
π»Sebuah hubungan itu pondasinya adalah kejujuran dan kepercayaan jika salah satu hilang maka hubungan itu akan hancur dengan sendiriπ»
.
.
.
.
Dunia Chloe serasa berhenti saat itu juga, air mata Chloe mengalir dengan deras tanpa berhenti. Kaki Chloe lemas seketika hingga ia terjatuh di lantai kamar mandi.
Klara yang masuk ke dalam toilet kaget mendapati Chloe yang sudah berada di lantai kamar mandi.
"Chloe" teriak Klara.
Klara menghampiri Chloe dan mengguncang tubuhnya menanyakan keadaannya. Chloe diam tidak menjawab pertanyaan Klara, dipikirannya saat ini hanya foto sang kekasih yang sedang berciuman.
"Loe kenapa Chloe, loe ngak kenapa-napa kan say?" tanya Klara dengan khawatir.
"Sakit.........hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan pelan sambil menangis.
Klara pun langsung memeluk Chloe agar temannya itu tenang.
Apa yang sebenarnya terjadi sama loe sih Chloe, batin Klara.
"Gue antar ke UKS ya"
Melihat Chloe yang hanya diam Klara mengangkat tubuhnya dan memapah Chloe menuju ruang UKS. Brak.........
Pintu UKS dibuka dengan keras oleh Klara sehingga mengagetkan petugas yang ada di dalam.
"Bu tolongin teman saya"
"Baringkan teman kamu di brankar" ucap ibu Susi yang menjabat sebagai petugas UKS di sekolah.
Tanpa mengatakan apapun Klara menaruh tubuh Chloe di atas brankar dibantu bu Susi. Ibu Susi lalu mengambil peralatan medisnya dan mengecek kondisi tubuh Chloe.
"Gimana kondisi teman saya bu?" tanya Klara dengan khawatir.
"Teman kamu kayaknya banyak pikiran makanya dia sampai drop, sebenarnya dia kenapa sampai kayak gini"
"Uhmm! Saya ngak tahu bu tadi pas saya mau ke kamar mandi Chloe udah di lantai kamar mandi sambil menangis, dia sempat ngomong sakit tapi saya ngak tahu dimana yang sakit bu"
"Kondisi tubuhnya hanya menurun karena terlalu banyak pikiran dan juga terlalu lama menangis, nanti ibu buatkan resep obat dan vitamin biar teman kamu bisa minum jika sudah sadar"
"Baik bu terima kasih kalau gitu saya permisi kembali ke kelas ya bu"
"Iya sama-sama, belajar yang rajin ya nak"
"Baik bu"
Klara pun pamit kembali ke kelas tapi di tengah jalan dia sempat berpikir untuk memberitahu Sean. Klara lalu berjalan menuju ke kelas Sean beruntung sampai disana tidak ada guru yang mengajar.
Tok.........tok.......tok.........tok.......
"Permisi ka" ucap Klara dengan suara pelan takut karena semua mata memandang dirinya.
"Hei loe ada keperluan apa datang ke kelas senior" ucap Isabel salah satu teman kelas Sean.
"Uhmm! Maaf ka aku lagi ada perlu sama ka Sean" ucap Klara dengan gugup.
Sean mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar ada adik kelas yang mencari dirinya.
"Woy Sean gebetan baru ya" ucap Resa sambil tertawa.
Sean memandang Resa dengan tajam tapi Resa hanya membalasnya dengan cengiran saja. Sean mengangkat jarinya memberi isyarat agar Klara mendekat.
"Kenapa?" tanya Sean dengan datar dan tatapan tajam menusuk ke arah Klara.
Buset deh gue kayak lagi ada di persidangan aja, batin Klara sambil menelan ludahnya dengan kasar.
"Uhmm! Itu ka" ucap Klara dengan gugup karena ketakutan.
"Woy santai dong bro anak orang ketakutan thu" ucap Angga sambil menunjuk ke arah Klara yang gemetaran di depan Sean.
"Loe bisa ngak ngomong dengan jelas" ucap Sean dengan suara dingin.
"Itu ka si Chloe masuk UKS kar.."
Belum selesai bicara Sean langsung bangun dan pergi begitu saja dengan cepat. Klara sempat bengong karena Sean sangat cepat lewat sampingnya.
"Hey loe balik aja ke kelas sana" ucap Resa menyadarkan Klara.
"Oh iya ka permisi" ucap Klara sambil berlalu keluar.
Sean berlari dengan cepat menyusuri lorong kelas menuju ruang UKS. Dirinya sangat khawatir tentang keadaan pacarnya, mendengar nama Chloe disebut masuk ke UKS ia seperti mendapat pukulan keras di hatinya.
Brak.......
Pintu uks dibuka dengan kasar sehingga mengagetkan ibu Susi yang berada dalam UKS untuk ke dua kalinya.
"Sayang kamu kenapa" ucap Sean dengan nada khawatir sambil menyentuh kepala Chloe yang sedang tidur.
"Maaf tapi Chloe jangan di ganggu dulu biar dia istirahat"
"Heeemmm" balas Sean datar.
Mendapat jawaban dari Sean ibu Susi ingin marah tapi ia urungkan mengingat kalau Sean adalah anak pemilik yayasan. Ibu Susi pun meninggalkan Sean dan Chloe menuju meja kerjanya.
Sean terlihat sangat cemas melihat keadaan Chloe yang pucat dan matanya sembap.
Apa loe barusan menangis sayang, batin Sean sambil mengusap mata Chloe yang berair.
Sean duduk di samping Chloe dengan sabar sambil memegang tangannya dengan lembut. Di dalam kelas Chloe heboh karena info yang diberikan Klara waktu kembali ke kelas.
Mereka semua ingin melihat Chloe tapi diurungkan karena guru selanjutnya sudah masuk untuk mengajar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di mansion Rosemary saat ini sedang kedatangan sepupu dari Queen siapa lagi kalau bukan Tasya. Suara cempreng Tasya membahana di mansion tersebut.
"Aduh Tasya kuping gue bisa budek ni kalau loe teriak kayak gitu" ucap Queen dengan kesal.
"Hehehehe! Maaf ka soalnya gue itu kangen sama ka Queen" ucap Tasya dengan cengir.
"Ya udah kita jalan aja sekarang"
"Let's go shopping sister"
"Okay"
Queen dan Tasya beranjak pergi menggunakan mobil Queen yang disupiri oleh pak Ujang. Selama perjalanan Queen dan Tasya saling bercerita tentang kehidupan masing-masing.
Tiba di mall mereka pun langsung masuk tidak lupa menyuruh pak Ujang untuk stay menunggu mereka di parkiran. Pak Ujang hanya mengangguk iyakan perintah dari nona muda mereka.
Queen dan Tasya mulai mencari kebutuhan sekolahnya dari toko satu ke lainnya. Karena baru kali ini berbelanja dengan saudara sepupunya ia pun kalab dan membeli apa saja yang dilihatnya.
4 jam kemudian barulah mereka selesai mengelilingi mall tersebut dengan paper bag yang banyak di tangan masing-masing. Tidak terasa mereka menghabiskan ratusan juta dalam sekali belanja.
"Ka gue lapar cari makan yuk" ucap Tasya sambil melirik food court di sekitar mall.
"Iya nih lapar juga kelamaan belanja" ucap Queen menyetujui usul Tasya.
Pilihan mereka jatuh pada tradisional food. Saat mereka berdua masuk banyak pasang mata melihat ke arah mereka karena kecantikan dari Queen dan barang branded yang melekat ditubuh mereka berdua.
Queen memilih duduk di dekat kaca sambil melihat menu yang tertera di buku menu.
"Gue pesan ayam penyet sama nasi dan minumnya es jeruk" ucap Tasya.
"Gue pesan ayam rujak bumbu bali, cumi goreng tepung sama nasi plus minumnya es jeruk aja" ucap Queen.
"Mohon ditunggu ya mbak pesanannya"
Sang pelayan pun pergi memberikan kertas pesanan kepada koki. Sambil menunggu pesanan mereka Queen dan Tasya sibuk berselfie untuk di posting di akun instagram mereka.
"Wah ka Queen cantik banget"
"Udah dari lahir kali cantiknya" ucap Queen dengan sombong.
"Emang keluarga Rosemary thu bibit-bibit unggul ya kak"
"Yups"
"Eehh! Ka gimana sama si anak sialan itu"
"Loe tahu kemarin gue ngasih pelajaran ke dia karena pulang telat"
"Beneran ka terus"
"Gue nampar sambil jambak dia dengan kuat dan loe tahu ka Steven ampe nampar thu anak sial 4 kali"
"Woahhh! That is suprise me" ucap Tasya dengan kaget karena baru kali ini kakak sepupunya itu nampar orang.
"Loe musti lihat tampang thu anak lucu banget gue! Hahahaha" ucap Queen sambil tertawa kencang.
Tak lama pesanan mereka pun datang dan mereka menikmati sambil bercerita tentang kehidupan Chloe selama ini.
Ternyata selama ini loe udah bahagia di atas penderitaan gue anak pembawa sial, batin Queen emosi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di ruang UKS sekolah Chloe akhirnya sadar. Pada saat ia membuka mata ia terkejut karena melihat Sean disampingnya, ingatannya kembali ke beberapa saat waktu ia di dalam kamar mandi.
Air mata Chloe menetes karena hatinya sakit mengetahui perbuatan sang pacar. Sean pun panik karena Chloe menangis tidak mau berhenti.
"Apa ada yang sakit sayang" ucap Sean dengan nada khawatir.
"Pergi loe.......hiks hiks......pergi dari hadapan gue! Pergi sekarang.......hiks" ucap Chloe pelan dengan air mata yang masih mengalir.
Sean kaget karena mendapat usiran dari sang kekasih, apa ada kesalahan yang diperbuatnya bukannya tadi mereka baik-baik aja ya.
"Maaf nak tapi mending ikuti saja kemauan teman kamu agar ia tidak terlalu pikiran itu akan membuat dirinya tambah drop" ucap ibu Susi menjelaskan keadaan Chloe kepada Sean.
Sean pun mengiyakan perkataan ibu Susi dan berlalu pergi tapi ia masih berdiri di depan pintu UKS.
Apa salah gue sampai Chloe risih dengan kehadiran gue, batin Sean.
Selepas kepergian Sean ibu Susi pun membantu Chloe untuk duduk bersandar di brankar UKS. Ibu Susi mengecek kondisi Chloe sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Kamu jangan terlalu banyak pikiran ya itu akan membuat kesehatanmu menurun"
"Baik bu terima kasih" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Maaf tapi apa ibu boleh tanya, bekas lebam di kedua pipi kamu itu kenapa?" tanya ibu Susi.
Chloe pun kaget karena bekas lebam di pipinya kelihatan. Ia hanya menunduk tidak mau menjelaskan kepada ibu Susi, melihat hal itu ibu Susi pun tidak menanyakan lagi.
"Ini ada vitamin buat kamu diminum ya setelah makan"
"Terima kasih bu"
"Ibu buatkan surat ijin biar kamu bisa pulang lebih awal untuk istirahat di rumah"
"Terima kasih banyak bu"
"Sama-sama" ucap ibu Susi sambil berlalu untuk menulis surat ijin untuk Chloe.
Chloe yang sudah lebih agak mendingan keluar dari ruang UKS membawa surat ijin dari ibu Susi. Pada saat membuka pintu Chloe kaget karena Sean berdiri di depannya dengan tatapan khawatir.
"Minggir gue mau lewat" ucap Chloe dengan datar.
"Sayang loe kenapa" ucap Sean dengan lembut.
Tangan Sean terangkat untuk menyentuh kepala Chloe tapi ditepis dengan cepat. Chloe berlalu pergi meninggalkan Sean yang berdiri mematung karena baru pertama kali Chloe bersikap dingin kepadanya.
Sean pun mengejar Chloe dengan cepat, Chloe yang sudah mengambil tasnya berjalan cepat menghindari Sean karena dirinya sudah sangat kecewa kepada Sean.
Sean mengejar Chloe sampai ke lobby depan dan menarik tangan Chloe dengan kuat, Chloe meringis kesakitan karena tarikan Sean yang sangat kuat. Chloe berontak ingin lepas tapi tidak bisa karena tenaga Sean yang sangat kuat.
"Lepasin tangan gue! Lepas!" teriak Chloe.
"Loe ikut gue sekarang dan ngak ada penolakan!" bentak Sean dengan emosi.
Air mata Chloe mengalir mendapat bentakan tapi tidak dihiraukan Sean. Ia mengangkat tubuh Chloe seperti karung beras menuju mobil sportnya.
Sean membanting tubuh Chloe dengan kasar di kursi penumpang kemudian ia buru-buru masuk ke dalam mobil dan menguncinya agar Chloe tidak kabur.
"Apa mau loe! Hah!" teriak Chloe kencang di dalam mobil.
"Loe tanya apa mau gue sekarang apa salah gue makanya loe menghindar dari gue" ucap Sean dengan suara tinggi.
"Gue benci sama loe.......hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan suara parau sambil menangis.
Hati Sean sakit melihat air mata pacarnya jatuh ingin memeluk dan menenangkannya tapi ia urungkan karena egonya terlalu tinggi. Sean pun menghidupkan mobil menuju apartemennya. Chloe yang masih menangis tidak sadar kemana mereka pergi.
~ Orchid Apartment ~
Sampai di parkiran Chloe yang sadar mobil sudah berhenti melirik sekelilingnya karena tidak tahu dimana mereka berada.
"Kita dimana.....hiks hiks hiks"
"Apartemen gue" ucap Sean datar dan keluar dari mobil.
Melihat hal itu Chloe menjadi takut ia berpikir Sean pasti akan memukulnya disini. Sean pun membuka pintu mobil dan menarik tangan Chloe menuju lift.
"Lepas ka gue mau pulang......hiks hiks hiks.......lepas ka......hiks hiks" ucap Chloe sambil berderai air mata.
Sean tidak perduli dan terus menarik Chloe ke dalam apartemennya. Sampai di dalam ia menghempaskan tubuh Chloe ke atas sofa, Sean berjalan mendekati Chloe dengan tatapan sangat tajam.
"Kasi tahu gue apa salah gue" ucap Sean di depan wajah Chloe.
Chloe mendorong tubuh Sean dan menyingkir dari hadapannya.
"Gue benci sama loe gue mau pulang"
"Kasi tahu alasannya Chloe jangan buat gue emosi"
"Loe mau tahu alasannya kan oke gue bakal kasi tahu loe" teriak Chloe dengan kencang.
"Ini alasannya" ucap Chloe sambil menunjukkan foto Sean sedang berciuman di hpnya.
Tubuh Sean seketika menegang melihat foto tersebut ia melihat Chloe yang menangis tersedu-sedu. Tubuhnya tidak bisa digerakkan otaknya pun tidak bisa berpikir lagi.
"Apa dia udah tahu semuanya" gumam Sean dengan tubuh yang gemetar takut kehilangan gadis yang dicintainya.
...βββββ...
To be continue.....
Terima kasih buat semua pembaca yang sudah membaca karya aku semoga suka ya & jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guysπβ€