Heartless

Heartless
Episode 124



🌻Berjalanlah bukan berlari karena hidup bukan tentang pelarian tapi perjalanan🌻


.


.


.


.


Sean pulang ke mansion tepat pukul 20:00, saat masuk ke dalam bi Lastri yang membukakan pintu buat Sean langsung kaget melihat baju Sean yang penuh da**h dan wajahnya yang banyak memar.


"Tuan apa yang terjadi" pekik bi Lastri dengan kencang.


"Siapkan kompres dan obat bawa ke kamar gue bi" ucap Sean dengan datar.


"Baik tuan" ucap bi Lastri sambil berlalu menuju dapur.


Sean berlalu pergi menuju kamarnya tapi langkahnya terhenti saat melihat Queen yang sedang terlelap di sofa. Ada amarah begitu besar saat ia menatap wajah Queen tapi seketika pandangannya menghangat melihat perut buncit Queen.


"Papa akan selalu menyayangi kamu nak" gumam Sean sambil tersenyum hangat.


Bi Lastri yang mendengar perkataan Sean terkejut karena baru kali ini Sean berbicara dengan suara yang lembut dan penuh kasih sayang.


"Bibi tahu tuan orang yang baik tapi hanya sifat tuan saja yang menjadikan diri tuan menjadi pribadi yang kasar dan dingin" ucap bi Lastri pelan.


Sean mengelus perut Queen dengan sangat perlahan dan mencium perutnya dengan lembut. Merasa ada yang mengelus perutnya seketika mata Queen terbuka.


"Mas"


"Heeemmm" deham Sean yang sudah kembali ekspresi dinginnya.


"Mas su...." ucapan Queen terpotong saat melihat penampilan Sean yang kacau.


Da**h di kemeja putihnya dan mukanya yang penuh memar. Belum sampai mengucapkan satu kata pun Queen sudah berlari ke kamar mandi.


Hoeek.......hoeekk......hoeekkk......


Queen memuntahkan semua isi dalam perutnya saat mencium bau da**h dari tubuh Sean. Sean yang khawatir dengan kandungan Queen segera menyusul Queen ke kamar mandi dekat dapur.


"Loe ngak apa-apa?" tanya Sean dengan khawatir.


"Aku" Queen kembali memuntahkan cairan bening dari mulutnya.


"Aku panggilkan dokter"


"Mas pergi bau d***h di kemeja mas buat aku mual" ucap Queen sambil membersihkan muntahan di mulutnya.


"Bi Lastri" teriak Sean.


"Iya tuan" ucap bi Lastri.


"Lihat keadaan dia jika ada sesuatu hubungi dokter" ucap Sean dengan perintah tegas.


"Baik tuan"


Sean segera berlalu menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya. Dia tak ingin anak dalam kandungan Queen kenapa-napa, meski Sean orang yang dingin dan kasar tapi ia sudah belajar banyak tentang ibu hamil dan apa saja yang akan dialami oleh ibu hamil saat mengandung.


Saat dalam kamar mandi Sean terus mengingat pertemuannya dengan Chloe tadi siang. Tatapan mata Sean sangat tajam dan ia berpikir apa yang selama ini terjadi sampai Chloe berubah.


"Apa karena disiksa oleh keluarga Rosemary waktu itu" ucap Sean dengan bingung.


Sean terus memikirkan berbagai macam kemungkinan yang membuat diri Chloe berubah seperti itu. Queen yang melihat kotak obat di atas meja makan segera membawanya ke kamar Sean setelah ia sudah lebih baik.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Xavier ~


Setelah makan malam bersama Thomas dan Kevin keduanya langsung bergegas pulang ke apartemen masing-masing. Chloe yang belum mengantuk berjalan menuju kolam ikan di samping mansion.


Ia mengingat pertemuan dengan seorang ibu-ibu yang sangat ia kenali. Ibu itu adalah Sarah Roswel ibu dari Sinta Roswel, mantan sahabatnya dulu waktu SMA.


Flashback on#


Setelah pulang kantor Chloe menyuruh Thomas untuk singgah ke supermarket karena ia ingin membeli kebutuhan perempuan dan beberapa cemilan.


Saat turun dari mobil Chloe meminta Thomas dan Kevin untuk menunggunya di mobil saja. Awalnya keduanya tidak mau tetapi Chloe memaksa karena dirinya ingin membeli kebutuhan perempuan dan itu akan sangat membuatnya malu.


Jika Thomas dan Kevin mengikutinya dan melihat ia membeli apa. Setelah perdebatan panjang akhirnya Chloe memenangkan perdebatan itu dan segera masuk ke dalam supermarket.


"Mike ikuti nyonya dari jauh" ucap Thomas lewat earpiece.


"Baik bos" ucap Mike.


Mike dan salah satu anak buahnya masuk mengikuti Chloe dari jauh berjaga agar nyonya mereka tidak kenapa-napa. Chloe yang tidak mengetahui jika dirinya sedang diikuti oleh pengawal berjalan dengan santai.


Setelah mendapat apa yang ia butuhkan Chloe segera mengambil beberapa snack di rak makanan ringan. Tak lupa dirinya membeli 3 kotak buah stroberi.


"Udah lengkap semua" gumam Chloe dengan senang.


Saat hendak berjalan ke kasir tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya memanggil namanya.


"Chloe apakah itu kamu" ucap Sarah dengan wajah berbinar.


"Uhmmm! Tante" ucap Chloe dengan kaget melihat Sarah di depannya.


Dia tidak sangka jika ia akan bertemu dengan ibu dari mantan sahabatnya yang paling ia benci. Chloe berdiri dengan kikuk saat Sarah memeluk dirinya.


"Akhirnya tante menemukanmu" ucap Sarah dengan derai air mata.


"Maaf tante tapi saya sedang buru-buru" ucap Chloe yang sudah mulai risih dilihat beberapa pengunjung.


"Uhmm! Maaf tante terlalu senang karena sudah bertemu dengan kamu sayang"


"Heemmm! Kalau begitu saya permisi tante" ucap Chloe dengan wajah datar.


"Tunggu sayang apa kita bisa mengobrol sebentar" ucap Sarah dengan memohon.


"Maaf tante saya ngak punya waktu" ucap Chloe menolak dengan sopan.


"Tante ingin membicarakan sesuatu tentang Sinta"


"Maaf tante tapi saya ngak kenal dengan yang namanya Sinta karena dia itu sudah menjadi mantan sahabat saya" ucap Chloe dengan sinis.


Sarah kaget mendengar nada bicara Chloe yang berubah menjadi sinis saat mengatakan tentang anaknya.


Apa yang sudah kamu perbuat kepada sahabatmu nak, batin Sarah.


Chloe segera pergi dari sana tapi seketika ia menghentikan langkahnya saat mendengar Sarah mengucapkan sesuatu.


"*Tante tunggu kamu besok jam 08:00 pagi di cafe Mix ada sesuatu yang harus tante kasih tahu ke kamu sayang, tante mohon*"


Chloe kembali berjalan tidak memperdulikan ucapan tante Sarah. Ia sudah tidak mau memikirkan tentang Sinta lagi.


Flashback off#


Chloe menarik napasnya dalam memikirkan apakah dia harus pergi atau tidak. Ia sangat bingung saat ini karena di satu sisi Chloe sudah tak mau perduli lagi dengan Sinta tapi di lain sisi ia sangat penasaran.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Arrghhhhhhh..........pusing gue" teriak Chloe dengan kesal.


Pak Max sendiri bingung dengan tingkah Chloe. Ia yang diminta Xavier untuk merekam semua kegiatan Chloe di mansion segera mengirimkan video Chloe saat berteriak barusan.


~ Tokyo, Jepang ~


Xavier yang baru pulang dari meeting bersama kliennya di salah satu restoran mewah di Jepang segera membersihkan tubuhnya. Saat keluar ia mengambil hp di atas meja sambil mengeringkan rambutnya.


Xavier berjalan ke arah balkon kamar sambil memegang gelas berisi anggur. Xavier terkejut melihat video yang dikirimkan oleh pak Max barusan.


"Kenapa dengan Chloe apa ada masalah yang mengganggunya" ucap Xavier dengan bingung.


Xavier langsung menelpon pak Max karena penasaran. Pada dering pertama pak Max langsung mengangkat panggilannya.


"Halo selamat malam tuan"


^^^"Ada apa dengan istriku" ucap Xavier langsung ke inti.^^^


"Tadi setelah makan malam nyonya hanya berdiri di kolam ikan seperti memikirkan sesuatu tuan"


^^^"Apa yang dia pikirkan" ucap Xavier dengan tegas.^^^


"Maaf tuan saya tidak tahu"


^^^"Heeeemm! Apa yang dilakukannya sekarang"^^^


"Nyonya sedang memainkan piano tuan"


Xavier seketika mengalihkan panggilannya menjadi panggilan video. Ia menyuruh pak Max menunjukan kamera ke arah Chloe saat ini.


Chloe yang sedang membelakangi pak Max tidak tahu jika dirinya saat ini sedang direkam. Xavier kaget saat mendengar suara dentingan piano yang indah.


"Pak Max ambil dari arah samping" ucap Xavier dengan arogan.


"Baik tuan"


Pak Max segera berjalan ke arah samping di ruang keluarga tidak terlalu jauh dari tempat Chloe. Chloe memainkan piano dengan lincah lalu menyanyikan lagu westlife yang berjudul flying without wings.


Suara merdu Chloe bergema di dalam mansion, para pelayan semuanya kagum mendengar suara Chloe yang sangat merdu. Bahkan Xavier sampai terkejut mendengar suara sang istri yang sangat merdu.


Lirik demi lirik dinyanyikan Chloe dengan penuh penghayatan. Xavier terpesona seketika dengan suara indah dan merdu sang istri bahkan suaranya lebih bagus dari penyanyi di luar sana.


Selesai menyanyi tepuk tangan para pelayan langsung menyambut Chloe. Chloe sendiri kaget saat menengok ke belakang semua pelayan sedang bertepuk tangan melihat dirinya.


"Sejak kapan kalian disitu" ucap Chloe dengan wajah merah padam menahan malu.


Pak Max langsung berdeham dan para pelayan segera membubarkan diri dari sana. Pak Max segera memberikan hpnya kepada Chloe karena tuannya ingin berbicara.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat melihat wajah tampan suaminya di layar kaca pak Max hati Chloe langsung berbunga-bunga karena senang.


^^^"Sayang" ucap Chloe dengan gembira.^^^


"Ambil hpmu sayang aku ingin melihat wajah istriku"


^^^"Heemmm"^^^


Xavier terkekeh geli melihat tingkah sang istri yang seperti anak kecil. Dirinya segera mewanti-wanti pak Max agar tidak boleh ada seorang pun yang memandang Chloe lebih dari 3 detik .


^^^"Sayang" ucap Chloe dengan lembut.^^^


"*I miss you *baby**"


^^^"I miss you too honey**"^^^


"Aku baru tahu istriku memliki suara yang sangat merdu"


^^^"Hehehe! Itu karena suamiku tidak pernah melihat aku bernyanyi"^^^


"*Apa sayang pernah menyanyikan lagu untuk seseorang*"


^^^"Pernah sayang"^^^


"Siapa?" tanya Xavier dengan rahang mengeras.


^^^"Jeni dan Mira baby"^^^


"Maksud aku untuk laki-laki sayang?" tanya Xavier dengan suara serak.


Seketika Chloe mendapat ide untuk mengerjai suaminya karena ia tahu saat ini suaminya sudah mulai cemburu.


^^^"Laki-laki itu tinggi, ganteng, badannya hot apalagi perutnya itu sayang kayak roti sobek baby dan bahkan roti sobeknya itu ada 8 honey" ucap Chloe dengan menggebu-gebu.^^^


Muka Xavier sudah merah padam menahan emosinya saat mendengar Chloe memuji laki-laki lain di hadapannya. Amarahnya memuncak ingin membunuh laki-laki yang sudah membuat istrinya mengingat dengan jelas muka dan tubuhnya.


"Who is he?" (siapa dia?) tanya Xavier dengan geram.


^^^"Kamu tidak kenal sayang" ucap Chloe santai meski saat ini ia sedang gugup.^^^


"I will kill him when i know who is he?" (aku akan membunuhnya saat tahu dia siapa) ucap Xavier dengan suara dingin dan tatapan membunuh.


^^^"Apa kamu yakin akan membunuhnya sayang?" tanya Chloe heran.^^^


"Yes i will, so tell me what is his name" (ya aku akan melakukannya, jadi katakan siapa namanya) ucap Xavier dengan aura membunuh.


^^^"Heemmm! Baiklah jika itu mau suamiku namanya adalah Xavier Arthur Wesly" ucap Chloe dengan santai.^^^


Xavier seketika terkejut karena ia sudah cemburu dengan dirinya sendiri. Ia pikir ada orang lain yang sudah pernah mendengar suara indah Chloe tapi ternyata itu adalah dirinya sendiri.


"Baby" ucap Xavier dengan wajah penuh senyuman.


^^^"Kenapa sayang bukannya tadi kamu mau membunuh laki-laki itu"^^^


"Hahahaha! Aku hanya bercanda sayang mana mungkin aku membunuh diriku sendiri"


^^^"Tapi kamu bilang akan membunuh laki-laki itu sayang"^^^


"Ya, itu kalau laki-laki lain bukan aku tapi lain halnya jika itu diriku baby" ucap Xavier dengan santai.


^^^"Heemmm! Sayang ada yang mau aku ceritain ke kamu baby"^^^


"Apa sayang"


Chloe kemudian menceritakan pertemuannya dengan ibu Sinta di supermarket tadi saat pulang kantor. Ia juga menjelaskan kenapa ia pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan pribadinya.


"Heemmmm" deham Xavier setelah mendengar cerita Chloe.


^^^"Jadi bagaimana sayang?" tanya Chloe.^^^


"Pergi saja temui ia besok pagi mungkin ada sesuatu yang penting baby, tapi ingat bawa Thomas dan Kevin" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


^^^"Baiklah sayang"^^^


"Iya istriku tercinta"


^^^"Sayang aku sudah ngantuk"^^^


"Tidurlah baby aku masih harus selesaikan pekerjaanku dulu"


^^^"Jangan sampai bergadang hubby ingat jaga kesehatanmu"^^^


"Iya sayang"


^^^"Jangan matikan sampai aku terlelap baby"^^^


"Iya baby love you my wife"


^^^"Love you too hubby"^^^


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier melanjutkan pekerjaannya yang tertunda saat tadi siang. Ia sangat senang karena ternyata dirinya yang menjadi laki-laki pertama saat mendengar suara merdu sang istri.


Xavier mengingat kapan Chloe pernah bernyanyi untuknya saat itu, ia kaget karena waktu itu tepat ulang tahunnya dan waktu itu ia juga tidak terlalu mendengar karena sangat terharu akan kejutan dari Chloe.


"Aku sangat mencintaimu baby" ucap Xavier sambil tersenyum hangat melihat wajah sang istri.


~ Mansion Nugroho ~


Kenan dan kedua saudara kembarnya kaget setelah melihat postingan Chloe di instagramnya tadi siang.


"Ka ternyata ka Chloe udah kembali ke sini" ucap Dio dengan wajah penuh senyuman.


"Iya benar tapi dimana dirinya sekarang" ucap Kenan.


"Kirim pesan ke kak Chloe aja kak tanya ka Chloe dimana" ucap Doni.


"Pintar juga loe" ucap Kenan.


"Doni gituloh" ucap Doni dengan memukul dadanya bangga.


"Cih! Pamer" ucap Dio.


"Biarin syirik aja loe" ucap Doni dengan kesal.


Keduanya seketika sudah seperti tikus dan kucing yang berebut makanan, Kenan sendiri tidak memperdulikan kedua saudaranya malah sibuk mengirim pesan ke Chloe.


Tanpa mereka sedari ternyata semua pesan yang masuk ke Chloe juga masuk ke hp Xavier karena Xavier sudah menyadap hp dan akun sosial milik sang istri.


"Kenan Nugroho" ucap Xavier yang membaca nama id di direct massage Chloe.


Hari berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah pagi. Chloe bangun lalu melihat hpnya ada pesan selamat pagi dari suaminya.


MyHubby❀


"Good morning too my hubby"


"Ingat jangan lupa makan dan jaga kesehatan selama disana sayang dan jangan melirik perempuan lain😠😈"


"Love you baby😘❀"


Setelah mengirim pesan Chloe segera bersiap untuk bertemu dengan ibu Sinta baru ia berangkat ke kantor. Selesai bersiap ternyata Thomas dan kevin sudah berada di bawah.


"Selamat pagi nyonya" ucap Thomas dan Kevin serentak.


"Selamat pagi juga" balas Chloe dengan senyum manis.


Chloe merasa aneh melihat para pelayan yang menundukkan kepala saat bertemu dengannya.


Tidak seperti biasanya apa ada sesuatu yang salah, batin Chloe.


"Thomas nanti kita singgah ke cafe mix** sebelum ke kantor"


"Memang ada apa di cafe mix?" tanya Thomas.


"Kita akan bertemu seseorang"


"Cewek atau cowok nyonya?" tanya Thomas dengan cepat.


"Cewek"


"Ah! Syukurlah"


"Memangnya kenapa apa ada yang salah?" tanya Chloe bingung.


"Oh tidak apa-apa kita hanya berjaga-jaga saja nyonya jika itu cowok maka akan ada badai dari bos" jawab Thomas sambil cekikan.


"Ya kamu benar tapi tenang saja ini perintah Xavier kok"


"Baguslah kalau begitu nyonya"


"Heeemmmm"


Selesai sarapan ketiganya langsung bergegas menuju cafe mix karena sudah mau jam 08:00. Tepat jam 08:10 Chloe dan lainnya sudah sampai di cafe mix.


Thomas menyuruh Mike untuk berjaga di sekitar cafe sedangkan dirinya dan Kevin akan mengikuti Chloe ke dalam. Saat pintu dibuka Chloe mengedarkan pandangannya mencari tante Sarah.


Sarah ternyata sudah datang lebih dahulu dan duduk di paling pojok cafe di dekat jendela. Chloe menyuruh Thomas dan Kevin untuk duduk di belakangnya.


"Selamat pagi tante maaf saya terlambat" ucap Chloe sambil duduk berhadapan dengan tante Sarah.


"Oh ngak apa-apa tante juga baru datang kok"


"Langsung saja tante apa yang mau tante bicarakan" ucap Chloe dengan wajah datar.


Sarah lalu mengambil sebuah surat dari dalam tasnya dan memberikannya ke Chloe. Chloe bingung dengan surat yang diberikan oleh tante Sarah dimana didepan surat itu tertulis untuk Chloe.


"Ini surat dari Sinta untuk kamu sebelum dia pergi.......hiks hiks" ucap Sarah sambil menangis.


"Maksud tante?" tanya Chloe bingung.


"Sin...ta.......hiks hiks sudah meninggal dunia.......hiks hiks hiks" ucap Sarah sambil menangis sesegukan.


Chloe yang mendengar hal itu kaget bukan main, ia tak menyangka jika ternyata Sinta sudah meninggal dunia. Orang yang dulu ia anggap sahabat tapi malah menikamnya dari belakang sudah tidak berada di dunia ini lagi.


"Kapan tante" ucap Chloe dengan sedih.


"2 tahun yang lalu"


Chloe kaget karena Sinta sudah lama meninggal dan ia baru mengetahui hal itu hari ini. Air mata Chloe jatuh mengingat kenangan bersama Sinta dulu.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀