Heartless

Heartless
Episode 84



๐ŸŒปJadilah dirimu sendiri dan jangan menjadi orang lain hanya untuk diakui๐ŸŒป


.


.


.


.


Pagi ini Chloe bangun tepat pukul 05:00 pagi entah kenapa setelah mendapat lamaran dari Xavier dirinya tidak lagi terbangun di tengah malam. Chloe pun sangat senang karena tidurnya tidak terganggu lagi.


Chloe mengambil hpnya dan langsung menghubungi sang kekasih yang dari kemarin yang sedang berada di Canada. Pada dering ketiga panggilannya pun dijawab.


"Halo" ucap Xavier dengan suara serak.


^^^"Halo sayang good morning" ucap Chloe dengan lembut.^^^


"Sayang"


^^^"Pasti kamu masih tidurkan"^^^


"Baby semalam aku tidur jam 03:00 dini hari jadi biarkan aku tidur lagi ya"


^^^"Memang kamu ngapain tidur jam segitu sih?" tanya Chloe dengan heran.^^^


"Sayang aku masih harus mengecek semua proyek dan laporan di cabang sini dan aku harus segera menyelesaikannya untuk pulang"


^^^"Sayang jangan terlalu memaksakan diri ingat jaga kesehatanmu dan jangan khawatir aku akan setia menunggumu disini"^^^


"I know baby but i'm really miss you honey"


^^^"I miss you too Xavier tapi aku mohon ingat jaga kesehatanmu disana karena ada orang yang khawatir akan keadaan kamu disini"^^^


"Terima kasih sayang I love you baby"


^^^"I love you too"^^^


"Honey aku tidur lagi ya ingat pergi ke tempat magang hati-hati dan jangan berdekatan dengan laki-laki disana" ucap Xavier dengan tegas.


^^^"Iya pacarku yang posesif"^^^


"Heeemmm! Nanti kamu diantar sama sopir aku sayang"


^^^"Xavier biar aku ke sana sendiri aja ya please" ucap Chloe dengan memohon.^^^


"No baby aku tidak mau kamu kenapa-napa dan tidak ada penolakan"


^^^"Iya sayang"^^^


"Heeemm! Good girl bye baby.....ummmacch"


^^^"Bye honey"^^^


Chloe menarik napasnya kesal karena harus diantar oleh supir ke tempat magang. Padahal dirinya sudah merencanakan untuk tidak terlalu menonjol disana.


"Ah! Gue minta aja di turunin di gang sebelum nyampe kantor" ucap Chloe dengan senang setelah mendapat ide.


Chloe langsung bergegas mandi dan bersiap-siap menuju ke perusahaan Smith tempat magangnya. Karena ini hari pertama dirinya mulai magang Chloe tidak ingin terlambat ke sana.


Chloe menyiapkan sarapan untuk dimakan di mobil tak lupa ia juga membuat sarapan untuk sang sopir. Chloe yang tidak membeda-bedakan seseorang dari statusnya itu membuat dirinya sangat disukai oleh semua orang yang bekerja di bawah Xavier.


Mereka sangat senang mendapat tugas untuk menjaga dan melayani semua kebutuhan dari nyonya masa depan mereka. Chloe hari ini memakai rok span hitam dibawah lutut, baju kemeja putih dipadukan dengan blazer hitam.


Penampilannya saat ini seperti seorang karyawan kantor meski sederhana tapi sangat anggun dan elegan. Sebelum jalan Chloe memotret dirinya menghadap cermin untuk mengirimkan ke kekasihnya.


MyLovelyโค


"Sayang aku berangkat dulu ya semangat terus kerjanya ya sayang jangan lupa makan ya sayang๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜˜"


Chloe tertawa melihat pesan yang dikirimnya ke Xavier, entah apa komentar Xavier tentang penampilannya saat ini.


...ใ€‹ ใ€‹ ใ€‹ ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜ ใ€‹ ใ€‹ ใ€‹...


20 menit kemudian Chloe sudah tiba di Smith Corp, beruntung tidak ada yang melihatnya turun dari mobil mewah milik Xavier.


Jika ada yang tahu Chloe datang diantar sebuah mobil mewah pasti namanya akan langsung menjadi bahan gosip. Saat masuk ke lobby Chloe berpapasan dengan Jeni.


"Good morning Chloe" sapa Jeni.


"Morning too Jeni"


"Kamu datangnya lebih awal juga ya"


"Yup! Soalnya inikan hari pertama magang" ucap Chloe dengan tampang datar.


"Benar kata kamu aku jadi deg-degan jika terlambat! Hehehehe" ucap Jeni sambil cekikan.


"Kamu bertugas di departemen apa?"


"Aku di pemasaran kalau kamu?" tanya Jeni balik.


"Aku di keuangan"


"Katanya di keuangan kerjanya banyak banget ya"


"Mungkin" ucap Chloe sambil menaikan bahunya tak tahu.


"Entar makan siang bareng ya" ajak Jeni saat mereka sedang menunggu lift.


"Oke nanti kabari ya kalau pas jam istirahat"


"Oke Chloe"


Chloe dan Jeni pun berpisah di lantai mereka bekerja, Jeni bertugas di lantai 3 sedangkan Chloe di lantai 9. Chloe sampai di ruangannya dan ia melihat sudah ada beberapa karyawan yang sudah ada.


"Selamat pagi" ucap Chloe menyapa semua yang ada di dalam.


"Oh pagi Chloe" ucap salah satu karyawan disana.


Chloe langsung bergegas menuju ke mejanya. Disana ia dihampiri oleh Sari asisten dari kepala bagian keuangan. Sari memberikan beberapa lembar data keuangan untuk Chloe kerjakan.


Chloe pun menerimanya dan mendengarkan penjelasan Sari mengenai apa yang harus ia lakukan dengan data tersebut. Ternyata pekerjaan Chloe hanya membantu semua tugas karyawan yang disana jika pekerjaan mereka belum selesai atau terlalu banyak.


Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan sudah masuk jam makan siang. Chloe yang sedang mengetik dikagetkan oleh teman seruangannya.


"Hay Chloe serius amat" ucap Ken karyawan disana.


"Iya" ucap Chloe dengan singkat.


Ken yang mendengar jawaban Chloe hanya menggaruk kepalanya karena dirinya ingin mencoba berteman tapi Chloe kelihatan dingin dan menjaga jarak.


"Uhm! Chloe kamu tidak makan siang"


"Udah jam makan siang ya?" tanya Chloe dengan tampang polos.


"Iya mau bareng?" tanya Ken.


"Maaf aku sudah ada janji" tolak Chloe dengan sopan.


"Oh oke"


Ken pun berlalu menuju teman-temannya yang menunggunya. Chloe langsung mengambil hpnya untuk menghubungi Jeni.


Jeni


"Mau makan siang dimana"


Pesan terkirim dan tak lama Jeni langsung membalas pesannya.


"Di kantin perusahaan aja Chloe"


^^^"Oke"^^^


...ใ€‹ ใ€‹ ใ€‹ ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜ ใ€‹ ใ€‹ ใ€‹...


Chloe pun bergegas menuju kantin perusahaan di lantai 2. Sampai disana ternyata Jeni sudah menunggunya di pintu masuk kantin.


"Chloe" ucap Jeni memanggil Chloe sambil mengangkat tangannya


"Chloe aku kok jadi malu ya buat masuk kedalam" ucap Jeni sambil melihat Chloe.


"Aku juga" balas Chloe yang juga malu untuk masuk kedalam.


"Kalian kenapa tidak masuk" ucap Ayub yang yang baru datang.


"Uhmm! Itu pak" ucap Jeni dengan gugup.


"Masuk aja tidak akan ada yang menganggu kalian kok" ucap Ayub sambil berlalu masuk ke dalam.


Chloe dan Jeni pun saling menatap dan mengangguk kepala untuk masuk saja. Saat mereka masuk banyak karyawan yang terpesona dengan kecantikan Chloe dan Jeni.


"Ehh! Anak baru ya" ucap para karyawan.


"Mereka itu anak magang" ucap karyawan yang lain.


"Chloe kita gabung aja yuk sama teman yang lain" ucap Jeni sambil menunjuk ke arah teman mereka yang duduk di pojokan kantin.


"Heeemmm"


Chloe dan Jeni berjalan ke arah 3 teman magang mereka. Sampai disana mereka pun berkenalan karena memang belum sempat berkenalan waktu pertama kali datang ke sini.


Saat makan Chloe merasa ada yang memperhatikannya dari tadi, Jeni yang melihat Chloe yang tidak nyaman langsung bertanya.


"Kamu kenapa Chloe?" tany Jeni.


"Kayaknya ada yang memperhatikan aku dari tadi" ucap Chloe.


Jeni seketika langsung mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling. Jeni kaget melihat pak Ayub yang melihat Chloe dengan tidak berkedip.


"Chloe kayaknya pak Ayub suka deh sama kamu"


"Apa" ucap Chloe dengan bingung.


"Iya coba kamu lihat ke belakang"


Chloe berbalik ke belakang dan melihat ternyata apa yang dibilang Jeni betul. Pak Ayub sedari tadi memperhatikan Chloe tanpa berkedip dan ia menatap Chloe dengan tajam saat Chloe berbalik.


Chloe bergidik ngeri melihat senyum pak Ayub yang seperti psycopath. Chloe berbalik dan melihat Jeni dengan wajah yang tidak bisa diartikan.


"Kamu lihat senyumnya Chloe kayak seorang pembunuh deh"


"Benar kata kamu"


"Hati-hati deh Chloe sama dia" bisik Jeni.


Chloe hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti. Setelah itu Chloe dan Jeni kembali menuju tempat kerja mereka masing-masing.


Saat tiba di meja kerjanya Chloe memikirkan tentang ucapan Jeni barusan. Dirinya akan menceritakan kepada Xavier tentang manajernya itu.


Chloe pun langsung mengerjakan pekerjaannya. Tak lama tiba waktunya untuk pulang, saat pulang Chloe memilih berjalan sedikit menjauh dari perusahaan menunggu jemputan pacarnya.


Saat menunggu jemputannya Chloe memilih menelpon Xavier karena dirinya sudah kangen akan sang pacar. Tanpa Chloe sadari dari tadi ada yang memperhatikannya dari dalam mobil.


Mobil itu seketika melaju pergi saat Chloe berbalik ke arah mobilnya. Tak lama jemputan Chloe pun sudah sampai, Chloe langsung masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi.


Saat dalam mobil Chloe terlihat kesal karena Xavier tidak mengangkat panggilannya. Supir yang melihat Chloe sedang kesal hanya diam saja.


Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan dari Xavier. Chloe pun seketika senang dan langsung mengangkat panggilan tersebut.


^^^"Halo sayang" ucap Chloe dengan riang.^^^


"Halo sayang kamu lagi dimana?" tanya Xavier dari seberang.


^^^"Nih lagi dalam mobil" ucap Chloe sambil mengarahkan kameranya ke bagian mobil.^^^


"Heeemm"


^^^"Sayang kamu lagi dimana?"^^^


"Lagi meeting sayang" ucap Xavier dengan santai.


^^^"Apa" ucap Chloe dengan teriak.^^^


"Kenapa sayang"


^^^"Ya udah kamu lanjut aja meetingnya"^^^


Panggilan pun langsung dimatikan oleh Chloe karena malu. Xavier yang melihat panggilannya sudah dimatikan berdecak kesal.


Semua orang di dalam ruangan meeting hanya menunduk tidak ada yang berani berkata-kata melihat bos mereka yang sedang kesal. Tak lama hp Xavier berbunyi tanda ada pesan masuk.


MyPrincesโค


"Sayang habis meeting baru telpon ya ada yang mau aku omongin"


Xavier menaikan alis matanya sebelah saat membaca pesan dari sang pacar. Dirinya bertanya-tanya apa yang mau dibicarakan oleh sang pacar.


Tak lama Xavier pun memutuskan mengakhiri meeting karena sudah penasaran dengan pesan yang dikirim oleh Chloe. Xavier dan Albert lalu berjalan menuju ruangannya untuk memeriksa beberapa laporan sebelum dirinya pulang.


Sampai di dalam ruangannya Xavier langsung menghubungi Chloe lewat video call. Wajah cantik Chloe seketika terpampang jelas di layar hp Xavier.


"Sayang apa kamu sudah selesai meeting?" tanya Chloe.


^^^"Sudah sayang kamu lagi dimana"^^^


"Baru aja nyampe di apartemen"


^^^"Oh sayang apa yang kamu mau omongin"^^^


"Sayang tadi waktu di kantor aku thu ngerasa ada yang memperhatikan aku terus"


^^^"Siapa" ucap Xavier dengan wajah emosi.^^^


"Ih tenang dulu sayang" ucap chloe yang takut melihat tatapan Xavier.


^^^"Heeemmm"^^^


"Gini tadi itu waktu di kantin aku ngerasa ada yang perhatiin jadi aku omong ke Jeni, nah pas Jeni lihat ternyata memang ada yang perhatiin aku sayang dan orang itu manajer di kantor aku sayang"


^^^"Lalu"^^^


"Aku lihat deh ke belakang karena tidak percaya tapi saat itu aku kaget karena saat melihat ke belakang dia tersenyum ke arah aku seperti seorang pembunuh berantai gitu" ucap Chloe sambil bergidik ngeri.


^^^"Siapa namanya sayang" ucap Xavier dengan suara serak.^^^


"Namanya pak Ayub sayang"


^^^"Heemmmm"^^^


Xavier langsung mematikan panggilannya sepihak tapi ia mengirim pesan ke Chloe untuk tidak keluar kemana-mana selama dirinya belum pulang.


"Albert cari tahu tentang manajer di perusahaan Smith namanya Ayub"


"Kenapa bos?" tanya Albert dengan penasaran.


"Sepertinya dia mau bermain-main dengan gadisku" ucap Xavier dengan senyum sinis.


Albert pun seketika sudah mengetahui maksud dari Xavier, dirinya kemudian menghubungi Thomas untuk mencari tahu data tetang Ayub manajer di perusahaan Smith.


Tak lama Albert menerima email berisi data tentang Ayub. Albert menyerahkan kepada Xavier data lengkap pribadi Ayub, Xavier menerima dan membacanya dengan teliti.


"Heeem! Tidak ada yang mencurigakan" ucap Xavier sambil membaca data pendidikan Ayub.


"Albert suruh orang untuk mengikuti Ayub selama 24 jam dan jangan lupa untuk selalu mengawasi Chloe dari jauh" ucap Xavier.


"Baik bos"


Xavier kembali membaca data tentang Ayub dan dirinya akan membuat perhitungan dengan siapapun yang berani mendekati gadisnya.


...โ„โ„โ„โ„โ„...


To be continue...........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys๐Ÿ˜˜โค