
π»Ada masanya kita hanya butuh diam tidak bicara apapun dan tidak bicara dengan siapapun cukup di renungkan dalam-dalamπ»
.
.
.
.
Setelah mendapat izin dari sang suami Chloe lalu dikawal Mike dan pengawal lainnya menuju ke wesly hospital. Dari masih di lobby perusahaan Chloe sudah menghubungi sang suami.
Ia hanya diam mendengar meeting saat ini begitu pula dengan Xavier. Sepanjang jalan Chloe mengedarkan pandangannya keluar dan melihat suasana California saat pagi.
"Beda banget sama di Jakarta" gumam Chloe dengan suara pelan.
Xavier yang mendengar gumaman sang istri hanya diam saja, pasalnya ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Chloe. Seketika Mike memberi isyarat kepada anak buah mereka akan kedatangan tamu tak diundang.
"Ada apa Mike?" tanya Chloe saat dirasa mobil mereka melaju dengan kencang.
"Ada orang yang mengikuti mobil kita nyonya" ucap Mike dengan suara dingin.
"Sayang" ucap Chloe mulai panik.
Xavier yang mendengar perkataan sang istri segera memberi isyarat kepada Thomas. Ia ingin berbicara tapi ini saat yang bukan tepat karena sedang meeting penting.
"Bos mobil itu sudah tidak mengikuti mobil nyonya lagi" bisik Albert saat mendapat pesan dari Thomas.
"Heemmmm"
Xavier sedikit lega karena tidak ada lagi yang mengikuti sang istri. Di dalam mobil Chloe juga lega setelah di beritahu Mike jika mobil mereka sudah tidak di ikuti lagi.
"Siapa tadi yang mengikuti kita Mike" ucap Chloe dengan penasaran.
"Saya kurang tahu nyonya tapi anak buah saya sudah menyelidikinya"
"Apa mobil itu suruhan nenek Esma"
"Sepertinya bukan nyonya karena nenek tua itu tidak memiliki uang lagi untuk membayar orang suruhan" ucap Mike dengan suara datar.
"Apa ada musuh baru lagi" ucap Chloe dengan bingung.
"Saya belum bisa pastikan nyonya secepatnya kita akan mengetahui siapa mereka nyonya"
"Heeemmm"
Saat di jalan Chloe menyuruh Mike untuk membeli parsel buah-buahan untuk dibawa. Mike menyuruh anak buahnya untuk membeli pesanan Chloe dan akan diberikan saat tiba di rumah sakit.
Ternyata orang yang mengikuti Chloe adalah pengawal yang dikirim oleh Robert. Setelah aksinya diketahui ia segera pergi dari sana tidak mau ditangkap oleh anak buah Xavier.
"Ternyata suaminya itu menyiapkan pengawalan yang cukup ketat untuk nona Chloe" gumam sang pengawal.
~ Wesly hospital ~
Saat tiba di rumah sakit Chloe keluar dari dalam mobil dan disambut oleh Kevin dan jajaran direksi rumah sakit. Chloe tahu jika ini perbuatan Kevin yang memberi informasi mengenai kedatangannya.
"Selamat datang nyonya" ucap Kevin dengan senyum manis.
"Kamu memang paling bisa buat mood aku hancur Kevin" ucap Chloe dengan kesal.
"Hahahaha! Maafkan aku nyonya" ucap Kevin sambil cengesan.
Melihat hal tersebut Chloe segera berlalu mengikuti dokter Lili yang menangani gadis itu. Kevin memberi isyarat kepada semua jajaran direksi untuk membubarkan diri.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Chloe.
"Gadis itu sudah melewati masa kritisnya nyonya hanya ada beberapa luka yang akan sembuh dan membutuhkan waktu lama" ucap dokter Lili.
"Memangnya apa yang terjadi dengannya dok" ucap Chloe dengan penasaran.
"Sepertinya gadis itu dipukul berulang kali dan juga ada peluru di pundak dan lengannya nyonya, bahkan seluruh tubuhnya di penuhi bekas memar karena terlalu banyak dipukul beruntung ia tidak mengalami geger otak atau hal serius"
"Apa" ucap Chloe dengan kaget.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe menutup mulut tak menyangka jika gadis yang diselamatkannya ternyata terluka parah. Ia ingat saat itu tubuh gadis itu penuh dengan d***h.
"Sepertinya gadis yang nyonya selamatkan berkelahi dengan banyak orang" ucap Kevin.
"Kamu tahu dari mana?" tanya Chloe.
"Aku sudah melihat banyak pasien dengan luka seperti itu nyonya"
"Tapi dia berkelahi dengan siapa dan apa dia sudah sadar" ucap Chloe.
"Sudah dari kemarin nyonya tapi" ucap Kevin yang langsung dipotong Chloe.
"Tapi kenapa Kevin apa ada yang berbahaya" ucap Chloe dengan cepat.
"Dia tidak mengatakan satu kata pun setelah sadar nyonya bahkan dia engan menjawab pertanyaan dari aku dan dokter Lili"
"Kok bisa" ucap Chloe dengan kening berkerut.
"Sepertinya dia bisu nyonya" ucap dokter Lili.
"Itu tidak mungkin karena waktu itu dia sempat berbicara dengan aku" bantah Chloe dengan cepat.
Tak lama ketiganya sampai di ruang VIP di lantai 5. Kevin segera memberi isyarat kepada pengawal yang berjaga di depan ruang rawat gadis itu untuk membuka pintu.
Saat Chloe masuk ke dalam ia melihat gadis itu sedang memandang ke arah luar.
Sepertinya dia tidak perduli dengan kehadiran kami, batin Chloe.
"Ehmmmm" deham Kevin sengaja batuk.
Chloe, Kevin, dan dokter Lili bingung melihat gadis di depan mereka tidak memberikan respon sedikit pun. Chloe lalu berpikir untuk memulai percakapan duluan.
"Bagaimana keadaanmu" ucap Chloe.
Mendengar suara Chloe gadis itu segera berbalik dan melihat mereka. Ia sangat mengenali suara Chloe karena waktu itu ia sempat berbicara dengan Chloe di dalam mobil.
"Chloe" ucap gadis tersebut dengan suara dingin.
"Ternyata kamu masih ingat namaku" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Heh! Aku pikir kamu itu bisu karena tidak berbicara saat kamu sadar" ucap Kevin dengan celotehnya.
Seketika di dalam ruangan tersebut menjadi mencekam. Gadis yang diatas brankar menatap Kevin dengan tatapan dingin seakan ingin membunuhnya, melihat suasana sudah tidak lagi bersahabat Chloe segera menyuruh doktor Lili memeriksa gadis itu.
"Semuanya baik-baik saja nyonya tinggal menunggu luka di tubuh nona ini sembuh" ucap dokter Lili.
"Syukurlah" ucap Chloe.
"Kapan aku bisa pulang" ucap gadis itu dengan suara dingin.
Semuanya seketika menatap gadis tersebut dengan kening berkerut. Gadis yang dipandang mereka hanya menampilkan wajah datar dan dingin.
"Uhmm! 3 hari lagi anda boleh pulang nona" ucap dokter Lili.
"Heeemmm"
"Kalau begitu saya permisi dulu ingat jangan lupa minum obat yang teratur nona" ucap dokter Lili.
"Terima kasih ya dok" ucap Chloe.
"Sama-sama nyonya" ucap dokter Lili.
Setelah kepergian dokter Lili di dalam ruangan itu hanya ada keheningan saja. Kevin lalu menuju sofa dan menjatuhkan tubuhnya disana, Chloe sendiri menarik kursi untuk duduk di samping brankar gadis itu.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Oh ya kita belum berkenalan waktu itu namaku Chloe" ucap Chloe sambil mengulur tangannya.
"Valeria" ucap Valeria dengan datar.
"Nama yang bagus kamu orang Asia ya" ucap Chloe.
"Iya"
Chloe bingung ingin bertanya apa lagi karena sedari tadi Valeria menjawab pertanyaannya dengan dingin.
Nih cewek dingin banget kayak ngak mau di ganggu gitu, batin Chloe.
"Kevin tolong kamu bawakan parsel yang dibawa Mike tadi" ucap Chloe.
"Baik nyonya" ucap Kevin.
Setelah melihat Kevin pergi Valeria segera menatap Chloe, ia ingin mengucapkan terima kasih atas pertolongan Chloe baru-baru.
"Terima kasih karena sudah menolongku" ucap Valeria dengan tulus.
"Ya sama-sama kan sesama manusia harus saling menolong"
"Tidak semua manusia seperti kamu"
"Yeah kamu benar" ucap Chloe mengingat masa lalunya.
"Sudah berapa bulan" ucap Valeria saat melihat perut Chloe yang membuncit.
"Udah 7 bulan dan ini anak pertama aku dan suamiku" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Oh"
"Maaf kalau boleh tahu kamu waktu itu kenapa dan bukannya mau ikut campur pribadimu tapi kata dokter tubuh kamu penuh dengan lebam dan juga ada peluru" ucap Chloe.
"Heemm! Sebenarnya aku saat itu sedang melarikan diri dari orang-orang yang mau membunuhku"
"Memangnya kenapa"
Valeria menatap Chloe dengan tatapan tajam memberi isyarat kalau ia tak mau membicarakan hal tersebut. Tahu maksud tatapan Valeria Chloe langsung diam tidak mau bertanya apa-apa lagi.
Tak lama Kevin masuk dan segera menyerahkan parsel yang di pesan Chloe tadi. Chloe memberikannya kepada Valeria dan mengambil 2 buah apel lalu dikupas dan diberikan kepada Valeria.
"Terima kasih" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Sama-sama Val" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Heemmmm"
~ Wesly Group ~
"Orang itu memakai identitas palsu bos dan mobil yang dipakainya juga palsu bos" ucap Albert.
"Ckk!! Apa ini anak buah keluarga berengsek itu" ucap Xavier dengan emosi.
"Kami masih melacaknya bos" ucap Thomas.
"Aku mau informasi mengenainya sudah ada malam nanti" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap keduanya serentak.
Albert dan Thomas segera keluar dari ruangan Xavier. Xavier masih memikirkan kejadian tadi beruntung ia sudah menempatkan anak buahnya di sekitar sang istri tanpa terlihat.
"Jika benar kalian dalangnya aku akan menghancurkan semua keluarga kalian" ucap Xavier dengan emosi.
Xavier mulai berkutat dengan laptopnya untuk melanjutkan pekerjaannya, tak lama pintu ruang kerjanya dibuka dan masuklah Chloe dengan wajah kesal.
"Ada apa sayang kenapa mukamu kesal begitu" ucap Xavier dengan bingung.
"Ini karena kamu sayang kan aku masih pengen bicara sama Valeria" ucap Chloe dengan kesal.
"Who is that?"
"Itu gadis yang aku tolong beberapa hari yang lalu yang barusan aku jenguk dia di rumah sakit"
"Oh"
Chloe lalu menuju sang suami dan duduk di pangkuannya. Xavier mengelus kepala Chloe dengan lembut dan tahu jika sang istri pasti menginginkan sesuatu.
"Sayang"
"Heemmmm"
"Boleh tidak aku dekor kamar anak kita dengan mobil sport mainan"
"Lakukan apa yang kamu mau sayang"
"Yang benar sayang?" tanya Chloe dengan wajah ceria.
"Anything for you baby"
"Makasih sayang" ucap Chloe sambil mencium pipi Xavier.
Xavier tersenyum manis melihat kelakuan sang istri. Chloe lalu mengendus leher Xavier dan hal tersebut sukses membuat libido Xavier seketika naik.
"Baby i want you now" bisik Xavier dengan suara serak.
"I'm yours hubby"
Xavier langsung mengendong Chloe ke kamar pribadinya dan siang itu Chloe dan Xavier menghabiskan waktu di dalam kamar.
Albert yang ingin memberi informasi mengenai kejadian tadi segera mengurungkan niatnya saat sekertaris Xavier memberi tahu kedatangan Chloe barusan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Cepat banget dari ruangan bos" ucap Thomas yang masih berada di ruangan Albert.
"Bos dan nyonya tidak mau diganggu" ucap Albert dengan suara dingin.
"Oh pantes"
Keduanya lalu melanjutkan pekerjaan mereka. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan tiba waktunya untuk pulang kantor bagi semua karyawan Wesly Group.
Albert dan Thomas sudah menunggu Xavier dan Chloe di depan pintu Xavier. Keduanya lalu muncul dengan Chloe yang digendong oleh Xavier karena lelah melayani napsu suaminya.
Tiba di lobby keduanya lalu masuk setelah Albert membuka pintu bagi mereka. Di dalam mobil Chloe terus memeluk tubuh Xavier tidak mau lepas sedikit pun.
~ Mansion Xavier ~
Pak Max segera menyambut kedatangan tuan dan nyonyanya di depan mansion. Semua pelayan dan pengawal menunduk saat Xavier keluar dari mobil bersama Chloe.
"Pak Max apa pesananku sudah sampai" ucap Chloe kembali ceria saat tiba di mansion.
"Sudah nyonya" ucap pak Max.
"Apa yang kamu pesan sayang?" tanya Xavier.
"Ada deh nanti juga kamu tahu sayang" ucap Chloe sambil berlalu.
Xavier lalu menatap pak Max dengan tajam meminta jawaban mengenai perkataan sang istri. Pak Max yang juga tidak tahu apa yang dipesan oleh sang nyonya hanya menggelengkan kepala.
"Albert" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Nyonya memesan mobil sport mainan di aplikasi online bos" ucap Albert setelah melihat daftar pengeluaran kartu kredit Chloe.
"Ckk!! Harganya pasti murah" ucap Xavier dengan sombong.
"Tidak bos nyonya memilih mobil mainan sesuai keinginan bos" ucap Albert yang tahu kesukaan sang bos.
"Baguslah" ucap Xavier dengan arogan.
Xavier segera beranjak ke lantai dua menyusul sang istri. Melihat sang bos sudah masuk ke kamar sang anak Albert dan Thomas segera pergi dari mansion Xavier.
Di dalam kamar sedari tadi Chloe terus menyuruh pelayan untuk menaruh semua mobil-mobil itu dalam lemari kaca. Entah kenapa ia sangat menyukai jenis mobil sport saat mengetahui ia hamil.
"Awas hati-hati jangan sampai jatuh" ucap Chloe dengan suara tegas.
"Iya nyonya" ucap sang pelayan.
Xavier masuk dan segera memeluk Chloe dari belakang. Chloe tersenyum melihat wajah suaminya yang berada di samping wajahnya.
"Apa kamu senang sayang"
"Senang banget sayang makasih ya"
"Heemmmm"
"Sayang besok aku mau beli mobil ini" ucap Chloe sambil menunjukan gambar mobil di hpnya.
"Bukannya kita sudah punya sayang" ucap Xavier yang tahu koleksi mobilnya.
"Itu kan warna hitam hubby aku pengen warna merah"
"Baiklah sayang besok aku suruh Albert membelinya"
"Oke hubby"
Selesai mengatur semua mobil mainan di etalase kaca, Chloe dan Xavier segera pergi ke kamar mereka untuk membersihkan diri.
~ Jakarta, Indonesia ~
Sean saat ini sedang duduk berhadapan dengan mantan istrinya. Queen yang sudah pulih datang ke kantor Sean untuk membicarakan jam kunjungan dirinya kepada sang anak.
"Apa loe pikir loe itu mama yang baik untuk anak loe" ucap Sean dengan emosi.
"Bagaimanapun Ares itu anak gue" ucap Queen dengan tatapan tajam.
"Hahahaha! Apa loe kesambet petir tadi?" tanya Sean dengan wajah sinis.
"Gue mau ketemu anak gue dan loe ngak ada hak ngelarang gue" teriak Queen dengan suara tinggi.
Plak.........
Seketika Sean menampar Queen karena sudah sangat emosi. Queen melihat Sean dengan tatapan benci dan emosi.
"Mending loe pergi dari hadapan gue sebelum gue bunuh loe disini" ucap Sean dengan sinis.
"Loe keterlaluan apa ngak boleh gue lihat anak gue hah"
"Loe bukan mamanya lagi semenjak loe dengan rela nyerahin tubuh loe dijadikan pe****r saat sudah bersuami" ucap Sean dengan suara tinggi.
Seketika air mata Queen jatuh karena merasakan sakit di hatinya. Ia tahu masa lalunya sangat menyakitkan dan apa harus diungkit lagi.
"Gue mohon izinkan gue kali ini aja" ucap Queen dengan memohon.
"Pergi loe dari hadapan gue dan ingat jangan pernah muncul di depan gue sama anak gue!" bentak Sean dengan suara tinggi.
Tak lama sekuriti masuk dan membawa Queen pergi dari ruangan Sean. Queen terus berteriak dan menangis tapi tidak dipedulikan oleh Sean, ia sudah sangat benci kepada Queen dan keluarganya.
"Menyusahkan saja" gumam Sean dengan emosi.
Dimas selalu berdiri di dekat tuannya mendampingi Sean. Ia tahu jika sang tuan pasti sudah sangat membenci keluarga mantan istrinya dan tidak akan pernah mengijinkan mereka bertemu dengan anaknya.
"Perketat penjagaan mansion"
"Baik tuan" ucap Dimas.
Dimas segera keluar saat Sean memberi isyarat untuk meninggalkannya. Di luar ruangan Sean ia segera memberi perintah kepada anak buah Sean untuk memperketat penjagaan mansion.
~ Bandar udara Soekarno Hatta ~
Mpok Risma berdiri di depan pintu gate masuk ke bandara untuk melakukan check in. Ia tersenyum penuh arti saat sudah berhasil melakukan check in dan pemeriksaan paspor.
Tiba-tiba hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari orang yang sedari tadi ditunggunya.
^^^"Halo tuan"^^^
"Apa kamu sudah di bandara"
^^^"Sudah tuan sebentar lagi saya akan berangkat"^^^
"Good ingat jangan sampai ada kesalahan"
^^^"Baik tuan tenang saja saya akan melakukannya dengan sebaik mungkin"^^^
"Heemmm! Bayaranmu sudah ku transfer"
^^^"Ah! Terima kasih banyak tuan"^^^
Panggilan pun seketika terputus, mpok Risma segera mengecek m-banking miliknya dan raut wajahnya seketika tersenyum lebar. Ia sangat senang saat melihat nominal ratusan juta di dalam rekeningnya.
"Ngak sia-sia aku kasih kabar tentang anak sialan itu, sebentar lagi kita akan bertemu Chloe tunggu kedatangan tantemu ini ya" gumam mpok Risma sambil tersenyum penuh arti.
...βββββ...
To be continue...........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€