
๐ปKetika kamu berada di titik paling atas ingatlah perjuanganmu dari titik terendah๐ป
.
.
.
.
Kring.........kring.........kring...........
Bunyi jam weker terus berbunyi tanda waktunya bangun. Karena pusing dengan suara jam weker, Sean bangun dan melempar jam weker tersebut sampai hancur.
"Minuman sialan" ucap Sean karena kepalanya pusing akibat mabuk semalaman.
Sean memijit kepalanya yang pusing sambil menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Setelah pusingnya agak berkurang Sean melihat kamar tersebut dan ia mengenali kamar ini adalah apartemennya sendiri.
"Siapa yang bawa gue kesini ya" ucap Sean mengingat-ingat kejadian semalam.
Setelah mengingat beberapa potongan kejadian semalam akhirnya Sean tahu kalau dirinya ternyata dibawa oleh pengawal sang papa. Tiba-tiba ponsel Sean berbunyi dan tertera nama sang ibu dilayar ponselnya.
^^^"Good morning ratuku"^^^
"Jangan gombal kamu Sean. Kemana kamu semalam kenapa ngak ada di kamar? k
Kamu mau bikin ibu sama papa jantungan karena kamu ngak ada di dalam kamar?" tanya Maya panjang lebar karena tingkah anak semata wayangnya yang sangat nakal.
^^^"Satu-satu dong nanyanya bunda ratu"^^^
"Sean" teriak Maya dari seberang.
^^^"Jangan teriak gitu bu nanti Sean jantungan gimana coba" canda Sean dengan ibunya.^^^
"Jawab pertanyaan ibu Sean jangan alihkan pembicaraan kamu" ucap Maya dengan suara agak tinggi.
^^^"Sean semalam tidur di apartemen bu sepulang nongkrong sama teman bu"^^^
"Beneran kamu di apartemen"
^^^"Bener bu nih lihat" ucap Sean setelah mengalihkan panggilan suara ke panggilan video.^^^
"Ya udah ibu percaya, lain kali mau pergi jangan lupa kabari ibu ya nak"
^^^"Iya siap bu"^^^
"Ya udah sana siap berangkat ke sekolah jangan malas"
^^^"Oke deh bu bye"^^^
"Bye sayang"
Setelah panggilan dimatikan Sean segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai membersihkan diri Sean bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
"Mending sarapan di sekolah aja deh" ucap Sean sambil melihat jam tangan mewahnya yang sudah menunjukkan pukul 07:15 pagi.
Sean pun bergegas turun ke basement dan masuk ke mobil sport mewahnya. Setelah itu ia pun melaju menuju sekolah.
~ Mansion Rosemary ~
Berbeda dengan Sean pagi ini Chloe serasa tidak ingin pergi ke sekolah, tapi ia tetap harus ke sekolah kalau tidak ia akan ketinggalan pelajaran.
"Gimana cara nutup bekas luka dan tamparan di pipi dan bibir gue ya" ucap Chloe sambil melihat wajahnya di cermin yang sangat mengenaskan dengan lebam dan bibir sobek.
Chloe mencoba menutupi bekas tamparan di pipinya dengan bedak tapi tetap saja masih kelihatan.
Mending tanya bi Rani aja deh, batin Chloe.
Chloe keluar dan melihat bi Rani yang biasanya jam segini pasti sudah ada di dapur. Celingak-celinguk ternyata bi Rani tidak ada.
"Non nyari apa" ucap seorang pelayan.
"Ah! Bi Raninya mana kok ngak ada di dapur"
"Oh madam sedang ada di halaman belakang non"
"Ya udah makasih"
"Sama-sama non"
Chloe pun bergegas ke taman belakang ternyata memang benar bi Rani lagi ada di taman belakang sedang memetik bunga segar untuk di taruh di vas.
"Pagi bi" ucap Chloe dari belakang.
"Pagi juga non" ucap bi Rani menengok ke belakang dan mendapati Chloe yang berdiri manis di belakangnya.
Bi Rani melihat wajah Chloe yang terdapat lebam dan sudah membekas beserta bibirnya yang juga sobek. Air mata bi Rani lolos begitu saja karena kasihan dengan anak majikannya yang sangat baik kepada dirinya.
"Bibi kenapa nangis" ucap Chloe panik melihat bi Rani yang menangis di hadapannya.
"Non maaf ya bibi ngak bisa bantu non kemarin"
"Ngak apa-apa bi itu juga salah Chloe karena pulang telat dan lupa ijin sama mommy" ucap Chloe sambil tersenyum manis.
"Pasti sakit sekali ya non" ucap bi Rani sambil memegang pipi Chloe yang lebam akibat tamparan dan juga keningnya yang diplester.
"Hehehe! Ngak sakit kok bi. Oh ya bi Chloe mau nanya dong"
"Nanya apa non"
"Bibi tahu ngak make apa supaya bisa tutupi lebam di pipi Chloe sama bibir Chloe bi"
"Bibi tahu non ayuk ikut bibi ke kamar bibi" ucap bi Rani sambil menarik Chloe ke kamarnya di paviliun belakang tempat khusus para pelayan beristirahat.
Sampai di dalam kamar bi Rani mendudukkan Chloe menghadap meja riasnya dan mengambil foundation miliknya untuk di pakaikan ke Chloe.Bi Rani mengoles foundation dengan pelan-pelan sampai menutupi bekas lebam di pipi Chloe.
"Selesai"
"Wah lebamnya hilang bi" ucap Chloe dengan riang.
"Nih buat non biar dipake sampai bekas lebamnya hilang ya non" ucap bi Rani sambil menyerahkan foundation ke tangan Chloe.
"Terima kasih ya bi" ucap Chloe sambil bangkit berdiri memeluk bi Rani dengan erat.
Setelah itu Chloe kembali ke kamarnya dan bergegas siap ke sekolah. Selesai ia pun menuju meja makan dimana sudah ada semua anggota keluarganya.
"Selamat pagi semua" sapa Chloe dengan senyuman.
Tidak ada balasan dari ke empat orang tersebut, melihat hal itu Chloe menjadi sedih tapi ia tetap tersenyum. Pada saat Chloe mau menarik kursi suara Laura menghentikannya.
"Ngapain kamu di sini"
"Mau sarapan mommy"
"Mulai hari ini sampai seterusnya kamu tidak boleh sarapan dan makan di meja makan"
"Memangnya kenapa my"
"Karena loe itu cocoknya makan di belakang sama pelayan" ucap Queen dengan sinis.
Chloe melihat ke arah Adam dan Steven meminta pembelaan tapi mereka diam saja. Chloe semakin sedih dan ia bergegas ke belakang untuk sarapan.
"Oh iya mulai hari ini mobil kamu buat Queen dan kamu ke sekolah berangkat sama bus" ucap Laura menghentikan Chloe di depan pintu belakang.
"Baik mom" ucap Chloe mengiyakan saja karena tidak mau dimarahi oleh sang mommy.
Chloe bergegas pergi ke sekolah melewatkan sarapan karena dirinya takut terlambat. Apalagi mulai hari ini ia tidak membawa mobil atau diantar lagi.
"Gue pasti bisa jalani semuanya" gumam Chloe sambil berjalan ke luar mansion.
Sepeninggal Chloe suasana di meja makan kembali haru. Queen meminta mommy dan daddy untuk mulai bersekolah mulai besok.
"Sayang mommy hari ini ngak bisa temenin kamu buat nyari perlengkapan sekolah"
"Ngak apa-apa kok mom nanti Chloe minta di temani sama cousin aja deh"
"Yaudah nanti kamu mau pergi di antar sama pak Ujang ya sayang"
"Oke mommy"
"Kalau gitu mommy sama daddy pergi dulu ya sayang"
"Bye mom dad" ucap Queen sambil mencium pipi mommy dan daddynya.
Selepas kedua orang tuanya pergi Steven juga berpamitan pergi ke kampus.
"Princess kakak pergi dulu ya sayang"
"Iya ka hati-hati ya" ucap Queen sambil mencium pipi Steven.
"Bye princess" ucap Steven sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil sportnya.
"Bye ka" balas Queen.
Sepeninggal semuanya Queen berlari menuju kamarnya sampai disana ia mengambil hpnya dan menghubungi Tasya.
"Halo ini siapa" ucap Tasya dari seberang karena no baru.
^^^"Halo Tasya ini gue Queen"^^^
"Aduh ka maaf, Tasya ngak tahu soalnya no baru ka"
^^^"Its'k ok santai aja kali"^^^
"Btw ada apa ka Queen nelpon gue"
^^^"Gue mau ngajak loe belanja perlengkapan sekolah gue di mall"^^^
"Wah boleh boleh deh udah lama gue ngak jalan-jalan juga"
^^^"Senang amat loe yang mau jalan-jalan"^^^
"Ya senanglah ka soalnya bete juga di rumah terus"
^^^"Loe ngak school hari ini"^^^
"Ngak ka soalnya sekolah kita ada rapat guru hari ini jadi diliburkan deh"
^^^"Oh kalau gitu jam 10 kita ke mall yuk"^^^
"Oke ka nanti gue jemput ka Queen di mansion ya"
^^^"Oke deh jangan lama-lama ya"^^^
"Siap bos"
^^^"Hehehehe! Bye Tasya"^^^
"Bye ka"
Panggilan diputuskan dan Tasya segera mencari baju apa yang akan dipakainya sebentar, begitu juga dengan Queen yang mencari baju apa yang akan dipakai.
"Gue harus selalu tampil cantik dan modis" ucap Queen memandang dirinya di cermin.
Sifatnya yang fashionable seperti Laura dan juga angkuh serta sombong sudah mendarah daging dalam dirinya. Biarpun lama di Perancis dan selalu dalam rumah sakit tapi Queen selalu update dengan perkembangan fashion saat ini.
...ใ ใ ใ ๐ ๐ ๐ ๐ ใ ใ ใ...
Di dalam kelas Chloe seakan melupakan masalahnya saat ini, teman-temannya bercanda gurau bersama dirinya sehingga ia tertawa terus mendengar cerita dan lelucon dari teman sekelasnya.
"Chloe pulang kita nonton yuk" ajak Sinta.
"Gue belum ijin sama mommy Sin takutnya ngak diijin lagi"
"Yah padahal kita udah lama ngak jalan bareng" ucap Sinta dengan wajah sedih.
"Nanti gue coba ijin ke mommy dulu ya" bujuk Chloe karena tidak tega melihat sahabatnya sedih.
"Oke. Btw gimana hubungan loe sama ka Sean"
"Uhmm! Baik-baik aja emang kenapa"
"Ngak tanya aja soalnya udah lama ngak lihat loe barengan ka Sean sih"
"Kemarin gue barusan ketemuan kok sama ka Sean di markasnya" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Oh bagus deh" ucap Sinta dengan wajah datar tapi sedang menahan emosi.
Gue bakalan buat loe putus sama ka Sean secepatnya, karena ka Sean hanya milik gue seorang, batin Sinta sambil melihat Chloe dengan tatapan sinis.
Klara yang sedang melihat ke arah Ana sempat melihat senyuman sinis dari Sinta ke Chloe. Chloe sendiri tidak tahu kalau ia sedang ditatap sinis oleh Sinta.
"Apa cuma firasat gue aja kalau tatapan Sinta ke Chloe kayak tatapan seorang musuh" gumam Klara dengan pelan sambil melihat ke arah Sinta dan Chloe.
Tidak mau ambil pusing ia kembali membaca novel romantis kesukaannya. Bunyi bel istirahat sudah berbunyi semuanya pada menuju kantin begitu pula dengan Chloe dan teman-temannya.
Ting........
Bunyi pesan masuk wa ke hp Chloe, Chloe yang sedang makan bakso bersama teman-temannya tidak merespon pesan tersebut karena dirinya sangat lapar.
Riuh suara para murid terdengar karena kehadiran para most wanted di kantin. Tidak ingin melihat siapa yang datang Chloe terus memakan baksonya.
Tiba-tiba ada yang duduk disampingnya, Chloe melihat dan seketika senyum manis terpancar dari bibirnya.
"Ka Sean"
"Sayang kamu kayak lapar banget sampai ngak peduli sama gue" ucap Sean dengan suara lembut.
Semua teman-teman sekelas Chloe berhenti makan dan melihat perlakuan Sean yang kebalik dengan sifatnya selama ini.
"Ini betul ka Sean kan" ucap Ana dan Klara.
Mereka hanya saling melihat dan mengangguk kepala tanda kalau ini benar Sean Rahardian most wanted paling populer di SMA Internasional Cempaka Putih yang terkenal dengan sifat dingin seperti es dan datar.
"Hehehehe! Ia ka" ucap Chloe sambil menunjukkan giginya.
Sinta melihat hal tersebut dan menahan rasa amarah dalam dirinya. Ia mengepalkan tangannya dan tersenyum sinis kearah Chloe, Sean sempat melirik dan mendapati senyuman Sinta tapi ia acuhkan saja.
Awas loe bi**h kalau sampai loe ngasih tahu Chloe tentang semuanya, batin Sean sambil memikirkan rencana untuk Sinta.
Tanpa mereka semua sadari ternyata Sila dan gengnya melihat Chloe dan Sean beserta teman-temannya dengan iri. Tatapan Sila tertuju pada Sinta dan ia tertawa dengan senang seakan menemukan boneka mainan yang sangat bagus.
Setelah dari kantin Chloe pun pamit kepada sang pacar untuk kembali ke kelas sebelum bel masuk, tapi sebelum itu ia pergi ke toilet.
Waktu sedang mencuci tangan Chloe teringat kalau ia tadi belum membuka pesan di hpnya. Chloe mengambil hpnya dan melihat ternyata itu no baru yang mengirimnya sebuah gambar.
Karena penasaran Chloe pun membuka pesan tersebut, seketika air mata Chloe jatuh melihat gambar tersebut dimana dalam gambar itu terdapat seorang laki-laki sedang berciuman dengan seorang perempuan.
Chloe sangat mengenali wajah laki-laki itu tapi wajah perempuan itu sengaja diblur agar tidak diketahui siapa perempuan tersebut.
"Ka Sean ternyata loe udah menghancurkan kepercayaan gue" ucap Chloe sambil berderai air mata dan memegang erat ponselnya.
...โโโโโ...
To be continue.....
Hay guys jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya๐โค