
π»Yang cepat belum tentu tepat tapi yang lambat belum tentu terlambatπ»
.
.
.
.
Satu nama yang muncul di benaknya yaitu Henki. Queen sangat yakin jika yang mengirim pesan barusan adalah Henki karena hanya dia yang Queen celakai.
"Apa Henki sudah siuman dan selamat dari kecelakaan itu" gumam Queen dengan suara bergetar.
Queen seketika gemetar ketakutan jika apa yang ia pikirkan menjadi kenyataan. Ia sudah membayar orang yang mencelakai Henki dengan bayaran mahal dan menutup mulut.
Queen mengambil hpnya untuk menghubungi orang tersebut tapi naas nomornya tidak aktif.
Sial apa bajingan itu udah ketangkap ya, batin Queen dengan emosi.
"Gue harus cari tahu apa benar Henki udah siuman atau belum" ucap Queen sambil melihat wajahnya di cermin.
Queen lalu bangun dan segera pergi ke rumah sakit kota untuk mencari tahu tentang Henki. Saat keluar dari kamar ia berpapasan dengan Ares dan pengasuhnya.
Queen melihat Ares ingin mencium anaknya tapi hatinya seperti berat tidak mau memperdulikan sang anak. Queen lalu berjalan keluar dengan langkah cepat tanpa memberi salam kepada sang anak.
"Kasian tuan muda masih bayi udah ngak dapat kasih sayang seorang ibu" ucap pengasuh A.
"Benar aku sangat kasian kepada tuan muda juga" ucap pengasuh B.
"Semoga tuan muda besar bisa menjadi anak yang tetap kuat meski tidak mendapat kasih sayang dari nyonya" ucap pengasuh A.
"Heeemmmm"
Bi Lastri yang mendengar ucapan kedua pengasuh Ares juga merasa sangat sedih karena Ares yang seakan tidak di perdulikan oleh sang mama.
Semoga tuan muda bisa menjadi anak yang berbakti dan baik hati, batin bi Lastri dengan tulus.
~ Rumah Sakit Kota ~
Queen tiba di rumah sakit kota dan segera keluar dari mobil dengan cepat. Tak lupa dia memakai topi dan masker agar tidak ada yang mengenali dirinya.
Queen segera berlalu menuju ke bagian resepsionis untuk bertanya pada salah satu resepsionis disana.
"Permisi mbak apa ada pasien bernama Henki Baskoro disini" ucap Queen dengan suara kecil.
"Mohon sebentar saya cek dulu ya bu" ucap petugas resepsionis.
"Heemmm"
Selang 5 menit petugas resepsionis sudah mendapatkan informasi yang dicari oleh Queen. Queen berdiri dengan tidak sabar menunggu informasi mengenai Henki.
"Pasien atas nama Henki Baskoro ada di lantai 5 ruang VIP bu dan sebentar lagi akan keluar" ucap sang resepsionis.
"Heemmmm"
Saat mendengar hal tersebut Queen seketika tahu jika Henki ternyata selamat dari kecelakaan waktu itu.
Berengsek ternyata bangsat itu selamat lagi, batin Queen dengan kesal.
Saat mau sampai di lift langkahnya terhenti melihat Henki yang baru saja keluar dari dalam lift. Queen segera bersembunyi di sudut ruangan saat melihat Henki dan sepasang suami istri menuju ke arahnya.
Tanpa Queen sadari ternyata Henki sudah melihat kehadirannya, Henki tersenyum sinis melihat Queen yang kaget saat melihat dirinya.
"Gue bakal buat loe kayak di neraka mulai detik ini juga" gumam Henki dengan wajah dendam.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Dia akui jika dulu ia sangat tergila-gila dengan Queen tapi semua itu berubah saat papanya menyampaikan perihal kecelakaannya 3 bulan lalu.
#Flashback on
Henki terbangun saat malam hari, waktu itu sang mama sudah pulang meninggalkan dia dengan papanya disana.
"Papa" ucap Henki saat bangun.
"Kamu sudah bangun" ucap Herman.
"Iya pa"
Herman memberikan air putih kepada Henki untuk minum. Setelah minum ia lalu bersandar di kepala brankar untuk mengobrol bersama dengan sang papa.
"Apa kamu masih ingat kecelakaan kamu Henki?" tanya Herman dengan tatapan tajam.
"Masih pa, waktu itu ada truk yang nabrak mobil Henki entah karena remnya blong atau apa Henki ngak tahu pa"
"Heemmm! Lalu apa hubungan kamu dengan putri Adam Rosemary" ucap Herman.
"Uhmmm! Itu teman Henki pa"
"Teman ranjang maksudmu!" bentak Herman dengan emosi.
Henki menunduk tidak mengelak dari perkataan sang papa. Ia tahu pasti sang papa sudah mengetahui perihal hubungannya dengan Queen.
"Maaf pa" ucap Henki.
"Apa kamu tahu siapa orang di balik kecelakaan kamu" ucap Herman sambil berjalan ke arah jendela.
"Apa maksud papa?" tanya Henki penasaran.
"Kecelakaan kamu di sengajakan oleh orang yang tidak menyukaimu"
"Siapa pa" ucap Henki dengan cepat.
"Supir truk itu dibayar oleh teman ranjang kamu" ucap Herman sambil menatap tajam anaknya.
"Apa" ucap Henki dengan kaget.
Henki tak menyangka jika Queen adalah dalang dibalik kecelakaannya waktu itu. Seketika mukanya merah padam karena sangat emosi, Henki berjanji akan membalas apa yang sudah Queen perbuat kepadanya.
"Pa siapa saja yang tahu masalah ini" ucap Henki dengan emosi.
"Papa dan detektif yang papa sewa" ucap Herman.
"Aku mohon jangan ada yang tahu pa biar aku yang membalas j****g itu"
"Ingat Henki dia itu anak Adam Rosemary dan juga istri Sean Rahardian kita tidak bisa bermain dengan mereka jika tidak tamatlah riwayat kita" ucap Herman dengan tegas.
"Tenang aja pa aku tidak akan membuat keluarga kita dalam masalah biarlah ini menjadi urusan aku sendiri pa"
"Terserah kamu tapi ingat jangan bawa nama keluarga kita ke dalam masalahmu"
"Iya pa"
Herman segera keluar dari ruang nginap anaknya ingin pergi ke kantin rumah sakit. Sepeninggal papanya Henki terlihat sangat dendam dan emosi.
"Awas kamu bi**h gue bakal balas semuanya" gumam Henki dengan tatapan tajam.
#Flashback off
Queen segera keluar dari persembunyiannya saat melihat Henki sudah tak kelihatan. Ia segera ke parkiran untuk pergi dari sana, sepanjang jalan Queen selalu memikirkan apa yang harus ia lakukan.
"Sial" teriak Queen dengan kesal.
Queen lalu memutuskan untuk pergi ke mansion sang nenek untuk melihat keadaan keluarganya.
~ Mansion Alan Rosemary ~
Di saat yang bersamaan di mansion Alan Rosemary sedang terjadi keributan hebat. Steven yang pulang bersama Aurel segera menyiapkan semua barang mereka untuk pergi dari sana.
Saat keduanya turun Laura dan Lidia kaget melihat 2 koper besar yang dibawa mereka. Laura lalu berjalan mendekat ke arah Steven tapi diabaikannya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Sayang kamu mau kemana" ucap Laura dengan panik.
"Aku udah putuskan mulai saat ini aku dan istriku tidak akan tinggal lagi disini" ucap Steven dengan tegas.
"Apa" ucap Laura dengan kaget.
Steven lalu berjalan melewati sang mommy dengan tidak memandang Laura sedikit pun. Saat hampir tiba di pintu mansion seketika Laura berteriak marah.
"Jika kamu keluar dari pintu itu kamu bukan lagi anakku" ucap Laura dengan emosi.
Langkah keduanya seketika terhenti saat mendengar ucapan dari sang mommy. Aurel menarik baju suaminya sambil menggelengkan kepala untuk tidak pindah saja.
Steven melihat istrinya dan tersenyum seakan berkata semua baik-baik saja. Ia berbalik dan menatap Laura dan Lidia yang berdiri di ruang tamu dengan tatapan sulit diartikan.
"Jadi mommy beneran ngak akan anggap Steven anak mommy lagi jika Steven keluar dari mansion kakek sekarang?" tanya Steven dengan suara parau.
"Kamu dengar dengan jelas apa yang mommy katakan" jawab Laura dengan tatapan tajam.
"Hah! Terima kasih atas semua kasih sayang mommy selama ini" ucap Steven dengan suara putus asa.
"Kenapa hanya karena anak pembunuh itu kamu tega ninggalin mommy! Hah!" bentak Laura dengan suara tinggi.
"Apa belum cukup kita sakiti Chloe dulu mom" ucap Steven.
"Kamu tahu gara-gara dia keluarga kita jadi miskin dan sudah seharusnya kita balas anak pembunuh itu Steven" ucap Laura dengan suara tinggi.
"Cukup mommy itu semua karena keserakahan kita dulu dan semua ini setimpal untuk kita!" bentak Steven.
"Dasar anak kurang ajar kamu" ucap Laura dengan emosi.
"Terima kasih atas kata-kata mommy barusan" ucap Steven dengan tatapan dingin.
Queen yang baru datang bingung melihat mommy dan sang kakak yang sedang bersitegang. Ia melihat sang nenek meminta penjelasan tapi diacuhkan oleh Lidia.
"Ini ada apa kenapa kalian semua pada tegang sih dan koper-koper ini maksudnya apa?" ucap Queen.
"Tanya pada kakak mu sana" ucap Laura dengan ketus.
"Tetap aku akan keluar dari mansion ini karena disini hanya ada neraka saja untukku" ucap Steven dengan suara dingin.
Steven segera berlalu pergi meninggalkan Laura yang menatapnya dengan emosi. Queen berlari untuk berbicara baik-baik dengan Steven tapi tidak dipedulikannya.
Aurel dan Steven lalu melajukan mobil meninggalkan mansion sang kakek. Laura sendiri seketika jatuh terduduk di lantai sambil menangis histeris.
Lidia lalu menceritakan semuanya kepada Queen tentang apa yang barusan terjadi, Queen tak menyangka jika sang kakak akan secepat itu berubah mendukung Chloe.
Ini semua gara-gara gadis ****** itu gue bakal balas loe, batin Queen dengan emosi.
~ Mansion Xavier ~
Saat ini Thomas dan Kevin sedang menertawai Albert perihal burger minggu lalu. Keduanya sampai tertawa terbahak-bahak tak menyangka jika Albert seorang yang dingin bisa masuk ke dapur.
"Bos apa rasanya enak" ucap Kevin dengan penasaran.
"Tanya pada pak Max" ucap Xavier dengan datar.
Kevin lalu berlari menuju dapur dimana pak Max sedang menyiapkan buah stroberi untuk Chloe. Sampai disana pak Max melihat Kevin dengan kerutan di dahinya.
"Pak Max bagaimana rasanya" ucap Kevin dengan cepat.
"Maaf tuan Kevin maksudnya" ucap pak Max dengan bingung.
"Itu burger buatan Albert"
"Tidak bisa dimakan tuan rasanya aneh tuan Kevin" ucap pak Max mengingat kejadian minggu lalu.
"Memangnya apa rasanya" ucap Kevin dengan penasaran.
"Rasanya ada asam, manis, pahit, pedas, asin, dan terlalu banyak mayo tuan"
Seketika tawa Kevin pecah menggelegar di dapur, Chloe yang sedang di ruang tv melihat ke arah dapur dengan kening berkerut.
"Siapa yang tertawa" ucap Chloe.
"Itu tuan Kevin nyonya" ucap sang pelayan.
"Memangnya ada apa?" tanya Chloe penasaran.
"Saya kurang tahu nyonya" ucap sang pelayan.
Chloe lalu berlari dengan cepat menuju ke dapur sampai di dapur ia lalu menanyakan kenapa Kevin tertawa. Saat mendengar cerita Kevin seketika tawanya juga ikut pecah.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Untung nyonya tidak makan banyak kalau tidak bakal sakit perut kayak pak Max" ucap Kevin.
"Benar pak Max yang dibilang Kevin" ucap Chloe.
"Benar nyonya" ucap pak Max.
"Wah aku tidak nyangka segitu hebatnya masakan Albert" ucap Chloe sambil cekikan.
Saat melihat Kevin seketika Chloe tersenyum penuh arti. Ia melihat Kevin dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan menyelidiki.
Kevin yang merasa ada yang menatapnya segera berbalik dan ia kaget melihat senyum Chloe yang penuh arti.
Jangan bilang bos kecil di perut nyonya berulah lagi, batin Kevin.
"Kevin" ucap Chloe.
"Iya nyonya ada apa" ucap Kevin sambil menelan salivanya dengan susah.
"Kamu tunggu disini ya jangan kemana-mana" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Baik nyonya"
Chloe lalu pergi ke lantai dua dan mengambil hpnya di dalam kamar. Chloe segera memesan satu set kostum transformers bumblebee.
Selang 20 menit pesanannya sudah sampai dan diterima oleh pak Max. Pak Max lalu menuju ke lantai 2 untuk memberikan pesanan Chloe, Chloe menerimanya dan segera turun ke lantai satu.
"Kevin sini" ucap Chloe saat sampai di anak tangga terakhir.
Kevin lalu berjalan menuju ke tempat Chloe dengan langkah tegap. Sampai di sana ia di sodorkan paper bag berukuran besar.
"Ini apa nyonya" ucap Kevin dengan bingung.
"Kamu pakai kostum itu lalu kamu kesini" ucap Chloe dengan cepat.
"Iya nyonya" ucap Kevin.
Kevin lalu masuk ke kamar tamu untuk mengganti bajunya dengan baju yang ada di dalam paper bag. Saat dibuka Kevin mata Kevin seakan ingin keluar dari tempatnya melihat baju yang harus dipakainya.
"Oh ****" ucap Kevin dengan kesal.
Kevin stres melihat kostum transformers yang berwarna kuning hitam ala bumblebee. Mau tak mau ia harus memakai kostum tersebut, setelah memakainya ia keluar dengan wajah merah padam.
Saat keluar seketika para pelayan dan pak Max tertawa kencang, berbeda dengan Chloe yang terlihat sangat antusias sampai ia memotret Kevin dengan kostum ala-ala transformers.
"Wah ada bumblebee" ucap Chloe dengan antusias.
Chloe lalu menyuruh Kevin melakukan beberapa pose untuk di foto. Saking senangnya ia menyuruh Kevin untuk berfoto ala-ala princess di taman belakang mansion.
Albert yang sedang keluar dari ruang kerja Xavier seketika tertawa kencang melihat aksi Kevin di taman belakang. Ia tertawa sampai air mata keluar karena sangat lucu dengan pose Kevin.
Xavier dan Thomas yang baru keluar dari ruang kerja bingung melihat Albert yang sedang tertawa. Keduanya mengikuti arah telunjuk Albert dan seketika keduanya tertawa.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier tertawa sepintas saja melihat aksi ngidam sang istri. Berbeda dengan Thomas yang sudah tertawa terbahak-bahak sampai duduk di lantai.
"Hahahaha! Sumpah itu pose paling alay yang pernah aku lihat" ucap Thomas sambil tertawa.
"Mana ada bumblebee pose ala princess-princess" ucap Albert dengan cekikan.
Xavier lalu berlalu menuju ke taman belakang menyusul sang istri. Sampai disana ia segera memeluk Chloe dari belakang.
"Sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Apa kamu segitu senangnya lihat bumblebee" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Iya sayang aku suka tapi aku juga mau mobilnya" ucap Chloe dengan manja.
"Aku punya satu kalau untuk yang itu baby" ucap Xavier dengan sombong.
"Yang benar sayang" ucap Chloe dengan berbinar-binar.
"Heeeemmmm"
"Aku pengen naik sayang" ucap Chloe sambil bergelayut manja di lengan Xavier.
"Heemmm! Ayo" ucap Xavier sambil mengandeng sang istri.
Keduanya lalu pergi meninggalkan Kevin yang masih asyik di taman belakang. Albert dan Thomas segera bersiap dengan pengawal lainnya saat diberitahu oleh Xavier.
"Pak Max beritahu Kevin jangan dibuka kostumnya ya" ucap Chloe.
"Iya nyonya" ucap pak Max.
Mereka lalu pergi meninggalkan mansion dengan mobil sport jenis bumblebee milik Xavier. Di dalam mobil Chloe tertawa senang karena bisa naik mobil yang diinginkannya.
"Sayang aku lapar" ucap Chloe.
"Kamu mau makan apa sayang" ucap Xavier dengan lembut.
"Aku mau makan ikan bakar dan udang bakar sayang" ucap Chloe sambil membayangkan kedua makanan tersebut.
"Iya my wife"
Xavier segera menyuruh Albert untuk mencari restoran seafood di dekat sana. Tak lama mereka tiba di salah satu restoran seafood terkenal di Jakarta, saat keluar Chloe yang terburu-buru tak sengaja menyenggol Queen.
"Punya mata ngak sih loe!" bentak Queen dengan suara tinggi.
"Maaf ya mbak gue ngak sengaja" ucap Chloe dengan tulus.
"Maaf maaf enak aja loe dasar ngak tahu diri" ucap Queen dengan ketus.
"Sekali lagi maaf ya mbak" ucap Chloe sambil mengangkat kepalanya.
"Loe" tunjuk Queen dengan tatapan emosi.
Melihat Queen yang ditabraknya seketika Chloe merubah raut wajahnya yang tadinya tulus menjadi dingin. Ia tak menyangka jika bertemu dengan Queen disini.
"Dasar anak pembunuh gara-gara loe keluarga gue bangkrut udah puas loe! Hah!" bentak Queen dengan emosi.
"Puas banget dan uang perusahaan loe bukannya itu uang gue ya yang kalian ambil dengan cara curi" balas Chloe dengan suara dingin.
"Heh! Dasar perempuan ngak tahu diri pantes aja orang tua loe mati ninggalin loe karena anaknya aja ngak punya sopan santun banget"
Mendengar perkataan Queen seketika Chloe menjadi emosi.
Plak............
Bunyi tamparan bergema di sana, Queen lalu menatap Chloe dengan tatapan tajam karena berani menamparnya.
Queen ingin menampar Chloe tapi dengan cepat ditepis oleh Chloe, melihat hal tersebut seketika ia menjadi emosi dan mendorong Chloe dengan kuat.
Chloe yang tak berdiri dengan tegap seketika jatuh ke belakang beruntung ada yang menolongnya dengan cepat. Chloe seketika bernapas lega karena ia tak sampai jatuh.
"Apa yang anda lakukan!" bentak Xavier dengan suara tinggi dan dingin.
Tubuh Queen seketika menegang mendengar suara Xavier yang sangat mengintimidasi. Chloe melihat wajah sang suami yang sudah sangat emosi dan siap untuk menghancurkan siapa pun.
"Sayang" ucap Chloe dengan lembut.
"Albert!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Iya bos" ucap Albert dengan dingin.
"You know what must do now" (kamu tahu apa yang harus kamu lakukan sekarang" ucap Xavier sambil memberi isyarat dan tersenyum bak iblis.
"Yes bos i know" ucap Albert sambil tersenyum sinis.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€