
Suasana pagi di mansion Chloe tampak berbeda dari biasanya. Setelah kedatangan seorang pemuda tampan beberapa pelayan wanita baik muda dan tua mondar-mandir di depan mansion mencuri-curi pandang ingin melihat pemuda tersebut.
Saking senangnya Sean yang akan bertamu di mansion Chloe, tepat jam 05:00 pagi Sean sudah berada di depan pintu mansion Chloe meski tuan rumahnya masih tidur.
"Ada yang bisa saya bantu tuan" ucap bi Rani membuka pintu untuk Sean.
"Chloe" ucap Sean dengan singkat dan datar.
Bi Rani yang mendengar ucapan dari Sean merasa bingung sendiri. Setelah beberapa menit mencerna perkataan Sean akhirnya bi Rani mengerti tujuan kedatangan Sean.
"Maaf tuan tapi nona Chloe masih tidur" ucap bi Rani dengan sopan.
"Heemm! Bisa dipanggilkan"
"Iya bisa tuan mari silahkan masuk tuan" ucap bi Rani mempersilahkan Sean masuk dan menyuruhnya menunggu di ruang tamu.
Tok........tok........tok.........tok...........
Chloe yang masih tidur tersadar karena bunyi pintu kamarnya yang diketuk terus menerus. Mau tak mau Chloe pun bangun dan membuka pintu kamarnya.
"Iya bi ada apa" ucap Chloe dengan mata setengah terpejam.
"Maaf non ada yang nyari non dibawah" ucap bi Rani.
"Siapa sih bi masih pagi juga udah bertamu" ucap Chloe menggerutu kesal karena ia masih ngantuk.
"Kurang tahu non"
Karena penasaran Chloe pergi ke ruang tamu untuk melihat siapa yang bertamu sangat pagi. Ketika sampai di ruang tamu Chloe sangat terkejut melihat Sean yang sedang duduk di sofa sambil tersenyum cerah kepadanya.
"Ka Sean" ucap Chloe dengan terkejut dan mata melotot.
"Hay sayang" ucap Sean sambil berdiri menghampiri Chloe dan langsung memeluknya serta mencium pipi Chloe.
Bi Rani dan para pelayan yang melihat hal tersebut sangat kaget, karena baru pertama kali melihat nona muda mereka berpacaran dan pacarnya sangat tampan bagaikan pangeran di negeri dongeng.
Chloe masih terkejut dengan kedatangan Sean pagi buta dan ciuman di pipinya barusan, ia tidak bisa berbicara apa-apa. Sean melihatnya dan terus memeluk Chloe tanpa perduli ada pelayan disana.
"Ka lepas dulu malu dilihat sama pelayan" ucap Chloe karena merasa malu dilihat oleh para pelayan.
"Biarin aja sayang"
"Ka Sean lepas dulu kalau ngak gue marah sama loe"
Akhirnya Sean melepas pelukannya karena tidak ingin membuat pacarnya marah. Bi Rani yang masih berdiri disana hanya tersenyum ketika Chloe melihat kearahnya.
"Oh ya bi kenalin ini ka Sean pacar Chloe" ucap Chloe agar bi Rani bisa mengenali Sean kalau ia datang.
"Halo tuan muda saya bi Rani kepala pelayan disini dan maaf tadi saya tidak tahu tentang anda" ucap bi Rani dengan sopan.
"Iya tidak apa-apa" ucap Sean dengan wajah datar.
Melihat sifat sang kekasih yang dingin dengan orang lain membuat dirinya tersenyum canggung ke arah bi Rani sambil menatapnya meminta maaf.
Bi Rani hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti maksud dari nona mudanya. Bi Rani akhirnya pamit untuk melanjutkan pekerjaannya yang lain.
"Ka kenapa datang sepagi ini sih" ucap Chloe sambil menarik Sean kembali duduk.
"Gue ngak sabar ketemu loe makanya gue datang sekarang aja" ucap Sean dengan acuh.
"Tapi ini masih terlalu pagi ka"
"Biarin aja kan gue kangen sama pacar gue"
Chloe hanya menghela napas dalam karena ia tahu dirinya tidak akan pernah menang berdebat dengan Sean. Chloe kemudian pamit untuk membersihkan diri tapi Sean bersih kukuh ingin ikut melihat kamar Chloe.
Akhirnya Chloe mengajak Sean melihat kamarnya. Sampai di dalam kamar Chloe masuk ke dalam kamar mandi dan Sean melihat sekeliling kamar Chloe.
Sean melihat kamar Chloe penuh dengan buku, novel dan foto dirinya dari kecil sampai sekarang. Ada satu foto yang diambil oleh Sean karena ia melihat Chloe seperti malaikat difoto tersebut.
"Loe cantik banget kayak bidadari"
"Siapa yang bidadari ka" ucap Chloe yang baru keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Sean yang kaget akan ucapan Chloe melihat ke belakangnya dan seketika ia terpesona dengan kecantikan Chloe yang natural apalagi saat ini ia sedang mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Seketika tubuh Sean menegang mencium aroma sabun dan shampo dari tubuh Chloe. Sean ingin memeluk Chloe dan menciumnya tapi ia mati-matian menahan hasratnya.
Sean berpaling menormalkan detak jantung dan napasnya yang memburu. Setelah 10 menit akhirnya Sean bisa mengontrol dirinya. Chloe yang melihat ada yang berbeda dengan Sean hanya cuek saja.
Chloe sudah selesai dengan ritual paginya dan mengajak Sean untuk sarapan. Sampai dimeja makan Sean dan Chloe sarapan bersama-sama dalam keheningan.
Tiba-tiba handphone Sean berbunyi dan ia melihat itu panggilan dari ibunya.
^^^"Halo bu"^^^
"Halo sayang kamu ada dimana sayang"
^^^"Sean di rumah Chloe bu, emang kenapa"^^^
"Ngak ibu cuma nanya aja soalnya pagi ini kamu ngak ada di kamar nak"
^^^"Maaf bu tadi Sean perginya buru-buru jadi ngak sempat pamit"^^^
"Ya sudah kalau begitu jangan lupa makan ya nak"
^^^"Iya bu"^^^
"Bye sayang"
^^^"Bye ibu"^^^
Chloe melihat Sean dengan tatapan bertanya siapa yang menelpon.
"Ibu yang telpon sayang"
"Ada masalah ya ka"
"Oh kirain ada apa"
Mereka kemudian menghabiskan sarapan dan Chloe mengajak Sean untuk pergi ke taman belakang sambil menghirup udara pagi. Hari itu Sean dan Chloe menghabiskan waktu bersama sampai sore.
Sean dan Chloe segera bersiap-siap untuk pergi ke acara penutupan pensi malam ini. Jam sudah menunjukkan pukul 17:40 Sean sudah menunggu Chloe dibawah.
Penampilan Sean malam ini sangatlah tampan dengan jas yang ia pakai berwarna biru dongkar serta kemeja berwarna biru muda, tidak lupa dasi kupu-kupu, jam tangan rolex dan rambutnya yang disisir rapi sedemikian rupa.
Bunyi langkah kaki dari tangga membuat Sean melihat kearah tangga seketika ia terkejut dengan penampilan Chloe malam ini yang sangat cantik.
Chloe memakai gaun biru gelapnya dengan model tali yang diikat di bagian leher dan menampilkan punggungnya yang putih dan mulus.
Chloe memakai riasan yang sangat tipis dan elegan. Sepatu high heels ukuran 12 cm, anting-anting berlian panjang dan rambutnya yang ia gulung keatas mempercantik dirinya malam ini.
Penampilan Chloe malam ini bagai seorang bidadari. Bahkan para pelayan pun sampai terpesona dengan penampilan Chloe saat ini. Sean lalu menghampiri Chloe dan memegang tangan Chloe dengan sangat mesra.
"Sayang loe cantik banget" ucap Sean dengan senyum manisnya.
"Ka Sean juga tampan" ucap Chloe memuji kembali Sean dengan malu-malu.
"Malam ini ngak boleh lepasin tangan gue sayang"
"Iya ka"
Sean menaruh tangannya di pinggang Chloe dan mengajaknya untuk berangkat ke sekolah mereka.
~ Paris, Perancis ~
Saat ini Adam bersama keluarganya yang utuh sedang menikmati makan malam di salah satu restoran mewah di Paris. Malam ini mereka merayakan kesembuhan Queen.
Setelah makan malam dan berkeliling kota Paris pada malam hari mereka akhirnya kembali ke apartemen. Sesampainya disana Queen diajak orang tuanya untuk membicarakan suatu hal yang penting.
"Sayang sebelumnya mommy pengen cerita sesuatu sama kamu" ucap Laura.
"Cerita apa mom" ucap Queen dengan bingung.
"Sebenarnya ada seorang gadis saat ini yang memerankan menjadi diri kamu di mansion"
"Maksud mommy"
"Mommy ingin bercerita tentang masa lalu dan juga kamu sayang"
"Iya mom Queen siap buat dengarnya"
Laura bersama Adam kemudian menceritakan perihal tentang Chloe dan orang tuanya sampai kenapa nama Queen harus disembunyikan sampai saat ini.
Queen yang mendengar cerita dari orang tuanya menjadi sangat geram dan emosi. Ia tidak menyangka orang tuanya akan mengalami semuanya ini bahkan dirinya pun juga.
"Jadi nama gadis itu Chloe Elisabeth Rosemary"
"Iya sayang" ucap Laura.
"Apa kalian sayang sama dia?" tanya Queen.
"Kita memang sayang sama Chloe tapi semua itu hanya sandiwara" ucap Steven.
"Queen ngak mau dia harus hidup enak sekarang dad"
"Daddy tahu dan pada saat kita pulang dari sini kita buat dia merasa seperti di neraka" ucap Adam.
"Mommy mohon kamu jangan sampai gegabah ya sayang" ucap Laura sambil memegang tangan Queen.
"Maaf untuk sekarang pas kamu pulang dari sini kamu sementara jadi anak angkat ya sayang" ucap Laura.
"Jadi Queen ngak tinggal sama kalian semua" ucap Queen dengan sedih.
"Kamu tetap tinggal sama kami dan hanya yang berubah ada tambahan salah satu anggota keluarga nak" ucap Laura.
"Oke mom Queen ikut aja perintah kalian"
"Kamu memang putri mommy sayang"
"Iya mom" ucap Queen sambil berdiri menghambur ke pelukan sang mommy.
Chloe loe tunggu pembalasan dari gue, batin Queen yang sudah merencanakan beberapa hal untuk Chloe pada saat ia kembali.
~ SMA Internasional Cempaka Putih ~
Kini Sean dan Chloe sudah tiba di sekolah mereka. Ketika mereka turun banyak pasang mata yang melihat dan mengagumi kecantikan dan ketampanan mereka berdua.
Di perjalanan menuju aula tempat acara pensi dilakukan banyak pasang mata melihat mereka dan hal itu membuat Chloe terus menunduk karena risih. Sesaat kemudian Sean membisikan sesuatu di telinga Chloe.
"Angkat kepalamu sayang ngak usah perduli dengan mereka ya"
"Iya ka" ucap Chloe dengan senyum manis.
Di dalam aula mereka bertemu teman-temannya yang sudah ada disana. Dan Chloe langsung memeluk sahabatnya Sinta karena malam ini Sinta sangat cantik dan anggun.
"Sin loe cantik banget sumpah"
"Makasih say? loe juga cantik" ucap Sinta berbalik memuji.
Sinta dan Chloe memilih bergabung bersama teman sekelasnya dan bersama juga para most wanted. Acara demi acara dimulai dan malam ini ternyata Sinta mendapat juara 1 lomba nyanyi.
Hal itu membuat mereka semua sangat senang. Pada saat acara dansa Chloe dan Sean turut ambil alih dalam dansa tersebut. Chloe sering menginjak sepatu Sean tapi Sean hanya santai saja.
Malam ini sangatlah bahagia buat Chloe karena mulai besok semuanya akan berubah, dirinya tidak lagi merasakan kebahagian dari orang-orang yang selama ini ia sayangi.
Ting.........
Tanda bunyi pesan masuk wa di hp Sean tapi ia tidak memperdulikannya karena malam ini ia akan menghabiskan waktu bersama sang kekasih.
...❄❄❄❄❄...
To be continue......