
Taman adalah tempat yang sangat disukai Chloe. Ia duduk di taman menghabiskan waktunya ditemani novel romance dan segelas coklat panas.
Hanya dengan membaca novel Chloe merasa beban pikirannya sedikit berkurang. Meski udara malam ini sangat dingin tidak membuat Chloe beranjak dari taman belakang.
"Apa semuanya sedang bergembira disana" ucap Chloe sambil melihat bintang di langit dan memikirkan semua keluarganya yang sedang berpesta.
Lamunan Chloe buyar pada saat bunyi panggilan masuk di hpnya. Ia melihat nama Keysa sepupunya yang menelpon.
^^^"Halo sepupuku" ucap Chloe dengan riang.^^^
"Halo Chloe sayang, loe lagi dimana"
^^^"Lagi di taman belakang mansion"^^^
"Loh loe ngak ke pesta?" tanya Keysa dengan heran.
^^^"Ngak soalnya gue besok ada ujian makanya harus belajar say"^^^
"Chloe siapa sih yang bakal dikenalin di pesta malam ini"
^^^"Oh itu namanya Queen dia anak angkat mommy sama daddy"^^^
"Sejak kapan tante Laura bisa dekat sama orang lain"
^^^"Maksudnya?" tanya Chloe dengan bingung.^^^
"Gini tadi gue telponan sama Kenan dan si kembar, kata mereka tante Laura sangat dekat banget sama anak angkatnya itu bahkan ia diperkenalkan sebagai putri kandung dari keluarga Rosemary"
Deg........deg.........deg.........
Seketika jantung Chloe berdetak dengan cepat mendengar perkataan Keysa. Ia tidak tahu harus merespon bagaimana.
"Halo Chloe loe masih disana halo"
^^^"Ah! Iya gue masih di sini kok"^^^
"Mending loe jujur deh sebenarnya apa yang terjadi"
^^^"Ngak ada apa-apa Keysa, semuanya baik-baik aja disini"^^^
"Anak angkat itu gimana sifatnya"
^^^"Queen anaknya baik dan juga sopan, pembawaannya juga baik"^^^
"Yang bener"
^^^"Iyalah kalau ngak percaya loe datang aja buat nilai sendiri"^^^
"Iya iya gue percaya kok"
^^^"Heeemmm"^^^
"Kita semua berharap dia itu bakal jadi sepupu yang baik dan yang pastinya jangan kayak sikap mommy loe"
^^^"Hahahahaha! Ada-ada aja loe Key, awas ya gue laporin ke mommy" ucap Chloe sambil menggoda Keysa.^^^
"Ehhh ehhh! Loe jangan bilang yang ngak-ngak ya say awas loe nanti gue balas loe"
^^^"Hehehehe! Iya deh calon ibu dokter"^^^
"Btw loe kapan jalan-jalan kesini"
^^^"Ngak tahu nunggu liburan dulu sama izin dari mommy dan daddy juga sih"^^^
"Heemm! Semoga loe bakal diizinin kesini"
^^^"Amin. Doain aja ya"^^^
"Iya deh ya udah nanti lanjut lagi ya say bye"
^^^"Bye Key"^^^
Setelah panggilan dimatikan Chloe menghela napasnya dalam dan membuang perlahan. Ia tidak mau berbohong tapi dirinya tidak ingin nama sang mommy menjadi jelek di keluarga besar mereka.
"Maaf Key gue udah bohong sama loe" gumam Chloe dengan pelan.
Chloe memutuskan kembali ke kamar setelah menghabiskan segelas coklat panas. Di dalam kamar Chloe mengambil laptopnya dan mulai melakukan hobinya yaitu bermain bursa saham.
Tidak ada yang tahu kalau saat ini Chloe sudah memiliki uang yang sangat banyak, bahkan cukup untuk membangun sebuah perusahaan. Chloe mulai tertarik dengan bursa saham semenjak kelas 2 SMP.
Waktu itu ia hanya iseng saja membuat investasi saham dengan uang jajannya yang ia kumpulkan. Siapa sangka hobinya ternyata berlanjut sampai sekarang dan ia sudah mempunyai penghasilan sendiri.
"Kayaknya gue musti simpan semua duit ini di bank internasional deh" ucap Chloe membaca nominal uang yang tertera di akun mbankingnya.
~ Hilton Hotel ~
Saat ini banyak tamu yang sudah menghadiri pesta yang diadakan oleh keluarga Rosemary. Semua tamu undangan datang dengan memakai pakaian mewah dan branded.
Sean turun di depan pintu masuk lobby hotel. Semua kamera berburu ingin mengabadikan foto putra tunggal dari pengusaha no.1 di Indonesia. Siapa lagi kalau bukan putra dari Riko dan Maya Rahardian.
Sean berjalan masuk ke dalam tempat acara dengan tatapan dingin dan berwibawa. Tidak ada senyuman di wajahnya tapi tidak mengurangi kadar ketampanan dari penerus RH company.
Sean hanya berpikir untuk cepat kedalam dan menemui sang pujaan hati. Di dalam ruangan Sean mengedarkan pandangan mencari sosok yang dicintainya tapi tak menemukannya.
Sean memilih untuk bertemu langsung tuan rumah. Sean pun berjalan menghampiri Adam yang sedang berbincang dengan beberapa rekan mereka.
"Selamat malam om"
Adam berbalik dan terkejut karena yang menyapanya adalah anak dari rekan kerjanya yang sangat penting.
"Selamat malam juga nak Sean"
"Maaf om papa saya tidak bisa hadir makanya saya mewakili papa untuk hadir"
"Hahaha! Tidak apa-apa nak Sean dan terima kasih sudah datang ke pesta sederhana kami" ucap Adam sambil merendahkan diri.
"Om bisa saja ini salah satu pesta yang sangat mewah" balas Sean dengan senyum tipis di bibirnya.
Adam ingin membalas perkataan Sean tapi terhenti karena suasana pesta yang diam seketika. Ternyata semua mata tamu sedang melihat kedatangan seorang gadis yang digandeng oleh nyonya Rosemary.
Sean bahkan sampai terpesona dengan kecantikan gadis yang baru pertama kali dilihatnya. Aura polos sangat terpampang diwajahnya dan jangan lupakan wajahnya yang cantik.
"Selamat malam para hadirin semua" ucap MC berbicara di atas panggung.
"Malam" ucap semua para tamu serentak.
"Terima kasih untuk kehadiran semua tamu yang hadir malam ini. Saya mengundang kehadiran tuan pesta selaku Tuan Adam Rosemary untuk memberikan sepatah kata. Kepada tuan saya persilahkan"
Adam berjalan dengan penuh wibawa menuju arah panggung. Sampainya disana ia pun memberikan beberapa kata sambutan dan ucapan terima kasih.
"Malam hari ini saya akan memperkenalkan putri kandung saya" ucap Adam sambil memberi isyarat kepada istri dan putra-putri mereka untuk naik ke atas panggung.
"Perkenalkan semuanya ini adalah putri kandung saya yang bernama Queen Alexis Rosemary" ucap Adam dengan suara lantang.
Prok.......prok........prok.........
Riuh tepuk tangan membahana di dalam aula tempat pesta saat ini. Keluarga dari Adam dan Laura seketika terkejut karena bukan Chloe yang diperkenalkan tapi gadis lain.
Banyak tanda tanya dari keluarga besar Rosemary tapi mereka menunggu setelah selesai acara baru mereka akan menanyakan perihal ini.
"Kak kenapa bukan kak Chloe yang diperkenalkan" ucap Dio kepada Kenan.
"Kakak juga ngak tahu bahkan mama sama papa juga ngak tahu hal ini"
"Benar juga ya ka semua keluarga pada kaget" ucap Tasya saudara sepupu mereka.
"Papa tahu akan hal ini?" tanya Ani ibu Kenan pada suaminya.
"Ngak tahu ma. Papa kaget juga kirain Chloe yang akan diperkenalkan" jawab suaminya.
Pesta kembali dilanjutkan dan banyak tamu yang kagum akan kecantikan Queen. Bahkan para wartawan banyak mengambil foto Queen untuk dijadikan berita hangat besok.
"Sayang ayo kita sapa semua tamu" ucap Laura mengajak Steven dan Queen menyapa para tamu undangan.
"Hai ka" ucap Tasya.
"Heemmmmm" deham Steven.
"Ka kenalin kita dong sama sepupu kita yang baru" ucap Doni.
"Princess kenalan yuk sama semua sepupu kita" ucap Steven.
"Hay semua nama gue Queen" ucap Queen sambil tersenyum manis.
Mereka semua berkenalan satu sama lain dan menjadi akrap seketika karena pembawaan diri Queen yang friendly kepada semua orang.
Sean menghampiri Steven dan menyapa Steven untuk menanyakan keberadaan Chloe.
"Hai ka" ucap Sean dengan datar.
"Hay Sean apa kabar"
"Baik ka. Uuhmmm! Ka Chloenya mana dari tadi ngak kelihatan"
"Oh Chloe ngak ikut soalnya dia ngak terlalu suka sama pesta"
"Kirain dia datang"
"Ngak emang kenapa"
"Ngak apa-apa ka gue ke sana dulu ya ka"
"Iya"
Sean berjalan dengan tatapan datar dan dingin. Ia berencana untuk berpamitan saja karena ia sudah malas disini. Tiba-tiba langkahnya terhenti karena disapa oleh Kenan.
"Hai Sean kamu datang juga ya"
"Hai ka Kenan. Iya gue wakili papa sama ibu" ucap Sean dengan datar.
"Oh gitu nikmati pestanya ya" ucap Kenan sambil berlalu.
Sean pun berpamitan kepada Adam dan Laura. Pada saat Sean tiba di lobby hotel langkahnya terhenti karena di hadang Sinta.
Ternyata Sinta juga ikut menghadiri pesta ini bersama orang tuanya. Ia memang sudah menanti Sean dari tadi ketika melihat Sean datang, dirinya sangat kesal karena Sean melupakan janjinya.
Sean melihat Sinta dengan tatapan tajam tapi Sinta tidak memperdulikannya. Tidak ingin menjadi tontonan Sean menarik Sinta menuju parkiran mobilnya.
Sampai disana Sean masuk ke dalam mobil bersama Sinta, di dalam mobil hanya ada keheningan.
"Sayang kenapa hari ini ngak tepati janji kamu"
"Cih! Loe itu bukan siapa-siapa gue" ucap Sean dengan suara tinggi dan mata tajam melotot kepada Sinta.
"Aku pacar ka Sean"
"Loe tahu siapa pacar gue dan loe itu cuma parasit"
"Hahahahaha! Apa parasit ka Sean yakin"
"Loe mau apa sebenarnya"
"Aku mau kakak juga adil sama aku karena aku ini pacar kakak"
"Dasar perempuan ja***g"
"Aku ngak perduli karena kenyataannya aku itu pacar kamu sayang" ucap Sinta dengan suara menggoda.
Sean melihat Sinta dengan tatapan tajam tapi tidak dihiraukan oleh Sinta. Ia berpikir kalau Sinta bukan perempuan yang gampang dibuang ia harus memakai cara halus untuk menyingkirkan ja***g ini.
"Turun"
"Ngak mau sayang pokoknya kamu anterin aku pulang ya"
"Gue masih ada urusan loe balik aja sendiri"
"Ngak aku tetap ikut sama kamu sayang"
"Terserah loe aja"
Sean pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sinta yang sebenarnya takut memegang seatbelt dengan erat tidak berani mengucap sepatah kata pun.
20 menit kemudian mobil Sean sudah sampai di apartemennya. Ia ingin menganti pakaian baru pergi ke markas papanya.
"Loe mau disini atau ikut ke dalam"
"Aku ikut aja sayang"
Sinta keluar dan berjalan di samping Sean. Ia mengandeng tangan Sean meskipun Sean sudah menolaknya tapi ia tetap mengandeng tangan Sean dengan erat.
Karena malas berdebat Sean membiarkannya. Sampai di dalam apartemen Sinta sangat takjub dengan keindahan dan kemewahan apartemen Sean.
"Sayang aku rindu sama kamu" ucap Sinta dengan suara manja dan memeluk Sean dengan erat.
Sean hanya membiarkan Sinta memeluk dirinya. Sinta melepaskan pelukannya dan melihat wajah Sean dari bawah.
Seketika Sinta mencium bi**r Sean dengan rakus. Karena terpancing napsu Sean pun membalas ciuman Sinta dengan kasar. Mereka terus bertukar saliva sampai pasokan udara tidak ada.
Setelah mengambil udara Sean kembali mencium dan me***at bibir Sinta dengan rakus. Tidak tahu siapa yang mulai duluan tapi gaun pesta milik Sinta sudah tergeletak di bawah dan jas serta kemeja Sean sudah terlepas.
Mereka melanjutkan kegiatan mereka di atas sofa ruang tamu. Sean yang terus mencium Sinta dengan buas seketika berhenti karena mengingat perkataan Chloe yang akan membencinya dan menjauh darinya jika berselingkuh.
Sean melihat bagian dada Sinta tidak tertutup sehelai benang pun dan sudah banyak tanda kissmark di leher dan dada Sinta. Bahkan asetnya pun sudah banyak tanda dan bekas ciuman Sean disana.
Sean lalu bangun dan masuk kedalam kamarnya meninggalkan Sinta sendiri di ruang tamu. Sinta sangat kesal karena lagi-lagi ia gagal merayu Sean.
"Gue bakal buat loe jadi milik gue seorang sayang" gumam Sinta sambil tertawa seperti iblis.
...❄❄❄❄❄...
To be continue......