Heartless

Heartless
Episode 171



🌻Ada waktunya kamu mengingat masa lalumu tapi bukan untuk kangen pada orang di masa lalumu tapi untuk mengenang kenangan waktu itu yang tak pernah bisa diulangi🌻


.


.


.


.


Xavier memeluk sang istri dengan erat karena Chloe saat ini sangat rapuh. Chloe menangis melihat kediaman kedua orang tuanya yang sudah tidak terawat lagi.


Saat keduanya sedang berada di depan rumah orang tuanya, seorang ibu paruh baya datang menghampiri mereka karena melihat begitu banyak mobil mewah berjejer di depan rumah peninggalan saudara angkatnya.


Ibu paruh baya tersebut adalah kakak angkat dari Jonatan Leonardo atau ayah kandung Chloe. Ibu Risma Leonardo atau yang biasa di panggil mpok Risma mendekati Chloe dan lainnya yang langsung dihentikan olah para pengawal.


"Maaf tapi anda dilarang mendekati bos kami" ucap anak buah Xavier yang bisa berbahasa Indonesia.


"Maaf tapi itu rumah adik saya" ucap mpok Risma.


Anak buah Xavier segera memberitahu Mike dan Mike lalu memberitahu Albert. Albert yang mendapat informasi tersebut segera memberi isyarat kepada Xavier sambil mengarahkan arah pandangnya ke mpok Risma.


Xavier memberi anggukan untuk mendekat kepadanya. Albert lalu berjalan ke belakang Chloe lalu menunjukan kalimat di iPad kepada Xavier.


Xavier mengangkat sebelah alisnya karena selama penyelidikan anak buahnya, tidak ada data tentang saudara angkat daddy mertuanya itu. Xavier lalu memberi isyarat kepada Albert untuk mencari tahu informasi tersebut.


Albert lalu memberi perintah kepada Mike dan anak buahnya untuk menyelidiki mpok Risma. Selang 10 menit Chloe yang sudah merasa baikan segera melepas pelukan Xavier dan berjalan menuju rumah orang tuanya.


"Kamu mau kemana baby?" tanya Xavier memegang lengan Chloe yang hendak berjalan.


"Aku mau masuk ke dalam sana sayang" ucap Chloe dengan sesegukan.


"Tapi itu kotor sayang dan juga kita tidak tahu apa bangunannya masih kokoh atau tidak" ucap Xavier dengan raut tidak suka.


"Tapi aku ingin melihat isi rumah kedua orang tuaku hubby........hiks hiks" ucap Chloe sambil terisak.


Melihat sang istri yang kembali menangis ia lalu memilih untuk mengikuti kemauan Chloe. Baru saja mereka ingin masuk mereka lalu di interupsi oleh teriakan dari mpok Risma.


"Hey siapa kalian kenapa seenaknya masuk ke rumah orang lain" teriak mpok Risma.


Chloe berbalik ke belakang dan melihat seorang ibu paruh baya yang sedang di jaga ketat para pengawal. Chloe melihat Xavier yang menatap tajam Albert untuk membereskan mpok Risma yang menurutnya pengganggu.


"Sayang itu siapa"


"Aku tidak tahu mungkin orang sini sayang" ucap Xavier dengan acuh.


"Albert suruh ibu itu kemari" ucap Chloe.


"Tapi sayang" ucap Xavier yang langsung dipotong Chloe.


"Kita datang ke daerah orang sayang jadi seharusnya kita pantas dicurigai" ucap Chloe dengan tegas.


"Heemmmm"


Xavier lalu memberi isyarat kepada Albert untuk membiarkan ibu itu mendekat kemari. Albert memberi jalan kepada mpok Risma untuk maju ke depan, Albert selalu berdiri di belakang mpok Risma takut ada hal buruk terjadi kepada bosnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sampai di depan Chloe seketika mpok Risma kaget melihat wajah Chloe yang sangat mirip dengan adik iparnya. Mpok Risma seketika menangis histeris dan membuat Chloe dan Xavier menatap mpok Risma dengan bingung.


"Sintia ini kamu kan?" tanya mpok Risma sambil menangis.


Saat ingin memegang tangan Chloe seketika Xavier menarik Chloe ke belakang menjauhkannya dari mpok Risma. Xavier lalu menatap tajam mpok Risma yang seketika membuat mpok Risma berdiri dengan gemetar karena tatapan tajam Xavier.


"Sayang" ucap Chloe sambil mengelus lengan sang suami.


"Aku sudah bilang kita tidak tahu dia siapa sayang dan jangan seenaknya percaya orang lain" ucap Xavier dengan suara dingin dan tegas.


"Ya aku tahu hubby tapi kita dengar dulu penjelasannya ya" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Ya tapi tidak dekat dengan ibu itu" ucap Xavier dengan tegas.


"Iya sayang"


Chloe lalu melihat mpok Risma dan tersenyum manis, mpok Risma yang melihat senyuman Chloe menjadi sedikit lega.


"Maaf bu tapi nama saya Chloe bukan Sintia mungkin ibu salah orang" ucap Chloe dengan lembut.


"Tidak wajah kamu benar-benar mirip dengan adik ipar mpok" ucap mpok Risma dengan sedih.


"Memangnya dimana adik ipar mpok" ucap Chloe.


"Dia sudah meninggal bersama dengan adik mpok 24 tahun yang lalu" ucap mpok Risma sambil berderai air mata.


"Maaf ya mpok saya tidak tahu" ucap Chloe dengan tidak enak hati.


"Iya tidak apa-apa tapi maaf kenapa kalian berdiri di depan rumah adik saya" ucap mpok Risma sambil mengelap air matanya.


Chloe seketika kaget karena tak menyangka jika ini adalah rumah adik mpok Risma yang artinya mpok Risma bisa saja adalah tantenya.


"Apa betul ini rumah adik mpok?" tanya Chloe.


"Iya betul"


"Ini adalah rumah daddy aku mpok" ucap Chloe.


"Apa" ucap mpok Risma dengan kaget.


Mpok Risma segera membuka pintu rumah milik adiknya dan masuk ke dalam. Selang 5 menit mpok Risma datang dengan membawa satu buah bingkai foto.


"Apa ini daddy kamu?" tanya mpok Risma dengan cepat.


Chloe melihat 2 orang dalam foto tersebut yang sangat dikenalinya yaitu sang daddy dan mommy. Ia lalu mengangguk kepala sebagai jawaban.


"Terima kasih ya Tuhan akhirnya aku bisa bertemu dengan keponakanku" ucap mpok Risma dengan senang.


Chloe yang mendengar perkataan mpok Risma lalu tersenyum bahagia. Dia juga tak menyangka akan bertemu dengan tantenya di desa ini.


Mpok Risma lalu mengajak Chloe dan lainnya untuk pergi ke rumahnya di samping rumah sang adik. Sampai disana ia lalu menceritakan asal mula daddy dan mommy Chloe bertemu dan jati diri mereka.


"Jadi daddy aku anak panti asuhan mpok" ucap Chloe.


"Daddy kamu sama mpok dibesarkan di panti asuhan yang sama, karena tak ada yang mengadopsi kami berdua lalu kami berdua sepakat menjadi saudara dan keluar dari panti asuhan" ucap mpok Risma.


"Lalu bagaimana dengan mommy aku mpok"


"Kalau mommy kamu mpok ngak tahu karena keduanya bertemu saat di Bandung dan saling jatuh cinta. Mpok tidak tahu apa mommy kamu masih memiliki keluarga atau tidak karena tidak pernah diberitahukan oleh daddy kamu"


"Apa mpok bisa ceritakan bagaimana kecelakaan kedua orang tuaku" ucap Chloe dengan penasaran.


"Waktu itu daddy sama mommy kamu hendak pergi ke Jakarta katanya ingin melahirkan disana, tapi bukannya dapat kabar bahagia dengan kelahiranmu tapi duka yang mpok dapat saat mobil ambulance datang membawa jenazah kedua orang tuamu" ucap mpok Risma dengan derai air mata.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe menangis mendengar cerita tentang kecelakaan kedua orang tuanya. Xavier merengkuh tubuh sang istri yang sedang bersedih untuk menguatkannya.


"Kenapa waktu itu aku tidak dibawa ke sini mpok?" tanya Chloe.


"Saat itu kata pihak rumah sakit keadaan kamu masih membutuhkan tenaga medis sehingga belum diperbolehkan pulang. 3 minggu kemudian saat mpok pergi ke rumah sakit kata pihak rumah sakit kamu sudah dirujuk ke rumah sakit di Perancis karena ada kelainan di tubuh kamu" ucap mpok Risma menjelaskam.


Mendengar hal tersebut Chloe langsung tahu kalau semua itu adalah perbuatan keluarga Rosemary. Chloe melihat foto kedua orang tuanya dengan perasaan sedih.


"Mpok siapa nama kedua orang tuaku" ucap Chloe.


"Nama daddy kamu Jonatan Leonard sedangkan mommy kamu Sintia Elisabeth Nidas" ucap mpok Risma.


Xavier yang mendengar nama belakang dari sang ibu mertua langsung melihat Albert. Albert mengangguk kepalanya tanda mengerti dengan isyarat dari sang bos.


~ Mansion Tua Rahardian ~


Hari ini semua keluarga Rahardian berkumpul di mansion tua Rahardian. Semua perhatian di mansion Rahardian tertuju pada celoteh dari baby Ares, Bima dan Riko saat ini sedang berebut untuk mengendong Ares.


"Kan tadi papa udah gendong Ares jadi sekarang giliran aku pa" ucap Riko dengan tegas.


"Tidak sekarang Ares tetap harus di gendong sama papa" ucap Bima tak kalah tegas.


"Ngak bisa pa sekarang itu giliran aku pa" ucap Riko.


Saat keduanya berebut untuk mengendong Ares, bayi tersebut seketika menangis tidak mau digendong oleh keduanya. Sean yang baru saja turun dari lantai dua karena menerima panggilan dari Dimas mengernyitkan keningnya.


"Kakek sama om Riko berebut mau gendong Ares ka" jawab Ria.


Sean lalu merebut Ares ditangan sang papa yang sedang menangis. Seketika bayi itu terdiam saat sudah berada di gendongan papanya, Riko dan Bima yang melihat hal tersebut pasrah untuk tidak mengendong Ares lagi.


"Mas kamu itu kenapa sih buat cucumu menangis aja" ucap Maya dengan kesal.


"Kan aku pengen gendong Ares juga sayang" ucap Riko.


"Tapi Aresnya ngak mau sama kamuloh mas" ucap Maya sambil cekikan.


"Cih! Itu karena ulah papa" ucap Riko dengan kesal.


Semua yang mendengar perkataan Riko hanya menggelengkan kepala mereka. Tak lama suara keributan terjadi di depan mansion Rahardian, Sean yang sedang ingin keluar berlalu memberikan sang anak kepada sang ibu.


Sean lalu keluar dan melihat saudara sepupunya sedang bertengkar dengan seorang perempuan yang sangat dikenalinya.


"Denis" ucap Sean dengan suara dingin.


Mendengar namanya di panggil Denis segera berbalik dan mendapati kakak sepupunya berdiri di depan pintu mansion, Sean menatap keduanya dengan tatapan tajam.


"Apa loe berdua ngak punya sopan santun!" bentak Sean dengan suara tinggi.


Seketika Riko dan Riki sang adik keluar untuk melihat keributan di depan mansion sang papa. Saat keduanya keluar mereka mendapati Sean, Denis, dan Queen sedang berdiri dengan suasana sangat mencekam.


"Ada apa ini" ucap Riko dengan suara tegas.


Ketiganya lalu mengedarkan pandangan pada Riko yang baru datang ditemani oleh Riki sang adik. Sean menatap papanya dengan santai berbeda dengan Denis dan Queen yang mendadak takut.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Denis" ucap Riko dengan tatapan tajam.


"Tanya perempuan ja***g ini om" ucap Denis sambil menunjuk Queen di depannya.


"Ngapain loe kesini" ucap Sean dengan suara dingin.


"Gue pengen ketemu sama anak gue dan kenapa kalian larang gue" ucap Queen dengan suara tinggi.


"Hahahahaha! Sejak kapan loe perhatian sama Ares! Hah" ucap Sean sambil tertawa seperti iblis.


Queen seketika menunduk karena takut dengan tatapan tajam dari Sean. Tubuhnya mulai gemetar saat mendengar suara dingin Sean, Sean lalu berjalan menuju Queen dengan aura membunuh.


Sampai di depan Queen ia menatap Queen dengan tatapan dingin. Queen yang berada di depannya tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat Sean.


"Sepertinya loe lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu" bisik Sean di telinga Queen.


Brugh..........


Seketika Queen ambruk di tanah mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu. Ia hari ini nekat datang ke mansion tua Rahardian saat melihat mobil Sean lewat di depannya di perempatan jalan.


Queen akui ia datang bukan untuk melihat anaknya tapi ia datang kesini untuk mendapat belas kasih dari keluarga Rahardian. Karena keadaan ekonomi ia sampai datang ke mansion tua Rahardian berharap dapat uang dari mantan suaminya.


"Apa loe baru aja ingat kalau loe itu punya anak. Sejak dia lahir apa sedikit aja loe beri dia kasih sayang sebagai seorang ibu!" bentak Sean dengan suara tinggi.


"Buat apa juga kamu ladeni manusia kayak gitu Sean" ucap Riki dengan tatapan mengejek.


"Usir aja dia ka ganggu aja acara keluarga kita!" bentak Denis dengan suara tinggi.


"Loe dengar sendiri kan kalau kehadiran loe ngak diterima disini jadi mending loe pergi sebelum gue yang turun tangan" ucap Sean dengan suara tinggi dan berlalu pergi.


"Apa kalian semua tidak punya hati dasar keluarga jahanam kalian" teriak Queen dengan emosi.


"Denis loe urus j****g itu sebelum gue yang turun tangan" ucap Sean dengan suara tinggi.


"Sip ka serahin dia ke gue" ucap Denis sambil tersenyum penuh arti.


Sean, Riko, dan Riki lalu berjalan masuk kembali tak menggubris perkataan Queen di luar sana. Denis yang mendapat perintah dari sepupunya segera menyuruh para pengawal untuk mengurus Queen.


"Tendang ja***g ini keluar dari mansion kakek dan jangan biarkan dia masuk kesini lagi" ucap Denis.


"Baik tuan muda"


"Awas kalian semua gue bakal balas perbuatan kalian" teriak Queen yang ditarik paksa oleh pengawal keluarga Rahardian.


Queen berontak ingin melepaskan diri tapi tidak bisa karena kekuatannya tak sebanding dengan para pengawal tersebut. Queen lalu dilempar ke jalan di depan mansion dengan kasar.


Queen berteriak dan mengumpat pada semua keluarga Rahardian dengan suara tinggi. Setelah puas memaki di depan mansion milik Bima Rahardian ia segera beranjak pergi.


Belum jauh dari mansion Rahardian ia lalu dihadang oleh sebuah mobil van hitam. Queen di bekap mulutnya dan dibius lalu dimasukkan ke dalam mobil van tersebut.


^^^"Sandera sudah ditangan kami bos" ucap salah satu orang dalam mobil van itu menghubungi bosnya lewat telpon.^^^


"Bagus bawa di ke tempat i**tu" ucap seseorang dengan tawa sinis dari seberang.


^^^"Oke bos"^^^


"Jangan lupa buang semua alat komunikasinya"


^^^"Dia tidak bawa barang apapun bos"^^^


"Good"


Mobil van itu lalu bergerak menuju ke arah pinggiran kota, di seberang sana orang yang baru mendapat telpon dari orang suruhannya tertawa dengan puas.


"Sebentar lagi gue bakal balas semua perbuatan loe bi**h" ucap Henki dengan penuh emosi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Bogor, Jawa Barat ~


Setelah puas bercerita dengan mpok Risma, Chloe lalu mengajak Xavier pergi ke rumah orang tuanya. Dia ditemani oleh mpok Risma dan Xavier, sampai disana Chloe masuk dan melihat keadaan rumah kedua orang tuanya.


Chloe melihat begitu banyak foto kedua orang tuanya yang di pajang di ruang tamu. Air mata Chloe tumpah melihat kenangan kedua orang tuanya.


"I miss both of you" (aku sangat merindukan kalian berdua) gumam Chloe dengan pelan.


Berbeda dengan Chloe yang sedang sedih, Xavier sedang menahan emosinya mendengar informasi yang disampaikan oleh Albert barusan.


Tatapan tajam matanya sangat menakutkan seakan siap ingin membunuh musuhnya saat ini. Albert yang berdiri di dekat sang bos menelan salivanya dengan susah.


"Perintahkan anak buah kita yang disana untuk memberinya hukuman biasa" ucap Xavier dengan aura membunuh.


"Siap bos"


"Buat dia jangan sampai kehilangan nyawanya tunggu sampai aku datang" ucap Xavier dengan emosi.


"Baik bos" ucap Albert dengan datar.


Albert segera menelpon anak buah mereka yang berada di California. Dia memberi perintah untuk memberi hukuman seperti biasa kepada mantan direktur pemasaran di Wesly Group.


"Semuanya sudah beres bos" ucap Albert.


"Siapkan mobil kita pergi sekarang!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


Chloe yang baru saja keluar dari kamar orang tuanya kaget melihat tatapan emosi di wajah suaminya. Chloe melihat Albert meminta jawaban tapi tidak direspon sama sekali.


"Kita pulang sekarang baby" ucap Xavier dengan suara tegas.


Ingin membantah tapi melihat tatapan tajam itu seketika ia urungkan niatnya. Chloe hanya mengangguk kepala mengikuti perintah sang suami.


Setelah pamit dan mengambil beberapa foto milik orang tuanya Chloe lalu pergi bersama sang suami kembali ke Bogor. Sepanjang jalan suasana di dalam mobil terasa sangat mencekam karena aura Xavier.


Chloe melirik Xavier dengan takut ingin bertanya tapi ia urungkan. Xavier tahu saat ini istrinya sedang meliriknya tapi ia abaikan.


Xavier lalu menarik Chloe masuk ke dalam pelukannya dan mencium keningnya lembut. Ia memeluk tubuh Chloe sambil mencium bau tubuh sang istri yang berbau mawar.


"Sampai hotel baru aku cerita sayang" bisik Xavier dengan suara lembut.


"Iya sayang" ucap Chloe sambil mengelus puncak kepala sang suami dengan lembut.


Chloe tahu saat ini suaminya sedang ada pikiran dan emosi. Ia akan menunggu sampai Xavier cerita tentang masalahnya dan memberi ruang kepada sang suami untuk berpikir lebih luas.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀