
π»Aku bangga dengan hati aku meskipun telah dipermainkan, ditipu, dan dihancurkan tetapi masih berfungsiπ»
.
.
.
.
Sepanjang rapat Sean tidak konsen dengan materi yang disampaikan oleh jajaran direktur cabang dari perusahaan RH Company. Riko yang sedari tadi menatap anaknya bingung pasalnya Sean bukanlah orang yang tidak kompeten dalam setiap meeting.
Merasa ada yang menatapnya lalu Sean berbalik ke arah papanya dan menatap papanya dengan tatapan tajam bercampur emosi. Aura di dalam ruangan seketika sangat mencekam karena aura tajam dari kedua pemilik RH Company.
"Rapat sampai disini" ucap Riko dengan suara tegas.
Belum juga ia keluar Sean sudah terlebih dahulu keluar, Riko memberi isyarat kepada Dimas untuk menemani Sean selalu. Dimas hanya mengangguk kepala dan berlalu pergi mengejar Sean.
"Kembali ke mansion!" bentak Sean dengan wajah emosi.
"Baik tuan" ucap sang sopir.
Sebelum mobil pergi Dimas segera masuk dan mengikuti kemana perginya tuannya. Selama perjalanan ke mansion wajah Sean sangat merah padam memikirkan semua kejadian waktu itu di club.
"Berengsek! Gue bakal bunuh wanita sialan itu" teriak Sean sambil mengepal tangannya.
Dimas dan sang sopir saling melirik dan berbicara lewat tatapan mata agar tidak ikut campur. Setelah 20 menit mobil Sean sudah terparkir di depan pintu mansion, ia keluar tanpa menunggu Dimas membuka pintu untuknya.
Brak..........
Pintu dibuka dengan kuat sehingga mengagetkan bi Lastri dan pelayan lainnya yang sedang membersihkan mansion.
"Dimana dia!" bentak Sean dengan suara tinggi.
"Nyonya ada di kamar tuan" ucap bi Lastri dengan gugup.
Sean segera berlalu menuju ke lantai dua kamar milik Queen. Dimas terus mengekor langkah Sean takut tuannya berbuat sesuatu kepada sang nyonya karena saat ini nyonya mereka sedang mengandung.
Brak...........
Pintu dibuka dengan kuat mengagetkan Queen yang sedang membaca majalah di atas sofa. Queen yang ingin menyapa Sean langsung mengurungkan niatnya saat melihat tatapan berkilat emosi milik sang suami.
"Dasar wanita ja***g" teriak Sean di depan Queen.
Grep.............
Plak..............plak..........plak..........
Sean menarik rambut Queen dengan kuat lalu menampar Queen berkali-kali. Rasa panas dan perih bercampur jadi satu di kedua pipinya, air mata Queen mengalir dengan deras karena tidak bisa menahan rasa sakit di kepala dan kedua pipinya.
"Mas sakit..........hiks hiks hiks" ucap Queen dengan sesegukan.
"Sakit loe bilang karena loe gue harus terjebak dalam pernikahan bodoh ini dan ini semua karena perempuan sialan kayak loe yang udah ngejebak gue" teriak Sean dengan kencang.
Tubuh Queen seketika menegang dan gemetaran, ia tak menyangka jika Sean sudah mengetahui tentang dia yang sudah menjebak Sean sewaktu di club.
"Ampun mas ampun aku lakuin itu karena aku cinta sama kamu"
Mendengar kata cinta Sean semakin menjadi emosi. Dia kembali memukul Queen dan menamparnya entah sudah berapa kali, seketika Queen jatuh di atas lantai karena sudah tidak kuat menahan tamparan dari Sean.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Saat ingin menendang Queen tapi Dimas segera berteriak menghentikan kaki Sean yang sudah mau menendang tubuh Queen.
"Tuan nyonya sedang hamil besar saat ini" teriak Dimas dengan jantung berdetak cepat karena panik.
Sean melirik perut Queen seketika ia kembali sadar karena saat ini Queen tengah mengandung anaknya. Mata Sean seperti mau lompat keluar melihat da**h segar mengalir di kedua paha Queen.
"Siapkan mobil" teriak Sean dengan kencang.
Sean langsung mengendong Queen pergi ke rumah sakit karena khawatir dengan keadaannya sekarang. Meski sangat membenci ibunya tapi Sean tidak pernah membenci darah dagingnya sendiri.
Sang sopir mengendarai mobil dengan kencang karena panik melihat baju tuannya yang sudah penuh da**h. Sampai di rumah sakit Sean lalu mengendong Queen dan berteriak kepada para suster yang ada.
"Selamatkan bayiku!" bentak Sean dengan suara tinggi.
Para suster segera membawa brankar dan mendorong Queen menuju ruang UGD. Sampai disana Sean dan Dimas dilarang masuk ke dalam ruang UGD.
Sean sangat khawatir dengan keadaan bayinya, karena emosi ditipu dan dijebak ia tidak mengingat jika saat ini Queen sedang hamil besar. Tak lama dokter keluar dengan raut panik.
"Keluarga pasien" ucap dokter.
"Saya suaminya dok" ucap Sean dengan cepat.
"Kondisi istri anda harus segera dioperasi karena sudah mengalami pendarahan tuan"
"Lakukan yang terbaik dok selamatkan anak dan istri saya dok"
"Baik tuan saya akan melakukan yang terbaik"
Dokter segera membawa Queen ke ruang operasi untuk di operasi.
Sean duduk di depan ruang operasi dengan wajah khawatir, Dimas sendiri sudah pergi ke bagian informasi untuk melakukan pembayaran rumah sakit. Tak lama bunyi langkah kaki berjalan mendekat kearahnya.
"Sayang bagaimana kadaan istri dan anak kamu?" tanya Maya dengan khawatir.
"Ibu" ucap Sean dengan lirih.
Maya langsung memeluk sang anak karena ia tahu saat ini Sean sangat khawatir akan kondisi dua orang tersebut. Riko yang melihat hal itu hanya bisa mengelus pundak anaknya.
"Tuan" ucap Dimas dengan sopan.
"Ikut aku" ucap Riko dengan suara tegas.
Riko, Rio, dan Dimas berjalan menuju ke arah samping menjauhi Sean dan ibunya. Riko lalu menatap tajam Dimas meminta informasi bagaimana sampai bisa terjadi seperti ini.
"Tuan muda sangat marah mengetahui jika nyonya adalah dalang dibalik kejadian tuan muda di jebak sewaktu di club tuan"
"Maksud kamu?" tanya Riko bingung.
"Nyonya adalah orang yang menjebak tuan muda untuk tidur dengannya saat acara kelulusan tuan muda di club waktu itu tuan" ucap Dimas dengan gugup.
"Lalu"
"Tuan muda sangat marah dan pulang ke mansion, karena emosi tuan muda memukul dan menampar nyonya berkali-kali tapi saat ingin menendang nyonya saya berhasil menghentikan tuan muda"
"Sejak kapan Sean tahu hal itu"
"Tadi pagi ada yang mengirim amplop berisi foto-foto nyonya saat memasukkan sesuatu ke minuman tuan muda saat di club ke kantor tuan muda tuan"
"Apa foto itu asli?" tanya Riko.
"Saya sudah menyuruh orang memeriksa foto itu tuan dan ternyata itu adalah asli tuan" ucap Dimas.
"Heermmm"
Riko lalu menyuruh Rio untuk menyelidiki siapa pengirim foto itu dan siapa yang sudah mengambil foto tersebut. Ia lalu kembali ke istri dan anaknya untuk menunggu operasi menantunya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ *Shine C**ompany* ~
Chloe saat ini sedang menonton drama korea di laptop sang suami, ia saat ini hanya sendiri saja karena tadi Xavier dan lainnya menuju ke lantai 39 untuk meeting bersama dengan kepala bagian di Shine Company.
Saat sedang menonton tiba-tiba hpnya berbunyi ada pesan masuk. Chloe mengambil hpnya dan melihat siapa yang sudah menghubunginya seketika senyum sinis muncul dibibirnya.
Wanita Ular
"Hay Chloe gimana kalau siang ini kita makan bersama?"
^^^"Boleh ide bagus tuh ka"^^^
"Tapi aku tidak tahu tempat makan yang enak di daerah sini"
^^^"Tenang aja aku tahu kok tempat yang paling enak di daerah siniβΊ"^^^
Chloe tersenyum penuh arti memikirkan bagaimana reaksi Calista saat ia mengajak makan siang sebentar.
Gue penasaran bagaimana reaksi loe nanti sampai disana, batin Chloe sambil terkekeh.
"Oke deh nanti kamu kabari aku tempatnya ya"
^^^"Oke siap ka"^^^
"Okeπ"
Hahahaha.............
Chloe tertawa kencang memikirkan apa yang akan terjadi sebentar siang nanti. Chloe melihat sudah pukul 11:00 berarti sejam lagi waktu makan siang dan ia harus memberitahu sang suami.
"Kamu kenapa tertawa seperti itu sayang" ucap Xavier dengan bingung saat masuk ke ruangannya.
"Hehehe! Tidak kenapa-napa suamiku aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang lucu"
"Apa" ucap Xavier dengan wajah penuh tanda tanya.
"Wanita ular itu mengajak aku makan siang bareng dan dia nyuruh aku yang akan memilih tempatnya. Aku akan memilih tempat yang sangat enak makanannya untuknya sayang" ucap Chloe sambil terkekeh.
"Jangan bilang kamu mau bawa dia ke warung pinggiran sayang"
"You know me baby" ucap Chloe sambil menaik turunkan alisnya.
"Heemmmm! Biar Kevin temani kamu sayang"
"Baik sayang jangan lupa makan ya hubby"
"Heeemmmm"
Tepat pukul 12:00 Chloe segera mengirim lokasi tempat makan mereka. Ia lalu pergi bersama dengan Kevin dan pengawalnya sebelum itu Chloe sudah memesan makan siang untuk suami dan lainnya.
"Tetap berada di dekat istriku Kevin" ucap Xavier tegas lewat earpiece yang digunakannya.
^^^"Baik bos" ucap Kevin.^^^
Meski Xavier tidak ikut tapi ia menyuruh Kevin untuk menelponnya dan mendengar semua pembicaraan mereka nanti.
Calista dan asistennya yang sudah sampai di lokasi yang dikirimkan oleh Chloe sangat terkejut. Mereka tak menyangka jika Chloe akan mengajaknya makan di tempat seperti ini.
"Calista kamu yakin ini alamatnya?" tanya Karin sang asisten.
"Aku yakin karena lokasinya sama"
"Aku tidak makan ya nanti aku tunggu aja di mobil"
"Kamu harus ikut turun tidak ada bantahan!" bentak Calista dengan cepat.
"Oke oke" ucap Karin pasrah.
"Sialan! Wanita ja***g itu beraninya dia ngajak aku makan ditempat kumuh seperti ini" gumam Calista dengan penuh emosi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ RH Hospital ~
Setelah 4 jam lebih akhirnya lampu operasi mati tanda sudah selesai. Dokter lalu keluar dengan wajah penuh keringat dan kusut. Sean langsung berdiri dan mendekat kearah dokter.
"Dok bagaimana keadaan mereka" ucap Sean dengan wajah khawatir.
"Selamat tuan bayi anda laki-laki dan sehat, tapi harus masuk di ruang inkubator selama seminggu dulu untuk memperkuat organ tubuh bayi karena belum saatnya ia lahir dan juga istri anda baik-baik saja tuan" ucap dokter.
"Hah! Terima kasih Tuhan" ucap Maya penuh syukur.
"Terima kasih dok" ucap Sean dengan senyum tulus.
"Sama-sama tuan nanti setelah dibersihkan bayi dan ibunya baru anda bisa melihat keduanya tuan"
"Baik dok"
"Kalau begitu saya permisi"
"Iya dok silahkan"
Maya segera memeluk anaknya dengan air mata mengalir tak menyangka anaknya saat ini sudah menjadi seorang ayah.
"Selamat nak kamu sudah menjadi seorang papa" ucap Riko sambil memeluk Sean.
"Makasih pa"
"Akhirnya ibu punya cucu juga" ucap Maya dengan senang.
Riko dan Sean hanya tertawa melihat kelakuan sang ibu. Sedangkan kedua orang tua Queen masih berada di luar kota jadi malam baru mereka bisa datang menjenguk putrinya.
Sean lalu mengikuti anaknya saat suster mendorong anaknya menuju ruang inkubator. Sampai disana air matanya menetes melihat bayi tampan itu dengan penuh sukacita.
"Dia mirip seperti kamu son" ucap Riko berdiri di samping anaknya.
"Iya pa" ucap Sean dengan senyum tulus.
"Siapa nama cucuku son?" tanya Riko penasaran.
"Ares Maladika Rahardian" jawab Sean dengan lantang.
"Nama yang bagus son" ucap Riko dengan senyum tulus.
Keduanya melihat baby Ares dengan senyum tulus dan bahagia. Meski saat ini ia sedang bahagia tapi ia masih mengingat kejadian yang dilakukan oleh Queen untuk menjebaknya.
"Son papa harap kamu bisa memaafkan istrimu" ucap Riko sambil menepuk pundak anaknya.
"Sampai mati pun aku tidak akan memaafkannya meski ia adalah ibu dari anakku sendiri" ucap Sean dengan wajah penuh emosi dan tatapan tajam.
"Heeemmmm"
Riko tahu anaknya akan keras kepala seperti dirinya dan tidak akan mengampuni orang yang sudah berkhianat kepadanya.
Semoga perselingkuhan istrimu kamu ngak tahu nak demi anak kamu yang masih membutuhkan seorang ibu, batin Riko.
Queen yang sudah dipindahkan ke ruang VIP saat ini sedang ditemani oleh sang ibu mertua. Tak lama pintu kamarnya dibuka dan masuklah Steven bersama dengan istrinya.
"Selamat siang tante" ucap keduanya.
"Siang nak Steven nak Aurel" ucap Maya lembut sambil senyuman.
"Gimana keadaan Queen dan anaknya tante" ucap Steven dengan khawatir.
"Keduanya baik-baik saja tapi bayi mereka sedang diruang inkubator karena tubuhnya harus kuat dulu kata dokter karena belum saatnya lahir udah harus lahir" ucap Maya.
"Oh iya tante syukurlah" ucap Steven dengan penuh rasa syukur.
Steven berjalan mendekat ke arah adiknya dan seketika ia kaget melihat pipi adiknya yang berbekas tamparan dan bibirnya robek. Wajah yang tadi tersenyum itu seketika berubah dengan wajah emosi.
Maya dan Aurel yang melihat perubahan Steven hanya diam saja. Mereka tidak tahu apa yang membuat perubahan raut wajah Steven berubah secepat itu.
"Apa yang terjadi sama adikku sampai harus dilarikan ke rumah sakit tante?" tanya Steven dengan emosi.
"Tante ngak tahu tadi saat papanya Sean ke mansion tiba-tiba Dimas asisten Sean mengabari jika Queen dilarikan ke rumah sakit nak" jawab Maya dengan lembut.
"Lalu kenapa kedua pipinya ada bekas tamparan dan bibirnya robek!" bentak Steven dengan suara tinggi.
"Gue yang lakuin semua itu ke Queen" ucap Sean dengan wajah datar dan dingin.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe yang sudah sampai di lokasi bersama dengan Kevin dan para pengawalnya segera beranjak keluar dari mobil. Sebelum itu Chloe menyuruh Mike dan anak buahnya untuk tetap di dalam mobil biar Kevin yang menemaninya saja.
"Aku yakin Calista pasti akan syok saat melihat tempat ini! Hahahaha" ucap Kevin sambil tertawa.
"Tuh lihat saja ekspresi orangnya langsung" ucap Chloe sambil menunjuk ke arah Calista yang berdiri di depan warung.
Hahahahaha...........
Seketika tawa Kevin pecah melihat tampang Calista yang sangat kesal dan emosi. Karena tertawa kencang banyak pengunjung melihat kearahnya dengan bingung.
Calista yang melihat kedatangan Chloe lalu merubah wajahnya seketika yang tadi emosi dan kesal langsung berubah dengan senyum manis.
"Maaf sudah membuat kakak lama menunggu" ucap Chloe dengan senyum tulus.
"Oh tidak apa-apa kok lagian aku juga baru nyampe kok" ucap Calista.
Karin melihat Calista dengan kaget pasalnya mereka sudah lama menunggu Chloe disini selama 40 menit dan Calista bilang baru nyampe. Tahu arti pandangan asistennya Calista memukul belakang Karin agar berkompromi bersama dirinya.
Seketika Karin paham dengan maksud Calista. Chloe sendiri tetap tersenyum manis melihat keduanya dan segera mengajak keduanya untuk masuk ke dalam.
Kevin sendiri sedari tadi hanya diam melihat ketiga orang tersebut. Ia lalu ikut masuk ke dalam mengikuti nyonyanya seperti perintah Xavier.
Sampai di dalam Calista lebih syok melihat keadaan dalam warung yang hanya duduk lesehan saja, bahkan kipas angin tidak mempan mengusir rasa panas di tubuhnya saat ini.
Calista duduk dengan tidak nyaman di tikar dan sesekali jijik melihat tempat makan tersebut.
Rasain loe emang enak gue kerjain, batin Chloe tertawa puas.
"Pesan apa neng?" tanya pelayan dengan sopan dan lembut.
"Kakak mau mau pesan apa?" tanya Chloe.
"Apa aja deh" ucap Calista dengan cepat karena tidak tahan disini.
"Kalau kakak.." ucap Chloe menggantung ucapannya.
"Panggil saja Karin" ucap Karin.
"Oh iya. Ka Karin mau pesan apa?" tanya Chloe lagi.
"Aku samain sama punya Calista saja"
"Oke kak"
Chloe tersenyum manis tapi otaknya seketika mendapat ide untuk mengerjai Calista lagi. Chloe langsung berbalik menghadap pelayan dengan senyum penuh arti.
"Mas pesan ayam pecelnya dua sama nasi dan dua porsi sop buntut untuk minumnya air mineral saja mas" ucap Chloe.
"Baik neng tunggu sebentar ya neng"
"Heemmmm"
Setelah pelayan itu pergi Chloe langsung tersenyum penuh arti melihat Calista yang saat ini duduk dengan tidak nyaman. Calista sedari tadi hanya tersenyum paksa melihat Chloe tapi dalam hatinya sedang mengumpat Chloe.
"Ka maaf ya aku ajak kesini soalnya ini warung yang paling enak menurut aku" ucap Chloe dengan wajah bersalah.
"Tidak apa-apa kok malahan aku suka tempatnya. Unik menurut aku" ucap Calista dengan wajah penuh senyuman.
"Oh ya, baguslah kalau kakak suka tempatnya" ucap Chloe dengan polos.
Unik dari mana malahan aku rasa ini diluar ekspektasimu dan juga bertolak belakang dengan seleramu, batin Karin.
Tak lama pelayan pun datang mengantar pesanan mereka, Calista dan Karin saling berpandangan melihat pesanan mereka yang mirip sop dan bingung ini daging apa.
"Itu daging sapi ka" ucap Chloe tahu maksud tatapan Calista.
"Oh"
"Ayo dimakan ka aku jamin kakak suka" ucap Chloe.
Calista dan Karin lalu menyendokan sop buntut ke dalam mulut. Awalnya mereka penasaran tapi akhirnya keduanya sangat suka dengan makanan tersebut.
"Wah dagingnya sangat empuk" ucap Calista.
"Iya ka emang empuk dan kenyalkan kak" ucap Chloe.
"Iya benar banget ini dagingnya, bagian apa kok enak banget ya?" tanya Calista sambil terus memakan dengan lahap.
"Oh itu bagian buntut sapi ka" ucap Chloe dengan santai.
"Apa" ucap Calista dan Karin kaget dengan wajah pucat.
Chloe tersenyum manis penuh arti melihat reaksi keduanya sesuai dengan ekspetasinya saat ini.
...βββββ...
To be continue................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€