
π»Melakukan sesuatu dengan kesabaran dan tulus hati akan menghasilkan sesuatu yang berguna dan penuh kebahagianπ»
.
.
.
.
Sesudah makan siang Chloe dan keluarganya segera pergi ke alamat yang di berikan Kevin. Mereka akan mempersiapkan kejutan dan pesta penyambutan Albert dan Mira.
"Sayang apa kamu sudah menyiapkan hadiah buat mereka" ucap Chloe dengan lembut.
"Heemmmm"
"Apa hadiahnya sayang?" tanya Chloe dengan penasaran.
"Mobil sport keluaran terbaru" ucap Xavier dengan santai.
Mendengar hal tersebut Chloe tidak kaget lagi karena suaminya pasti hanya memikirkan hal tersebut.
Kayaknya gue harus ngasih mereka perabotan deh siapa tahu di rumah mereka belum ada, batin Chloe.
"Hubby apa kita bisa menyiapkan perabotan untuk rumah mereka" ucap Chloe.
"Kamu atur saja sayang" ucap Xavier dengan senyum manis.
Chloe segera memesan perabotan paling bagus dan paling mahal untuk Mira dan Albert. Tak lupa ia juga mengirimkan alamat rumah Albert agar pesanannya di kirim langsung ke sana.
Xavier yang mengendong baby Xander hanya melihat Chloe dengan senyum manis. Ia membiarkan Chloe memilih barang apa yang akan di berikan karena pasti Chloe memilih yang terbaik.
~ Mansion Albert ~
Ternyata alamat yang mereka tuju tidak jauh dari perusahaan. Saat mobil Xavier tiba ketiganya segera keluar saat Mike membuka pintu untuk mereka.
"Sayang ini bukan rumah lagi tapi mansion" ucap Chloe dengan decak kagum.
"Well menurutku sama saja sayang" ucap Xavier dengan santai.
Chloe hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sang suami. Meski mansion Xavier lebih besar dari ini tapi menurut Chloe ini tak kalah luas dan mewah.
"Selamat datang bos, nyonya, dan bos muda" ucap Kevin dengan senyum bahagia.
"Hay Kevin kamu sudah dari tadi di sini" ucap Chloe.
"Sudah dari pagi nyonya" ucap Kevin.
"Ayok kita masuk sayang" ucap Xavier dengan suara dingin.
Keempatnya segera masuk ke dalam mansion Albert untuk melihat sekelilingnya. Chloe dan Kevin lalu sibuk membuat dekorasi untuk menyambut Albert dan Mira.
Xavier memilih untuk bermain bersama dengan baby Xander, tak lupa ia menyuruh pelayan untuk membantu sang istri. Tak lama pelayan memberitahu jika ada paket atas nama Chloe Elisabeth Wesly.
"Suruh mereka bawa masuk ke dalam" ucap Chloe dengan semangat.
Chloe lalu memberi instruksi kepada pelayan untuk segera menaruh semua barang yang di pesan Chloe. Chloe dan Kevin memilih penempatan semua barang itu di posisi yang paling bagus.
"Guci yang lainnya taruh di ruang keluarga" ucap Chloe sambil menunjuk ke arah guci.
"Baik nyonya" ucap para pelayan.
"Nyonya apa kita juga sekalian menaruh perabotan dapurnya?" tanya Kevin.
"Iya Kevin kamu minta pelayan yang lain untuk segera menaruh semua perabotannya" ucap Chloe.
"Baik nyonya" ucap Kevin.
Saat sedang memberi instruksi kepada pelayan tiba-tiba Xavier memanggil nama Chloe dengan kencang. Mendengar namanya di panggil Chloe segera naik ke lantai dua.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Ada apa sayang" ucap Chloe dengan kesal.
Pasalnya ia sangat sibuk di bawah tapi suaminya memanggilnya ke atas. Chloe mengerutkan keningnya melihat Xavier yang mengendong anaknya dengan wajah gugup.
"Sepertinya anak kita pup sayang" ucap Xavier dengan wajah gugup.
"Hah! Apa maksud kamu sayang?" tanya Chloe dengan bingung.
Chloe mendekat ke arah suaminya dan melihat baby Xander dengan teliti. Tak lama Chloe menggelengkan kepala saat mencium bau tak sedap dari baby Xander.
"Sayang kan kamu bisa menganti popok baby Xander" ucap Chloe dengan kesal.
"Aku tidak bisa sayang" ucap Xavier sambil menggelengkan kepala.
Chloe menarik napas dengan kasar karena suaminya.
Percuma kaya dan pintar ganti popok aja ngak bisa, batin Chloe dengan kesal.
Chloe lalu mengendong baby Xander dan membawanya ke salah satu kamar di sana. Ia yakin jika ia menganti popok baby Xander disana suaminya itu tidak akan berhenti protes.
"Daddy kamu itu tahu gampangnya saja tidak mau repot" ucap Chloe mengerutu.
Baby Xander yang mendengar nama sang daddy terus bercoleteh memanggil nama daddy.
Ngak anak sama daddynya sama aja bikin kesal, batin Chloe.
Chloe mengelap dan memakaikan baby Xander popok yang baru. Tak lupa ia memberi bedak baby agar kulit sang anak tidak iritasi.
Selesai Chloe membersihkan bekas popok anaknya dan membawa sang anak dalam gendongannya. Chloe melirik jam di sampingnya dan sudah tiba waktunya baby Xander di beri asi.
Chloe yang sedang asyik menyusui sang anak tidak tahu kedatangan sang suami. Xavier berjalan dengan langkah pelan menuju sang istri yang sedang duduk di ranjang.
"Sayang" ucap Xavier sambil duduk di samping Chloe.
Chloe tersenyum manis melihat suaminya yang datang menghampirinya. Xavier mengelus puncak kepala sang istri dengan lembut dan sesekali ia mencium Chloe dan Xander bergantian.
Baby Xander yang merasa terganggu dengan aksi sang daddy terus memukul wajah Xavier. Chloe menggelengkan kepala melihat kelakukan sang suami yang menggoda sang anak.
"Biar Xander menyusui sayang jangan di ganggu terus" ucap Chloe dengan suara tegas.
"Ckk!! Itu kan milikku baby" ucap Xavier dengan suara kesal.
"Sayang" ucap Chloe penuh penekanan.
"Ya ya itu untuk anak kita juga tapi sementara saja sayang" ucap Xavier.
Chloe hanya memutar malas bola matanya dengan kelakuan sang suami kepada sang anak. Ketiganya menghabiskan waktu di dalam kamar membiarkan Kevin sendiri sibuk mengurus semua persiapan di bawah.
~ LAX Airport ~
Tepat pukul 15:00 waktu setempat Albert dan Mira tiba di Los Angeles airport dengan pesawat pribadi Xavier. Albert dan Mira yang dari Maldevis terbang ke Indonesia berpamitan pada orang tuanya.
Setelah itu barulah keduanya terbang menuju ke California, Los Angeles. Albert mengandeng tangan Mira berjalan keluar dari pesawat menuju ke bawah dimana jemputan mereka sudah ada.
"Selamat datang bos dan nyonya" ucap para pengawal pribadi Albert.
"Heeemmmm"
"Sayang mereka siapa?" tanya Mira dengan bingung.
"Pengawal kita sayang" ucap Albert dengan lembut.
"Hah! Sejak kapan kita punya pengawal" ucap Mira dengan kaget.
"Well sejak hari ini sayang" ucap Albert dengan santai.
Albert lalu mengandeng Mira menuju mobil jemputan mereka. Di dalam mobil Mira yang masih belum puas dengan pembicaraan mereka kembali bertanya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Sayang apa kita harus memakai pengawal seperti Chloe"
"Hemmmm" deham Albert sambil mengangguk kepala.
"Are you kidding me" (apa kamu bercanda) ucap Mira dengan suara tinggi.
Albert menatap sang istri dengan kening berkerut, pasalnya ia bingung dengan maksud dari Mira. Melihat tatapan suaminya yang bingung Mira segera memberitahu apa maunya.
"Pokoknya aku tidak mau di beri pengawal sayang memangnya kita presiden apa yang harus di kawal" ucap Mira sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi kepadamu sayang" ucap Albert dengan lembut.
"Pokoknya aku tidak mau sayang jika kamu mau dikawal silahkan tapi tidak denganku" ucap Mira dengan tatapan tajam.
Ia berpikir lebih baik mengikuti perintah sang istri biar nanti dia menaruh pengawal untuk Mira sembunyi-sembunyi.
Ya begitu lebih baik untuk saat ini aku harus menaruh pengawal untuk istriku dari jauh, batin Albert.
~ Wesly Group ~
Thomas saat ini sedang mengerjakan berkas-berkas dari sekertaris Xavier. Ia bertugas menggantikan posisi Albert sampai Albert pulang dari bulan madu.
Saat sedang memeriksa berkas tiba-tiba hpnya berbunyi ada panggilan video dari Valeria. Thomas mengerutkan keningnya karena tak biasa Valeria menelponnya lebih dahulu.
Karena penasaran Thomas memutuskan untuk mengangkat panggilan dari Valeria. Tak lama wajah cantik Valeria terpampang jelas di layar hpnya.
^^^"Halo honey" ucap Thomas sambil tersenyum bahagia.^^^
"Where are you?" (dimana kamu) ucap Valeria dengan suara dingin.
^^^"Di perusahaan lebih tepatnya di ruanganku sayang" ucap Thomas sambil mengarahkan kamera ke sekeliling ruangannya.^^^
"Heeemmmm"
^^^"Ada apa sayang apa kamu sudah kangen diriku" ucap Thomas sambil menggoda Valeria.^^^
"Aku butuh bantuanmu"
^^^"Maksudnya"^^^
"Jika kamu tidak sibuk temui aku besok di penthouseku"
^^^"Kenapa tidak sekarang saja"^^^
"Saat ini aku masih sibuk dan waktuku hanya besok sebelum berangkat kembali ke Dubai"
Ada perasaan aneh saat mendengar perkataan Valeria jika ia akan pulang kembali ke negera tempat tinggalnya. Thomas menetralkan rasa terkejutnya barusan agar Valeria tidak curiga.
^^^"Baiklah besok pagi aku akan ke sana sayang" ucap Thomas sambil tersenyum.^^^
"Heemmm! Aku tunggu"
Baru saja Thomas ingin menjawab Valeria sudah dulu memutuskan panggilannya. Melihat panggilannya sudah diakhir Thomas serasa ingin memukul kepala Valeria karena kesal.
Saat ingin menghubungi Valeria tiba-tiba pesan Kevin masuk ke handphonenya.
BocahIngusan
"Hay dude aku cuma mau bilang kalau 30 menit lagi Albert dan Mira akan tiba di mansion merekaππ"
"Dasar bocah sialan" ucap Thomas dengan kesal.
Thomas segera mematikan laptopnya dan menaruh di tasnya. Sebelum pergi tak lupa ia mengunci pintu ruangan kerjanya karena berkas perusahaan penting masih di atas mejanya.
Sampai di parkiran khusus Thomas segera melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke mansion Albert. Ia tak mau terlambat menyambut Albert dan Mira yang sudah di anggap saudaranya.
~ Mansion Albert ~
Thomas sampai di mansion Albert dan segera masuk ke dalam. Saat masuk ke dalam ia melihat Kevin yang sedang berdiri di ruang keluarga sambil tertawa.
"Wah ternyata kamu cepat juga ya dude" ucap Kevin sambil cekikan.
"28 menit 56 detik" ucap Xavier dengan tampang datar.
"Hah! Maksudnya?" tanya Thomas dengan napas ngos-ngosan.
"Kamu di bohongi Kevin soalnya Albert baru saja mendarat di bandara" ucap Chloe sambil membawa minuman untuk mereka.
"Kevin awas kamu" teriak Thomas dengan emosi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Thomas lalu mengejar kevin seperti kucing dan tikus, Kevin yang sudah tidak kuat berlari pasrah saja jika Thomas memukulnya.
Bugh......bugh......bugh......
Tiga pukulan di muka dan perut Kevin seketika membuatnya jatuh. Kevin lalu mengangkat jarinya meminta ampun kepada Thomas, melihat Kevin sudah tak berdaya barulah Thomas melepaskannya.
"Sorry dude aku tidak kuat lagi" ucap Kevin sambil menahan sakit.
"Itu akibat karena sudah membohongiku" ucap Thomas dengan kesal.
Hehehehe........
Thomas dan Kevin segera pergi kembali ke ruang keluarga bersama dengan Xavier dan Chloe. Sampai disana Chloe menatap wajah Kevin dengan kasihan karena memarnya sangat kelihatan.
"Mending kamu obati dulu lukamu Kevin" ucap Chloe dengan kasihan.
"Iya nyonya" ucap Kevin.
Kevin lalu meminta pelayan membawa kotak p3k, meski tadi mereka berkelahi tapi Thomas tetap membantu mengobati luka Kevin. Melihat hal tersebut Chloe tersenyum karena ikatan persaudaraan mereka yang sangat kuat.
"Jangan senyum kepada laki-laki lain selain aku baby" ucap Xavier sambil memegang dagu Chloe.
"Iya suami posesifku" ucap Chloe sambil mencium pipi sang suami.
Xavier tersenyum hangat mendapat ciuman dari sang istri. Tak lama bunyi deru mobil terdengar berhenti di depan mansion, setelah melihat siapa yang datang mereka segera bersiap-siap di ruang tamu.
Albert dan Mira yang sudah sampai segera bergegas keluar. Saat keluar Mira kaget menatap mansion mewah di depannya.
"Welcome home istriku" ucap Albert dengan suara lembut.
"Ini betul rumah kita sayang?" tanya Mira dengan decak kagum.
"Lebih tepatnya mansion kita sayang" ucap Albert sambil memeluk pinggang Mira.
"Gila benar gue tinggal di sini" gumam Mira dengan suara pelan.
"Ayok kita lihat ke dalam sayang" ucap Albert.
Keduanya lalu masuk ke dalam sambil bergandengan tangan. Saat pintu dibuka tiba-tiba keduanya kaget dengan teriakan dari Chloe, Kevin, Thomas, dan para pelayan.
"Surprise" teriak semuanya dengan serentak.
Mira dan Albert tak menyangka akan mendapat kejutan dari Xavier dan yang lainnya. Chloe lalu berlari menuju ke arah Mira dan memeluk sahabatnya dengan sangat erat.
"Selamat ya Mira akhirnya loe nyampe juga" ucap Chloe dengan gembira.
"Thanks ya Chloe udah buat kejutan untuk gue ama laki gue" ucap Mira dengan penuh haru.
"Sama-sama sahabatku" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Semuanya terima kasih" ucap Mira dengan tulus.
"Bos terima kasih buat sambutannya" ucap Albert dengan tulus.
"Heemmm! Ini usulan Kevin jadi berterima kasihlah kepada dia" ucap Xavier dengan datar.
"Thanks dude dan you too" ucap Albert sambil memeluk Kevin dan Thomas.
"Sama-sama dude" ucap keduanya dengan serentak.
Mereka semua lalu berpesta menikmati kedatangan Mira dan Albert. Suasana dalam ruang keluarga Albert penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan.
"Akhirnya aku bisa menemukan keluarga yang hangat dan tulus menyayangi aku terima kasih untuk kalian semua" gumam Chloe dengan pelan.
Xavier lalu memeluk sang istri dari samping dan mencium puncak kepala Chloe dengan lembut. Tatapan mata hangat dan penuh cinta dari Xavier membuat Chloe merasa sangat senang.
"Terima kasih sudah ada membuat mimpiku menjadi nyata sayang dan terima kasih untuk cintamu yang begitu tulus untuk aku dan Xander baby" ucap Xavier dengan senyum manis.
"Aku yang harusnya berterima kasih sayang karena tanpa kamu aku tidak bisa memiliki keluarga yang utuh dan tulus mencintaiku hubby. Terima kasih sudah menjadi suami dan daddy yang terbaik untuk aku dan Xander sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Sama-sama sayang"
Keduanya berpelukan menghantarkan cinta diantara masing-masing. Chloe tersenyum bahagia karena sudah melewati cobaan yang begitu berat sampai menemukan arti keluarga sejati.
Keluarga adalah rumah yang paling hangat untuk setiap manusia di muka bumi. Karena keluargalah kamu bisa menemukan arti hidupmu dan juga kehangatan yang tidak bisa di bayar dengan apapun di dunia ini.
β€TAMATβ€
Terima kasih buat semua pembaca yang sudah senantiasa membaca dan menunggu karya author yaππππ
Novel Heartless hanya akan sampai disini saja dan jangan khawatir karena akan ada esktra partnya untuk Thomas, Kevin, Albert, dan tentunya Xavier dan Chloe.
Buat dukungan kalian semua selama ini sangatlah berarti buat author. Hanya terima kasih yang sebanyak-banyaknya yang bisa author sampaikanβ€β€π
Salam hangat dari HeavenGirlβ€β€β€π