Heartless

Heartless
Episode 110



🌻Lebih baik menjadi orang sederhana dari pada menjadi orang berada tapi tidak memiliki hati yang tulus🌻


.


.


.


.


Sudah 4 hari Chloe dan Xavier menikmati liburan mereka di Italia. Chloe yang baru pertama kali ke Italia membeli begitu banyak oleh-oleh disana dan tak lupa mengeksplor jajanan disana.


Besok Chloe sudah harus kembali ke Los Angeles, sebelum itu dirinya meminta Xavier untuk menemaninya naik gondola.


"No baby aku tidak mau itu berbahaya" ucap Xavier dengan tegas.


"Tapi aku pengen coba sayang" ucap Chloe dengan memelas.


Xavier sengaja memalingkan wajahnya agar tidak termakan bujuk rayuan sang istri. Chloe naik ke pangkuan Xavier dan memegang rahang suaminya sambil mengelus dengan lembut.


"Boleh ya hubby" ucap Chloe dengan suara lembut.


Xavier menghela napasnya dalam dan menghembuskan perlahan mengiyakan. Chloe senang bukan main dan langsung mencium b***r Xavier dengan lembut, Xavier menyambut ciuman sang istri dengan lembut tapi menuntut.


Xavier melepaskan ciumannya setelah melihat napas Chloe satu-satu. Xavier mengusap bibir Chloe yang bengkak dan kembali mencium Chloe lebih dalam.


Setelah itu keduanya langsung bersiap-siap menuju ke kota Venice untuk menaiki gondola sesuai keinginan sang istri.


Sepanjang jalan keduanya menjadi pusat perhatian karena keduanya yang serasi seperti putri dan pangeran dalam dongeng. Chloe tak henti-hentinya tersenyum bahagia melihat pemandangan kota Venice.


Chloe dan Xavier langsung menaiki gondola yang sudah di pesan oleh anak buahnya. Chloe memotret begitu banyak spot saat mengelilingi kota Venice dengan gondola.


Saat memotret pemandangan kota Venice Chloe mengarahkan kamera ke Xavier yang sedang duduk di depannya sambil melihat arsitektur kota Venice.


Cekrek.............


Satu foto Xavier sudah diambil Chloe. Ia kembali memfoto Xavier saat dirinya tersenyum hangat ke arahnya.


Ya ampun ganteng banget suami gue nih kayak dewa yunani yang turun ke bumi, batin Chloe yang terpesona akan ketampanan Xavier.


"Baby" ucap Xavier dengan lembut.


Karena masih terpesona dengan wajah sang suami dirinya tidak tahu kalau sedari tadi ia dipanggil oleh Xavier.


"Sudah puas menikmati ketampanan aku Mrs. Wesly" ucap Xavier dengan senyum hangat.


Chloe buru-buru memalingkan wajahnya ke arah lain karena malu dan ia yakin saat ini wajahnya sudah seperti kepiting rebus. Xavier yang melihat sang istri tersipu malu tersenyum bahagia.


Ia kemudian menarik Chloe dan mendudukkannya di sampingnya. Chloe yang kaget sempat berteriak dengan kencang.


"Sei la compagna piΓΉ adatta per entrare per prima nella mia gondola" (Anda adalah pasangan paling serasi yang pertama kali naik di gondola saya) ucap sang pendayung dengan bahasa Italia.


"Lei Γ¨ mia moglie" (Dia adalah istri saya) balas Xavier dengan bahasa Italia.


"Sei molto fortunato ad avere una moglie che Γ¨ come un angelo" (Anda sangat beruntung memiliki seorang istri yang seperti bidadari)


"Si, è la cosa più bella della mia vita perchè averlo"


(Ya, itu adalah hal terindah dalam hidup saya karena memilikinya) ucap Xavier sambil tersenyum manis.


Chloe hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh kedua orang di depannya.


"Spero che tu sia felice finchΓ© non vorrai separarti"


(Semoga kalian bahagia sampai maut memisahkan)


"Heeemmmm"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak lama gondola itu berhenti dan Chloe bersama Xavier turun lalu membayar pendayung itu dengan uang yang sangat banyak. Sang pendayung hanya mengucapkan banyak terima kasih kepada keduanya dalam bahasa Italia.


"Sayang apa yang kalian bicarakan tadi" ucap Chloe sambil berjalan memegang tangan Xavier.


"Dia hanya memuji kecantikan istriku sekaligus mendoakan kebahagian rumah tangga kita baby"


"Oh ya"


"Heeemmmmm"


"Hubby aku lapar" ucap Chloe dengan manja.


"Ayo kita cari restoran di sekitar sini" ucap Xavier sambil memberi kode kepada Albert.


"Tapi aku pengen makan pizza di kedai itu sayang" ucap Chloe sambil menunjuk kedai pizza di seberang jalan.


"Tapi kita tidak tahu apa disana itu higenis atau tidak sayang"


"Sayang tapi aku mau" ucap Chloe dengan kekuh pada pendiriannya.


"Heemmm! Baiklah" ucap Xavier mengalah.


Saat hendak menyebrang, Albert tiba-tiba berkata jika ada wartawan yang berada di kedai itu. Xavier seketika menghentikan langkahnya dan membuat Chloe bingung.


"Ada apa sayang?" tanya Chloe.


"Sayang ada wartawan di kedai itu arah jam 3" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


Chloe melirik kearah yang dikatakan oleh Xavier dan melihat beberapa orang memakai id card bertuliskan press di dadanya yang sedang menikmati pizza di kedai tersebut.


Chloe yang tidak ingin tertangkap kamera lalu mengajak Xavier untuk pergi saja dari sana.


"Tapi bukankah kamu ingin makan disana sayang" ucap Xavier.


"Suruh pengawal membeli saja sayang aku tidak mau nama aku menjadi trending topik di dunia maya" ucap Chloe dengan muka bergidik ngeri.


"Aku malahan mau kamu terkenal sayang" ucap Xavier dengan santai.


"Sayang ayolah kita pergi aja ya dari sini"


"Heeemmm"


Chloe dan Xavier berlalu pergi ke mobil mereka dan meninggalkan kota Venice kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Chloe yang lelah hari ini akhirnya tertidur dalam pelukan Xavier dalam mobil. Xavier mengangkat tubuh Chloe dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Albert siapkan jet besok pagi kita kembali" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos" ucap Albert.


"Suruh pengawal membawakan pizza ke kamar hotel"


"Baik bos"


Tak lama mobil rolls royce milik Xavier berhenti di depan lobby hotel miliknya. Para pengawal berdiri membungkuk saat Xavier keluar dari dalam mobil sambil mengendong Chloe.


Semua pekerja hotel menunduk memberi hormat kepada pemilik hotel saat masuk ke dalam hotel. Langkah kakinya yang tegap melangkah masuk ke dalam lift khusus untuk dirinya


Ting........


Lift berbunyi tanda sudah sampai. Xavier keluar dan langsung masuk ke president suit khusus dirinya di lantai paling atas.


Xavier menaruh Chloe perlahan di tempat tidur tak lupa membuka sepatu dan jas hangat ditubuhnya. Xavier lalu menyelimuti Chloe dan pergi keluar untuk mengerjakan pekerjaannya bersama Albert.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


30 menit Chloe sadar dan melihat sekelilingnya ternyata dia sudah berada di kamar hotel. Ia segera membersihkan tubuhnya dan menganti dengan piyama tipis bertali satu miliknya.


"Sayang" panggil Chloe dengan lembut.


Xavier yang mendengar namanya dipanggil segera berlalu menuju kamar, disana ia melihat Chloe yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Apa kamu lapar sayang?" tanya Xavier sambil memeluk tubuh sang istri.


Chloe mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Albert yang mendengar sang bos akan makan malam segera memerintah pelayan untuk menyiapkan makan malam dan berlalu keluar.


Chloe dan Xavier menikmati makan malam dengan sekali-kali bercanda dan bermesraan. Selesai makan malam Chloe duduk di depan tv sambil memakan pizza yang dipesannya tadi.


"Apa kamu masih lapar sayang?" tanya Xavier.


"Tidak sayang aku hanya ingin mencoba pizza ini" ucap Chloe dengan mulut penuh.


"Heeemmmm"


"Apa sayang"


"Apa kamu masih ingat dengan penculikan yang dilakukan oleh Arnol waktu itu"


"Iya masih memangnya kenapa"


"Kamu harus melihat video ini biar lebih jelas" ucap Xavier sambil memberikan iPad ke Chloe.


Chloe kemudian menonton video rekaman cctv di mansion nenek Esma. Chloe menutup mulut saat nenek Esma dan anaknya berencana untuk memisahkan mereka berdua.


"Aku cerita ke kamu agar kamu tidak cemburu jika mereka sudah mulai permainan mereka baby" ucap Xavier sambil menatap hangat Chloe.


"Aku bukan wanita lugu dan polos lagi sayang dan cukup satu kali aku tidak mempercayaimu waktu itu di Indonesia sayang dan sekarang apa yang sudah menjadi milikku tidak bisa diambil oleh orang lain" ucap Chloe dengan tegas.


"Aku suka dengan gaya bicaramu sayang"


"Kita lalui semua ini bersama dan jauhkan semua pengganggu dalam rumah tangga kita sayang yang terpenting saling percaya dan terbuka honey" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Iya sayang"


Chloe dan Xavier kemudian saling memeluk menghantarkan rasa nyaman dan hangat dari tubuh masing-masing. Mereka berjanji dalam hati masing-masing untuk berjuang mempertahankan cinta dan rumah tangga mereka.


~ Mansion Rahardian ~


Berbeda dengan Chloe yang sedang menikmati rasanya jatuh cinta dan dicintai Queen saat ini sedang menangis dalam pelukan mommynya.


Mereka sekeluarga sedang berada di mansion Sean menunggu kedatangan Sean yang diminta pulang oleh papanya. Wajah Riko sudah memerah menahan emosi untuk memukul anaknya.


Selama ini ia berjuang untuk mengubah takdir anaknya tapi ia kecolongan saat sebulan yang lalu.


"Sayang kamu tenangkan diri kamu ya" ucap Maya sambil mengelus pundak Queen dengan pelan.


Maya tidak menyangka anak semata wayangnya bisa berbuat hal seperti ini. Dirinya tidak tahu selama ini kelakuan Sean seperti apa diluar sana tapi saat Queen dan orang tuanya datang seakan dunianya runtuh saat itu juga.


Queen sebenarnya tahu jika Sean tidak akan pernah mau bertanggung jawab, oleh sebab itu saat pulang dari rumah sakit dirinya langsung memberitahukan semuanya kepada kedua orang tuanya dan kakaknya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Awalnya Adam emosi mendengar perkataan putrinya tapi saat mendengar siapa ayah dari bayi itu seketika bibirnya melengkung tersenyum manis.


Steven yang dikabari daddynya segera pulang bersama sang tunangan ke mansion. Dirinya juga kaget mendengar hal tersebut tapi mau bilang apa lagi semuanya sudah terjadi.


Padahal 2 minggu lagi acara pernikahannya tapi malah ia mendapat kabar mengejutkan dari adiknya yang paling disayanginya.


Tak lama bunyi deru mesin mobil berhenti di depan mansion. Sean keluar dengan setelan jas lengkap ditubuhnya dan berjalan masuk dengan langkah tegap.


Saat masuk ke dalam Sean merasa aura disekitarnya sangat mencekam. Sean melihat banyak orang di ruang tamu dan ia kaget melihat Queen yang sedang menangis di pelukan mommynya dan juga ada keluarganya lengkap.


"Sean" ucap Riko dengan suara tinggi sambil menatap tajam putranya dengan tatapan membunuh.


Sean menarik napasnya dalam merasa aura membunuh dari papanya. Riko bangun dan langsung meninju perut Sean dengan kuat.


Brugh.................


Sean yang tidak siap seketika terjatuh dilantai, ia kemudian dihajar dengan brutal oleh sang papa bahkan sang ibu hanya menangis dan melihat ke arahnya dengan tatapan kecewa.


Kenapa ibu lihat gue kayak gitu apa yang sebenarnya udah terjadi, batin Sean dengan bingung.


"Mas cukup" teriak Maya.


Riko langsung menghentikan pukulannya di tubuh Sean. Riko menatap tajam Sean sambil mengontrol emosinya agar lebih tenang.


Bima yang baru datang karena mendengar laporan dari Rio segera meluncur menuju mansion sang anak. Bima tahu Riko akan memukuli cucunya dengan brutal karena sifatnya keras.


Bima menyuruh Rio untuk mengangkat Sean bangun lalu menyuruhnya duduk di sebelahnya. Aura kewibawaan Bima sangat terasa di dalam ruangan tersebut.


Riko memilih memeluk sang istri yang menangis sekaligus meredakan emosinya. Sean menatap sang ibu yang terus menangis dalam pelukan sang papa.


"Sebelumnya saya minta maaf atas perbuatan cucu saya tuan Rosemary" ucap Bima dengan wibawa.


"Saya hanya ingin pertanggung jawaban nak Sean kepada putri saya" balas Adam dengan emosi.


"Apa maksud semua ini" ucap Sean dengan suara tinggi.


"Diam kamu Sean papa sudah tidak bisa mentolerir perbuatan kamu kali ini!" bentak Riko dengan emosi.


"Loh emangnya apa salah Sean" ucap Sean tak mau kalah.


"Kamu harus menikahi putri saya karena gara-gara kamu putri saya saat ini mengandung anak kamu" teriak Laura dengan emosi.


Duar.................


Bagai disambar petir tubuh Sean menegang mendengar perkataan Laura. Sean lalu teringat kejadian sebulan yang lalu di hotel waktu itu dimana ia tidak menggunakan pengaman karena sudah terlalu mabuk.


"3 minggu lagi kamu harus menikahinya Sean" ucap Riko dengan tegas.


"Ngak pa Sean ngak mau, papa kan tahu siapa wanita yang akan Sean nikahi pa Sean ngak cinta sama dia pa" teriak Sean dengan emosi.


"Remember what you promise when you in London son, waktu itu papa sudah peringati kamu Sean!" (ingat janji kamu waktu kamu masih di London nak nak) bentak Riko.


"Ngak pa! Sean ngak mau! Sean cuma mau sama Chloe pa ngak ada yang lain" ucap Sean dengan frustasi.


"Jangan buat ibu kecewa untuk kedua kalinya nak" ucap Maya dengan lirih.


Sean terhentak mendengar pernyataan sang ibu yang kecewa pada dirinya. Maya segera bangun dan berlalu menuju kamarnya.


Sean ikut berdiri mengejar ibunya, Riko membiarkan istri dan anaknya untuk berbicara karena ia yakin istrinya lebih mudah berbicara dengan anaknya ketimbang dirinya.


"Maaf atas keributan ini tuan Rosemary" ucap Bima.


"Tidak apa-apa tuan besar Rahardian saya disini hanya mencari keadilan untuk putri saya saja" ucap Adam dengan tegas.


"3 minggu lagi pernikahan Sean dan Queen akan diselenggarakan tuan Adam dan itu adalah janji saya" ucap Riko dengan tegas.


"Baiklah kalau begitu tuan Rahardian" ucap Adam.


"Semua persiapannya akan kami siapkan dan kami mohon kesediaan nyonya Laura dan nak Queen untuk ambil bagian" ucap Bima.


"Baik tuan besar Rahardian" ucap Laura dengan senyum lega.


"Kalau begitu kami permisi pulang tolong sampaikan salam kami kepada nyonya Maya dan nak Sean" ucap Adam.


"Baik tuan Rosemary dan kami mohon lusa anda sekeluarga bisa hadir disini jam 18:00 untuk membahas pernikahan cucu saya dan anak tuan Rosemary" ucap Bima.


"Baik tuan besar Rahardian"


Adam dan keluarganya berlalu keluar menuju mobil mereka meninggalkan mansion Rahardian. Bima lalu melihat Riko yang duduk dengan frustasi di sofa.


"Tenangkan dirimu dan coba bicara baik-baik dengan Sean serta istrimu" ucap Bima dengan suara lembut.


"Baik pa" ucap Riko.


Bima menghela napasnya dengan kasar saat Riko sudah berlalu menuju kamarnya. Ternyata ramalan Arka terbukti dan mau tak mau hanya Sean yang bisa merubah nasibnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di dalam kamar Maya dan Sean saling memeluk menumpahkan kesedihan mereka. Riko yang baru datang berjalan mendekati keduanya dan memeluk sang istri dan anaknya yang saat ini sangat rapuh.


Sean yang biasanya dingin dan kuat saat ini berubah menjadi pribadi yang rapuh dan lemah. Ia seakan menolak takdirnya saat ini kenapa harus seperti ini.


"Ibu ngak mau kamu jadi anak durhaka yang melantarkan buah hatimu sayang" ucap Maya dengan derai air mata.


"Tapi Sean ngak cinta sama dia bu" ucap Sean dengan frustasi.


"Son papa tahu apa yang kamu rasakan saat ini tapi ini semua sudah terjadi dan itu perbuatan kamu sendiri jadilah laki-laki yang bertanggung jawab nak" ucap Riko dengan suara lembut.


Sean terus menunduk menyesal perbuatannya sebulan yang lalu sehingga bisa sampai begini. Maya yang terus menangis akhirnya tertidur dalam pelukan sang suami.


Riko membaringkan istrinya dan menyelimutinya. Riko mengajak Sean menuju ruang kerjanya untuk berbicara empat mata dengan sang anak.


Ini semua sudah takdirmu son, batin Riko yang sedih melihat anaknya seperti ini.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..................


Jangan lupa Vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀