Heartless

Heartless
Episode 212



🌻Bahagia itu bukan mendapatkan apa yang kita sukai tapi belajar menyukai apa yang kita dapatkan🌻


.


.


.


.


Setelah puas memeluk sang istri Xavier lalu naik ke brankar istrinya. Beruntung brankar milik Chloe sangat besar dan cukup menampung dua orang dewasa.


Xavier terus memeluk sang istri dan menciumnya berulang kali karena senang istrinya sudah sadar. Chloe yang memeluk Xavier juga senang bisa berkumpul bersama keluarga kecilnya.


"Aku sangat bahagia kamu sudah sadar dari komamu baby" ucap Xavier sambil tersenyum bahagia.


"Berapa lama aku koma hubby?" tanya Chloe.


"2 minggu sayang dan itu cukup membuat aku stres karena tak bisa mendengar suaramu sayang"


"Maafkan aku yang terlalu lama meninggalkanmu sayang" ucap Chloe dengan sedih.


"Jangan bicara seperti itu sayang aku bersyukur kamu sudah sadar jangan mengingat kejadian yang sudah berlalu"


"Heemmmm"


Chloe memeluk tubuh Xavier dengan erat, tak lama Chloe ingat jika sebelum penembakan itu ia tengah mengandung buah hati mereka.


"Dimana anak kita sayang" ucap Chloe dengan wajah panik.


Xavier tersenyum bahagia dan mengarahkan pandangannya ke arah ranjang kecil di samping mereka. Chloe meneteskan air mata melihat bayi mungil itu sedang terlelap dalam box bayinya.


"Bayiku" ucap Chloe sambil menangis.


"Xander Leonart Wesly" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Itu" ucap Chloe dengan kaget.


"Nama anak kita sayang dan nama tengahnya aku gabung nama daddy kamu dan nama aku sayang"


"Terima kasih sayang kamu masih ingat dengan orang tuaku........hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.


"Jangan menangis sayang aku tidak mau ada air mata keluar dari mata indahmu"


"Ini air mata kebahagiaanku sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Well kalau begitu aku aku ijinkan kamu menangis untuk kali ini sayang" ucap Xavier dengan nada arogannya.


Chloe tertawa mendengar ucapan suaminya, ternyata sifat arogan suaminya tidak pernah bisa lepas dari pribadi seorang Xavier Arthur Wesly.


Malam itu keduanya tertidur dengan lelap menikmati kebahagian barusan. Baby Xander yang sedang tidur dalam boxnya juga ikut tersenyum akan kesembuhan sang mommy.


Di ruangan Kevin karena terharu ia segera berangkat menuju apartemen Albert. Malam ini ia akan tidur di sana karena tak mau tidur sendirian saja, meski apartemen mereka bersebelahan.


~ Blue Ocean apartment ~


Kevin tiba di lantai apartemennya yang satu lantai di bawah penthouse milik Xavier. Ia segera berlalu menuju apartemen Albert yang berada paling ujung.


Di dalam kamar Albert terus mengumpat orang yang terus saja menekan bel apartemennya. Baru saja ia akan tidur tapi sudah ada yang mengganggunya.


"Akan ku bunuh siapa saja yang datang" ucap Albert dengan suara dingin.


Albert bangun dan segera menuju ke pintu depan. Saat membuka pintu Kevin segera menyelonong masuk ke dalam dan hal tersebut sukses membuat Albert menjadi emosi.


"Kevin" ucap Albert dengan suara dingin.


"Hay dude tumben kamu belum tidur" ucap Kevin dengan santai sambil duduk di sofa.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bugh..........bugh.......


2 pukulan tepat di pipi dan perut Kevin saat itu juga. Kevin terjatuh di lantai meringis merasakan sakit di perutnya, ia tahu Albert saat ini sedang emosi karena kehadirannya.


"Hariku cukup sulit karena urusan pekerjaan di perusahaan dan baru saja aku ingin tidur ternyata ada pengganggu kecil" ucap Albert dengan suara tinggi.


"Urrgggghhh! Dude sakit sekali" ucap Kevin meringis sambil memegang perutnya.


Albert melihat Kevin dengan acuh tak perduli sedikit pun, melihat hal itu Kevin mengutuk dirinya yang ceroboh karena sudah membangunkan singa yang sedang tidur.


"Pergi ke apartemen sana jangan menggangguku" ucap Albert dengan suara dingin.


"Dasar kulkas berjalan" ucap Kevin dengan kesal.


Albert tak perduli dengan ucapan Kevin dan segera berlalu menuju ke lantai dua untuk tidur. Baru saja ia menjatuhkan tubuhnya di kasur pintu kamar dibuka dan Kevin masuk ke dalam.


"Apa kamu tuli Kevin;" bentak Albert dengan suara tinggi.


"Malam ini aku tidur disini" ucap Kevin dengan santai.


Kevin segera menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang Albert, melihat hal tersebut Albert membiarkan saja karena ia tahu Kevin tidak akan menuruti perkataannya saat ini.


"Apa kamu tahu hari ini aku sangat bahagia" ucap Kevin dengan senyum bahagia.


"Heeemmm"


Albert hanya bergumam karena lelah seharian tidak merespon ucapan Kevin. Melihat respon Albert yang dingin membuat Kevin sangat kesal tapi ia tidak ingin mendapat pukulan lagi.


"Nyonya barusan saja sadar" ucap Kevin sambil menutup mata.


Mata Albert seketika terbuka mendengar ucapan Kevin barusan. Ia bangun dan memaksa Kevin untuk segera bangun dan menceritakan maksud ucapannya barusan.


"Katakan sekali lagi apa nyonya sudah sadar" ucap Albert dengan suara tinggi.


"Ya tadi sebelum aku datang kesini"


"Bagaimana kondisi nyonya"


"Tubuh nyonya baik-baik saja dan tinggal menunggu pemulihannya saja" ucap Kevin dengan santai.


"Syukurlah" ucap Albert sambil tersenyum tipis.


Albert merasa lega sekaligus senang karena Chloe sudah sadar dari komanya. Tapi bukan itu yang menjadi alasan ia tersenyum karena dengan sadarnya Chloe berarti Xavier sudah masuk lagi ke perusahaan.


"Ayo kita panggil Tom" ucap Kevin.


"Jangan saat ini dia sedang mengurus orang yang ingin bermain di belakang bos di club bos" ucap Albert.


"Oh oke"


Kevin melihat Albert dengan bingung karena sedari tadi Albert senyum-senyum sendiri. Apa otaknya terbalik, batin Kevin dengan panik.


"Albert are you okay" (apa kamu baik-baik saja) ucap Kevin dengan panik.


"What do you mean" (apa maksud kamu) ucap Albert dengan bingung.


"Aku pikir kamu sudah gila karena dari tadi kamu senyum-senyum sendiri" ucap Kevin dengan wajah khawatir.


Bugh.........


Satu pukulan mendarat di kepala Kevin. Albert menatapnya dengan tatapan tajam karena mengatai dirinya sudah gila.


"Apa yang kamu lakukan kenapa memukulku" ucap Kevin dengan suara tinggi.


"Beraninya kamu mengataiku gila" ucap Albert dengan suara tinggi.


"Yah siapa suruh kamu senyum-senyum tidak jelas kalau bukan gila apa coba" ucap Kevin tak mau kalah.


"Tutup mulutmu berengsek sebelum aku jahit" ucap Albert dengan suara dingin.


"Ckk!! Dasar tukang pemarah" gumam Kevin dengan suara pelan.


Ia tak berani berbicara lagi karena takut ucapan Albert menjadi kenyataan. Albert bersandar di ranjang dan berpikir jika mulai besok kerjaannya akan berkurang.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kamu mikir apa" ucap Kevin.


"Nothing" ucap Albert dengan suara dingin.


Kevin diam tidak ingin bertanya lagi dan memilih tidur, karena besok ia tahu pasti hari yang cukup melelahkan untuk merawat Chloe serta mengecek kondisi tubuhnya pasca sadar dari koma.


"Apa keadaan nyonya sudah pulih" ucap Albert.


"Well besok nyonya harus menjalani beberapa pemeriksaan dulu dan mulai besok adalah hari yang sibuk" ucap Kevin membuang napas kasar.


"Apa maksudmu?" tanya Albert dengan penasaran.


"Nyonya harus menjalani beberapa pemeriksaan untuk mengetahui organ dalam tubuh nyonya, dan juga akan melakukan beberapa latihan untuk menguatkan otot-otot nyonya yang lemah" ucap Kevin menjelaskan sedetailnya.


"Jadi bos belum masuk kantor besok"


"Ya itu sudah pasti, apalagi bos muda tidak mau lepas dari bos hanya mau digendong oleh bos saja, jadi aku pastikan bos masih lama untuk kembali ke perusahaan"


Seketika tubuh Albert lemah mendengar ucapan Kevin, ia yang sudah sangat senang karena Chloe sudah sadar harus kecewa lagi.


Albert lalu ikut berbaring karena merasa penderitaannya belum berakhir di sini. Keduanya sama-sama menghela napas dengan kasar memikirkan hari esok yang akan lebih sibuk dari hari lainnya.


~ Wesly Group ~


Keesokan paginya Albert masuk dengan penampilan kusut dan kantung mata. Seperti dugaannya hari ini pekerjaannya lebih banyak dari kemarin.


Tak lama Thomas masuk ke dalam ruangannya dan kaget melihat penampilan Albert. Setahunya semalam Albert pulang lebih dulu dan tidak melakukan apa-apa tapi kenapa ia seperti orang yang tidak tidur.


"Kamu kenapa" ucap Thomas dengan bingung.


Albert hanya menunjukan berkas yang diatas meja dengan tatapan matanya. Thomas tertawa melihat tumpukan tinggi berkas di depan Albert, tak lama sekertaris Xavier masuk dan membawa setumpuk tinggi berkas lagi.


"Well sepertinya hari ini kamu akan lembur lagi dude" ucap Thomas sambil tertawa.


"Nyonya sudah sadar" ucap Albert.


"Apa kapan kenapa tidak ada yang memberitahuku" ucap Thomas dengan kaget.


"Semalam Kevin datang ke apartemenku dan memberitahuku"


"Wait kenapa Kevin datang ke apartemenmu dan tidak menghubungimu saja" ucap Thomas dengan bingung.


"Dia tidur di apartemenku semalam"


"Apa kenapa kalian tidak mengajakku" ucap Thomas dengan suara tinggi dan kesal.


"Bukannya semalam kamu mengurus si berengsek itu di club bos" ucap Albert dengan suara dingin.


"Hehehe! Aku lupa" ucap Thomas dengan cengesan.


Keduanya lalu sepakat akan pergi menemui bos saat jam makan siang. Karena pagi ini Thomas akan mewakili Albert menghadiri rapat bersama dengan mitra bisnis mereka.


~ Wesly Hospital ~


Pagi ini suasana di dalam kamar nginap Chloe sangat ribut dari biasanya. Baby Xander sedari bangun terus saja ingin digendong oleh Chloe tidak mau lepas sedikit pun.


"Jagoan daddy sama daddy ya soalnya mommy harus diperiksa dulu" ucap Xavier membujuk anaknya.


Saat di gendong Xander langsung menangis dengan kencang, terpaksa Chloe harus kembali mengendong anaknya. Chloe mengendong Xander dengan hati-hati karena baru pertama kali.


"Sayang sama daddy dulu ya mommy harus melakukan pemeriksaan biar cepat pulih biar nanti bisa bermain dengan kamu nak" ucap Chloe dengan lembut.


Baby Xander melihat sang mommy dengan tatapan lucu. Chloe tersenyum dan mencium anaknya sampai bayi itu tertawa dengan suara bayinya.


"Sayang coba kamu gendong lagi Xander" ucap Chloe.


Saat mengendong Xander bayi itu tidak lagi menangis seperti tadi. Semuanya menghela napas dengan lega saat melihat Xander tak rewel lagi saat Chloe memberikan anaknya kepada Xavier.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe lalu di bantu para suster duduk di kursi roda karena ia belum kuat untuk berjalan. Pemeriksaan demi pemeriksaan di lakukan oleh Chloe dan ia sangat senang tidak ada hal yang berbahaya untuk tubuhnya.


"Berarti nyonya hanya perlu mengikuti latihan untuk menguatkan otot-otot nyonya saja" ucap Kevin.


"Apa tidak berbahaya untuk seorang ibu yang baru saja melahirkan Kevin" ucap Chloe.


"Tidak nyonya kata dokter Sarah luka bekas operasi nyonya sudah kering jadi tidak masalah"


"Baiklah kapan mulai latihannya"


"Hari ini juga nyonya"


Chloe lalu di dampingi Kevin menuju ke ruangan latihan otot di lantai 3. Tiba disana Chloe lalu di latih oleh seorang pelatih perempuan sesuai anjuran Kevin.


Selama 2 jam Chloe menjalani latihan itu dan ia bertekad untuk cepat pulih agar bisa keluar dari rumah sakit. Di ruangan Chloe saat ini Xavier sedang memantau sahamnya di iPad.


Baby Xander tetap berada di gendongan Xavier, bayi itu sangat tenang dan tidak menangis sedikit pun. Tak lama Chloe masuk dan tersenyum melihat kedua orang yang sangat dicintainya.


"Apa nyonya mau mandi" ucap pak Max.


"Iya pak Max tolong disiapkan airnya"


"Baik nyonya"


Xavier mengangkat matanya dan melihat sang istri sudah kembali. Ia lalu bangun sambil mengendong Xander dengan hati-hati menuju sang istri.


"Bagaimana hasilnya sayang" ucap Xavier dengan lembut.


"Semuanya baik tidak ada masalah apapun sayang"


"Baguslah"


"Aku tadi sudah mulai mengikuti latihan otot sayang"


"Apa tidak berpengaruh pada jahitanmu sayang" ucap Xavier dengan khawatir.


"Tidak apa-apa sayang kata dokter Sarah bekas jahitan operasiku sudah kering jadi tidak ada masalah dan mungkin sesekali akan terasa nyeri saja hubby"


"Kenapa tidak menunggu lukamu pulih baru ikut pelatihan itu saja sayang" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Sayang aku sudah bosan berada di sini dan lagi aku ingin kembali ke mansion dan merawat anak kita serta suamiku sayang"


Xavier tersenyum mendengar ucapan sang istri, ia sudah tidak bisa berdebat jika Chloe sudah mengeluarkan suara. Chloe tersenyum ternyata apa yang di bilang sang daddy betul jika api tidak akan pernah bisa menang melawan api.


Xavier lalu menyuruh para pelayan yang dibawa oleh pak Max dari mansion membantu istrinya untuk mandi. Ia sendiri duduk dan kembali melakukan pekerjaannya yang tertunda.


Baby Xander tidak menangis sedari tadi dan merasa sangat nyaman di gendongan sang daddy. Bayi itu sesekali mengeluarkan celotehnya meminta perhatian sang daddy.


Tepat jam makan siang Albert dan Thomas sudah tiba di rumah sakit wesly. Saat masuk ke dalam Chloe kaget melihat wajah Albert yang terdapat kantung mata dan sangat hitam seperti mata panda.


"Halo nyonya selamat sudah sadar dari koma" ucap Albert dengan nada dingin.


"Terima kasih Albert tapi kenapa dengan wajahmu" ucap Chloe dengan bingung.


"Baby" ucap Xavier dengan nada tidak suka.


Chloe tersenyum kikuk mendengar suara suaminya. Ia sangat tahu jika Xavier tidak suka ia memikirkan laki-laki lain selain dirinya dan mungkin juga anaknya.


Baby Xander juga menatap Albert dengan tatapan bayinya seakan memberitahu untuk menjauh dari sang mommy. Albert sempat melihat tatapan mata bos mudanya dan ia tersenyum jika sang anak memiliki sifat seperti daddynya.


"Sepertinya bos cilik mulai menunjukan sifat bossy" gumam Albert dengan suara pelan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert dan Thomas lalu memberikan berkas perusahaan yang harus ditanda tangani oleh Xavier. Xavier menerima berkas itu dan mulai menandatanganinya tapi sebelum itu ia membaca terlebih dahulu.


"Tolak kerja sama apapun dengan keluarga berengsek itu" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Albert tak kalah dingin.


Chloe melihat suaminya menatap berkas di tangannya dengan tatapan emosi. Ia tahu jika saat ini suasana hati sang suami tidak sedang baik.


"Sayang berikan Xander padaku" ucap Chloe dengan lembut.


"Heeemmmm"


Xavier lalu memberikan Xander kepada Chloe untuk digendong. Chloe mengendong Xander sambil berceloteh dengan sang anak.


Tak lama Xander mulai mengantuk dan tertidur di gendongan sang mommy. Xavier yang melihat hal tersebut tersenyum dengan manis melihat dua orang yang paling dicintainya.


"Bos kapan bos kembali ke perusahaan" ucap Albert.


Xavier menatap Albert dengan alis terangkat karena bingung dengan pertanyaan Albert. Albert menatap sang bos dengan tatapan lemah memberitahu jika ia sangat capek.


"Siapkan semuanya lusa aku akan kembali masuk" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos" ucap Albert dengan senang.


Xavier tahu jika yang paling menderita karena ia tidak masuk kantor adalah Albert. Semua urusan perusahaan utama dan cabangnya di urus oleh Albert, belum lagi dengan urusan markas dan hotel serta resort miliknya di beberapa negera.


Sepertinya saat Chloe keluar dari rumah sakit aku harus segera mengurus pernikahan keduanya, batin Xavier.


Saat melihat Albert dan Thomas sudah pergi, Chloe menatap tajam suaminya meminta semua penjelasan saat dirinya koma sampai saat ini.


"Ceritakan semuanya tidak ada yang boleh terlewati sayang" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Heeemmm! Aku tahu cepat atau lambat kamu pasti meminta penjelasan sayang"


"Jadi bisa dimulai hubby"


"Aku dan Albert sudah membalas semua dendam keluarga kita dan keluarganya sayang" ucap Xavier dengan suara dingin.


Chloe kaget mendengar ucapan suaminya dan ia tahu jika saat koma sudah terjadi hal besar.


Apa yang sebenarnya terjadi, batin Chloe dengan penasaran.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀