
π»Kesabaran akan membuahkan hasil yang terbaik bagi siapa saja yang mau bersabarπ»
.
.
.
.
Chloe dan keluarganya beserta rombongan tiba di Indonesia tepat pukul 22:00 WIB. 13 jam perjalanan membuat Chloe sangat lelah karena sedari masih di pesawat anaknya tidak mau tidur.
Xavier menuntun sang istri dan anaknya masuk ke dalam limousine yang sudah terparkir di bawah jet miliknya. Semua anak buah Xavier menunduk memberi hormat kepada sang bos dan nyonya mereka.
"Kalian bertiga pulanglah" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Baik bos" ucap Albert, Kevin, dan Thomas serentak.
Mobil Xavier lalu pergi menuju mansion diikuti pak Max dan baby sitter Xander, serta pengawal dan anak buah mereka. Albert memberi perintah kepada Mike untuk selalu berjaga 24 jam full di mansion.
"Sayang apa kamar baby Xander seperti di mansion kita" ucap Chloe.
"Iya sayang"
Xavier lalu mengambil baby Xander yang sudah tertidur di gendongan Chloe. Chloe membiarkan suaminya untuk mengendong sang anak karena ia juga sudah sangat lelah dan mengantuk.
Chloe menyandarkan kepalanya di bahu Xavier dan seketika ia tertidur pulas. Xavier mengatur kepala sang istri agar lebih nyaman tidur di bahunya.
Sampai di mansion Xavier keluar dan menyuruh pak Max untuk berjaga di mobil. Ia masuk dan langsung di sambut pelayan dengan serentak tapi di abaikannya.
Xavier menidurkan sang anak dan menyuruh baby sitter untuk menjaga anaknya. Ia lalu keluar kembali ke depan mansion untuk mengendong sang istri yang sudah terlelap.
"Anak sama mommy sama saja" gumam Xavier dengan pelan.
Xavier menidurkan Chloe di ranjang dengan hati-hati kemudian menganti baju Chloe dengan piyama tidurnya. Selesai ia lalu masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuh sebelum tidur.
Xavier naik ke ranjang dengan menggunakan boxer dan ikut terlelap sambil memeluk tubuh Chloe. Ketiganya malam ini sangat capek dan tertidur dengan nyenyak.
~ Puri Orchid apartment ~
Kevin, Thomas, dan Albert segera menuju ke apartemen mereka di apartemen puri orchid, diikuti pengawal masing-masing. Sampai di lantai kamar mereka ketiganya segera masuk ke dalam untuk beristirahat.
Albert masuk dan mendapati apartemennya dalam keadaan gelap. Saat lampu dihidupkan ia tersenyum bahagia karena Mira telaten membersihkan apartemen miliknya.
Albert lalu mengambil hpnya dan menghubungi sang kekasih. Mira Saat ini sudah berada di Bandung untuk membantu orang tuanya menunggu kedatangan Chloe.
Pada dering ke empat barulah panggilannya dijawab oleh Mira.
"Halo"
^^^"Apa kamu sudah tidur sayang"^^^
"Sayang apa kamu sudah sampai di Indonesia" ucap Mira dengan cepat.
^^^"Heemmm! Aku baru saja sampai di apartemen"^^^
"Syukurlah kalau begitu"
^^^"Ya sudah kamu tidur lagi sana besok baru aku hubungi"^^^
"Iya sayang good night"
^^^"Good night too honey"^^^
Albert mematikan panggilannya dan segera menuju kamar untuk beristirahat. Karena sangat lelah dengan perjalanan jauh Albert langsung terlelap saat baru menyentuh ranjang.
~ Mansion Xavier ~
Pagi ini Chloe bangun terlambat dari biasanya, saat membuka mata ia bisa mendengar suara sang suami dan sang anak yang sedang bercanda di sampingnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe bangun dan mengerjapkan matanya sambil tersenyum melihat pemandangan indah di matanya. Xavier melihat ke samping dan tersenyum hangat saat melihat istrinya sudah bangun.
"Morning baby"
"Morning too hubby dan kesayangan mommy"
Cup......cup........
Dua ciuman di pipi baby Xander membuat bayi itu tertawa dengan celotehnya. Xavier lalu menarik Chloe untuk menciumnya tapi Chloe menutup mulutnya.
"Kenapa sayang?" tanya Xavier dengan bingung.
"Ada anak kita sayang jangan biasakan seperti itu di depan anak kita hubby" ucap Chloe dengan lembut.
"Heemmmm"
Xavier sangat bahagia memiliki istri seperti Chloe yang selalu mengajarkan sopan santun dan hal-hal baik kepada dirinya. Ia berpikir jika anaknya akan mempunyai kepribadian yang baik karena didikan sang mommy.
"Apa hari ini kita akan langsung berangkat ke tempat Mira sayang" ucap Chloe.
"Besok saja sayang karena pasti anak kita masih harus beradaptasi dengan iklim di sini" ucap Xavier sambil mencium pipi Xander.
"Da da da da da" celoteh baby Xander.
"Sini biar aku kasi Xander asi sayang" ucap Chloe.
Chloe lalu memberi anaknya asi sebelum ia keluar. Xavier lalu menyuruh pak Max menyiapkan sarapan yang bergizi untuk memperlancar asi sang istri.
Selesai semuanya Chloe lalu keluar bersama Xavier untuk sarapan. Baby Xander sedari tadi di gendong sang daddy karena ia sangat suka bermain dengan dasi milik Xavier.
Sampai di meja makan Chloe melihat sarapan pagi ini semuanya bernutrisi dan lebih banyak makanan khusus buat ibu menyusui. Chloe tersenyum karena tahu semua ini adalah perintah sang suami.
"Sayang besok kita berangkat jam berapa?" tanya Chloe.
"Habiskan dulu sarapanmu sayang" ucap Xavier.
Chloe melanjutkan sarapannya dengan hening, selesai ia berjalan ke arah ruang keluarga bersama dengan Xavier dan baby Xander. Tak lama Albert dan Thomas masuk ke dalam mansion.
"Selamat pagi bos dan nyonya" ucap keduanya dengan serentak.
"Heemmmm"
"Pagi juga Albert, Thomas" ucap Chloe.
"Bagaimana kondisi perusahaan dan markas?" tanya Xavier setelah keduanya duduk.
"Semuanya aman bos" ucap Albert.
"Heemmm"
"Albert apa kamu sudah mempersiapkan cincin untuk Mira besok" ucap Chloe.
"Memangnya harus memakai cincin ya nyonya?" tanya Albert dengan polos.
"Aduh Albert masa mau lamaran tidak ada cincin kamu ada-ada deh" ucap Chloe dengan kesal.
"Maaf nyonya aku tidak tahu jadi belum sempat beli cincinnya nyonya" ucap Albert sambil memamerkan giginya.
"Apa" ucap Chloe dengan kaget.
"Dude ternyata kamu segitu bodohnya ya" ucap Thomas.
Albert melihat Thomas dengan tatapan tajam menyuruhnya untuk diam. Thomas hanya menggelengkan kepalanya tak tahu harus berbicara apa kepada Albert.
"Mending kamu pergi beli cincinnya sekarang" ucap Chloe dengan tegas.
"Baik nyonya" ucap Albert.
Albert lalu keluar untuk pergi membeli cincin buat lamarannya besok. Saat tiba di depan mansion Kevin yang baru turun dari mobilnya ditarik Albert masuk ke dalam mobilnya.
"Hey dude apa yang kamu lakukan" ucap Kevin dengan bingung.
"Kamu diam saja bocah ikut denganku sekarang" ucap Albert dengan suara dingin.
"Oke"
Di dalam mansion Chloe menyuruh pak Max untuk menyiapkan barang antaran yang akan mereka bawa besok. Beruntung pak Max sangat paham dengan semuanya jadi tidak terlalu sulit.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Alice diamond ~
Kevin bingung kenapa ia di bawa oleh Albert menuju ke toko perhiasan paling mewah di Jakarta. Albert yang sudah lebih dulu masuk tak perduli dengan Kevin yang masih berdiri di depan toko.
Tak lama ia juga ikut masuk ke dalam mengikuti Albert. Kevin melihat Albert yang sedang berdiri di depan etalase cincin dengan bingung.
"Apa yang sebenarnya kamu cari?" tanya Kevin.
"Cincin buat acara besok" ucap Albert dengan suara dingin.
"Bawakan cincin paling mahal" ucap Albert dengan suara dingin.
"Woww amazing" ucap Kevin dengan takjub.
"Suatu saat kamu juga akan sepertiku" ucap Albert dengan datar.
"Ya aku berharap semoga waktu itu cepat datang" ucap Kevin dengan penuh harap.
Tak lama sang manajer membawa 3 cincin berlian paling mahal di toko mereka. Albert bingung harus memilih yang mana jadi ia meminta Kevin untuk membantunya memilih cincin yang cocok.
"Mira orangnya simpel sederhana dan tidak suka yang menonjol" ucap Kevin sambil melihat ketiga buah set cincin di depannya.
"Bagaimana kamu tahu sifat Mira?" tanya Albert dengan wajah dingin.
"Apa kamu lupa jika selama 2 hari full aku bersama Mira menemani nyonya di rumah sakit otomatis aku bisa menebak sifatnya" ucap Kevin dengan tegas.
"Heeemmm"
Kevin memperhatikan cincin pertama yang ada berlian merah besar dan tidak menyukainya. Cincin ke dua dan ketiga sama-sama elegan dan simpel, Kevin lalu menunjuk pada cincin ke tiga.
"Pilihan yang sangat tepat tuan itu adalah cincin limited kami yang baru saja masuk kemarin" ucap sang manajer dengan senyum bahagia.
"Albert yang ini saja cocok untuk kalian berdua" ucap Kevin.
Albert melihat cincin pilihan Kevin dan mengangguk kepalanya. Ia sangat suka dengan cincin pilihan Kevin karena cincin itu sangat elegan dan simpel.
"Aku ambil yang ini" ucap Albert dengan dingin.
"Baik tuan" ucap manajer toko dengan senang.
Sang manajer segera membungkus cincin pesanan Albert dengan cepat. Meski harganya sangat mahal tapi Albert tidak memperdulikannya berbeda dengan Kevin yang kaget dengan harga cincin tersebut.
"Ckk!! Cincin seperti itu mahal amat" gumam Kevin dengan pelan.
Keduanya lalu kembali ke mansion sang bos untuk mempersiapkan apa yang akan mereka bawa besok. Sepanjang jalan Kevin terus berkomentar tentang cincin yang baru di beli Albert tapi Albert tidak menanggapinya.
~ Bandung, Jawa Barat ~
Tepat pukul 10:00 WIB Chloe dan lainnya tiba di bandar udara Husein Sastranegara Bandung. Semuanya segera masuk ke mobil jemputan mereka agar segera menuju ke rumah Mira.
Chloe tak lupa meminta alamat lokasi rumah Mira dan juga mengabarinya jika mereka sudah tiba di Bandung. Albert yang bersama Xavier dan Chloe semobil menjadi sangat gugup.
Chloe yang melihat Albert gugup tertawa tak menyangka jika seorang Albert bisa juga gugup. Xavier hanya diam menatap mereka tidak ingin pusing karena saat ini ia sedang bercanda bersama sang anak.
~ Rumah Mira ~
Mira dan keluarganya sudah menyiapkan berbagai macam hidangan untuk menyambut kedatangan Chloe sekeluarga. Tak lama hpnya berbunyi tanda pesan masuk dari Chloe jika mereka sudah tiba di Bandung.
"Ibu Chloe dan lainnya sudah sampai di Bandung dan sedang dalam perjalanan ke sini" ucap Mira.
"Memangnya mereka ada berapa orang ndok?" tanya ibu Asmi.
"Mira ngak tahu bu tapi biasanya kalau Chloe dan Mr. Wesly pergi di ikuti 5 mobil pengawal mereka bu" ucap Mira.
"Banyak amat teh" ucap Rudi.
"Namanya juga orang kaya kemana-mana pasti di kawal dek" ucap kakak Mira.
"Iya teh" ucap Rudi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Mira dan keluarganya sebenarnya bingung dengan maksud kedatangan Chloe. Apa lagi saat Chloe mengirimkan pakaian seragam kebaya dan batik untuk Mira dan keluarganya.
Meski bingung tapi Mira dan keluarganya tetap memakai pakaian yang dikirimkan oleh Chloe kemarin. Selang 30 menit deru bunyi mobil terdengar di depan rumah mereka.
Tetangga Mira yang berada di kompleks perumahan dikagetkan oleh kedatangan banyak mobil mewah di rumah Mira. Ayah dan ibu Mira lalu keluar untuk menyambut kedatangan Chloe dan keluarganya.
Para pengawal turun dan menurunkan barang bawaan Chloe untuk Mira dan keluarganya. Chloe turun diikuti oleh Xavier sambil mengendong anaknya.
Semua tetangga Mira kaget melihat kedatangan para bule tampan di rumah Mira. Albert sedari tadi sangat gugup saat tiba di rumah Mira, Chloe dan lainnya lalu berjalan menghampiri tuan rumah.
"Halo paman dan bibi" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Selamat datang di rumah kami nak Chloe dan keluarga" ucap ayah Rangga sambil menjabat tangan Chloe.
"Terima kasih atas sambutannya paman"
"Nak Chloe selamat datang" ucap ibu Asmi.
"Iya bi maaf udah ngerepotin bibi sekeluarga" ucap Chloe sambil memeluk ibu Mira.
Xavier, Albert, Thomas, dan Kevin juga ikut menjabat tangan ayah dan ibu Mira sesuai apa yang Chloe lakukan. Keempatnya hanya menjabat tangan tanpa mengucapkan sepatah kata pun karena tidak mengerti bahasa Indonesia.
Ayah Mira lalu mengajak mereka semua masuk ke dalam agar bisa bersantai di dalam. Mira lalu menyuguhkan minum dan kue kepada Chloe dan lainnya.
Albert yang melihat Mira seketika terpesona akan kecantikan Mira. Kevin lalu memukul Albert untuk menutup mulutnya karena sangat memalukan.
"Ah! Maaf" ucap Albert dengan wajah merah padam.
"Ah! Tidak apa-apa mungkin karena udah lama ngak ketemuan sama pacarnya jadi terpesona" ucap ibu Asmi sambil tertawa.
"Benar thu bi" ucap Chloe juga ikut tertawa.
Albert sangat malu karena kedapatan terpesona dengan kecantikan Mira. Wajahnya sudah berubah menjadi merah padam karena saking malunya.
Setelah berbincang-bincang dengan ayah dan ibu Mira serta Mira. Chloe lalu mulai mengutarakan maksud kedatangan mereka.
"Sebelumnya aku minta maaf karena kedatangan kami ini pasti membuat paman dan bibi bertanya-tanya" ucap Chloe dengan lembut.
"Betul ndok paman dan bibi bingung saat Mira memberi kabar kalau nak Chloe sekeluarga mau datang kesini apa lagi nyuruh kita semua harus makai pakaian seragam resmi kayak gini" ucap ayah Rangga dengan berwibawa.
"Jadi gini paman maksud kedatangan kami ini sebenarnya ingin melamar Mira untuk saudara suami saya yaitu Albert untuk menjadi istri dari Albert" ucap Chloe dengan suara tegas.
Mira dan keluarganya kaget mendengar penuturan Chloe. Ayah dan ibunya saling melihat dan mengangguk kepala untuk menerima maksud baik kedatangan Chloe.
"Sebelumnya terima kasih atas kedatangan nak Chloe dan lainnya. Niat baik nak Chloe saya selaku ayah dan kepala keluarga disini menerimanya dengan baik. Tapi seperti yang nak Chloe tahu jika ini bukanlah menyangkut perjalanan kami tapi tentang putri kami, dan semua urusan menyangkut pribadinya itu menjadi keputusan dari Mira nak" ucap ayah Mira dengan penuh wibawa.
Chloe tersenyum mendengar ucapan ayah Mira yang sangat berwibawa sebagai seorang kepala keluarga. Ia lalu meminta Albert untuk mengutarakan maksud hatinya sendiri kepada Mira.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Albert bangun dan berjalan menuju Mira sampai disana ia berlutut dengan sebelah kaki lalu mengutarakan maksud kedatangannya.
"Sayang aku tahu aku bukan laki-laki sempurna dan baik seperti laki-laki lain di luar sana, tapi cinta dan perasaan aku tulus mencinta kamu hingga akhir hidupku. Mira Angraini apa kamu mau menjadi ibu dari anak-anakku kelak dan selalu menemani aku hingga akhir hayatku, will you marry me honey" ucap Albert dengan hati tulus dan tegas.
Semuanya menunggu jawaban dari Mira atas lamaran Albert, jantung Albert berdetak dengan cepat karena ingin mendengar jawaban Mira. Tak lama Mira mengangguk kepalanya tanda yes jika ia menerima lamaran Albert.
Riuh tepuk tangan membahana di dalam ruang tamu Mira. Saking senangnya Chloe memeluk sang suami dan anaknya dengan sangat erat.
"Teteh akhirnya nikah juga" ucap Dio dengan senang.
"Terima kasih sayang" ucap Albert dengan senyum manis sambil memeluk Mira.
"Sama-sama sayang" ucap Mira membalas pelukan Albert.
Albert lalu memasangkan cincin di jari manis Mira dan juga sebaliknya. Keduanya lalu meminta restu kepada kedua orang tua Mira, ibu Mira menangis melihat anak keduanya yang sebentar lagi akan menikah.
"Ayah dan ibu selalu merestui hubungan kamu ndok dan ingat jadilah istri yang baik untuk suamimu kelak" ucap ayah Rangga dengan berderai air mata.
"Baik ayah" ucap Mira dengan menangis.
Semuanya lalu menyelamati Albert dan Mira dan memikirkan kapan tanggal pernikahan mereka. Karena Albert tak mau berlama-lama ia memilih untuk acara nikahnya itu 2 minggu lagi.
"Jangan bilang kamu sudah tidak tahan untuk malam pertama" bisik Thomas.
"Salah satunya itu tapi sebelumnya aku ingin menjadikannya jadi milikku" ucap Albert dengan senyum bahagia.
"Semoga bahagia dude" ucap Thomas dengan tulus.
"Thanks" ucap Albert.
"Congratulation Albert satu pesanku jangan pernah main tangan dengan istrimu saat kamu sudah menikah jika ia salah maka tegurlah dengan kata-kata" ucap Xavier dengan tegas.
"Terima kasih bos" ucap Albert.
Keduanya lalu berpelukan saling mengucapkan selamat. Keluarga Mira juga sangat bahagia karena anak mereka 2 minggu lagi akan menikah dengan pujaan hatinya.
Thomas yang melihat kebahagian Albert juga ikut senang, ia lalu memandang foto gadis di hpnya yang sangat dicintainya.
Sebentar lagi kita juga akan sama seperti mereka sayang, batin Thomas.
Thomas tak mengetahui jika ke depannya ia akan sulit meluluhkan hati dari seorang Valeria. Tapi ia sudah bertekad akan menjadikan Valeria menjadi istrinya karena baru kali ini ia merasakan sama seperti yang Albert rasakan.
...βββββ...
To be continue.................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€