
π»Uang bisa di cari, mobil bisa di beli, bahkan manusia pun bisa di beli, tapi hanya satu yang tidak bisa di beli yaitu cintaπ»
.
.
.
.
Suasana pesta semakin riuh banyak pejabat-pejabat penting yang hadir, para direktur perusahaan dan bahkan sampai artis ibukota juga menghadiri pesta mewah orang terkaya no.2 di Indonesia.
Adam dan Laura yang masih kaget akan kehadiran Chloe saat ini tiba-tiba mengalihkan pandangan mereka ke pintu masuk. Suara blitz dan decak kagum dari para tamu menyambut kedatangan Riko Rahardian sekeluarga.
Sean yang datang bersama dengan Queen hanya menampilkan ekspresi datar begitu juga dengan papanya. Ke empat orang tersebut segera menuju ke arah tuan rumah.
"Mommy" teriak Queen dengan manja sambil berlari memeluk Laura.
"Sayang hati-hati awas kandunganmu" ucap Maya dengan panik.
Chloe tersenyum sinis melihat anak dan ibu yang penuh dengan drama di depan umum. Sean dan orang tuanya berjalan menyapa Adam dan Laura tanpa tahu jika Chloe dan Xavier juga berada di sana.
Queen melepaskan pelukannya merasa jika mommy dan daddynya sedang bersama orang lain. Saat ia berbalik menghadap ke belakang matanya kaget melihat siapa yang berdiri dengan anggun sambil tersenyum penuh arti.
Tak jauh berbeda dengan Queen, Sean bersama orang tuanya juga kaget melihat kehadiran Chloe yang sedang di rangkul seorang pria berbadan atletis disampingnya.
Riko merasa orang di depannya ini bukanlah orang biasa meski penampilannya sedikit cupu tapi auranya sangat kentara mengintimidasi.
Tatapan mata Riko bertemu dengan mata biru tajam milik Xavier. Riko seketika membuang arah pandangnya karena tak sanggup melihat tatapan mata yang sangat tajam seperti belati yang siap menusuk kapanpun.
"Selamat ya Laura dan Adam atas ulang tahun pernikahannya" ucap Maya sambil tersenyum manis dan memeluk Laura.
"Terima kasih Maya" ucap Laura.
"Selamat Adam dan Laura" ucap Riko dengan suara dingin.
"Terima kasih Riko" balas Adam.
"Selamat malam tuan Rahardian" ucap direktur Rangga.
"Selamat malam juga tuan Liem" ucap Riko sambil menjabat tangan rekan kerjanya.
"Tidak saya sangka bisa bertemu dengan orang terkenal seIndonesia di sini" ucap direktur Rangga dengan kekehan.
"Hahahahaha! Tuan Liem bisa saja" ucap Riko sambil tertawa.
Sean masih menatap tajam Chloe dan seketika rahangnya mengeras melihat pinggang ramping Chloe yang dirangkul dengan erat. Direktur Rangga yang melihat Sean sedang menatap tajam Chloe dan Xavier langsung berdeham.
"Ehem! Direktur Sean senang bertemu dengan anda disini" ucap direktur Rangga.
"Iya direktur Rangga" ucap Sean dengan singkat.
"Oh ya perkenalkan ini keponakan saya dan tunangannya" ucap direktur Rangga dengan senyum manis.
Sean terkejut mendengar jika pria yang di samping Chloe adalah tunangannya. Sorot matanya begitu tajam dan hal itu sempat dilihat oleh Queen, dirinya tersenyum mengejek melihat Chloe dengan teliti dari bawah ke atas.
"Selera kampungan" gumam Queen sambil tersenyum mengejek.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Maya melihat Chloe yang jauh lebih cantik dari dulu merasa takjub tapi dirinya tetap menampilkan ekspresi tidak suka dengan Chloe seperti dulu.
"Jadi ini keponakan direktur Rangga" ucap Sean dengan suara dingin.
"Iya benar sekali direktur Sean" ucap Rangga.
"Wah pasti orangnya berkecimpung di dunia yang sama dengan direktur Rangga" ucap Sean dengan suara cemooh.
Albert yang mendengar perkataan Sean mengepal tangannya dengan emosi. Xavier tersenyum sinis dan mengejek saat memandang Sean, aura dalam tubuhnya seakan menguar membuat suasana mencekam. Chloe yang tahu sang suami sedang menahan emosi mengelus lengannya dengan lembut.
Xavier melihat Chloe dengan tatapan cinta yang dibalas dengan senyum manis. Tubuh Sean menjadi kaku melihat senyum tulus Chloe yang dulu ia dapatkan tapi tidak sekarang.
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda" ucap Xavier dengan senyum sinis dan suara baritonenya.
Sean mengepal tangannya merasa jika orang didepannya sedang mengejeknya lewat senyumannya itu. Xavier sendiri tersenyum remeh melihat rivalnya yang sangat tidak bisa dibandingkan dengan dirinya.
"Jadi anda adalah tunangan dari Chloe" ucap Sean dengan datar.
Rahang Xavier mengeras mendengar nama istrinya yang disebut dengan akrab seperti teman karib. Sebelum Xavier menjawab Chloe segera memotong ucapannya.
"Saya rasa kita tidak dekat sedekat itu sehingga harus mengucapkan nama saya dengan informal tuan Sean. Kita hanya rekan kerja saja tuan Sean jadi tolong sopan dalam berbicara" ucap Chloe dengan tegas.
Xavier tersenyum bahagia mendengar penuturan sang istri. Beruntung tadi ia memakai earphone bluetooth untuk penerjemah bahasa otomatis. Rahang Sean semakin mengeras melihat Chloe yang tidak menganggap dirinya.
Suasana sangat terasa mencekam saat ini beruntung suara mc menginterupsi mereka semua. Adam, Laura dan kedua anaknya serta menantunya lalu naik ke panggung.
Chloe tersenyum sinis melihat keharmonisan keluarga yang sangat harmonis di atas sana. Chloe tertawa sinis tidak sabar ingin melihat bagaimana reaksi dari perempuan yang dulu dipanggilnya mommy.
"Sayang aku sudah tidak sabar ingin melihat bagaimana wajah topeng itu diganti dengan wajah asli sang pemilik" bisik Xavier.
"Permainan akan segera di mulai baby" ucap Chloe dengan senyum manis.
Adam memberikan pidatonya dengan penuh wibawa di atas panggung. Dia berterima kasih kepada sang istri yang selalu mendampinginya dalam suka dan duka juga kepada anak-anaknya.
"Para tamu hadiran sebentar lagi kita akan melihat bukti cinta perjalanan rumah tangga tuan dan nyonya Rosemary. Kepada tuan dan nyonya kami persilahkan untuk menghadap ke samping" ucap Mc.
Tak lama layar proyektor dihidupkan dan menampilkan foto-foto Adam dengan selingkuhannya di salah satu apartemen menengah. Laura berdiri dengan kaku melihat foto suaminya yang sedang telanjang dan bermesraan dengan seorang wanita.
"Matikan layar proyektornya" teriak Adam dengan wajah merah padam.
Semua tamu undangan kaget melihat foto perselingkuhan Adam saat ini. Para wartawan berbondong-bondong meliput dan mengambil gambar untuk dijadikan berita paling hot saat ini.
Tak lama foto itu diganti dengan video adegan tidak senonoh antara Adam dan selingkuhannya. Semua keluarga Rosemary menatap tajam Adam dengan wajah sangat emosi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Plak............
Bunyi tamparan keras bergema di dalam ballroom hotel. Laura menampar dan memukul suaminya dengan brutal, bahkan Steven pun turut ambil bagian menghajar sang daddy karena sudah mengkhianati sang mommy.
"Tega kamu khianati aku Adam" teriak Laura dengan kencang.
Chloe dan Xavier tersenyum bahagia melihat hal itu. Mereka tidak menyangka jika satu keluarga yang baru saja menunjukan keharmonisannya di depan umum di ganti dengan kehancuran keluarga itu sendiri.
"Kita pergi sekarang baby" ucap Xavier.
"Iya sayang"
Keduanya segera berlalu keluar di ikuti oleh Albert dan lainnya. Direktur Rangga dan istrinya masih berada di sana untuk melihat pertunjukan selanjutnya.
Queen tidak bisa membendung air matanya melihat mommy dan daddynya saat ini, Maya memberi isyarat kepada Sean untuk membawa menantunya pergi dari tempat ini.
"Mas aku masih mau disini temani mommy" ucap Queen sambil berderai air mata.
"Pikirkan bayi dalam perut loe" ucap Sean dengan wajah datar.
Keduanya langsung pergi meninggalkan hotel menuju ke mansion Sean. Sean sendiri kaget dengan tindakan mertuanya yang berani melakukan hal itu kepada istrinya.
~ Mansion Xavier ~
Di dalam kamar Xavier suara teriakan Chloe bergema di dalam sana. Dirinya tidak bisa menahan lagi permainan panas suaminya yang saat ini sedang menyentuh tubuhnya.
Xavier tidak melepaskan Chloe sedikit pun bahkan ia terus melakukannya lagi dan lagi hingga jam 05:00 pagi. Chloe sendiri sudah sangat lelah melayani nafsu buas sang suami.
Keesokan paginya Chloe bangun dengan badan serasa remuk semua. Ia melihat Xavier yang masih tertidur dengan wajah tenang seketika kesal karena digempur semalam suntuk oleh suaminya.
"Kenapa tenaganya besar amat ya, badan gue rasanya patah semua" gumam Chloe.
Chloe tertawa cekikan terus menusuk pipi sang suami tak lama dirinya berhenti menganggu tidur sang suami. Baru saja Chloe ingin bangun tubuhnya langsung ditarik dan ditindih oleh Xavier.
"Apa sangat menyenangkan Mrs. Wesly?" tanya Xavier dengan suara serak.
"Good morning baby" ucap Chloe dengan cengiran.
"Morning too baby" ucap Xavier sambil mencium bi**r Chloe dengan lembut.
"Morning kiss baby" ucap Xavier sambil terkekeh.
Chloe tersenyum manis sambil mengelus rahang Xavier dengan lembut. Chloe segera mendorong Xavier untuk menyingkir tapi Xavier tidak bergeming sedikit pun.
Tubuh polos Chloe yang bersentuhan langsung dengan tubuh polos Xavier seketika membuat dirinya panas dan membangunkan Xavier junior.
"Sayang kamu harus tanggung jawab" ucap Xavier dengan suara serak.
Chloe seketika kaget saat tahu suaminya kembali bernafsu di pagi ini. Akhirnya kedua insan itu melakukan olahraga pagi hingga 2 jam baru selesai.
Xavier mengendong Chloe ke kamar mandi lalu keduanya pun membersihkan diri. Setelah itu sarapan dan berangkat ke kantor bersama.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Mansion Rosemary ~
Dari semalam suara benda pecah dan teriakan dari sang nyonya bergema di dalam mansion. Semua keluarga dari Adam dan Laura berkumpul di mansion tersebut untuk membahas masalah semalam.
Adam duduk di ruang keluarga menyesal akan perbuatannya, tubuhnya penuh dengan luka lebam di semua bagian. Steven sendiri menatap sang daddy dengan tatapan tajam dan emosi kemudian berlalu pergi menuju kantor.
"Kamu tega mempermalukan keluarga besar Rosemary Adam!" bentak Alan.
"Maafkan Adam daddy Adam khilaf" ucap Adam dengan sedih.
"Maaf kamu bilang! Apa kamu tidak tahu jika saat ini namamu sudah rusak di luar sana, bahkan anakmu harus turun tangan untuk membereskan masalah akibat kamu yang tidak bisa menahan nafsu bejatmu itu!" bentak Alan dengan suara tinggi.
Semuanya hanya diam mendengar perkataan sang tuan besar Rosemary yang saat ini sedang marah. Laura keluar dengan wajah sembab dan kacau tidak seperti biasanya yang selalu berpenampilan modis.
"Kita cerai saja" ucap Laura dengan suara tinggi.
Adam bangun dan langsung berlutut di bawah kaki Laura sambil memeluknya. Dirinya terus meminta maaf kepada sang istri, Laura tidak memperdulikan suaminya dan berlalu masuk kembali ke dalam kamarnya lagi.
Adam segera menyusul sang istri untuk berbicara dengannya di dalam sana. Laura menangis dan memukul tubuh suaminya dengan kuat tapi dibiarkan oleh Adam.
"Aku minta maaf sayang tapi aku mohon jangan pernah meminta cerai sayang aku tidak bisa hidup tanpamu" ucap Adam sambil berlutut.
"Aku kasi kamu kesempatan sekali lagi jika kamu melakukannya lagi aku akan membunuhmu saat itu juga" ucap Laura dengan tajam.
"Terima kasih sayang aku janji tidak akan lagi sayang" ucap Adam dengan senyum.
Laura dan Adam saling berpelukan dan saling memaafkan satu sama lain.
Aku bertahan bukan karena kamu tapi karena rumah tangga kita dan anak-anak aku, batin Laura.
~ Shine Company ~
Di lantai 40 Chloe tertawa puas melihat berita yang menayangkan kejadian semalam, bahkan banyak netizen dunia maya yang memaki keluarga itu dan mencibir keluarga itu adalah keluarga yang penuh tipu belaka.
"Aku sangat puas melihat berita ini sayang" ucap Chloe dengan senyum sinis.
"Tunggu saja sayang karena ini baru permulaan sebentar lagi akan ada pertunjukan yang lebih menarik lagi nanti" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.
"Kamu sedang merencanakan sesuatu baby?" tanya Chloe.
"Lebih tepatnya sedang membalas semua perbuatan mereka baby" ucap Xavier dengan wajah mengeras.
"Hemmmm"
Belum hilang berita tentang perselingkuhan Adam tiba-tiba dunia maya dihebohkan dengan pemecatan dokter ternama dan para stafnya dengan tidak hormat di RM hospital.
Direktur rumah sakit milik keluarga Rosemary di kabarkan melakukan mall praktek terhadap pasien sampai mengakibatkan kematian.
Kevin segera turun tangan sebagai pemegang saham terbesar disana langsung memecat direktur rumah sakit RM dengan tidak hormat, bahkan tindakan korupsi dan penjualan organ tubuh ilegal oleh *RM*hospital langsung diusung ke kepolisian.
Alan yang menonton berita tersebut seketika pingsan dan di larikan ke rumah sakit terdekat. Ia dikabarkan mengalami serangan jantung setelah tiba di rumah sakit.
Saham perusahan Rosemary seketika anjlok karena berita perselingkuhan Adam dan kasus RM hospital. Steven bersama keluarga daddynya pusing mengurus semua masalah yang terjadi bersamaan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier tertawa puas saat mendapat laporan dari Kevin. Auranya sangat mencekam di dalam ruangan tersebut, Albert dan Thomas saling melirik melihat bos mereka yang sedang bersenang-senang saat ini.
Keduanya langsung tau jika saat ini Xavier sedang bermain dengan seseorang, entah apa yang direncanakannya hanya dirinya saja yang tahu.
"Albert segera beli saham di perusahaan Rosemary jika ada yang ingin menjualnya" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Baik bos"
"Buat saham itu atas nama istriku dan sembunyikan jangan sampai ada yang tahu" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Akan aku lakukan bos" ucap Albert dengan suara dingin.
Xavier tersenyum sinis melihat saham perusahaan Rosemary yang anjlok karena berita semalam dan hari ini.
Aku akan membuat kalian semua membayar dengan harga mahal karena sudah membuat wanitaku menderita selama ini, batin Xavier dengan penuh emosi.
Chloe yang tertidur di kamar pribadi Xavier tidak tahu jika sang suami saat ini sedang membalaskan dendam istrinya secara perlahan-lahan.
~ Mansion tua Rahardian ~
Riko saat ini sedang berada dengan papanya di ruang kerja sang papa. Keduanya sedang menunggu kedatangan seseorang untuk meramal anaknya Sean yang masih berada dalam kandungan.
"Papa sudah baca berita tentang mertua Sean"
"Sudah dan papa tidak menyangka ia melakukan hal tersebut kepada istrinya"
"Sekeji-kejinya aku tetap istriku adalah ratuku pa" ucap Riko dengan tajam.
"Apa kamu tidak curiga Riko?" tanya Bima.
"Aku sebenarnya curiga pa jika ini adalah permainan seseorang karena tidak mungkin dalam waktu bersamaan dua masalah besar langsung muncul dalam hitungan detik" ucap Riko menjelaskan.
"Ya papa setuju sama ucapanmu apa ini semua menyangkut dengan gadis yang disukai Sean" ucap Bima dengan cepat.
"Aku tidak tahu pa tapi semalam orang yang mengaku menjadi tunangan Chloe sepertinya bukan orang sembarang pa" ucap Riko sambil mengingat tatapan mata tajam Xavier.
"Apa maksud kamu son?" tanya Bima dengan bingung.
"Aura orang itu bukan orang sembarang pa dan semalam tatapan mata tajamnya baru kali ini aku melihatnya dan merasa sekujur tubuhku kaku"
"Siapa namanya?" tanya Bima dengan cepat.
"Aku tidak tahu pa karena dia tidak memperkenalkan diri dan yang aku tahu dia adalah keponakan jauh direktur Rangga"
"Jangan biarkan Sean mendekati orang itu atau mencari masalah dengannya sebelum kita mengetahui informasi lebih detail tentang dirinya" ucap Bima dengan tatapan tajam.
"Pasti pa" ucap Riko dengan tegas.
Tak lama orang yang ditunggu mereka akhirnya datang. dia adalah Arka Smith yang diminta oleh Bima untuk ke mansionnya sekarang. Bima ingin membuat persiapan sebelum sesuatu yang besar terjadi dalam keluarga mereka.
...βββββ...
To be continue.....................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€