buahnya yang mendapat amukan dari sang bos.


Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah seminggu berlalu. Chloe yang sudah bisa berjalan kembali memutuskan untuk pulang ke mansion hari ini juga.


Berita tentang kelahiran penerus Wesly Group menjadi trending topik hari ini. Albert sudah memberikan wawancara eksklusif tentang kelahiran penerus Wesly Group dan kapan kelahirannya.


Banyak dari masyarakat dan rekan kerja Xavier yang kaget karena tak menyangka jika penerus kerajaan bisnis terbesar nomor satu ternyata sudah lahir. Mereka tidak tahu alasan mengapa ditutup dari publik karena semuanya sesuai perintah Xavier.


"Sayang apa kamu sudah siap" ucap Xavier dengan lembut.


"Sudah sayang" ucap Chloe.


Xavier lalu mengendong bayinya keluar sambil berjalan berdampingan dengan sang istri. Suara blits menyambut mereka di lobby rumah sakit beruntung anak buah Xavier sudah mengatur agar tidak ada wartawan yang mendekat.


"Mr. Wesly bagaimana perasaan anda saat ini" ucap salah satu wartawan.


"Yang pasti aku sangat bahagia" ucap Xavier sambil tersenyum manis melihat sang istri.


Momen itu tak lupa diambil karena baru kali ini seorang Xavier tersenyum dengan bahagia di depan publik. Chloe yang melihat suaminya tersenyum juga ikut tersenyum.


"Siapa nama anak anda Mr. Wesly"


"Xander Leonart Wesly" ucap Xavier dengan tegas.


Xavier lalu beranjak pergi tidak ingin menjawab pertanyaan wartawan lagi. Semuanya ia serahkan kepada Thomas untuk melanjutkan wawancara tersebut.


Keduanya lalu masuk ke dalam mobil limousine hitam bersama dengan Albert dan Kevin. Detik itu juga nama Xander menjadi trending topik di dunia maya bahkan dia di juliki baby terkaya di dunia.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Roma, Italia ~


Katy menonton berita tentang Chloe cucunya dan menangis dengan sedih. Ia sangat ingin bertemu dengan sang cucu dan cicitnya tapi ia ingat pesan Xavier yang tidak ingin melihat keberadaan mereka.


"Katy maafkan aku ini semua salahku" ucap Robert dengan suara lemah.


"Jika kamu tidak menghalangi pernikahan anakku mungkin saat ini kita sudah menjadi keluarga yang bahagia" ucap Katy dengan suara tegas.


Robert menunduk dan meneteskan air mata mendengar ucapan sang istri. Ia akui ini semua salahnya karena egois dan tamak ia harus kehilangan anak-anaknya bahkan cucunya juga.


"Maafkan kakek Chloe" gumam Robert dengan pelan.


Semenjak malam itu kesehatan Robert menurun drastis karena obat yang diberikan oleh Xavier sama seperti obat Adam Rosemary. Sudah banyak dokter yang didatangkan Johan tapi hasilnya sama saja.


Mereka tidak bisa mengidentifikasi racun itu dan penawarnya juga tidak ada. Katy lalu bangun dan masuk ke dalam kamar meninggalkan suaminya yang duduk di kursi roda.


Johan yang baru saja datang dan mengintip lewat celah pilar ikut menjadi sedih. Ia sangat sedih melihat kedua orang tuanya yang sudah tidak harmonis lagi seperti dulu.


Ia lalu memilih pergi karena tahu kedatangannya tidak tepat. Sebenarnya ia datang untuk menyampaikan jika sebagian saham mereka harus di jual untuk menutupi masalah keuangan mereka di perusahaan.


~ Jakarta, Indonesia ~


Malam itu Sean yang masih bekerja di ruang kerjanya menatap informasi yang baru saja muncul dengan perasaan sedih. Ia tersenyum getir melihat wanita yang sangat dicintainya sudah menemukan kebahagiannya.


"Semoga kamu selalu bahagia dengan keluarga kecilmu" ucap Sean sambil meneteskan air mata.


Ia akui sampai saat ini hatinya masih di isi nama Chloe tidak bisa diganti dengan apapun. Sean menangis meratapi semua kesalahan dan perbuatannya dulu sehingga kehilangan seorang gadis yang mencintainya dengan tulus.


"Aku sangat mencintaimu Chloe sampai akhir hayatku" ucap Sean dengan suara pelan.


Bi Lastri yang mendengar ucapan sang tuan di luar ruang kerja Sean juga ikut menangis. Ia sangat tahu seberapa besar cinta sang tuan kepada gadis yang bernama Chloe.


"Semoga tuan diberi pengganti secepatnya" ucap bi Lastri dengan tulus.


~ Mansion Xavier ~


Sampai di mansion Chloe dan Xavier di sambut oleh para pelayan dan penjaga mansion. Mereka semua menunduk mengucapkan selamat atas kesembuhan Chloe dan kelahiran baby Xander.


"Selamat nyonya karena sudah sembuh dan selamat datang untuk tuan muda" ucap semuanya serentak.


"Terima kasih semua" ucap Chloe dengan tulus.


Xavier tersenyum melihat senyuman sang istri dengan semua para pelayan dan penjaga mansion. Keduanya lalu masuk bersama dengan Albert, Kevin, dan Thomas.


"Jagoan kamu cepat besar ya karena daddy sudah menyiapkan hadiah untukmu" ucap Xavier mencium anaknya.


Baby Xander tertawa dengan celoteh bayinya mendengar ucapan sang daddy. Chloe yang mendengar ucapan suaminya mengerutkan keningnya.


"Kamu kasih Xander hadiah apa sayang" ucap Chloe dengan penasaran.


"Uhmm! Cuma hadiah kecil kok sayang" ucap Xavier dengan pelan karena tahu jika istrinya akan mengomel saat tahu ia memberi hadiah apa kepada sang anak.


"Jadi kecilnya seperti apa hubby" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Hehehe! Itu cuma pesawat jet keluaran terbaru sayang" ucap Xavier sambil cengesan.


"Apa" ucap Chloe dengan suara tinggi dan kaget.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀