Heartless

Heartless
Episode 134



🌻Jangan pernah berusaha untuk menjadi lebih baik dari orang lain tapi berusahalah menjadi lebih baik dari kamu yang dulu🌻


.


.


.


.


Riko sangat murka saat mendapat laporan dari anak buahnya mengenai menantunya, dia tidak menduga jika sang menantu berani berbuat hal itu dibelakang anaknya.


"Apa papa sudah tahu hal ini?" tanya Riko dengan suara tinggi.


"Belum tuan" ucap Rio.


"Jangan biarkan papa mengetahui hal ini terlebih Sean" ucap Riko dengan nada aura mencekam.


"Baik tuan" ucap Rio dengan gugup.


Riko melihat foto Queen dan Henki yang sedang melakukan hubungan tak senonoh di dalam rumah kontrakan Henki dengan wajah penuh emosi.


Beraninya kamu mengkhianati anakku dasar perempuan ja***g, batin Riko.


Riko segera mengambil foto-foto itu lalu memasukan ke dalam brangkas rahasianya, dia akan mengupas tuntas masalah ini sendiri tanpa di ketahui oleh Sean karena ia ingat betul apa yang waktu itu Arka katakan.


"Jangan sampai anakku berubah menjadi monster karena ja***g itu" ucap Riko dengan emosi.


Rio berdiri di depan tuannya dengan diam tidak berani melakukan apapun. Di rumah kontrakan milik Henki di pinggiran kota Queen bangun dengan tubuh lemas karena kegiatan mereka tadi.


Setelah membersihkan diri dan memakai pakaian Queen segera beranjak keluar dan pulang ke mansion milik Sean. Ia belum tahu jika suaminya sudah pulang dari Lombok dan saat ini sedang beristirahat di apartemennya.


Sesampainya di mansion Queen segera berlalu menuju kamarnya. Belum sampai di kamarnya dirinya kembali ke meja makan untuk makan karena merasa lapar.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya bi Lastri.


"Siapkan makanan aku lapar" ucap Queen dengan angkuh.


"Baik nyonya"


Bi Lastri segera menyiapkan makanan buat Queen di meja makan, Queen yang sudah lapar melahap dengan cepat semua makanan yang diatas meja.


Setelah makan Queen segera berlalu pergi ke kamarnya, sampainya di kamar dia dikejutkan dengan panggilan dari daddynya.


^^^"Halo daddy"^^^


"Halo princess"


^^^"Ada apa daddy?" tanya Queen.^^^


"Apa daddy bisa bertemu dengan kamu princess"


^^^"Bisa daddy nanti daddy ke mansion saja soalnya Queen malas keluar" ucap Queen dengan manja.^^^


"Baiklah princess sejam lagi daddy ke sana"


^^^"Iya daddy Queen tunggu ya"^^^


"Iya princess bye"


^^^"Bye daddy"^^^


Setelah panggilannya terputus Queen berpikir ada perihal apa daddynya ingin menemui dirinya.


Apa ada masalah di perusahaan daddy atau masalah waktu itu sama mommy, batin Queen.


Tak mau ambil pusing dia lebih baik menunggu kedatangan Adam sebentar di mansion. Queen lalu beranjak ke ranjangnya untuk tidur karena merasa ngantuk.


~ Seoul, Korea Selatan ~


Saat sadar Chloe melihat jika ia sudah berada di dalam kamar mereka di mansion. Ia kemudian bangun dan meneliti keadaan sekitar mencari keberadaan suaminya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe lalu beranjak ke kamar mandi membersihkan tubuhnya sebelum keluar. Saat keluar dari kamar ternyata sudah gelap di luar sana, ia lalu berjalan turun ke bawah.


"Selamat malam nyonya" ucap para pelayan.


"Malam apa kalian tahu dimana suamiku?" tanya Chloe.


"Tuan sedari sore keluar nyonya belum kembali"


"Oh baiklah terima kasih"


"Apa nyonya mau disiapkan makan malam?" tanya kepala pelayan.


"Tidak usah nanti saja" ucap Chloe lalu berlalu kembali ke kamar.


Sampai di kamar Chloe segera mengambil hpnya dan menghubungi sang suami. Pada dering kedua Xavier segera menjawab panggilan istrinya.


"Halo sayang"


^^^"Halo sayang kamu ada dimana?" tanya Chloe dengan cepat.^^^


"Aku sedang berada di restoran meeting bersama klien baby"


^^^"Pulangnya jam berapa"^^^


"Sekitar malam sayang"


^^^"Oh baiklah aku tunggu buat makan malam bareng ya sayang"^^^


"Kamu makan duluan saja baby aku pasti pulangnya malam" ucap Xavier.


^^^"Tetap aku tunggu sayang"^^^


Chloe segera mematikan panggilannya sepihak. Xavier yang berada di sebuah gudang kosong di tengah hutan menarik napasnya dengan kasar, dia harus berbohong kepada sang istri karena menutup jati dirinya yang sebenarnya.


"Berengsek" teriak Xavier dengan kesal.


"Bos tenangkan dirimu bos" ucap Albert.


"Segera selesaikan secepatnya karena aku harus pulang ke mansion!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


"Baik bos" ucap Albert.


Albert lalu menyuruh anak buahnya membawa masuk Kim Je dan pengawalnya ke dalam. Mereka semua di tarik dengan kasar dan di dorong sampai jatuh berlutut di lantai.


"Buka penutup kepala mereka" ucap Albert dengan suara dingin.


Sebelum itu Xavier dan lainnya sudah memakai topeng milik mereka masing-masing agar tidak dikenali oleh siapapun. Kim Je menatap semua yang menculik dirinya dengan dahi berkerut.


"Siapa kalian apa mau kalian?" tanya Kim Je dengan suara tinggi.


Bukannya menjawab tapi semuanya tersenyum sinis menatap Kim Je dan para pengawalnya. Albert maju dan langsung memukul rahang Kim Je dengan kuat sampai memuntahkan d***h dari mulutnya.


Uhukkk.........uhukkkkk...........uhukkk.........


Kim Je batuk mengeluarkan d***h sangat banyak dari mulutnya. Ia rasa rahangnya seperti patah dan sangat sakit.


"Selesaikan dengan cepat" ucap Xavier dengan suara dingin.


Anak buahnya langsung menyerbu para pengawal yang tadi menarik Chloe dan Jiw An dengan kasar. Bunyi retak dan patah sekaligus suara teriakan kesakitan bergema di dalam gudang kosong itu.


Beruntung letaknya di tengah hutan jadi tidak ada yang bisa mendengar teriakan mereka semua. Xavier menatap Kim Je dengan tatapan tajam dan membunuh.


Ia bangun dan berjalan dengan langkah tegap menuju Kim Je yang sudah terkapar di lantai dengan tubuh penuh luka dan patah di kaki dan tangannya. Xavier memegang rambut Kim Je dan langsung membentur kepalanya di lantai dengan kuat.


Arrrgghhh...............


Teriak kesakitan bergema dari mulut Kim Je. Xavier yang mendengar teriakan tersebut tersenyum bagai seorang iblis, d***h segar bercucuran di lantai dan membuat gudang itu seketika berbau anyir.


"Buang mereka ke jalanan" ucap Xavier dengan suara datar.


"Baik bos" ucap anak buahnya dengan serentak.


"Bos kenapa tidak dihabisi saja" ucap Thomas yang sedari tadi hanya menonton saja.


"Ini negara orang pikirkan apa yang akan terjadi kedepannya" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Oh oke bos" ucap Thomas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tepat pukul 21:00 Xavier sudah tiba di mansion. Ia lalu memerintahkan Albert dan Thomas agar segera kembali ke apartemen mereka karena sudah malam.


Xavier segera masuk dan langsung disapa oleh para pelayan. Ia berjalan dengan langkah tegap mencari keberadaan sang istri.


"Sayang kamu sudah pulang" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Apa kamu sangat merindukan diriku sayang?" tanya Xavier sambil memeluk dan mencium sang istri.


"Sayang ada pelayan" ucap Chloe yang malu dilihat oleh para pelayan.


"Biarkan saja" ucap Xavier dengan santai.


"Mau mandi dulu atau makan?" tanya Chloe.


"Ayo aku temani" ucap Chloe menggoda Xavier.


Xavier tersenyum penuh arti mendengar ajakan sang istri, dirinya segera menarik Chloe naik ke atas untuk segera melanjutkan aksinya di dalam kamar mandi.


~ Mansion Sean ~


Tepat pukul 16:00 sore Adam dan Laura sudah sampai di mansion sang putri dan suaminya. Mereka segera masuk ke dalam setelah di sapa oleh bi Lastri.


"Silahkan duduk tuan dan nyonya besar saya panggilkan dulu nyonya" ucap bi Lastri.


"Heemmm! Baiklah" ucap Laura dengan nada sombong.


Bi Lastri segera naik ke lantai dua untuk memanggil Queen. Mendengar pintu kamarnya yang diketuk Queen segera bangun dari ranjang.


"Ada apa?" tanya Queen dengan ketus.


"Maaf nyonya di bawah ada tuan dan nyonya besar" ucap bi Lastri.


"Heeemmmm"


Queen segera masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci muka lalu turun ke bawah. Sampainya di bawah ia langsung memeluk sang mommy dan daddy bergantian.


"Mommy i miss you" ucap Queen bergelayut manja di lengan Laura.


"Mommy juga kangen sama princess mommy" ucap Laura.


"Apa cuma mommy saja yang dikangenin" ucap Adam sengaja membuat wajahnya cemburu.


"Ah! Daddy Queen juga kangen sama daddy kok" ucap Queen sambil memeluk Adam dengan erat.


"Miss you too princess" ucap Adam sambil mengelus kepala putrinya.


"Tumben mommy sama daddy datang kesini" ucap Queen dengan bingung.


"Iya sayang ada yang mau daddy omongin ke kamu" ucap Adam.


Queen mengangkat alisnya sebelah karena bingung dengan maksud sang daddy. Adam lalu menarik napasnya dalam dan duduk dengan tubuh sigap menghadap Queen.


"Daddy sebenarnya datang kesini untuk meminta maaf" ucap Adam dengan wajah sedih.


"Minta maaf untuk apa daddy?" tanya Queen lebih bingung lagi.


"Daddy minta maaf sudah menyakiti hati kamu dan mommy kamu karena perbuatan daddy waktu itu, daddy khilaf dan daddy sadar sudah menyakiti hati kamu sayang karena mempunyai daddy yang seperti ini" ucap Adam dengan derai air mata.


Queen bangun dan langsung memeluk Adam sambil menangis, dirinya tidak tega harus melihat daddynya menangis di depannya hanya untuk meminta maaf.


"Queen udah maafin daddy kok sebelum daddy meminta maaf biar bagaimanapun daddy tetap daddy yang terbaik buat Queen" ucap Queen sambil menangis.


"Terima kasih princess terima kasih sudah maafin daddy" ucap Adam.


Laura lalu memeluk anak dan suaminya yang sedang berpelukan saling memaafkan. Kegiatan mereka seketika terhenti saat mendengar langkah kaki masuk ke dalam mansion.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Queen mengangkat kepalanya dan melihat Sean yang sudah berdiri di depannya dengan tampang datar dan dingin. Queen segera bangun dan menyambut kedatangan suaminya.


"Mas udah pulang dari Lombok?" tanya Queen dengan senyum manis.


"Heemmm"


"Halo nak Sean" ucap Adam setelah mengelap air matanya.


"Halo daddy dan mommy apa kabar" ucap Sean datar.


"Kami baik-baik saja" ucap Adam dengan penuh wibawa.


"Aku pamit dulu ke atas daddy dan mommy ingin ke kamar membersihkan diri" ucap Sean beralasan.


"Iya silahkan nak Sean" ucap Laura.


Sean lalu segera pergi menuju kamarnya karena malas meladeni mertuanya. Entah kenapa semenjak kasus mertuanya muncul di publik ia tidak suka memandang wajah sang mertua.


Menurut Sean orang seperti itu tidak pantas dikasihani karena sudah berselingkuh dari istri yang sudah menemaninya selama ini.


"Cih! Dasar sampah menjijikan" gumam Sean dengan pelan.


Queen yang melihat Sean sudah masuk ke kamarnya memilih menemani orang tuanya. Setelah bercerita tentang masalah perusahaan dan keluarga mereka Adam dan Laura segera pergi dari mansion Sean.


Queen lalu menyuruh bi Lastri untuk membuat makan malam bagi mereka berdua. Queen segera beranjak menuju kamarnya untuk membersihkan diri sebelum makan malam.


3 Bulan kemudian


Hari-hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah 3 bulan berlalu. Selama itu Chloe dan Xavier semakin tambah romantis dan keduanya juga masih berada di Indonesia.


Queen sendiri masih tetap bertemu dengan Henki untuk melampiaskan hasratnya yang tidak didapat dari suaminya. Sean sendiri masih tetap sibuk membangun proyek yang dikerjakannya bersama pak Hartono.


Proyek itu akhirnya berjalan dengan lancar dan sudah mau tahap penyelesaian akhir saja. Chloe masih sering membantu pekerjaan suaminya dan belum ada yang mengetahui jika dirinya adalah seorang istri dari orang terkaya no.1 di dunia saat ini.


Saat ini Calista sedang bersama dengan orang suruhannya untuk mencari tahu tentang Chloe. Ia tersenyum penuh arti setelah membaca data diri tentang Chloe Elisabeth Rosemary yang sekarang menjadi Chloe Elisabeth saja.


"Hahaha! Akhirnya aku menemukan jati dirimu yang sebenarnya dan aku sangat kasian kepada kamu yang sangat menderita" ucap Calista sambil tertawa sinis.


Setelah membayar orang suruhannya Calista memulai memikirkan rencananya untuk mendekati Chloe lebih dulu. Calista tersenyum senang karena tanpa bersusah mencari keberadaan Chloe ternyata Chloe sendiri yang muncul di hadapannya.


Chloe yang saat ini sedang ingin menikmati americano dari cafe langganannya bersama dengan Mike pergi membelinya. Saat keluar ia tidak sengaja menabrak seorang perempuan dan menumpahkan minumannya.


"Aduh panas-panas" ucap Calista yang ditabrak oleh Chloe.


"Maaf-maaf mbak saya tidak sengaja" ucap Chloe dengan wajah terkejut dan menyesal.


"Tidak apa-apa nona" ucap Calista dengan wajah senyum manis sambil menahan panas di kulit lengannya.


"Saya anterin ke rumah sakit ya" ucap Chloe dengan khawatir.


"Iya nona terima kasih" ucap Calista.


Chloe segera masuk ke dalam mobil bersama Calista dan menuju ke rumah sakit terdekat. Mike yang melihat wajah Calista segera mengirim pesan ke Albert.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert yang mendapat pesan dari Mike segera memberitahukannya kepada Xavier. Xavier awalnya terkejut karena Calista sedang bersama dengan Chloe saat ini.


"Albert perintahkan Mike untuk tidak beranjak sedikitpun dari Chloe!" bentak Xavier dengan emosi.


"Baik bos" ucap Albert dengan dingin.


Albert segera menelpon Mike untuk memberitahukan perintah Xavier. Xavier sendiri sudah menelpon Chloe tapi tidak diangkat hal itu membuat Xavier sangat kesal dan emosi.


Aarrggghhhh...........


"Sial semoga wanita ular itu belum berkata apapun kepada Chloe" ucap Xavier dengan suara tinggi.


Albert dan Thomas hanya saling melirik mendengar semua umpatan dari sang bos. Albert segera menyuruh Mike untuk memberitahu nyonya agar mengangkat telepon dari Xavier.


Di rumah sakit setelah mengobati lengan Calista dan membayar semua administrasinya Chloe segera beranjak pergi bersama Calista.


"Maaf sudah merepotkanmu" ucap Calista dengan senyum malu.


"Tidak kok malahan aku yang seharusnya minta maaf karena sudah menumpahkan kopi panas di lenganmu" ucap Chloe merasa bersalah.


"It's okay jangan dipikirkan lagian kata dokter dalam 3 hari bakal sembuh dan ini hanya lecet saja" ucap Calista.


"Tapi tetap aku merasa sangat bersalah"


"It's okay tidak apa-apa kok lagian kamu sudah membayar pengobatanku jadi kita impas"


"Uhmm! Iya"


"By the way kita belum kenalan nama aku Calista" ucap Calista sambil menyodorkan tangannya.


"Nama aku Chloe selam kenal ya" ucap Chloe dengan senyum manis sambil menjabat uluran tangan Calista.


"Kamu asli orang sini ya?" tanya Calista.


"Iya benar kalau kamu?" tanya Chloe.


"Aku dari Amerika kebetulan ada foto shot disini makanya aku datang ke Indonesia"


"Kamu seorang model?" tanya Chloe dengan kaget.


"Iya aku seorang model" jawab Calista dengan wajah angkuh dan sombong.


Chloe sempat tertegun mendapati wajah Calista yang berubah saat menjawab pertanyaannya tapi tidak dihiraukannya.


Sampai di parkiran Calista segera pamit bersama dengan asistennya tapi sebelumnya ia meminta no hp Chloe untuk bertanya tentang Indonesia dan tempat wisatanya.


Setelah memberikan no teleponnya ke Calista, Chloe pun segera masuk ke dalam mobil kembali menuju ke perusahaan Shine. Di dalam mobil Calista tersenyum sinis karena berhasil mendekati Chloe dengan gampang.


"Kita akan segera memulai permainan ini bi**h" ucap Calista dengan senyum sinis melihat no telepon Chloe yang didapatnya tadi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀