
π»Rajin adalah kunci untuk menuju kesuksesan tapi tekad adalah fondasi dari kesuksesan tersebutπ»
.
.
.
.
Papa dan mama Laura sudah tiba di mansion sang anak detik itu juga, mereka sangat marah saat melihat berita tentang perselingkuhan sang menantu yang kedua kalinya.
"Steven dimana daddy kamu" ucap papa Laura.
"Daddy belum pulang kek" ucap Steven.
Tidak lama bunyi deru mobil kembali terdengar, keempatnya segera melihat siapa yang datang ternyata itu adalah Alan, Lidia, dan adik Adam yaitu Aldo.
Steven melihat wajah sang kakek dari pihak daddy sangat menakutkan, ia tahu jika saat ini kakeknya sangat emosi dan siap meledak kapan pun.
"Akhirnya kalian datang juga" ucap papa Laura dengan emosi.
"Heeemmm"
Lidia lalu mengajak mereka untuk duduk tidak mau terjadi ketegangan disana. Tak lama mereka dikagetkan dengan teriakan Laura dari dalam kamarnya dilanjutkan dengan bunyi benda pecah.
"Mommy" ucap Steven dengan panik.
Ia lalu berlari menuju ke kamar sang mommy dengan cepat diikuti semuanya. Sampai disana mereka kaget melihat Laura yang sudah berdarah karena memegang pecahan kaca di tangannya.
"Laura" teriak mama Laura dengan histeris.
Steven lalu memeluk mommynya yang sangat tertekan saat ini. Ia sangat tahu jika sang mommy sangat terpukul dengan berita tentang sang daddy, tak lama Laura pingsan dalam pelukan sang anak.
Steven mengendong Laura keluar menuju kamar tamu karena kamar sang mommy sudah seperti kapal pecah. Semuanya panik melihat keadaan Laura dan segera menghubungi papa Kenan untuk datang ke mansion.
"Dimana daddy kamu Steven?" tanya Alan.
"Daddy belum pulang kek tadi katanya mau? meeting bersama dengan Dion" ucap Steven.
"Meeting atau ketemuan sama ja***g itu" sarkas papa Laura dengan emosi.
Mendengar perkataan besannya Alan hanya diam saja karena memang ini salah anaknya. Aldo sedari tadi berusaha menghubungi sang kakak tapi panggilannya tidak diangkat.
"Bagaimana Aldo sudah ada jawaban" ucap Lidia.
"Tidak diangkat mom" ucap Aldo.
"Coba hubungi asistennya" ucap Lidia.
"Iya mommy"
Aldo segera menghubungi Dion tapi dia terkejut karena Dion tidak bersama dengan Adam sepulang dari kantor dan setahunya tidak ada meeting sore ini. Aldo lalu menatap keluarganya dengan bingung karena harus mengatakan perihal ini.
"Mas Adam ngak sama Dion mommy"
"Loh tapi tadi daddy bilang ada meeting" ucap Steven.
"Kata Dion tidak ada meeting sepulang dari kantor" ucap Aldo.
"Berengsek awas saja anak itu pulang" ucap Alan dengan emosi.
Steven dan papa Laura juga sudah mulai emosi karena lagi-lagi mantu dan daddy mereka kembali membuat keluarga malu.
Kali ini gue ngak bakalan maafin daddy lagi, batin Steven dengan emosi.
Ia lalu keluar untuk menetralkan emosinya, Aurel yang melihat suaminya keluar pamit mengikuti sang suami. Tak lama papa Kenan muncul dengan terburu-buru.
"Ada apa daddy?" tanya papa Kenan pada Alan.
"Kamu periksa Laura" ucap Alan dengan suara dingin.
Papa Kenan mulai memeriksa Laura, setelah itu ia lalu menuliskan resep dan memberikan ke bi Rani untuk menebusnya di apotek.
"Gimana keadaan Laura" ucap mama Laura.
"Mbak Laura baik-baik aja tante hanya stres makanya sampai pingsan"
"Syukurlah" ucap Lidia.
"Iya mommy tapi usahakan jangan sampai mbak Laura kembali stres karena itu akan membuatnya kembali drop" ucap papa Kenan.
"Heeemmmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah itu mereka semua keluar meninggalkan Laura bersama sang mama menuju ke ruang keluarga. Sampai disana mereka semua diam menunggu kepulangan Adam.
"Aldo kamu urus masalah ini karena pasti besok akan banyak wartawan yang datang ke perusahaan" ucap Alan.
"Baik daddy"
Tak lama bunyi deru mobil terdengar diluar dan itu adalah mobil Adam. Alan yang sudah emosi segera menuju ke depan mansion untuk menyambut anaknya yang sudah bikin aib keluarga.
Sampai di depan mansion sang sopir turun sendiri dan hal tersebut membuat Alan menjadi bingung.
"Dimana Adam?" tanya Alan dengan bentakan.
"Tuan tidak ada saat saya mengambil mobil tuan besar" ucap sang sopir.
"Maksud kamu" ucap Alan dengan bingung.
"Tadi sepulang dari kantor tuan menyuruh saya untuk menunggu tuan di cafe dekat mansion lalu tuan menghubungi saya untuk mengambil mobil di bawah jembatan di jalan xxx tuan besar"
"Jadi Adam tidak ada disana saat kamu sampai disana?" tanya Alan dengan suara tinggi.
"Tidak ada tuan hanya ada hp milik tuan saja" jawab sang sopir sambil menyodorkan hp milik Adam.
Alan menerimanya dan langsung masuk kembali ke dalam mansion tanpa mengucapkan terima kasih. Sampai di dalam semuanya melihat kedatangan Alan dengan bingung.
"Mas dimana Adam?" tanya Lidia.
"Tidak ada" ucap Alan dengan emosi.
"Maksud daddy?" tanya Aldo.
Alan lalu menceritakan semua yang dikatakan oleh sang sopir. Mereka semua sangat marah dan emosi mendengar perkataan Alan barusan.
"Berengsek! Akan ku bunuh Adam karena sudah membuat anakku menderita" geram papa Laura dengan emosi.
"Om tenang dulu kita urus semuanya ini dengan kepala dingin" ucap papa Kenan.
Semuanya diam dan berpikir di mana sebenarnya Adam saat ini. Di waktu yang sama tapi berbeda tempat, Maya selingkuhan Adam kaget melihat fotonya bertebaran dengan Adam di dunia maya.
Tak lama pesan masuk berentet di hpnya, semua teman-temannya mengirim hujatan kepada dia karena menjadi perusak rumah tangga orang.
"Tidak" teriak Maya dengan gemetar ketakutan.
Dia menangis membaca semua pesan tersebut dengan tubuh gemetaran. Ia tak menyangka jika perbuatannya akan diketahui oleh semua masyarakat saat ini.
~ Mansion Rahardian ~
Maya kaget membaca berita tentang perselingkuhan besannya. Maya segera berlalu menuju ruang kerja suaminya untuk memberi tahu suaminya.
"Mas" ucap Maya sambil membuka pintu ruang kerja suaminya.
Riko melihat istrinya dengan sebelah alis terangkat karena tak biasanya sang istri masuk tanpa mengetuk pintu. Maya langsung menyodorkan hpnya ke muka Riko.
"Mas baca berita itu" ucap Maya.
Riko lalu membaca berita tersebut dan kaget melihat begitu banyak foto Adam Rosemary disana bersama dengan selingkuhannya. Riko melihat istrinya dan meminta penjelasan mengenai berita tersebut.
"Mas kita suruh Sean sama Ares tinggal saja disini ya" ucap Maya.
"Maksud kamu sayang"
"Aku takut Sean dan Ares ngak ada yang urusin disana karena Queen pasti bakal sibuk sama keluarganya" ucap Maya memikirkan Sean dan cucunya.
Seandainya kamu tahu kelakuan menantumu itu selama ini sayang apa kamu masih anggap dia sebagai menantumu, batin Riko sambil melihat istrinya.
"Mas kok malah bengong sih" ucap Maya sambil memegang tangan Riko.
"Heemmm! Kita tanya Sean dulu sayang" ucap Riko.
"Iya mas"
Maya segera mengambil hpnya dari tangan Riko dengan cepat. Ia lalu menelpon Sean anaknya saat itu juga.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sean yang masih mengerjakan berkas laporannya segera melihat hpnya yang berbunyi disampingnya.
Ibu tumben jam segini nelpon, batin Sean.
^^^"Halo bu"^^^
"Halo nak kamu sudah tidur ya"
^^^"Belum bu masih ngerjain pekerjaan kantor bu"^^^
"Jangan sampai lat tidurnya sayang"
^^^"Iya ratuku, tumben jam segini nelpon bu"^^^
"Ibu cuma mau tanya apa kamu sudah baca berita terbaru saat ini" ucap Maya.
^^^"Berita apa bu" ucap Sean dengan bingung.^^^
Ia lalu mencari berita terbaru saat ini seperti yang ibunya katakan, seketika Sean kaget melihat foto mertuanya yang bersama selingkuhannya di dalam mobil sedang melakukan hubungan badan.
"Ibu pikir kamu sudah lihat sayang"
"Oh baguslah ibu hanya ingin tanya apa kamu mau tinggal di mansion sama Ares takutnya istri kamu ngak ngurus kamu karena sibuk urus keluarganya sayang"
Mendengar perkataan sang ibu Sean tersenyum sinis memikirkan Queen.
Jangankan urus suaminya anaknya saja ngak diperduliin sama ja***g itu, batin Sean.
^^^"Biar Sean sama Ares di mansion Sean aja bu lagian ada pengasuh dan pelayan disini"^^^
"Oh baiklah kalau itu mau kamu nak"
^^^"Iya bu"^^^
"Nanti besok baru ibu ke mansion kamu ya sayang"
^^^"Iya bu datang hati-hati ya bu" ucap Sean dengan lembut.^^^
"Ya sudah ibu matiin ya sayang"
^^^"Bye bu"^^^
"Bye sayang"
Sean lalu menyimpan hpnya setelah panggilannya dimatikan. Ia tersenyum sinis tak menyangka jika ayah mertuanya akan melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya.
Di mansion Riko ia menatap sang istri setelah menutup panggilan bersama sang anak. Maya lalu duduk di pangkuan suaminya memikirkan masalah besannya.
"Mas aku ngak nyangka loh Adam tega lakuin hal itu sama Laura ampe dua kali lagi" ucap Maya.
"Itu urusan mereka sayang" ucap Riko sambil mencium kening Maya.
"Kalau itu suamiku bakal aku potong ke*****nnya" ucap Maya sambil memperagakan cara potong.
Riko terkekeh melihat raut wajah sang istri yang lucu saat ini. Ia memeluk Maya dengan erat dan sesekali mengecup bibir sang istri.
"Sampai aku mati pun istriku hanya satu dan tidak ada yang namanya perempuan lain" ucap Riko dengan tegas.
"Iya mas makasih sudah jadi suami dan papa yang hebat untuk keluarga kita mas" ucap Maya sambil tersenyum.
"Tunjukan rasa terima kasihmu di kamar kita sayang" ucap Riko dengan suara serak.
Maya hanya pasrah saja mengikuti suaminya keluar dari ruang kerja menuju kamar mereka.
Udah tua juga masih mesum kamu mas, batin Maya sambil tersenyum geli.
~ Mansion Xavier ~
Suara teriakan terdengar di dalam ruang bawah tanah di belakang mansion milik Xavier. Saat ini Dante sedang dicambuk oleh anak buah Xavier karena sudah membuat mereka kehilangan teman mereka dan membuat sang nyonya masuk rumah sakit.
"Berani sekali kamu mencari masalah dengan bos kami!" bentak salah satu anak buah kepercayaan Albert dengan tatapan tajam bernama Ken.
"Ampun tolong maafiin gue" ucap Dante dengan suara menahan sakit.
"Tidak ada ampunan buat orang kayak kamu!" bentak Ken.
Argghhhh..........
Teriak Dante saat luka di punggungnya di siram air perasan jeruk. Suara teriakannya seketika membuat Adam terbangun dari pingsannya, ia membuka mata dan bingung dimana dirinya saat ini.
"Ugghh! Ini dimana" ucap Adam sambil bergerak tapi tidak bisa.
Ia melihat kalau kaki dan tangannya saat ini di ikat dengan tali. Adam bingung mengapa dirinya diikat lalu ia mengingat kejadian sebelum dirinya pingsan.
"Berengsek siapa yang berani main-main sama aku" ucap Adam dengan emosi.
Tak lama pintu terbuka dan masuklah seseorang ke dalam. Adam menatap orang tersebut dengan tatapan tajam tapi orang tersebut hanya menatapnya dengan tatapan datar dan dingin.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Siapa kamu mau apa kamu mengikat aku disini!" bentak Adam.
Bukannya menjawab pertanyaan Adam tapi Mike malah tersenyum sinis. Ya orang yang masuk ke dalam adalah Mike, meski ia disuruh libur tapi ia tetap tidak mau.
Menurutnya luka di tubuhnya ini hanya luka kecil bukan luka yang seperti dulu ia rasakan. Mike maju dan berjongkok di depan Adam dan memegang dagu Adam dengan kuat.
"Aku tidak mengerti dengan ucapanmu tapi aku yakin kamu mengerti dengan apa yang aku katakan" ucap Mike dengan tatapan dingin.
Adam menelan salivanya dengan susah melihat tampang dingin Mike. Mike sendiri tersenyum penuh arti lalu berbisik di telinga Adam.
"Jangan takut sama aku karena monster yang sebenarnya akan datang sedikit lagi! Hehehe" bisik Mike sambil terkekeh.
Mike lalu berlalu keluar dan menyuruh anak buahnya untuk memberi makan Adam sebelum dia mendapat siksaan dari sang bos. Mike lalu mengambil hpnya dan menghubungi Albert.
^^^"Halo bos" ucap Mike.^^^
"Hemmmmm"
^^^"Mangsa sudah sadar"^^^
"Jangan apa-apakan dia biar bos yang akan memberinya neraka sebentar lagi"
^^^"Baik bos"^^^
Mike lalu menyimpan kembali hpnya setelah panggilannya dimatikan sepihak oleh Albert.
~ Rumah Sakit Wesly ~
Albert segera mematikan panggilannya dan kembali duduk di samping Thomas. Thomas sendiri tersenyum sinis melihat begitu banyak hacker yang mencoba untuk membuat berita yang ia sebarkan hilang.
"Coba saja jika kalian ingin menghapus foto-foto itu" ucap Thomas sambil tersenyum penuh arti.
Albert yang melihat teman sekaligus saudaranya hanya diam saja. Ia tahu jika saat ini Thomas sedang asik dengan dunia hackernya.
Hari pun berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah pagi. Chloe yang sadar lebih dulu merasa ada tangan yang memeluk tubuhnya dengan erat.
Ia tersenyum melihat wajah tampan dan damai dari suaminya itu. Chloe ingin mengelus wajah sang suami tapi tidak bisa.
"Sayang" ucap Chloe dengan lembut.
Xavier yang sangat peka lalu membuka matanya dan tersenyum hangat melihat wajah manis sang istri. Xavier mencium b***r Chloe dengan sangat lembut.
"Morning baby" ucap Xavier dengan suara serak bangun tidur.
"Morning too sayang" ucap Chloe.
"Apa kamu mau sesuatu sayang"
"Aku mau ke kamar mandi sayang"
Xavier lalu mengangkat Chloe menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan urusannya ia lalu mengendong kembali sang istri ke atas ranjang.
Tak lama dokter masuk dan mengecek kondisi Chloe, selesai mengecek mereka lalu berlalu keluar meninggalkan sepasang suami istri itu, Xavier lalu menyuapi Chloe dengan bubur hangat.
"Sudah sayang aku tidak mau lagi" tolak Chloe sambil menutup mulutnya.
"Minum dulu sayang" ucap Xavier.
Chloe lalu meminum air dan tak lupa dengan vitamin buat kehamilannya. Chloe lalu menyuruh Xavier untuk mengambil sekotak stroberi.
"Aku telpon pak Max dulu sayang" ucap Xavier.
"Iya sayang" ucap Chloe.
Selesai menelpon pak Max ia lalu membersihkan tubuhnya dan keluar hanya menggunakan kimono mandinya. Tak lama Albert dan Thomas masuk ke dalam ruangan rawat Chloe.
"Kita bicarakan di sofa sana" ucap Xavier.
"Baik bos"
Tak lama pak Max masuk dan membawakan pakaian ganti Xavier dan juga stroberi pesanan Chloe. Ia lalu mengambil stroberi dan memakannya sambil menonton tv.
Tak lama Chloe kaget melihat berita tentang perselingkuhan Adam dan juga saham mereka yang merosot dari semalam. Chloe melihat foto Adam dan tersenyum sinis karena itu balasan untuk orang yang sudah mengirim pembunuh untuk membunuhnya.
"Itu balasan untuk orang seperti kamu tuan Adam Rosemary" ucap Chloe dengan sinis.
Melihat tatapan sinis sang istri ia lalu melihat kearah tv, seketika senyum smirk muncul di bibirnya karena ia tahu jika semuanya itu adalah kerjaan dari Thomas.
"Bagaimana hasilnya"
"Fantastic bos tidak ada yang bisa menghapus foto itu" ucap Thomas sambil tersenyum puas.
"Albert suruh perwakilan Chloe di RM Group untuk membuat pemegang saham memecat Adam" ucap Xavier.
"Baik bos"
"Siang nanti aku akan ke mansion suruh mereka mempersiapkan dua bajingan itu" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Baik bos" ucap Albert.
"Panggilkan sahabat istriku kesini karena aku tahu dia akan sangat kesepian disini dan merajuk untuk pulang" ucap Xavier.
"Baik bos" ucap Albert sambil tersenyum penuh arti.
Melihat senyuman Albert yang sedang gembira membuat Thomas menggelengkan kepalanya. Ia tahu jika Albert sedang jatuh cinta saat ini.
"Dasar bucin" gumam Thomas dengan sangat pelan.
Di sebuah desa yang sangat jauh dari perkotaan seorang wanita paruh baya sedang mengelus makam dari sang adik dan adik iparnya.
"Kakak akan mencari anak kalian meski kakak hanya kakak angkat kamu" ucap wanita tersebut sambil tersenyum menyeringai.
Ia lalu mengelus batu nisan yang tertulis nama Jonatan Leonardo dan Syntia Elisabeth Leonardo / Nidas sambil terisak pilu dengan senyum sinis.
...βββββ...
To be continue...........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€