Heartless

Heartless
Episode 78



🌻Disinilah aku berdiri dan mengingat dirimu entah dimana kamu berada hati ini sangat merindukanmu🌻


.


.


.


.


~ Jakarta, Indonesia ~


Sean duduk di markas papanya dan menatap tajam 5 anak buah yang diperintahnya untuk mencari keberadaan Chloe.


"Jadi apa ada perkembangan" ucap Sean dengan datar.


"Maaf bos kami belum berhasil menemukan keberadaan nona Chloe" ucap salah satu dari 5 orang tersebut.


Bugh.......bugh.......bugh.......bugh......bugh........


Krek.........


Bunyi pukulan dan suara tulang patah bergema di dalam ruangan itu. Anak buah yang tadi berbicara hanya bisa berteriak menahan rasa sakit di tubuh dan kakinya.


Sean menghajar kelima orang itu dengan brutal. Dirinya sudah sangat emosi karena belum juga berhasil menemukan keberadaan Chloe hingga saat ini.


"Cari sampai dapat dimana Chloe atau nyawa kalian taruhannya!" bentak Sean dengan emosi.


Kelima orang tersebut hanya mengangguk kepala mengiyakan perintah dari Sean. Sean pun segera menyuruh mereka untuk keluar.


Sean memijit kepalanya karena pusing dengan semua yang terjadi saat ini. Tak lama handphonenya berbunyi di dalam saku celananya.


Sean segera mengangkat panggilan tersebut yang datang dari kakeknya.


^^^"Halo kakek" ucap Sean dengan datar.^^^


"Halo Sean kamu ada dimana sekarang"


^^^"Aku di markas papa kek"^^^


"Kamu segera datang ke mansion kakek ya ada yang mau kakek bicarakan" ucap Bima dengan nada perintah.


^^^"Ngomong aja langsung di hp kek" ucap Sean dengan kesal.^^^


"Cepat kesini jangan membantah cucu nakal" bentak Bima dari seberang.


^^^"Cih"^^^


"10 menit kamu sudah harus sampai"


Bima pun langsung mematikan panggilannya sepihak. Dirinya tahu jika Sean akan terus menolak datang jika masih berbicara panjang lebar.


Sean yang sedang kesal menjadi semakin kesal dengan kakeknya. Ia segera mengambil mobil sportnya dan mengendarai dengan kecepatan tinggi menuju mansion sang kakek.


~ Mansion tua Rahardian ~


10 menit kemudian Sean tiba di mansion kakeknya. Sean segera masuk ke dalam dan tidak menghiraukan sambutan para pelayan yang bertemu dengan dirinya.


Dirinya melangkah menuju ruang keluarga dimana ia sudah mendengar suara kakeknya berbicara dengan seseorang disana saat masuk kedalam.


"Ada apa sih kek" ucap Sean dengan muka kesal setelah tiba di ruang keluarga.


"Cih! Dasar tidak sopan" ucap Bima dengan emosi.


"Terserah" ucap Sean dengan santai.


Sean menjatuhkan dirinya di sofa seberang tidak memperdulikan tatapan kakeknya yang sedang emosi. Sean melihat tamu kakeknya yang pernah ia temui tapi dimana.


Tiba-tiba ingatannya kembali saat di rumah sakit kota bersama Chloe dan Resa.


"Om Arka kan" ucap Sean setelah mengingat nama Arka.


"Kamu sudah kenal sama om Arka?" tanya Bima dengan heran.


"Sudah kek"


"Dimana?" tanya Bima dengan cepat.


"Rahasia" ucap Sean dengan wajah datar.


Seketika Bima langsung melempar Sean dengan bantal sofa karena emosi. Sean yang sudah memprediksi kalau akan dilempar dengan bantal sofa segera menghindar dari lemparan sang kakek.


"Tuan Bima sudah cukup ingat kesehatan tuan" ucap Arka sambil tertawa.


"Dasar cucu kurang ajar" ucap Bima yang masih kesal.


Sean hanya tertawa sinis melihat kakeknya yang sangat emosi.


"Saya kenal sama nak Sean waktu pacarnya menyelamatkan saya ketika di kejar oleh musuh tuan" ucap Arka menjelaskan pertemuan mereka.


"Dimana dan kapan waktu itu terjadi"


"Uhmmm! Sudah hampir 2 tahun tuan Bima waktu itu kita berkenalan di rumah sakit setelah saya sadar" ucap Arka mengingat kejadian waktu itu.


"Ohhh"


"Kakek sebenarnya ada apa sih nyuruh Sean kesini" ucap Sean dengan cepat.


"Tuan Arka" ucap Bima.


Arka hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti. Ia langsung berbalik dan menatap Sean dengan tatapan tajam dan sangat lama.


Selang 20 menit Arka memutuskan tatapannya dan langsung meminum air di depannya dengan cepat. Bima yang melihat hal itu merasa kalau ini bukanlah hal yang baik.


"Apa ada hal yang buruk tuan Arka?" tanya Bima dengan raut muka khawatir.


Sean yang masih bingung hanya diam saja melihat kedua orang di depannya. Arka menarik napasnya dan memberitahukan semua yang dilihatnya tapi dirinya tidak memberitahu siapa yang akan menjadi pendamping Sean kelak.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di belahan dunia yang lain Chloe bangun dengan tubuh yang sudah kembali segar. Entah kenapa semalam dirinya sangat nyenyak tidak seperti hari lainnya.


Tiba-tiba Chloe merasakan jika ada beban berat di perutnya. Ia melihat kedalam selimut dan terkejut mendapati tangan kekar yang memeluk dirinya dengan erat.


Jantung Chloe berdetak dengan cepat dan segera ia berbalik ke belakang melihat siapa pemilik lengan tersebut.


"Arrrggghhhhhh" teriak Chloe dengan kencang.


Seketika Xavier langsung kaget dan terbangun dari tidurnya. Kepalanya sedikit pusing karena tergesa-gesa bangun, Xavier melihat Chloe yang menatap dirinya dengan tajam sambil menutup mulutnya.


"Sayang ini masih pagi jangan teriak seperti di hutan deh" ucap Xavier dengan kesal.


"Xavier" ucap Chloe dengan lembut.


"Xavier" panggil Chloe lagi.


"I'm so tired baby biarkan aku tidur beberapa jam lagi"


Mendengar suara sang kekasih yang terdengar lemah dan letih Chloe pun membiarkannya saja. Dirinya melihat kalau sekarang sudah pukul 06:30 pagi, ia kemudian bangun dan keluar untuk menyiapkan sarapan buat mereka berdua.


Karena tak tahu apa makanan kesukaan Xavier dirinya memilih membuatkan toast dengan isian daging, sayuran, keju, dan telur. Setelah berkutat 20 menit akhirnya sarapannya sudah selesai.


Xavier yang mencium aroma wangi masakan seketika segera bangun. Ia melihat tempat tidur disebelahnya yang sudah kosong. Xavier segera mencuci mukanya dan keluar mencari Chloe.


Sampai di dapur ia melihat Chloe yang sedang menuang susu coklat kedalam gelas. Xavier menelan salivanya dengan kasar karena melihat sepasang kaki jenjang di depannya.


Ia adalah laki-laki normal yang akan tergoda jika melihat pemandangan indah di depan matanya saat ini. Xavier menekan hasratnya dengan kuat, ia lalu berjalan dan langsung memeluk tubuh Chloe dari belakang.


Chloe yang kaget mendapat perlakuan seperti itu hampir saja menumpahkan susu yang dituangnya.


"Good morning baby" ucap Xavier dengan suara serak bangun tidur.


"Good morning too Xavier" ucap Chloe dengan gugup.


Dirinya sangat gugup ketika mendengar panggilan Xavier, Chloe menutup pipinya yang sudah sangat merah dan panas, Xavier yang melihat hal tersebut menyunggingkan senyumnya.


"Xavier kenapa kamu tidak memakai baju" ucap Chloe dengan cepat saat berbalik melihat Xavier yang hanya menggunakan celana panjang semalam.


"Kotor sayang" ucap Xavier yang masih memeluk tubuh Chloe dengan erat.


"Xavier lepas dulu" ucap Chloe karena merasa malu dan sesak.


"Sebentar sayang aku sangat merindukan kamu selama seminggu" ucap Xavier sambil menyelipkan kepalanya di ceruk leher Chloe.


Chloe hanya pasrah saja karena memang dirinya akui kalau ia juga sangat merindukan Xavier yang tidak ada kabar.


Setelah itu mereka langsung memakan sarapan yang dibuat oleh Chloe. Xavier bahkan memakan punya Chloe karena sangat suka dengan masakan Chloe.


Menurutnya ini adalah makanan terenak yang pernah ia makan. Dirinya akui jika masakan Chloe sangat enak meski sangat sederhana saja.


"Sayang taruh no kamu di hp aku" ucap Xavier sambil menyodorkan hpnya setelah sarapan.


"Buat apa?" tanya chloe.


"Cih! Apa kamu itu tidak tahu bagaimana frustasinya aku waktu di Moscow karena tidak bisa menghubungimu" ucap Xavier dengan kesal.


Chloe hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena dirinya juga sama seperti Xavier selama seminggu ini. Melihat Chloe yang hanya diam membuat Xavier semakin kesal.


"Chloe" ucap Xavier dengan suara geram.


"Uhmmm! Aku ngak punya handphone Xavier"


"Apa" ucap Xavier dengan kaget dan suara tinggi.


Chloe menunduk takut karena mendengar suara Xavier yang tinggi. Dirinya sangat takut jika ia akan dimarahi oleh Xavier.


Xavier memijit kepalanya yang pusing karena mendengar sang kekasih yang selama ini tidak menggunakan hp.


Lalu hpnya yang dulu ada dimana, batin Xavier.


"Dimana hp kamu yang dulu?" tanya Xavier dengan cepat.


"Hp itu jatuh dan pecah layarnya saat di mansion Rosemary. Aku bahkan keluar dari sana dengan tangan kosong dan uang tabunganku selama 7 tahun dirampas semuanya, katanya untuk membayar biaya selama aku tinggal disana" ucap Chloe dengan tatapan sedih mengingat kejadian waktu itu.


Mendengar hal itu Xavier semakin emosi dan ingin membalas semuanya secepat mungkin. Xavier kemudian menelpon anak buahnya untuk membawa sebuah handphone terbaru beserta no ponsel.


Mendengar hal itu Chloe sangat terkejut dan menolak jika diberikan hp secara cuma-cuma. Bukan namanya Xavier jika semua keinginannya tidak bisa dipenuhi atau ditolak.


Chloe akhirnya menerima pemberian Xavier dengan kesal karena tidak mau berdebat dengan seorang Xavier. Xavier hanya tersenyum senang karena berhasil membuat Chloe kesal.


"Sayang kamu jam berapa berangkat ke kampus" tanya Xavier.


"Jam 10:00"


"Nanti kamu diantar sama sopir ya" ucap Xavier sambil memegang rambut Chloe yang sudah sangat panjang.


"Tidak ah aku ke sana sendiri aja aku tidak mau jadi pusat perhatian disana"


"Tapi" ucap Xavier yang langsung dipotong Chloe.


"Please Xavier lagian tidak jauh kok kampusnya" ucap Chloe dengan memohon.


Melihat wajah sang kekasih yang memohon Xavier pun mengiyakan saja. Tapi ia sudah berpikir kalau ia akan menjemput Chloe saat dirinya pulang.


"Pulangnya aku jemput dan tidak ada penolakan" ucap Xavier dengan tegas.


Chloe pun pasrah saja mengikuti kemauan sang kekasih. Dirinya sangat senang karena masih ada yang menyayanginya saat ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe dan Xavier pun semakin hari semakin dekat, semua kegiatan Chloe di kampus dan jadwalnya pun sudah diketahui oleh Xavier.


Bahkan teman-teman Chloe semuanya ia tahu, tapi Chloe tidak pernah mengumbar hubungan mereka di publik karena dirinya sangat tidak suka menjadi bahan gosip.


Apalagi sang kekasih adalah seseorang yang bukan dari kalangan bawah dan ia adalah seorang yang sangat terkenal di dunia bisnis. Bahkan dirinya sudah terkenal sampai luar negeri.


Awalnya Chloe kaget membaca berita tentang Xavier tapi saat bertanya Xavier hanya menjawab jika yang diberitakan disana adalah benar. Chloe saat itu kaget bukan main karena dirinya tidak menyangka akan berpacaran dengan orang terkaya no.1 di dunia.


2 tahun kemudian


Tak terasa hari berlalu dengan cepat dan sekarang sudah 2 tahun Chloe berkuliah di UCLA. Saat ini Chloe sudah semester 6 dan dirinya sebentar lagi akan turun magang.


Sudah seminggu ini Chloe tidak bertukar pesan dengan Xavier setelah kejadian dimana Xavier menyuruhnya untuk tinggal bersama dengan dirinya tapi ditolak mentah oleh Chloe.


Chloe masih ingat dimana saat itu muka Xavier sangat merah padam karena menahan emosinya. Selama 2 tahun Chloe selalu menyuruh Xavier untuk pulang ke rumahnya dan tidak boleh tidur di tempatnya.


Chloe takut jika ada hal yang akan terjadi jika mereka tinggal bersama sebelum mempunyai ikatan. Xavier saat itu pergi meninggalkan Chloe dengan amarah bahkan ia menutup pintu apartemen Chloe dengan keras.


"Kamu kemana sih Xavier" ucap Chloe yang memikirkan dimana Xavier saat ini.


Tanpa Chloe sadari ternyata selama ini Xavier tahu semua kegiatannya dari anak buah yang mengawasi Chloe 24 jam.


Dirinya harus menghindar dari sang pacar karena emosinya yang tidak terkontrol bahkan ada beberapa hal yang disembunyikan Xavier demi keselamatan Chloe saat ini.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Jangan lupa vote, like, dan komen sebanyak-banyaknya ya guys😘❀