Heartless

Heartless
Episode 56



🌻Satu kebohongan akan menciptakan kebohongan yang lain🌻


.


.


.


.


Kenan pulang ke rumahnya dan menceritakan semua kejadian hari ini kepada mama dan kedua saudara kembarnya.


"Jadi Chloe sakit" ucap Ani.


"Iya ma dan katanya karena kurang istirahat aja sih ma" ucap Kenan.


"Mama kayak ngak yakin sama ucapan Chloe ya" ucap Ani dengan penuh kecurigaan.


"Kenan sih juga ngak yakin tapi Kenan iyain aja perkataan Chloe ma" ucap Kenan menimpali ucapan sang mama.


"Heemmm! Benar kata ka Kenan ma" ucap Dio.


"Btw, ka Kenan gimana sama ka Rina, cantik ngak ka?" ucap Doni menggoda kakaknya.


"Apaan sih ni bocah" ucap Kenan kesal tapi wajahnya merah seperti kepiting rebus.


"Cie cie! Wajahnya merah thu ka. Hahahahaha" ucap Dion sambil tertawa kencang melihat wajah kakaknya yang merah padam.


"Ngak kok" bantah Kenan sambil meraba wajahnya yang terasa panas.


"Ciuh ciuh! Ada yang lagi berbunga-bunga nie yeee" goda si kembar dengan kompak.


Karena terus digoda oleh si kembar membuat Kenan melempar mereka dengan bantal sofa, akhirnya terjadilah perang bantal sofa disana. Melihat ketiga anaknya yang kekanak-kanakan mamanya hanya berlalu meninggalkan para perusuh.


"Ingat rapihkan kembali ya" teriak sang mama dari arah dapur.


"Ok ma" ucap ketiganya dengan serentak.


~ Mansion Rosemary ~


Bi Rani sedang menganti perban di tubuh Chloe. Chloe menjerit sakit waktu perbannya dibuka dan dibersihkan kemudian diberi obat kembali.


"Aw aw aw bi pelan-pelan" ucap Chloe meringis sakit.


"Tahan ya non lukanya harus dibersihkan" ucap bi Rani.


"Arrrgghh...........bi sakit" ringis Chloe karena perih ketika terkena obat.


Bi Rani tetap lanjut mengobati Chloe meski Chloe terus menerus meringis sakit. 30 menit kemudian luka di punggung Chloe sudah di perban, bi Rani lalu membereskan semua obat kembali ke kotak P3K.


"Non jangan tidur dulu minum obatnya biar cepat sembuh" ucap bi Rani sambil menyodorkan beberapa jenis obat ke Chloe.


Chloe bangun dan menerima obat serta air yang disodorkan bi Rani, kemudian ia meminumnya dan mengembalikan gelas kosong ke bi Rani.


Bi Rani pun keluar setelah melihat Chloe sudah mulai terlelap karena efek obat. Sampai di dapur bi Rani diberitahu seorang pelayan jika nyonya mereka meminta buah di ruang keluarga.


Bi Rani mengantar buah kepada nyonya dan tuan rumah yang sedang bercanda di ruang keluarga.


"Bagaimana kondisi anak itu?" tanya Adam kepada bi Rani.


"Kondisi non Chloe sudah mulai membaik tuan"


"Heeemmm"


"Jadi anak sial itu kapan masuk sekolah mom" ucap Queen.


"Ngak tahu tunggu sampai sembuh sih" ucap Laura.


"Kenapa ngak suruh masuk aja mom" ucap Queen.


"Biarin dia sembuh dulu supaya jangan ngerepotin kita diluar sana princess" ucap Steven.


"Wah benar juga ya ka" ucap Queen.


"Heemmm"


Mereka kemudian bercanda gurau kembali seakan tidak ada apapun yang terjadi dalam mansion ini. Bi Rani yang melihat hal tersebut menjadi kasihan dengan Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Hari-hari sudah berlalu tidak terasa sudah hampir seminggu Chloe hanya berdiam di mansion. Keadaan Chloe sudah pulih luka cambuknya juga sudah mengering di tubuhnya.


Chloe selama ini selalu menghindar dari Sean dan teman-temannya yang ingin menjenguk dirinya. Chloe selalu beralasan sedang ada mommynya di rumah atau dokter menyarankannya untuk beristirahat lebih banyak.


Sean yang sudah sangat kangen kepada pacarnya hanya bisa pasrah saja, ia juga harus mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir nasional pada hari senin esok.


Ya hari ini adalah hari minggu dan Chloe mengambil kesempatan menghubungi sang pacar untuk bertemu. Tapi sebelumnya ia harus menelpon om Arka dulu.


"Halo"


^^^"Halo selamat siang coach"^^^


"Oh nak Chloe kenapa ngak datang latihan seminggu ini"


^^^"Maaf ya coach Chloe sakit selama seminggu makanya Chloe ngak bisa hadir coach"^^^


"Om kirain kamu udah ngak mau belajar karate lagi nak"


^^^"Ngak coach Chloe masih pengen belajar, mungkin hari senin Chloe udah bisa masuk lagi"^^^


"Baiklah kalau gitu kalau memang masih sakit jangan masuk dulu ya nak"


^^^"Chloe udah sembuh kok coach"^^^


"Baiklah kalau begitu nanti om tunggu besok ya"


^^^"Iya coach"^^^


Panggilan pun dimatikan, Chloe senang karena masih ada yang menyayanginya di luar sana. Chloe kembali mencari kontak Sean dan menghubunginya, pada dering ketiga Sean pun mengangkatnya.


"Halo" ucap Sean dengan suara serak.


^^^"Halo ka" ucap Chloe dengan suara lembut.^^^


Mendengar suara lembut tersebut seketika mata Sean terbuka lebar, ia sangat mengenali suara ini yang sudah seminggu tidak bertemu.


"Sayang gue kangen" ucap Sean dengan manja.


^^^"Chloe juga kangen sama ka Sean"^^^


"Ketemuan yuk sayang"


^^^"Uhmm! Ka Sean jemput Chloe sekarang ya"^^^


"Beneran sayang" ucap Sean dengan riang dari seberang.


^^^"Beneran ka"^^^


"Yaudah loe siap-siap ya bentar lagi gue jemput"


^^^"Oke ka"^^^


Sean mematikan panggilannya sepihak dan langsung masuk ke kamar mandi. Chloe yang mendengar suara Sean tadi merasa senang karena hari ini ia bisa menghabiskan waktu bersama sang pacar.


Beruntung mommy dan lainnya lagi jalan-jalan ke Bandung, batin Chloe.


Chloe kemudian bersiap-siap untuk keluar dengan Sean, selesai Chloe pun mencari bi Rani dan memberitahu bi Rani kalau dirinya akan keluar dengan Sean.


"Non hati-hati ya ingat jangan pulang terlalu malam" pesan bi Rani.


"Iya bi Chloe tahu"


Chloe pun keluar setelah membaca pesan dari Sean kalau dirinya sudah di depan mansion. Chloe hari ini menggunakan celana levis biru baju kemeja warna putih dan sneaker putih.


Sean melihat penampilan Chloe hari ini yang sangat cantik, Sean tersenyum waktu Chloe sudah masuk kedalam mobil.


"Loe cantik banget sayang"


"Makasih ka" ucap Chloe dengan senyum malu-malu.


Melihat hal itu Sean tersenyum bahagia, ia pun melajukan mobilnya membela jalanan siang hari. Dalam mobil Sean dan Chloe memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall dan menonton film.


Tiba di mall Sean mengandeng tangan Chloe menuju bioskop, sampai di dalam mereka memilih menonton film bergenre action. Selama 2 jam Chloe menonton sambil menyandarkan kepalanya di bahu Sean.


"Ka gue lapar"


"Iya nih kita cari restoran di sekitar sini ya sayang"


Chloe hanya mengangguk kepalanya tanda menyetujui usul Sean. Sean memilih makan di restoran jepang, sampai di dalam mereka memesan ramen, sushi, dan minumnya ici ocha serta air mineral.


"Ka besok ujian akhir nasional kan"


"Iya sayang"


"Berapa hari ujiannya ka?" tanya Chloe.


"3 hari sayang"


"Ka Sean yang semangat ya buat ujiannya"


"Pasti dong sayang" ucap Sean sambil mengelus kepala Chloe.


Pelayan pun datang membawa pesanan Sean dan Chloe, mereka pun langsung memakan pesanannya sambil bercanda gurau.


Di sudut restoran tersebut Xavier yang baru selesai meeting dengan rekannya memandang Chloe dan Sean dengan tatapan tajam.


"Cari data pemuda itu" ucap Xavier dengan tegas kepada Albert Kendrick sang tangan kanan.


Ia kemudian berdiri dan pergi meninggalkan restoran tersebut dengan perasaan emosi. Albert dan para pengawalnya mengikuti Xavier dari belakang dengan perasaan takut. Aura Xavier saat ini seperti aura ingin membunuh.


Selepas kepergian Xavier dari sana, Chloe dan Sean pun telah selesai makan dan segera pergi dari sana. Sean membawa Chloe menuju padang bunga tempat biasa mereka menghabiskan waktu.


Sebelum ke sana Sean mampir ke supermarket membeli minuman dan cemilan buat dia dan sang kekasih disana.


Sampai di padang Sean memeluk Chloe dari belakang sambil melihat pemandangan bunga disana.


"Sayang loe udah sembuh kan"


"Udah ka makanya Chloe nemenin ka Sean sekarang, kan besok pasti ka Sean sibuk buat ujian"


"Benar apa kata loe"


Sean mencium pipi Chloe dengan lembut, ia memeluk Chloe dan menghirup harum rambut Chloe yang berbau mawar dan menenangkan.


"Ka jangan pernah selingkuhin gue ya" ucap Chloe tiba-tiba.


"Pasti sayang"


Maaf sayang gue udah bohongin loe dan nyakitin loe, gue ngak akan biarin siapapun memisahkan kita, batin Sean merasa bersalah.


"Gue pegang ucapan ka Sean, jika terbukti maka Chloe akan pergi dari hidup ka Sean" ucap Chloe dengan suara tegas.


Sean menjadi tegang mendengar perkataan Chloe, ia kembali memeluk Chloe dengan erat tidak mau Chloe meniggalkan dirinya.


"Jangan pernah ngomong kayak gitu sayang"


"Kita ngak tahu ke depan gimana ka, karena jika ka Sean sampai lakuin hal itu Chloe ngak akan pernah maafin ka Sean"


"Iya sayang gue tahu"


Sean dan Chloe menghabiskan waktu sampai sore di taman bunga. Tepat jam 16:00 Sean mengantar Chloe pulang ke mansion sampai di mansion Sean mencium pipi Chloe sebelum pergi.


Melihat mobil Sean sudah pergi Chloe pun masuk ke dalam mansion. Chloe menyapa para pelayan waktu ia berjalan menuju kamarnya.


Sampai disana Chloe menghubungi sang sahabat untuk menanyakan pelajaran selama dirinya tidak masuk.


Sahabat Terbaikku


^^^"Woy Sin"^^^


"Ya apa" balas Sinta dengan cuek.


^^^"Gue pinjam catatan loe dong"^^^


"Catatan yang mana say"


^^^"SemuanyaπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†"^^^


"Cih! Enak banget ya jadi loe"


^^^"Enaklah tapi ngak enak kalau sakit😒"^^^


"Ya emang dimana-mana sakit thu ngak enak coy"


^^^"Ya situ tahu"^^^


"Hahaha! Okd ntar jam 6 gue otw mansion loe buat ngasih semua catatan"


^^^"Gue tunggu ya say sekalian bawa martabak manis satu yaπŸ˜…πŸ˜‰"^^^


"Anjrit loe😠"


^^^"Hehehehe makasih sayπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜™"^^^


"😠😠😠😠😀😀😑"


Chloe hanya tertawa membaca balasan Sinta, ia sangat senang karena sudah bisa membuat sahabatnya kesal. Chloe lalu mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


~ Puncak, Bogor ~


Rosemary sekeluarga sedang menghabiskan weekend mereka di Puncak, Bogor, saat ini Queen sedang melihat hamparan kebun teh dari balkon vila tempat mereka menginap.


"Ehh! Princessnya kakak lagi disini" ucap Steven sambil menyodorkan segelas coklat panas kepada Queen.


"Makasih ya ka" ucap Queen dengan senyum manis.


"Sama-sama princess"


"Ka menurut ka Steven ka Sean thu orangnya gimana"


"Uhmm! Menurut kakak Sean thu orangnya dingin banget plus datar banget"


"Kepribadiannya yang lain kakak tahu ngak"


"Sean thu cuek sama orang yang menurutnya ngak penting"


"Oh gitu ya"


"Bentar-bentar kenapa kamu nanyain soal Sean?" tanya Steven dengan penasaran.


"Gue suka sama ka Sean ka" ucap Queen dengan malu-malu.


"Tapi dia pacarnya Chloe"


"Lah emang kenapa ka"


"Kamu beneran suka sama Sean"


"Iya ka sangat apalagi ka Sean thu orang kaya sama kayak kita ka" ucap Queen dengan berbunga-bunga.


"Kamu itu suka sama Sean atau hartanya sih"


"Dua-duanya ka, ka Sean thu udah ganteng bad boy tajir pula ka"


"Tapi gimana cara deketin dia princess"


"Maka dari itu kakak bantuin Queen buat dekat sama ka Sean, nanti kita buat rencana untuk ka Sean membenci Chloe ka"


"Kamu yakin princess"


"100% yakin ka dan kakak harus bantuin gue" ucap Queen dengan suara tegas.


"Iya iya kakak bakal bantuin kok" ucap Steven dengan senyum manis.


Queen sudah sangat tidak sabar membayangkan Chloe yang akan putus dari Sean, hal itu pasti akan membuat dirinya hancur berkeping-keping.


"Loe bakal tambah menderita lagi mulai dari sekarang anak sial" gumam Queen sambil memegang erat gelas ditangannya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue......


Maaf karena author lama baru upload soalnya di reviewnya lama bangetπŸ™πŸ˜’


Jangan lupa vote sebanyak-banyaknya ya😘❀