
π»Selama kamu masih bernapas hingga detik ini jangan pernah lupa akan penciptamu dan bersyukurlah dalam segala halπ»
.
.
.
.
Suasana dalam ruangan saat ini sangat mencekam. Aura permusuhan sangat terlihat jelas di wajah tua Laura yang masih terlihat cantik di usianya saat ini.
"Apa kamu sudah beralih profesi menjadi pengganggu rumah tangga orang" ucap Laura dengan sinis.
"Hahahahaha! Apa anda memiliki bukti jika saya menganggu rumah tangga orang nyonya Rosemary?" tanya Chloe dengan suara dingin sambil tertawa sinis.
"Dasar anak pembunuh" teriak Laura dengan suara nyaring.
Tatapan mata Chloe seketika berubah menjadi sangat tajam. Aura di dalam ruangan langsung berubah menjadi sangat mencekam.
"Tutup mulutmu wanita tua!" bentak Chloe dengan suara tinggi.
Semuanya kaget mendengar suara Chloe yang seketika berubah menjadi sangat dingin dan mengintimidasi. Laura dan Sean terkejut melihat perubahan Chloe yang sangat berubah drastis dari dulu.
"Chloe" gumam Sean dengan pelan.
Laura yang mendengar menantunya mengucapkan nama Chloe menjadi sangat emosi. Ia berbalik menatap Chloe dengan tatapan sinis dan mencemooh.
"Memang benarkan kalau kamu itu anak seorang pembunuh" desis Laura.
"Apa anda lupa jika kedua orang tuaku juga meninggal dalam kecelakaan tersebut. Bahkan meninggalkan putri mereka satu-satunya lahir ke dunia tanpa kehadiran keduanya" ucap Chloe dengan suara tinggi.
"Itu setimpal dengan perbuatan mereka" ucap Laura dengan emosi.
"Jika anda berkata seperti itu berarti memang setimpal nyonya Laura karena kita sama-sama kehilangan orang yang kita cintai jadi apa anda sudah puas" ucap Chloe dengan aura membunuh.
"Sangat puas, tapi aku akan puas jika anak mereka juga ikut menderita"
Hahahaha..........
Seketika tawa Chloe pecah, Laura yang melihat hal itu menjadi emosi karena Chloe tidak terpengaruh dengan ucapannya saat ini.
"Apa anda lupa jika semua milikku sudah anda rebut 5 tahun yang lalu bahkan aku harus keluar dari **mansion anda dengan penuh luka dan tubuh berdarah"
"Apa maksudmu Chloe?" tanya Sean dengan cepat.
"Tanyakan saja pada ibu mertuamu tuan Sean" jawab Chloe dengan cemooh.
"Itu memang pantas kamu dapatkan ja***g karena selama ini kamu sudah menumpang gratis di rumahku jadi sudah seharusnya kamu bayar semua itu" ucap Laura dengan sinis.
"Maksud anda dengan mencuri hasil jerih payah saya nyonya Laura, bahkan selama di mansion saya diperlakukan layaknya pembantu oleh anda dan keluarga anda bahkan pelayan di mansion anda hidupnya lebih baik dari saya waktu itu" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Itu pantas kamu dapatkan anak pembunuh"
"Hahahahaha! Tunggu pembalasanku nyonya Laura aku akan mengambil semua yang kamu curi dariku" ucap Chloe dengan suara tinggi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe segera berlalu dari sana meninggalkan Laura dan Sean yang masih berdiri sana. Saat tiba di depan pintu Chloe berbalik menatap tajam Laura dengan tatapan membunuh.
"Asal anda tahu nyonya saya bukan seorang pelakor jadi perhatikan ucapan anda sebelum saya robek mulut manis anda" ucap Chloe dengan sinis.
Laura mengepal tangannya mendengar perkataan Chloe barusan. Ia berteriak kencang sambil memaki Chloe dengan sangat emosi.
"Apa benar yang dikatakan Chloe mommy?" tanya Sean dengan suara dingin.
Laura seketika menoleh ke Sean dan mendadak takut melihat tatapan Sean yang sangat mengerikan. Ia berdiri dengan kaku tidak bisa melakukan apapun seakan kedua kakinya di beri lem.
"Ya semua...nya be..n..ar" ucap Laura dengan gugup.
"Aku tidak menyangka mempunyai mertua materialistis seperti anda" ucap Sean dengan suara dingin.
"Itu balasan untuk anak pembunuh seperti dia" ucap Laura dengan santai.
Sean mengepal tangannya menahan emosi mendengar perkataan Laura. Ia menahan diri untuk tidak bertindak kasar mengingat orang di depannya adalah mertuanya.
Laura segera berlalu pergi meninggalkan Sean di dalam sana. Laura tidak bisa bertahan dengan Sean saat ini karena aura Sean yang sangat mengintimidasi membuatnya takut.
Selepas kepergian Laura seketika Sean membanting meja berisi makanan di atas sana. Dimas yang masuk ke dalam ruangan tersebut kaget melihat amukan tuannya saat ini.
"Sepertinya ada yang sudah menganggu tuan" gumam Dimas pelan.
Di dalam mobil Chloe suasana terasa sangat mencekam. Ketiganya tidak ada yang berkata apapun, Kevin melirik Thomas sambil memberi isyarat lewat matanya tapi hanya diacuhkan oleh Thomas.
Keduanya memang tidak mengerti apa yang terjadi di dalam sana kerena tidak mengerti dengan bahasa yang diucapkan oleh Laura dan nyonya mereka.
Thomas melirik Chloe yang duduk di kursi belakang hanya menampilkan raut wajah yang sulit ditebak. Chloe sendiri saat ini pikirannya sangat kacau dan hatinya sangat sakit di bilang anak pembunuh.
Ngak puaskah kalian menyakiti gue selama gue masih tinggal di mansion kalian bahkan gue diperlakukan lebih rendah dari pada pelayan, batin Chloe dengan sedih.
~ Mansion Xavier ~
Mobil berhenti tepat di depan pintu mansion. Chloe segera berlalu keluar dengan cepat karena hatinya saat ini sangat sakit dan sedih.
Saat masuk ke dalam Chloe berjalan dengan cepat dan tidak memperdulikan para pelayan yang menyapa, ia hanya ingin menumpahkan semua amarah dan kesedihannya di dalam kamar.
Tiba di ruang keluarga Chloe tertegun melihat sang suami yang sudah berada di depannya sambil tersenyum manis. Chloe berlari dengan kencang menuju suaminya dan langsung memeluk tubuh Xavier dengan erat.
Air matanya sudah tidak bisa ditahan lagi dalam pelukan hangat suaminya. Xavier sendiri kaget melihat istrinya yang pulang langsung memeluknya dengan erat sambil menangis.
"Baby what happened?"(sayang apa yang terjadi) tanya Xavier dengan lembut.
Bukan jawaban yang di dapat oleh Xavier melainkan tangisan pilu yang ia dapatkan. Xavier menatap tajam Thomas dan Kevin yang baru masuk meminta jawaban dari keduanya.
Albert segera berlalu menuju keduanya untuk mendapatkan kabar dari mereka.
Thomas lalu menjelaskan semuanya kepada Albert dengan lengkap lalu Albert menyuruh Kevin untuk memanggil pengawal yang bisa menerjemahkan pembicaraan mereka tadi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Albert memberi isyarat kepada Xavier jika ia sudah mengetahui apa yang terjadi. Xavier hanya mengangguk kepalanya untuk menemui dirinya setelah ini.
Xavier lalu mengendong Chloe ala bridal style menuju ke kamar mereka. Chloe yang masih menangis terus memeluk Xavier dalam gendongan sang suami.
"Apa yang terjadi sayang?" tanya Xavier setelah keduanya di dalam kamar.
"Hati aku sakit sayang"
Xavier kaget mendengar perkataan sang istri, ia segera melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata indah itu yang masih menangis. Xavier lalu mencium kedua mata Chloe dengan lembut.
"Apa aku anak pembunuh sayang?" tanya Chloe dengan suara pilu.
Deg.............
Hati Xavier sakit mendengar tangisan pilu sang istri. Ia penasaran sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan istrinya.
"Kamu itu wanita yang mulia yang pernah aku kenal sayang dan kamu bukan anak pembunuh baby" ucap Xavier dengan lembut.
Hiks........hiks......hiks.......hiks.........
Chloe menangis dalam pelukan Xavier menumpahkan semua kesedihannya. Karena kelelahan menangis Chloe tertidur dalam pelukan hangat sang suami.
Melihat istrinya sudah tertidur Xavier segera membawa Chloe ke ranjang dan menidurkannya dengan pelan. Xavier mencium kening dan bi**r Chloe sebelum keluar menemui Albert.
"Albert" Panggil Xavier dengan suara dingin.
"Iya bos" ucap Albert dengan suara dingin juga.
"Panggil mereka ke ruang kerjaku" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Baik bos"
Setelah itu keempatnya segera masuk ke dalam ruang kerja Xavier. Xavier duduk di kursi kerjanya sambil menatap Thomas dan Kevin dengan tajam.
"Katakan" ucap Xavier dengan suara dingin.
Thomas menceritakan semua kejadian dari mereka meeting sampai kedatangan Laura dengan lengkap. Thomas lalu memberikan rekaman berisi percakapan mereka di dalam sana.
Xavier mendengar rekaman tersebut dengan simak. Rahangnya mengeras mendengar perkataan Laura yang merendahkan istrinya dan juga menghina sang istri.
"Akan ku hancurkan kalian semua" ucap Xavier dengan emosi.
Ketiganya berdiri dengan kaku melihat tatapan tajam Xavier yang saat ini sudah siap untuk membunuh. Xavier menatap tajam Thomas dan memberi isyarat agar mendekat.
Bugh..............
Satu pukulan tepat di perut Thomas dengan sangat kuat. Thomas yang tidak siap langsung terjatuh ke lantai sambil menahan rasa sakit di perutnya.
"Sudah kukatakan untuk tidak membawa istriku bertemu dengan si berengsek itu!" bentak Xavier menggelegar dalam ruang kerjanya.
"Maafkan aku bos" ucap Thomas dengan takut.
"Kevin" panggil Xavier dengan suara dingin.
"Albert beri hukuman kepada semua pengawal istriku hari ini" ucap Xavier dengan suara tinggi.
"Baik bos" ucap Albert sambil berlalu.
Xavier kembali duduk di kursi kebesarannya dan memikirkan apa yang harus ia berikan kepada orang yang sudah membuat air mata Chloe jatuh.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Thomas perintahkan anak buahku untuk membuntuti semua keluarga Rosemary 24 jam mulai dari sekarang" ucap Xavier.
"Baik bos" ucap Thomas sambil berdiri menahan rasa sakit di perutnya.
"Kevin mulai besok kamu kunjungi rumah sakitku buat kegemparan disana" ucap Xavier sambil tersenyum iblis.
"Baik bos"
Keduanya segera keluar dari ruang kerja Xavier sambil menahan rasa sakit di perutnya. Sedangkan di halaman belakang mansion tepatnya di ruang bawah tanah suara kesakitan menggema di dalam sana.
Albert membersihkan tangannya yang terdapat d***h setelah memberi sedikit hukuman kepada para pengawal. Mike yang menjadi kepala pengawal menunduk takut melihat aura dingin dari tangan kanan bos mereka yang tak kalah kejam.
"Ini peringatan untuk kalian semua karena sudah ceroboh mengawal nyonya" ucap Albert dengan suara dingin.
"Maafkan kami bos" ucap semuanya dengan serentak.
Mereka bingung apa yang sebenarnya terjadi sehingga mereka diberi hukuman. Albert yang melihat hal tersebut tersenyum sinis karena kebodohan kedua orang itu semua pengawal menjadi sasaran kemarahan sang bos.
~ Mansion Rosemary ~
Suara benda pecah dan teriakan emosi bergema di dalam kamar Laura. Dia sangat kesal dan emosi saat pulang dari restoran setelah bertemu dengan Chloe.
"Dasar gadis ja**ng, anak pembunuh sialan" teriak Laura sambil membanting semua makeupnya di lantai.
Adam yang baru pulang dari kantor seketika kaget melihat kamar mereka seperti kapal pecah saat ini. Ia bertanya-tanya apa yang terjadi sehingga sampai begini.
"Sayang" panggil Adam dengan lembut.
Laura berbalik dan menatap Adam dengan tatapan tajam. Adam menelan salivanya dengan susah merasa seperti ada yang tidak beres saat ini.
"Sayang aku mau kamu hancurkan anak pembunuh itu" ucap Laura dengan tajam.
"Maksud kamu?" tanya Adam dengan bingung.
Laura menceritakan pertemuannya dengan Chloe saat di restoran tadi siang. Adam mengepal tangannya mendengar cerita sang istri yang mengatakan jika Chloe akan mengambil apa yang dulu menjadi miliknya.
"Sialan anak pembunuh itu akan aku hancurkan dirinya jika berani menganggu milikku!" ucap Adam dengan emosi.
"Kita harus segera menyingkirkan anak sialan itu sayang" ucap Laura dengan emosi.
"Ya secepatnya sayang" ucap Adam.
Tanpa keduanya sadari jika sebentar lagi kehancuran mereka akan segera dimulai beserta keluarga besarnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hari berlalu dengan cepat tak terasa sudah 3 hari berlalu dari kejadian di restoran tersebut. Xavier saat ini tengah berolahraga pagi bersama sang istri di kamar mereka.
Chloe hanya pasrah menuruti keinginan sang suami yang sudah berpuasa selama seminggu. Setelah kegiatan panas mereka selesai, keduanya segera bersiap-siap menuju ke kantor.
Sampai di kantor mereka segera masuk ke dalam ruangan kerja Xavier. Di dalam ruangan kerjanya sudah ada Thomas yang sedari pagi sudah sampai.
Xavier membaca berkas laporan dari anak buahnya tentang kegiatan keluarga Rosemary selama ini. Ia tersenyum sinis melihat data yang dikirimkan anak buahnya.
"Sayang" ucap Chloe dengan suara lembut.
"Kemari sayang ada yang ingin aku tunjukan" ucap Xavier dengan lembut.
Albert dan Thomas tidak memperdulikan keduanya yang menunjukkan kemesraan mereka saat ini. Chloe sendiri segera duduk di pangkuan suaminya seperti permintaan sang suami.
Seketika Chloe tersenyum sinis melihat beberapa foto aib keluarga Rosemary baik orang tua dan anak.
"Ternyata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sayang" ucap Chloe sambil tersenyum sinis.
"Kamu benar sayang" ucap Xavier.
"Jadi suamiku ini pasti memiliki rencana dibalik semuanya inikan" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Hahahaha! Istriku memang sangat pintar" ucap Xavier sambil mencium bi**r Chloe.
"Jadi apa rencanamu baby?" tanya Chloe penasaran.
"Biarkan itu menjadi kado untuk ulang tahun pernikahan keduanya besok baby dan kita mulai dari kepala rumah tangga sayang! Hehehehe" ucap Xavier sambil terkekeh.
"Aku ikut saja hubby" ucap Chloe dengan senyum manis.
Xavier mengecup kening Chloe lalu kembali mengerjakan pekerjaan saat ini. Chloe sendiri duduk dan masih menatap foto di iPad milik suaminya sambil tersenyum sinis.
Besok kalian tunggu saja hadiah dariku, batin Chloe.
Queen yang tidak menyadari jika beberapa hari terakhir ini dibuntuti masih saja bertemu dengan Henki. Ia sangat kesal kepada Sean karena dari 3 hari yang lalu Sean kembali dingin kepadanya dan saat mengetahui apa yang terjadi dari mommynya dirinya sangat kesal.
Suara ******* menggema di dalam kamar membuat ruangan itu menjadi sangat panas.
"Gue ngak nyangka ternyata ber****a dengan wanita hamil sangat memuaskan" ucap Henki di sela kegiatan panas mereka.
Queen sendiri pasrah saja di bawah tubuh Henki. Dirinya seakan mencari kepuasaan hasrat biologisnya dari Henki tanpa memikirkan rumah tangganya saat ini.
"Loe emang lo**e gue yang paling mengairahkan sayang" ucap Henki dengan vulgar.
Keduanya tak lama mendapatkan pelepasan mereka masing-masing. Queen yang lelah langsung tertidur di samping Henki. Henki tersenyum karena sudah berhasil menuntaskan fantasinya selama ini.
Melihat Queen yang tertidur pulas dengan tubuh polos seketika membangkitkan hasratnya lagi. Henki tersenyum penuh arti membayangkan fantasi lainnya saat ini.
"Gue pengen coba jika loe sedang tertidur baby" ucap Henki dengan senyum menggoda.
Henki kembali melakukan dengan Queen saat Queen tertidur. Dia yang sangat lelah tidak menyadari jika Henki kembali menyentuh tubuhnya dengan kasar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hari berganti dengan hari dan waktu berjalan dengan cepat, hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan pasangan Rosemary yang dinobatkan sebagai pasangan rumah tangga paling romantis sepanjang masa.
Pesta perayaan hari jadi mereka di laksanakan di hotel bintang lima Sanjaya milik besan keduanya. Perusahaan Xavier yang mendapat undangan juga turut hadir disana.
Xavier memerintahkan direkturnya untuk datang bersama dengan mereka. Dirinya masih menutup jati dirinya untuk tampil sebagai direktur utama dari perusahaan Shine.
"Sayang kamu sangat cantik" ucap Xavier berdiri sambil memeluk Chloe di depan kaca.
"Kamu juga sangat tampan baby" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Sayang nanti disana kita akan diperkenalkan sebagai keponakan jauh dari Mr. Liem" ucap Xavier sambil mencium leher sang istri.
"Tapi pasti wartawan akan mengenal wajah suamiku" ucap Chloe sambil menatap mata Xavier dari dalam kaca.
"Aku sudah memiliki rencana tersendiri baby" ucap Xavier dengan kekehan.
Keduanya langsung keluar menuju limousine yang sudah berdiri di depan mansion. Tak lupa Albert, Thomas, dan Kevin juga sudah stand by di sana dengan rapi.
"Sayang aku mau tanya" ucap Chloe saat mereka sudah berada dalam mobil.
"Heemmmm"
"Berapa banyak mobil yang kamu punya baby"
"Aku tidak tahu sayang tapi yang pasti aku sangat suka mengoleksi mobil sport mewah dan paling banyak ada di mansion utama baby" ucap Xavier dengan nada arogannya.
Chloe kaget mendengar penuturan suaminya, ia tidak bisa membayangkan berapa banyak mobil koleksi suaminya itu. Chloe langsung diam tidak mau bertanya lagi.
Sampai di tempat acara direktur Rangga Liem dan istrinya Sarah Liem sudah menunggu kehadiran bos besarnya. Xavier keluar dengan menggunakan kaca mata bingkai besar untuk menutup wajah aslinya.
Chloe sendiri kaget saat melihat penampilan sang suami yang sangat berbeda bahkan tidak ada yang mengetahui jika ia adalah seorang Xavier Arthur Wesly.
Xavier memeluk pinggang ramping Chloe dengan posesif selama memasuki ballroom hotel tempat acara berlangsung. Suasana pesta elit dan mewah langsung disuguhkan kepada mereka.
Semua tamu undangan saat ini datang dengan gaun glamor dan harga yang sangat fantastik. Rombongan mereka akhirnya berjalan menuju ke tuan acaranya.
"Selamat atas ulang tahun pernikahannya tuan dan nyonya Rosemary" ucap direktur Rangga.
"Terima kasih atas kehadirannya direktur Liem" ucap Adam dengan nada angkuh.
"Sama-sama tuan Rosemary dan perkenalkan ini keponakan saya dan tunangannya" ucap direktur Rangga menunjuk ke arah Xavier dan Chloe.
Mata Laura dan Adam seketika kaget melihat Chloe yang juga hadir di sini. Chloe sendiri tersenyum manis menikmati raut wajah kaget dari kedua orang di depannya.
"Hahahaha! Sebentar lagi kalian akan menikmati hadiah dariku dan suamiku" gumam Chloe dengan senyum manis seperti mencemooh.
...βββββ...
To be continue.................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€