Heartless

Heartless
Episode 25



Sesudah makan di kantin Chloe pergi bersama dengan teman-temannya karena ingin menonton lomba baca puisi.


Sedangkan Sean dan teman-temannya memilih ke markas Sean untuk beristirahat disana. Karena masih 2,5 jam lagi baru pertandingan Sean memilih untuk tidur memulihkan tenaganya.


Saat ini Chloe sedang bersama dengan Sinta di aula sekolah mereka tempat perlombaan baca puisi dilakukan. Ada banyak sekali peserta yang akan tampil dari luar sekolah.


"Chloe menurut loe besok bakal lebih rame lagi ngak ya" ucap Sinta yang merasa gugup karena besok ia akan ikut perlombaan menyanyi.


"Menurut gue bakal rame juga kayak hari ini"


"Gue kok nervous ya buat besok"


"Say untuk besok kalau loe gugup itu wajar, tapi loe musti ingat kalau besok loe harus jadi diri loe sendiri dan tunjukan kalau loe itu lebih bagus dari lainnya" ucap Chloe memberi semangat untuk sahabatnya.


"Benar kata loe gue akan berjuang untuk besok karena gue ngak mau kecewakan teman-teman yang udah percaya sama gue"


"Nah gitu dong baru sahabat gue" ucap Chloe dengan senyum manisnya.


"Makasih ya say" ucap Sinta sambil memeluk Chloe"


"Sama-sama say" ucap Chloe sambil membalas pelukan Sinta.


Mereka kemudian lanjut menonton perlombaan saat ini. Tiba-tiba Chloe melihat jam tangannya dan ingat untuk pulang tepat jam 13:30.


Sekarang jam 10:00 berarti pertandingan ka Sean dimulai jam 12:30, berarti gue ngak bakal sempat nonton sampai habis lombanya. Gue beritahu ka Sean sekarang aja takutnya dia marah entar.


Pangeran Tampan


"Ka ntar pertandingannya mulai jam berapa ka?"


Pesan wa sudah tercentang dua tapi belum di read oleh Sean. Chloe menunggu pesan yang dikirimnya tapi belum juga ada balasan. Di dalam basecamp, Sean tersadar ketika ada panggilan masuk di hpnya.


Tumben ibu nelpon, batin Sean.


^^^"Ya halo bu"^^^


"Halo sayang kamu udah selesai lombanya"


^^^"Udah bu tapi lanjut lagi entar"^^^


"Oh kirain dah selesai"


^^^"Emang kenapa bu"^^^


"Ngak tadi ibu mau nitip kalau pulang tolong singgah beli kue kesukaan papa kamu di langganannya ibu"


^^^"Emang papa mau makan kuenya sekarang"^^^


"Ngak ibu mau nyiapin buat entar sore pas papa kamu balik nanti"


^^^"Suruh pelayan aja bu"^^^


"Iya ibu nyuruh pak Aming saja buat belinya kirain kamu udah mau pulang"


^^^"Belum bu kayaknya sore deh pulangnya"^^^


"Ya udah semangat buat lombanya jangan lupa makan ya nak"


^^^"Iya ibu juga jangan lupa makan"^^^


"Bye sayang"


^^^"Bye ibu"^^^


Panggilan pun dimatikan Sean yang ingin menaruh kembali hpnya tapi diurungkan karena ada pesan dari pacarnya.


Pacarku


"Ka ntar pertandingannya mulai jam berapa ka?"


^^^"Kayaknya jam 12:30 atau jam 13:00"^^^


Ting tanda ada pesan masuk wa di hpnya, ternyata itu balasan dari ka Sean.


Pangeran Tampan


^^^"Uhm! Berarti lombanya selesai sore ya ka"^^^


"Iya emang kenapa"


^^^"Entar Chloe ngak bisa nonton ka Sean tanding"^^^


"Datang ke markas gue sekarang"


Melihat balasan Sean di hpnya membuat Chloe menghembuskan napasnya perlahan.


"Sin gue ke tempat ka Sean dulu ya"


"Loe ngak nonton lomba ini lagi"


"Ngak soalnya gue ada perlu sama ka Sean mungkin ntar gue balik duluan juga"


"Lah emang kenapa trus lomba entar siang gimana"


"Kayaknya gue bakal ngak ikut nonton deh soalnya gue mau nganterin sepupu gue ke bandara entar"


"Oh gitu"


"Iya loe ngak marah kan gue ninggalin sendirian"


"Ya engaklah say, udah sana ntar diamuk lagi sama ka Sean"


"Hehehehe........tahu aja loe. Oke gue pergi dulu ya"


"Bye say"


Chloe berjalan menuju ke markas Sean sebelum itu ia mengetok pintu dan masuk kedalam. Di dalam sahabatnya Sean lagi bercanda dengan satu sama lain.


Sean melihat kalau pacarnya sudah tiba dan memberi isyarat ke Resa untuk meninggalkan mereka berdua. Sudah tahu kode dari Sean mereka semua pergi meninggalkan Sean dan Chloe di dalam markas.


Chloe beranjak mendekat ke Sean dan duduk di sebelah Sean.


"Kenapa loe ngak nonton lomba ntar"


"Chloe tadi pagi disuruh ngantar Keysa ke bandara ka"


"Keysa sepupu loe waktu itu"


"Iya ka bentar jam 3 dia balik ke Singapura ka, jadi Chloe yang antar ke bandara karena mommy, daddy, sama ka Steven ngak bisa ngantar entar ka" ucap Chloe memberi penjelasan ke Sean.


"Heeemmmm"


"Ka Sean ngak marah kan"


Sean memeluk Chloe dari samping dan menyandarkan kepalanya di bahu Chloe sambil menghirup aroma tubuh Chloe yang menenangkan. Mendapat perlakuan dari Sean, Chloe hanya membalas pelukan Sean.


"Pergi sama sopir atau sendiri"


"Ngak tahu ka nanti liat aja ntar"


"Ingat hati-hati jangan lupa pergi dan pulang ngabarin gue"


"Iya ka"


"Tapi ka" ucap Chloe merasa takut karena baru pertama kali ia tidur dengan laki-laki.


Sean yang mengetahui kegugupan pacarnya hanya tersenyum lembut.


"Tenang aja gue ngak ngapa-ngapain kok sayang gue butuh energi dari loe"


"Iya ka" ucap Chloe merasa lega.


Sean memeluk tubuh Chloe dengan sangat erat dan membaringkan tubuh keduanya di atas sofa panjang dekat jendela. Seketika napas Sean sudah teratur tanda ia telah ada dalam dunia mimpi.


Chloe memeluk Sean dengan erat sambil mengusap rambut Sean yang terasa lembut dengan pelan takut membangunkan pemiliknya.


Waktu berlalu dengan cepat kini Sean sudah bangun dari tidurnya dan wajahnya terlihat lebih segar dari sebelumnya. Jam sudah menunjukkan pukul 12:20 Sean bergegas keluar untuk mencari tim dan sahabatnya bersama dengan Chloe.


Sahabat-sahabat Sean ternyata sudah berada di lapangan basket. Beruntung lapangan mereka berada dalam ruangan jadi tidak terlalu panas. Sean menghampiri sahabatnya dan rekan tim lainnya.


"Jam berapa pertandingannya" ucap Sean datar.


"Jam 13:00 tepat ka" ucap Rasya.


Sean melihat jam tangan mahalnya sisa 30 menit lagi baru pertandingan dimulai. Sean menghampiri Chloe untuk menanyakan kapan pacarnya itu pulang.


"Sayang pulangnya jam berapa"


"Sekarang aja ya ka takutnya macet lagi jadi nyampenya lama"


"Baliknya dijemput atau"


"Pak Ujang udah kesini mungkin bentar lagi nyampe ka"


"Heeemmm"


10 menit kemudian pak Ujang mengabari sudah tiba di parkiran sekolah. Chloe pun pamit pada Sean tanpa lupa Sean memberi kecupan di keningnya.


Seketika para siswi yang disana menjadi histeris karena perlakuan Sean ke Chloe yang sangat romantis.


Chloe menjadi sangat malu dan berlari dengan cepat untuk keluar dari lapangan basket. Tiba di depan lobby ternyata pak Ujang sudah menunggunya.


Chloe pun masuk ke dalam mobil, sampai di mansion Chloe mencari Keysa yang saat itu sedang berada dalam kamar tamu membereskan pakaiannya yang belum dibereskan.


"Udah siap nih calon dokter"


"Udah dong kamu ganti seragam gih biar entar tinggal berangkat aja"


"Oke deh👌"


Chloe pergi ke kamarnya di lantai 2 dan tidak lupa ia membersihkan tubuhnya karena sangat berkeringat. Selesai Chloe turun ke bawah untuk menemui Keysa.


Keysa ternyata sedang menonton televisi sambil menunggu jam untuk ke bandara. Chloe pun meminta pelayan membawakan 2 minuman dingin beserta cemilan.


"Permisi non ini minumannya" ucap pelayan yang mengantar minuman dan cemilan.


"Iya terima kasih" ucap Chloe dengan senyum tulus.


Chloe mengambil es jeruk yang dibawah dan langsung meminumnya hingga setengah gelas.


"Haus banget ya loe" ucap Keysa yang heran dengan cara minum Chloe yang sangat terburu-buru.


"Banget" ucap Chloe dengan cengiran.


Tiba-tiba pak Ujang masuk menghampiri Chloe dengan Keysa dengan raut muka yang sangat panik.


"Permisi non maaf mengganggu" ucap Pak Ujang sambil meremas tangannya dan menundukkan kepala.


"Ada apa pak" ucap Chloe dengan khawatir.


"Maaf non apa saya bisa izin pulang sekarang non"


"Memangnya kenapa pak, kan bentar lagi pak Ujang ngantar Chloe sama Keysa ke bandara pak"


"Itu non barusan saya dikabari istri saya kalau anak saya kecelakaan dan saat ini sedang dibawa ke rumah sakit non" ucap pak Ujang dengan tubuh bergetar sambil menangis.


"Ya udah pak Ujang ke sana cepetan" ujar Chloe merasa kasihan dengan pak Ujang.


"Iya non kalau begitu saya permisi non"


"Tunggu pak Ujang" ucap Chloe menahan kepergian pak Ujang.


Chloe berlari ke dalam kamarnya dan mengambil uang sebesar 5 juta dari dalam dompetnya. Chloe turun dan memberikan uang tersebut yang sudah dimasukkan kedalam amplop.


"Ini ada sedikit rejeki untuk biaya pengobatan anak pak Ujang"


"Terima kasih non terima kasih banyak non.......hiks hiks hiks" ucap pak Ujang sambil menangis memegang tangan Chloe mengucapkan rasa syukurnya.


"Udah pak buruan nyusul istri bapak ke rumah sakit"


"Iya non kalau begitu saya permisi non"


"Iya pak hati-hati dijalan ya pak"


"Iya non"


Melihat kepergian pak Ujang Chloe duduk kembali di tempat sebelumnya. Keysa yang melihat tindakan sepupunya tersenyum bahagia.


"Loe ternyata baik hati ya"


"Baru tahu ya loe? Kemana aja selama ini" ucap Chloe dengan nada sombong.


"Berengsek loe!" ketus Keysa sambil melempar bantal sofa ke arah Chloe.


Chloe tidak membalasnya hanya tertawa saja melihat muka kesal saudara sepupunya itu.


"Ehh! Btw ntar kita ke bandara gimana dong"


"Tenang aja nanti pakai mobil gue ke sana"


"Loe yang bawa" ucap Keysa dengan heran.


"Iyalah emang siapa lagi"


"Loe tahu cara nyetirkan" ucap Keysa karena tidak percaya sepupunya bisa menyetir mobil.


"Loe pikir ini tahun batu apa! Ya gue tahulah kan gue udah punya SIM" ucap Chloe sambil memamerkan SIM A miliknya.


"Gue kok jadi takut ya" ucap Keysa dengan tatapan horor.


"Tenang aja loe bakal selamat sampai tujuan tanpa kekurangan apapun"


Keysa hanya mengangguk kepalanya tapi masih merasa takut jika Chloe yang menyetir.


Apa gue naik taksi aja, gue belum mau mati umur gue masih terlalu muda, batin Keysa yang merasa takut.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....