
π»Jangan pernah ragu untuk melangkah maju karena kita tidak akan tahu hasilnya sebelum mencobaπ»
.
.
.
.
Suasana di dalam mobil mewah Xavier sangat mencekam. Xavier sedang melihat pergerakan Chloe dari iPad ditangannya, beruntung dia sudah memasang pelacak di handphone milik Chloe.
"Albert perintahkan anak buah kita untuk terus mengejar Chloe"
"Baik bos"
"Siapkan helikopter sekarang"
"Maksud bos?" tanya Albert dengan bingung.
"Jangan membantah ucapan aku sekarang Albert" hardik Xavier dengan suara tinggi.
"Maaf bos"
"Berhenti di gedung yang ada helipad di depan sana" ucap Albert sambil menunjuk sebuah bangunan di depan mereka yang memiliki landasan helipad.
Albert sibuk memberi perintah kepada anak buah mereka untuk membersihkan jalan menuju gedung itu dan jangan sampai hal ini di ketahui wartawan.
Xavier terus melihat lokasi Chloe yang berpindah terus-menerus. Xavier mengepalkan tangannya jika ada satu luka saja di tubuh Chloe maka dirinya akan membunuh penculik itu dengan tangannya sendiri.
"Bos kita sudah sampai di gedung A" ucap Albert saat mobil sudah masuk di dalam basement parkiran.
"Heeemmm"
Xavier dan Albert keluar dari mobil menuju lift disana di ikuti 10 pengawalnya. Albert menekan angka 14 pada lift tersebut, lift bergerak dengan cepat naik keatas dan tak lama lift pun tiba di lantai 14.
Xavier kemudian keluar dan berjalan menuju bagian atas gedung dimana sudah ada helikopter miliknya disana. Albert dan Xavier langsung masuk ke dalam.
Sedangkan Chloe yang sudah sedikit sadar dari pingsannya melihat sekelilingnya dan seketika jantungnya berdetak dengan cepat karena mobil yang dinaikinya melaju dengan sangat kencang.
"Eehhhhmmmm.......ehhmmmmm.......ehmmmmm" ucap Chloe memberontak tapi percuma.
Tangan dan kakinya diikat dengan tali bahkan mulutnya di lakban agar tidak berteriak. Ayub yang sedang menyetir melihat Chloe yang sudah sadar dari spion seketika tertawa.
"Ternyata tuan putri sudah sadar ya" ucap Ayub dengan senyuman misterius.
Chloe kaget melihat wajah penculiknya itu yang tak lain adalah manajernya di tempat magang, saat itu juga Chloe yang melihat senyuman Ayub seketika tubuh Chloe menegang karena takut.
Chloe terus berontak di kursi belakang tapi tetap tidak berhasil dan usahanya pun sia-sia, melihat hal itu Ayub lantas tertawa dengan kencang.
"Kamu tidak akan bisa melepaskan ikatan itu sayang, bahkan malam ini kamu harus membayar semua perbuatan kamu selama sebulan" ucap Ayub sambil tertawa sinis.
Mendengar perkataan Ayub Chloe semakin takut. Tak lama mobil berhenti di sebuah rumah di pinggir kota yang tidak berpenghuni, ternyata Chloe dibawa ke tempat yang sudah tidak di huni lagi atau bisa di bilang itu kota yang terbuang.
Ayub keluar dan mengendong Chloe masuk ke dalam rumah, Ayub sempat kesulitan saat membawa Chloe masuk karena ia terus memberontak.
Sampai di dalam Ayub membanting tubuh Chloe di atas kasur usang yang berdebu dengan kuat, Chloe meringis menahan rasa sakit di kepalanya akibat sempat terbentur di samping ranjang.
"Malam ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya sayang! Hahahahaha" ucap Ayub sambil tertawa kencang.
"Eeehmmm........eeehmmmmm" ucap Chloe tapi tidak bisa karena mulutnya masih di lakban.
Melihat hal itu Ayub pun menarik lakban dari mulut Chloe, seketika Chloe mengumpat dan memaki dirinya dengan kencang.
"Dasar berengsek manusia biadab kamu kenapa menculik aku! Hah" ucap Chloe dengan suara tinggi.
Seketika Ayub menjadi emosi karena dibilang manusia biadab dan langsung menampar Chloe dengan kuat. Sudut bibir Chloe sampai robek karena tamparan tersebut.
"Dasar ja***g ini semua karena kamu yang tidak pernah merespon pesan aku bahkan kamu dengan tega memblokir kontak aku!" bentak Ayub sambil menjambak rambut Chloe.
Chloe meringis menahan rasa sakit di kepalanya dan tanpa ia sadari air matanya sudah mengalir. Chloe menahan rasa sesak di dada yang kembali muncul saat rambutnya dijambak.
"Xavier hiks tolong aku.........hiks hiks hiks" gumam Chloe di sela tangisnya dengan pelan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier melihat GPS Chloe yang sudah tidak bergerak dan segera menuju ke sana. Xavier bingung melihat lokasi GPS Chloe yang berada di kota yang ditinggalkan.
"Berengsek!" teriak Xavier di dalam helikopter.
"Bos menurut anak buah kita nona Chloe dibawa masuk ke salah satu rumah yang berada disana" ucap Albert.
"Suruh mereka untuk bersiap dan tunggu aku karena aku yang akan menghabisi bajingan itu" ucap Xavier dengan emosi dan tatapan tajam.
Albert dan 2 orang pilot di helikopter hanya diam mendengar semua umpatan makian Xavier. Mereka sangat takut melihat tatapan Xavier yang setajam pedang yang siap membunuh musuhnya.
5 menit kemudian mereka sudah tiba di lokasi GPS Chloe, Xavier dan Albert turun dan langsung menuju tempat yang ditunjukan oleh anak buahnya.
Di dalam rumah tersebut Chloe dipukul dan di tampar berulang kali bahkan Ayub tidak merasa kasihan sedikit pun saat melihat Chloe menangis. Dirinya seakan sudah menemukan mainan baru yang sangat menarik.
"Ini adalah hukuman karena sudah melupakan diriku" ucap Ayub sambil menampar Chloe.
"Ini untuk rasa sakit hatiku karena diabaikan" ucap Ayub sambil melukai tangan Chloe dengan pisau kecil.
Ayub kembali melukai lengan Chloe dengan pisau dan kali ini ia menikamnya sangat dalam. Seketika Chloe berteriak kesakitan dan menjerit bahkan suara jeritannya bergema sampai di luar.
Xavier yang mendengar teriakan Chloe langsung berlari ke sana dan menendang pintu rumah itu dengan sekali tendangan.
Brak.........
Bunyi pintu yang jatuh seketika menghentikan aksi Ayub. Ia berdiri dengan tubuh kaku tidak menyangka melihat seorang Xavier Arthur Wesly yang berdiri di depannya sambil menatap tajam Ayub.
Wajah Xavier seketika menghitam dan raut wajahnya berubah seperti monster yang siap membunuh mangsanya saat melihat kondisi Chloe yang mengenaskan.
Bugh..........bugh.........bugh...........bugh.........
Tendangan dan pukulan Ayub dapatkan dari Xavier tanpa jeda, bahkan dirinya tidak bisa mengelak dari kaki dan tangan Xavier yang sangat cepat memukul dirinya.
Ayub terjatuh di lantai dengan darah yang sudah banyak keluar dari wajahnya. Xavier kembali memukul Ayub seperti kesetanan karena emosi.
Albert masuk ke dalam dan menghentikan Xavier tapi percuma karena saat ini bosnya itu sudah berubah menjadi mode monster dan tidak bisa dihentikan.
Chloe yang masih sadar melihat Xavier seperti kesetanan saat ini bangun dengan tertatih menahan rasa sakit di kepala, pipi dan lengannya.
Chloe berjalan menuju Xavier dengan tertatih dan seketika memeluk tubuh Xavier dengan erat dari belakang. Seketika tubuh Xavier menegang merasakan pelukan hangat ditubuhnya.
"Sayang.......... hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil berderai air mata.
Xavier langsung berbalik dan memeluk Chloe dengan erat, rahangnya mengeras melihat wajah dan lengan Chloe yang berdarah.
Dirinya melepaskan pelukan Chloe ingin kembali menghajar Ayub tapi seketika Chloe memeluknya dengan erat.
"Aku takut Xavier. Aku takut.........hiks hiks hiks" teriak Chloe dengan kencang sambil menangis histeris.
Tiba-tiba Chloe jatuh pingsan di pelukan Xavier. Xavier memanggil nama Chloe berulang kali dan menepuk pipi Chloe tapi tetap tidak berhasil.
"Bos bawa nona Chloe ke rumah sakit biar aku urus bajingan ini"
"Bawa dia ke markas dan kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Baik bos"
Xavier langsung mengendong Chloe keluar sambil berlari dengan cepat. Xavier langsung membawa Chloe ke rumah sakit miliknya di California.
Sampai disana para dokter sudah menunggu kedatangan Chloe dan Xavier di landasan helipad. Brankar rumah sakit juga sudah disiapkan untuk segera membawa pasien.
Seluruh dokter dan jajaran rumah sakit kaget saat mendapat telpon dari Albert. Kevin yang sedang melakukan rapat bersama dengan para dokter disana langsung menghentikan rapat.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Dirinya segera ke helipad di atas rumah sakit menunggu kehadiran Xavier. Xavier keluar dengan mengendong tubuh Chloe dengan erat.
Wajahnya hanya menampilkan marah dan khawatir bercampur jadi satu. Chloe langsung dibawa ke ruang UGD untuk diperiksa dan ditangani.
"Maaf tuan tapi anda tidak bisa masuk" ucap salah satu suster disana.
"Minggir aku harus masuk!" bentak Xavier.
"Biarkan saja sus jika kamu masih ingin hidup" ucap Kevin dari dalam.
Xavier langsung masuk ke dalam dan berdiri di dekat Chloe. Ia menatap tajam semua yang berada di dalam sana dengan tatapan membunuh.
"Selamatkan gadisku apapun yang terjadi jika tidak maka kalian akan tanggung akibatnya!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
Ruangan UGD seketika menjadi sangat mencekam karena aura membunuh yang dikeluarkan oleh Xavier membuat semuanya merinding takut. Bahkan mereka sampai gugup saat membersihkan darah di tubuh Chloe.
Kevin tidak memperdulikan tatapan tajam sahabatnya sekaligus bosnya karena ia harus bisa menyelamatkan hidup gadis yang sangat dicintai bosnya.
30 menit kemudian tubuh Chloe sudah di obati dan lukanya sudah di beri obat tinggal menunggu Chloe untuk siuman saja. Suster kemudian mendorong brankar Chloe menuju ruangan rawat VVIP khusus pemilik rumah sakit.
Xavier masuk ke dalam bersama dengan Kevin, Xavier sedikit lega karena Chloe tidak mengalami luka dalam yang serius.
"Bos sepertinya trauma nona Chloe harus segera diobati" ucap Kevin.
"Apa maksudmu?" tanya Xavier dengan cepat.
"Nona Chloe pingsan diakibatkan karena traumanya yang muncul" ucap Kevin.
"Berengsek aku akan membunuh bajingan itu segera!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
Kevin hanya diam tidak menanggapi ucapan Xavier. Ia membiarkan sang bos untuk melepaskan emosinya dari pada ditahan.
"Bos aku serahkan nona Chloe untuk kamu jaga"
"Heeeeemmmmm"
Kevin pun keluar meninggalkan Xavier bersama Chloe di dalam sana. Xavier kemudian mengambil hpnya untuk menghubungi Albert.
"Halo bos"
^^^"Berikan obat biasa ke bajingan itu" ucap Xavier dengan suara serak karena menahan emosi.^^^
"Berapa banyak dosisnya bos"
^^^"Beri dia 4x lipat"^^^
"Uhmmm! Baik bos" ucap Albert dengan gugup saat mendengar berapa banyak dosis obat untuk diberi ke Ayub.
Albert hanya menggelengkan kepalanya melihat Ayub yang sudah lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa.
"Cih! Ternyata kamu memilih lawan yang salah kali ini ya" ucap Albert sambil meludah di muka Ayub.
Ayub hanya pasrah saja karena sudah terlanjur, meski dirinya kecewa karena belum puas memberi hukuman ke Chloe tapi saat ini dirinya memikirkan apa yang akan terjadi dengan dirinya.
"Segera persiapkan dirimu" ucap Albert sambil tertawa sinis.
Albert menyuruh dua anak buahnya untuk memegang tangannya agar tidak berontak, Albert langsung saja memasukan obat itu ke dalam mulut Ayub dan memberinya ia minum agar obat itu bisa masuk ke dalam.
~ Wesly Hospital ~
Diruang rawat Chloe saat ini Xavier sedang menatap gadis pujaannya dengan khawatir. Ia memegang tangan Chloe sambil menciumnya sesekali.
Tiba-tiba tangan Chloe bergerak dan matanya pun terbuka. Ia melihat ruangan di depannya dengan bingung dan mengapa ia berada disana.
"Sayang kamu sudah sadar" ucap Xavier dengan bahagia.
"Xav...i...er" ucap Chloe dengan lemah.
Tiba-tiba ingatannya kembali ke kejadian tadi dan seketika Chloe berteriak dengan kencang sambil menangis. Chloe berontak ingin turun karena merasa takut.
"Baby please calm down aku ada disini" ucap Xavier dengan lembut.
Xavier memeluk tubuh Chloe di atas tempat tidur dan menenangkan sang kekasih yang bergetar hebat. Chloe terus menangis di pelukan Xavier dengan pilu.
Dirinya memeluk Xavier dengan erat tidak mau melepaskan pelukannya. Chloe masih takut mengingat kejadian beberapa jam yang lalu.
"Sayang aku takut........hiks hiks.......aku takut di tampar lagi rasanya sakit........ hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis pilu.
Xavier melihat hal itu dan hatinya seperti ditusuk-tusuk mendengar tangisan pilu sang kekasih. Rahangnya mengeras menahan emosi untuk segera memberi hukuman yang paling bagus menurutnya untuk diri Ayub.
"Tunggu pembalasan aku bangsat" gumam Xavier dengan suara pelan.
...βββββ...
To be continue........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€