
π»Umur bukanlah alasan untuk kamu menjadi dewasa tapi tingkah lakumulah yang menunjukan kedewasaan dirimuπ»
.
.
.
.
Mendengar perkataan pemimpin dari orang-orang tersebut seketika tubuhnya menjadi gemetar ketakutan. Chloe sangat takut karena saat ini bukan hanya dirinya saja tapi ada nyawa juga dalam kandungannya.
"Bos kenapa ngak kita cicipi saja ja***g ini sebelum kita bunuh" ucap salah satu anak buahnya dengan tatapan napsu.
"Hahahaha! Benar juga loe" ucap Dante bos pemimpin mereka.
Dante tersenyum smirk melihat Chloe dari atas hingga ke bawah. Ia sangat senang mendapat mangsa yang sangat cantik seperti Chloe.
"Jangan mendekat" teriak Chloe sambil mundur ke belakang.
"Tenang sayang sebelum gue bunuh loe gue bakal buat loe ngerasain yang namanya surga" ucap Dante dengan suara menggoda.
"Pergi! jangan mendekat.........hiks hiks hiks" ucap Chloe yang sudah berderai air mata.
Ya Tuhan bantulah hamba-Mu ini dan anak hamba, batin Chloe.
Dia sangat berharap ada keajaiban saat ini, Dante terus mendekat dan memegang tangan sebelah kiri Chloe dengan kuat agar Chloe tidak mundur lagi.
Chloe berusaha melepaskan tangannya tapi tenaganya tidak ada lagi. Da**h segar terus mengalir dari lengannya yang terluka, melihat Chloe dari dekat seketika membuatnya semakin tambah bernafsu.
"Hari ini kita bakal puas! Hahaha" ucap Dante sambil tertawa.
5 orang anak buahnya ikut tertawa mendengar perkataan bos mereka. Mereka sangat bahagia bisa mendapat hadiah yang sangat menggoda dan mengiurkan hari ini.
"Tolong lepasin gue tolong" pinta Chloe dengan suara parau.
"Ngak segampang itu b***h asal loe tahu bayaran loe untuk kita itu mahal loh" ucap Dante.
"Siapa yang membayar kalian"
"Mantan keluarga tercinta loe" ucap Dante dengan smirknya.
Chloe terkejut tidak menyangka jika keluarga Rosemary akan melakukan hal kotor seperti ini untuk membunuhnya. Rasa amarah dan dendam dalam dirinya membuat wajah ketakutan Chloe seketika berubah menjadi tatapan dingin.
Dante yang melihat perubahan wajah Chloe seketika menjadi merinding karena auranya sangat mencekam. Tidak mau memperdulikan hal itu Dante berusaha menarik paksa baju yang dipakai Chloe tapi Chloe memberontak.
"Jangan sentuh gue lepasin" teriak Chloe.
Plak..........
Bunyi tamparan kuat bergema di dalam hutan, seketika bibir Chloe robek dan mengeluarkan darah. Dante yang melihat hal itu tersenyum puas.
"Hari ini loe bakalan jadi ja***g gue sebelum gue bunuh loe" ucap Dante dengan tatapan penuh napsu.
"Gue mohon jangan" ucap Chloe sambil menahan rasa sakit di pipinya.
Dante memegang tangan Chloe dengan kuat dan berusaha menarik baju Chloe.
Dor..........dor.........dor...........dor........
Bunyi 4 tembakan seketika membuat 4 orang anak buahnya tumbang dengan kepala yang sudah lobang.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Dante dan satu anak buahnya terkejut bukan main melihat teman mereka sudah tewas mengenaskan. Ia lalu berdiri dan melihat ke semua penjuru tapi tidak melihat siapapun.
"Berengsek siapa loe" teriak Dante dengan kencang.
Aura membunuh dan mencekam seketika terasa di sekitar mereka, Dante merasa kedinginan di sekitar tubuhnya, keduanya menelan saliva dengan susah merasakan aura saat ini.
Xavier berjalan dengan wajah menghitam sambil memegang pistol eagle dessert miliknya di tangan kanannya. Tatapan tajam dan membunuh seketika menghujam Dante saat melihat bibir Chloe yang terluka.
"Siapa loe?" tanya Dante dengan emosi.
Dor...........dor.........
Bunyi tembakan dua kali di anak buahnya, Dante sampai terkejut melihat anak buahnya yang sudah merenggang nyawa. Ia ingin menembak Xavier tapi ia sadar jika saat ini ia tidak memegang senjata apapun.
"Siapa loe" ucap Dante dengan tubuh gemetar.
Xavier langsung menendang Dante hingga terjatuh, saat ini ia sangat emosi melihat tubuh sang istri yang penuh luka dan lebam di lengannya.
Bugh......bugh......bugh.......bugh.....
Pukulan dan tendangan Xavier dengan cepat tidak memberikan waktu sedikit saja kepada Dante untuk membalasnya. Xavier melampiaskan semua amarahnya saat ini.
Chloe yang melihat Xavier memukul Dante dengan brutal tidak bisa menghentikannya. Tubuhnya saat ini sangat lemah dan ia bersyukur suaminya datang tepat waktu.
Brugh........
Chloe pingsan seketika, Albert yang melihat nyonya mereka pingsan ingin mendekat tapi tidak jadi saat melihat bosnya sudah bergerak lebih dulu.
Meskipun bos saat ini sangat emosi dan siap membunuh musuhnya tapi tetap masih memperhatikan nyonya, batin Albert.
"Bawa dia ke belakang mansion" ucap Xavier dengan suara dingin.
Xavier berjalan mendekati Chloe dan mengangkat tubuhnya, rahangnya mengeras melihat wajah Chloe yang ada bekas tamparan dan luka tembak di lengan kirinya.
"Tampar dia sampai kamu puas tapi jangan sampai dia mati" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Albert.
Sayang bertahanlah demi aku dan anak kita, batin Xavier.
Ia lalu mengendong Chloe membawanya ke helikopter dan menuju ke rumah sakit Wesly. Albert segera mengikuti bosnya dari belakang dan memberi perintah kepada pihak rumah sakit.
~ Rumah Sakit Wesly ~
Suasana rumah sakit seketika mendadak riuh karena mendengar pemilik rumah sakit sedang menuju kesini. Brankar sudah di siapkan di landasan heliped bersama dokter kandungan dan dokter umum.
Xavier keluar sambil mengendong Chloe dengan aura membunuh diikuti oleh Albert, Thomas, dan Kevin. Kevin yang penuh lebam di sekujur tubuhnya juga mendapatkan pertolongan.
Chloe lalu dibawa ke ruangan UGD untuk segera diperiksa, tiba di depan ruang UGD Xavier dan Albert juga ikut ke dalam sana beruntung mereka berdiri dari jauh tidak mendekat.
"Selamatkan istriku jika tidak kepala kalian taruhannya " bentak Xavier dengan suara dingin.
"Iya tua...n" ucap para dokter dan suster dengan gugup.
Chloe lalu diperiksa dan dibersihkan lukanya, dokter mulai bekerja dengan hati-hati mengeluarkan peluru dari lengan Chloe dan menjahit lukanya dengan rapi. Selang 30 menit semuanya sudah selesai.
"Tuan"
"Heemmm"
"Keadaan nyonya baik-baik saja dan kandungannya juga baik hanya ada luka di lengan dan sudut bibir nyonya"
"Heemmmm"
Xavier bernapas dengan lega setelah mendapat kabar tentang kondisi sang istri, belum juga dokter selesai berbicara ia sudah keluar.
Chloe lalu ditempatkan di ruangan VVIP khusus untuk pemilik rumah sakit di lantai paling atas dan hanya ada satu kamar saja. Xavier mengelus puncak kepala sang istri dan menciumnya dengan lembut.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Maafkan aku yang datang terlambat sayang" ucap Xavier dengan perasaan bersalah.
Ia sungguh sangat kepikiran melihat keadaan istrinya yang saat ini terbaring lemah di brankar. Xavier mengelus perut Chloe yang agak membuncit sambil menciumnya.
"Nak kamu baik-baik ya dalam perut mommy baby" ucap Xavier.
Melihat bosnya yang sangat terpukul melihat kondisi Chloe membuat Albert dan Thomas menjadi sedih. Keduanya berdiri di luar sambil melihat bosnya.
"Apa ini semua ulah mantan keluarga nyonya" ucap Albert dengan wajah dingin.
"Iya saat ini mereka sedang menunggu telepon dari orang suruhan mereka" ucap Thomas.
"Hehehehe! Sampai mati pun mereka tak akan mendapat kabar dari orang suruhan mereka" ucap Albert sambil tertawa sinis.
"Apa yang kau lakukan selanjutnya" ucap Thomas.
Albert tersenyum penuh arti lalu mengambil hpnya dan menghubungi anak buahnya.
"Halo bos"
^^^"Tangkap bajingan itu" ucap Albert dengan penuh kebencian.^^^
"Apa dengan keluarganya bos"
^^^"Tangkap dia sendiri dan bawa ke belakang mansion"^^^
"Baik bos"
^^^"Lakukan dengan bersih"^^^
Belum juga dijawab anak buahnya Albert segera mematikan panggilannya. Thomas tersenyum senang mengetahui maksud dari Albert.
"I'm so proud of you dude" (aku bangga sama kamu teman) ucap Thomas.
"Ini balasan untuk orang yang sudah membuat bos menjadi sedih" ucap Albert dengan tatapan membunuh.
"Yeah aku setuju denganmu" ucap Thomas sambil menepuk pundak Albert.
~ RM Group ~
Di ruangan Adam saat ini dia sedang menunggu hasil orang suruhannya bersama dengan Laura dan Steven. Mereka menunggu dengan tidak tenang ingin mendengar jawaban orang suruhan mereka untuk membunuh Chloe.
"Kenapa belum juga ada kabar daddy" ucap Steven.
"Kita tunggu saja jangan sampai kita menghubungi mereka lebih dulu" ucap Adam.
"Memangnya kenapa sayang" ucap Laura dengan bingung.
"Kita tidak tahu apa mereka berhasil atau tidak, jika mereka gagal berarti kita tidak boleh menghubungi mereka supaya tidak ada yang tahu jika kitalah yang menyewa mereka" ucap Adam memberi penjelasan.
"Heemmm"
"Mereka itu adalah pembunuh bayaran profesional dan kerja mereka sangat bersih"
"Baguslah daddy" ucap Steven.
Laura lalu melihat sudah jam pulang kantor dan segera mengajak sang suami untuk pulang. Adam lalu menyuruh Laura dan Steven pulang lebih dulu karena ia akan meeting bersama dengan Dion sejam lagi.
"Ya sudah dad hati-hati pulangnya" ucap Laura.
"Iya mom" ucap Adam dengan lembut.
Laura dan Steven lalu pulang ke mansion lebih dulu. Melihat istri dan anaknya sudah pulang ia segera menghubungi Maya untuk bertemu di tempat janjian mereka.
Tanpa Laura sadari ternyata suaminya kembali menjalin hubungan dengan selingkuhannya waktu itu. Maya yang bisa memuaskan hasratnya membuat Adam tidak jadi mengakhiri hubungan mereka.
Ia lalu bersiap pergi ke tempat janjian setelah menyuruh Dion untuk pulang terlebih dahulu. Adam lalu masuk ke mobil dan bersama sopir melaju ke tempat janjian ia dan Maya.
Sampai persimpangan Adam menyuruh sang sopir untuk turun dan menunggunya di cafe dekat mansion. Adam melajukan mobilnya tanpa ia sadari ternyata anak buah Xavier sedang mengikutinya.
Sampai di bawah jembatan ia lalu mematikan mesin mobilnya dan masuklah Maya ke dalam. Anak buah Xavier lalu mengambil gambar mereka dengan diam-diam dan sangat banyak.
"Mas aku kangen" ucap Maya dengan sensual.
"Aku juga sayang" ucap Adam.
Keduanya lalu berciuman panas di dalam mobil dan melakukan hubungan suami istri disana. Anak buah Xavier tersenyum penuh arti melihat foto yang mereka dapatkan, mereka lalu mengirimkan ke Albert.
1 jam kemudian Maya keluar dari mobil dan segera masuk ke mobilnya sendiri lalu pergi. Anak buah Xavier lalu memakai topeng dan berjalan mendekat ke arah mobil Adam.
Tok........tok.........tok.....tok.......
Kaca jendela mobil diketuk, Adam yang penasaran segera membuka pintu kaca mobilnya, belum juga berbicara ia langsung dipukul di tengkuk dan seketika pingsan.
Adam lalu di bawa ke mobil mereka dan tak lupa mengirim pesan ke sang sopir untuk menjemput mobil tuannya disini memakai hp Adam. Mereka lalu bergegas menuju ke belakang mansion Xavier tempat penghukuman untuk musuh-musuh Xavier.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Rumah Sakit Wesly ~
Albert tersenyum sinis melihat 2 pesan dari anak buahnya. Ia melihat foto-foto Adam yang sedang melakukan tindakan tak senonoh di dalam mobil.
"Thomas kamu simpan foto yang ku kirimkan ke kamu" ucap Albert.
Thomas lalu membuka foto-foto tersebut dan seperti Albert raut wajahnya seketika sangat jijik melihat foto-foto itu. Ia tahu jika ini akan membuat aib keluarga Rosemary seketika hancur tanpa tersisa.
"Sangat menjijikan" ucap Thomas.
"Heemmm"
Di dalam ruang rawat Chloe, seketika ia membuka matanya dengan perlahan-lahan. Ia melihat semuanya berwarna putih dan merasakan lengan kirinya sangat sakit.
"Xavier" ucap Chloe dengan lemah.
Xavier yang sedang menunduk seketika mengangkat kepalanya mendengar namanya di panggil. Ia tersenyum hangat melihat istrinya sudah siuman.
"Kamu sudah sadar baby" ucap Xavier.
"Bagaimana anak kita sayang?" tanya Chloe dengan wajah takut.
"Anak kita baik-baik saja dia sangat kuat seperti daddynya" ucap Xavier dengan sombong.
Chloe hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya yang sudah mulai arogan, Xavier lalu memencet tombol di atas ranjang Chloe.
Tak lama dua dokter masuk bersama dua orang suster, dokter tersebut tersenyum hangat di depan Chloe dan Xavier.
"Saya periksa dulu ya nyonya" ucap dokter umum.
"Iya dok" ucap Chloe.
Dokter lalu memeriksa keadaan Chloe di lanjutkan dengan dokter Susi mengecek kandungan Chloe sekali lagi.
"Kandungan nyonya sangat kuat ingat jangan lakukan hal-hal berat dulu dan istirahat yang cukup jangan lupa minum vitaminnya ya nyonya" ucap dokter Susi.
"Iya dok"
"Apa ada yang masih sakit nyonya?" tanya dokter umum.
"Lengan kiri saya perih dok"
"Oh itu karena nyonya sudah siuman makanya obat biusnya tidak terasa lagi dan itu tidak akan sakit lagi beberapa jam kemudian nyonya. Nyonya akan dirawat disini selama 3 hari baru boleh pulang"
"Baik dok"
"Jangan lupa istirahat yang banyak nyonya"
"Iya dok terima kasih" ucap Chloe.
"Sama-sama nyonya kalau begitu kami permisi"
"Iya dok"
Xavier hanya diam saja mendengar perkataan dokter mengenai kondisi sang istri. Chloe yang melihat suaminya hanya diam mengernyitkan keningnya dengan bingung.
"Sayang"
"Hemmm"
Chloe melihat tatapan mata Xavier yang seperti menyalahkan dirinya atas kejadian barusan. Ia lalu menyuruh sang suami untuk mendekat, Xavier segera mendekat sang istri dan memeluknya menaruh kepalanya di dada Chloe.
Chloe mengelus rambut pirang Xavier dengan lembut seakan memberitahunya jika ia tidak apa-apa. Xavier mengangkat kepalanya dan melihat Chloe dengan tatapan sedih.
"Thank you sayang......hiks hiks " ucap Chloe sambil terisak.
"Please don't cry baby" (tolong jangan menangis sayang) ucap Xavier dengan suara lembut.
"Terima kasih sudah datang tepat waktu sayang aku sangat berterima kasih"
"Aku menjadi suami yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik"
"No baby, kamu adalah suami dan daddy yang sangat terbaik buat kami berdua, aku sangat senang kamu menaruh pengawal yang begitu banyak melindungi kami sayang, meski harus mengorbankan diri mereka untuk menjaga aku sayang"
"Itu sudah menjadi tugas mereka sayang"
"Jangan menyalahkan dirimu atas semua ini sayang. Kamu itu adalah pahlawan aku baby terima kasih sudah menjadi suami terbaik dalam hidupku" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Heemmmm"
"Sayang jangan memukul para pengawal karena tanpa mereka aku tidak bisa ada disini"
"Ckk!!" decak Xavier dengan kesal mendengar istrinya memuji laki-laki lain.
"Hubby mereka itu adalah orang yang kamu pilih untuk menjadi pengawal aku dan aku sangat bersyukur karena pemimpin mereka adalah orang yang sangat hebat dan sekaligus dia adalah suami aku" ucap Chloe dengan senyum manis.
Seketika bibirnya tersenyum lebar mendengar perkataan sang istri. Xavier mencium kening Chloe dengan lembut dan me****t b***r Chloe dengan lembut. Tak lama Chloe tertidur kembali karena efek obat yang masih ada.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier lalu keluar dari kamar Chloe karena ingin membalaskan semua yang di alami istrinya saat ini. Albert dan Thomas segera berdiri melihat sang bos yang keluar dengan tatapan membunuh.
"Bos" ucap keduanya serentak.
"Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan" ucap Xavier sambil menatap tajam keduanya.
"Tahu bos otak dari semuanya ini sudah ada di belakang mansion bos" ucap Albert.
"Good"
"Bos apa kita hancurkan keluarga Rosemary saat ini juga" ucap Thomas.
"You know what you must doing Thomas" (kamu tahu apa yang harus kamu lakukan Thomas) ucap Xavier sambil menyeringai seperti iblis.
"I know bos" (aku tahu) ucap Thomas dengan senyuman dingin.
"Bagaimana dengan anak perempuan keluarga Rosemary bos" ucap Albert.
"Kirimkan bukti itu ke suaminya setelah kehancuran keluarganya" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Oke bos" ucap Albert.
"Bagaimana anak buah kita" ucap Xavier.
"2 mobil pengawal meledak, ada 10 yang mati selain itu yang lainnya hanya luka-luka saja bos" ucap Albert.
"Kevin dan Mike"
"Keduanya baik bos hanya memar dan luka luar saja bos" ucap Albert.
"Suruh keduanya libur hingga pulih dengan pengawal yang lain dan berikan tunjangan ke keluarga pengawal yang meninggal"
"Baik bos"
"Albert tambah pengawalan ketat untuk istriku mulai saat ini dan suruh anak buah kita di markas utama selalu stand by" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos"
Xavier lalu masuk kembali ke ruang Chloe untuk tidur bersama dengan sang istri. Albert dan Thomas lalu melakukan semua perintah dari bos mereka.
Malam itu dunia maya kembali di kejutkan dengan beredarnya foto Adam dan selingkuhannya. Bahkan kali ini para netizen menghujat keluarga Rosemary yang sangat tidak berpendidikan itu.
Laura yang membaca berita tersebut seketika mengamuk dan melemparkan semua benda dalam kamarnya. Steven dan Aurel yang panik segera bergegas ke kamar sang mommy.
Keduanya kaget melihat kamar sang mommy yang seperti kapal pecah. Laura terus berteriak memaki nama Adam karena sangat emosi dan sakit hati.
"Akan ku bunuh kamu dengan jalangmu itu Adam" teriak Laura.
...βββββ...
To be continue...........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€