Heartless

Heartless
Ekstra Part 3



🌻Jangan mencintai seseorang terlalu dalam karena jika suatu saat dia mengkhinatimu maka kamu akan merasakan sakit yang terlalu dalam🌻


.


.


.


.


Kehidupan rumah tangga Chloe dan Xavier saat ini sangat harmonis. Apa lagi di tambah kehadiran buah hati mereka yang sudah berumur 1 tahun 2 bulan lebih.


Saat ini Chloe tengah mempersiapkan makan siang buat suaminya. Saat sedang memasak Chloe tak menyadari jika Xander yang di tinggal di ruang keluarga bersama Risya sang pengasuh ternyata di tinggal sendiri.


Risya yang merasakan hpnya bergetar mengambil dan melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata itu adalah panggilan dari sang ibu, Risya lalu berjalan ke arah samping untuk mengangkat panggilannya.


"Mo mo mo mo mo" ucap baby Xander sambil mencari Chloe.


Tak menemukan sang mommy baby Xander bangun perlahan-lahan dan berdiri. Beberapa kali gagal akhirnya ia bisa berdiri, baby Xander mulai berjalan pelan-pelan menuju ruang makan.


Sampai di ruang makan ia berdiri sambil memegang kursi dan memanggil sang mommy. Chloe yang sementara memasak menghentikan kegiatannya saat mendengar suara sang anak.


Chloe keluar dari dapur dan mencari sumber suara. Sampai di ruang makan ia kaget melihat Xander yang sedang berdiri sambil memegang kursi.


"Anak mommy" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Mo mo mo mo" ucap Xander dengan antusias.


Xander lalu melepaskan pegangannya dan berjalan menuju Chloe. Chloe menutup mulutnya kaget melihat anaknya yang sudah bisa berjalan, air matanya seketika jatuh saking bahagia.


"Ayo sini sayang datang ke mommy" ucap Chloe dengan haru.


Pak Max sangat senang melihat tuan mudanya sudah bisa berjalan. Chloe menangkap anaknya yang hampir jatuh saat sampai di depannya, bertubi-tubi ciuman Chloe membuat baby Xander tertawa geli.


"Jagoan mommy sudah bisa berjalan ya sayang" ucap Chloe dengan senyum bahagia.


"Mo mo mo mo mo" ucap baby Xander sambil tertawa.


"Selamat nyonya ini suatu kemajuan besar tuan muda sudah bisa berjalan" ucap pak Max dengan bahagia.


"Makasih ya pak Max" ucap Chloe dengan bahagia.


"Sama-sama nyonya tapi"


"Tapi apa pak Max?" tanya Chloe.


"Dimana pengasuh tuan muda kenapa tuan muda berjalan sendiri saja nyonya" ucap pak Max dengan penasaran.


"Benar juga ya pak Max dimana pengasuh Xander bukannya tadi mereka berdua di ruang keluarga?" tanya Chloe dengan kening berkerut.


"Saya akan mencarinya nyonya"


"Heeemmm"


Pak Max lalu memberitahu Mike untuk mencari pengasuh baby Xander. Mereka tidak mau ambil resiko jika ada penyusup di dalam mansion yang menyamar.


Chloe lalu mengendong sang anak sambil mendudukkannya di kursi makannya. Chloe melihat sudah waktunya makan siang dan segera menyiapkan makanan baby Xander.


Xander tertawa senang saat melihat sang mommy datang membawa makanan. Chloe lalu menyuapi sang anak dengan telaten, saat sedang memberi makan baby Xander tak lama Mike datang bersama Risya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe menatap keduanya dengan bingung karena Risya yang berjalan dengan takut menuju arahnya. Tak lama Chloe mengingat jika tadi pak Max mencari keberadaan Risya yang meninggalkan anaknya sendiri.


"Dimana kamu temukan dia Mike" ucap Chloe.


"Di kolam berenang nyonya sedang menelpon dengan seseorang" ucap Mike.


Risya seketika berlutut di depan Chloe membuat Chloe kaget. Ia tak menyangka jika pengasuh sang anak akan berlutut di depannya.


"Maafkan saya nyonya.......hiks hiks......karena meninggalkan tuan muda sendiri" ucap Risya sambil menangis.


"Apa alasan kamu?" tanya Chloe.


"Tadi mommy saya menelpon mengabari jika daddy saya masuk rumah sakit makanya saya keluar untuk menjawab panggilan mommy nyonya..........hiks hiks hiks" ucap Risya sambil menangis.


"Lalu bagaimana kondisi daddy kamu" ucap Chloe dengan kasihan.


"Beliau kritis nyonya karena jantungnya kumat"


"Pulanglah jenguk daddy kamu" ucap Chloe dengan tulus.


"Tapi nyonya" ucap Risya yang langsung di potong Chloe.


"Temui daddy kamu dan sebagai anak sudah seharusnya kamu disana menguatkan mommy kamu"


"Terima kasih nyonya" ucap Risya.


"Oh ya kamu tunggu disini dulu" ucap Chloe berlalu pergi dengan cepat.


Baby Xander yang melihat Chloe pergi terus memanggil namanya. Chloe menyuruh pak Max untuk menjaga anaknya dulu karena ia akan pergi ke kamar sebentar.


Tak lama Chloe turun sambil membawa amplop coklat, ia lalu memberikan amplop itu kepada Risya untuk membantu pengobatan daddy Risya.


"Terima kasih nyonya" ucap Risya sambil menangis.


"Iya sama-sama sekarang pergilah jenguk daddy kamu" ucap Chloe dengan tulus.


"Baik nyonya kalau begitu saya permisi" ucap Risya sambil berlalu pergi.


Pak Max dan lainnya sangat senang melihat nyonya mereka yang membantu pelayan seperti mereka dengan tulus.


Nyonya memiliki hati yang tulus, batin pak Max.


"Mike kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" ucap Chloe.


"Iya nyonya" ucap Mike.


Mike lalu pergi dan menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki semua perkataan Risya tadi. Chloe tidak mau jika orang yang menjaga anaknya ternyata berbohong.


Setelah memberi makan anaknya Chloe lalu menyuruh pak Max menyiapkan makanan untuk dia bawa ke perusahaan Xavier. Tak lupa Chloe juga menyuruh pak Max menyiapkan buah untuk sang anak sebagai cemilan nanti.


~ Wesly Group ~


Saat ini Xavier baru pulang dari meeting bersama dengan Albert dan Thomas. Ia memilih untuk makan siang di perusahaan karena sebentar lagi Chloe akan datang.


Sambil menunggu sang istri datang Xavier mengerjakan beberapa laporan yang belum selesai di periksa. Di lobby perusahaan Wesly Group iring-iringan mobil Chloe sudah sampai.


Mike lalu membuka pintu untuk Chloe dan baby Xander yang digendong Chloe. Mike sendiri berjalan sambil memegang kotak makan siang untuk Xavier.


Saat masuk ke dalam perusahaan semua karyawan menunduk memberi hormat saat Chloe lewat. Chloe membalas sapaan mereka dengan tersenyum manis.


"Nyonya semua perkataan pengasuh tuan muda tadi benar" ucap Mike saat di dalam lift.


"Berarti dia tidak berbohong"


"Iya nyonya" ucap Mike sambil menunduk.


"Baiklah terima kasih atas informasinya Mike"


"Sama-sama nyonya"


Tak lama lift sudah sampai di lantai 98 ruangan Xavier. Saat keluar Chloe berdecak kagum melihat interior lantai di ruangan suaminya, Chloe lebih tersenyum melihat foto mereka bertiga yang di pasang sangat besar di sana.


"Suami gue ngak pernah berubah sama sekali" ucap Chloe sambil menggelengkan kepalanya.


^^^》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》^^^


"Xander kita beri kejutan yuk ke daddy" ucap Chloe sambil menatap sang anak.


"Da da da da" ucap Xander.


"Iya nak kita kasi kejutan sama daddy nunjukin kalau anak mommy udah bisa jalan ya" ucap Chloe sambil tersenyum bahagia.


"Da da da da da da"


Xavier yang sibuk dengan berkas di depannya tidak mengetahui jika Chloe dan Xander sudah masuk ke ruangannya. Chloe lalu menerima bekal makan siang dari Mike dan menutup pintu kembali dengan perlahan.


"Da da da da da" celoteh baby Xander dengan riang.


Xavier menghentikan gerakan tangannya saat mendengar suara sang anak. Saat mengangkat kepalanya ia melihat kedua orang yang dicintainya berdiri sambil tersenyum dengan manis.


"Baby kamu sudah sampai" ucap Xavier sambil tersenyum bahagia.


"Ayok ke daddy" ucap Chloe dengan lembut.


Chloe melepaskan tangannya dan membiarkan baby Xander berjalan dengan pelan ke arah Xavier. Melihat anaknya sudah bisa berjalan Xavier kaget bukan main dan bangun dari tempat duduknya.


Ia berjalan ke arah depan meja menunggu baby Xander. Xander berjalan dengan langkah kecilnya ingin sampai ke sang daddy dengan bahagia.


Xavier seketika mengendong sang anak dan mencium pipi baby Xander saat Xander sampai di depannya. Xavier tersenyum bahagia melihat anaknya sudah bisa berjalan sendiri.


"Ini benarkan sayang" ucap Xavier dengan tak percaya.


"Benar sayang tadi aku kaget di mansion saat lihat Xander nyari aku sampai ke meja makan"


"Jagoan daddy mau minta hadiah apa hemmmm"


"Sayang" ucap Chloe dengan penuh penekanan.


"Sesekali saja sayang"


"No no jangan manjain anak kita dengan hadiah sayang" ucap Chloe dengan tegas.


"Baiklah sayang" ucap Xavier.


Chloe lalu menyiapkan makan siang untuk suaminya dan dirinya. Xander di dudukan di lantai dengan mainannya yang sangat banyak.


Chloe lalu menceritakan semuanya kepada Xavier tentang Risya. Awalnya Xavier marah dan ingin memberi hukuman kepada pengasuh Xander, tapi setelah Chloe membujuknya ia mengurungkan niatnya.


Hari itu Chloe dan Xander menghabiskan waktu menemani Xavier di perusahaan. Chloe yang sedang menidurkan Xander di kamar pribadi Xavier ikut tertidur karena lelah.


Xavier masuk ke dalam ruangannya dan melihat kedua orang yang paling dicintainya dengan wajah bahagia.


"Aku sangat menyayangi kalian berdua dan kalian adalah kekuatanku" ucap Xavier dengan senyum bahagia.


3 Bulan kemudian


Hari berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah 3 bulan berlalu saat Xander sudah bisa berjalan. Saat anaknya sudah bisa berjalan Chloe sangat pusing dengan tingkah anaknya itu.


Pak Max dan para pelayan harus membersihkan mansion terus menerus saat Xander berlari keluar dan masuk ke mansion. Xander masuk dengan lumpur yang membuat seisi mansion kotor.


Belum lagi semua permainannya akan di hamburkan jika ia sudah bosan bermain. Xavier selalu memanjakan sang anak dengan membeli hadiah saat pulang dari tugas luar.


Chloe hanya bisa memarahi sang suami karena sudah menghambur-hamburkan uang. Sifat baby Xander yang seperti Xavier membuat Chloe hanya bisa memijit keningnya saat keduanya di beri penjelasan.


~ Wesly Hospital ~


Saat ini Chloe dan Xavier sedang menemani orang tua Mira karena Mira akan melahirkan. Tak lama Thomas muncul dengan para pengawal Xavier.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Apa Xander masih tidur?" tanya Chloe.


"Iya nyonya" ucap Thomas sambil menunjukan iPad berisi cctv di kamar Xander.


"Heeemmmm"


Mereka semua menunggu dengan khawatir di luar ruangan bersalin. Sedangkan Albert sedang menemani Mira melahirkan di dalam, karena Mira melahirkan secara normal.


Tak lama suara tangisan bayi terdengar sampai di luar. Semuanya seketika senang karena Mira sudah melahirkan meski belum tahu jenis kelamin anak Mira dan Albert.


"Bi Mira udah melahirkan" ucap Chloe sambil memeluk ibu Mira.


"Iya nak Chloe bibi udah ngak sabar pengen lihat cucu bibi" ucap ibu Asmi dengan bahagia.


"Sabar bu bentar lagi juga kita ketemu sama cucu kita" ucap ayah Rangga.


Tak lama Albert keluar dengan wajah berantakan dan penampilannya yang biasa rapi sangat berantakan. Chloe dan lainnya kaget melihat penampilan Albert saat ini tapi tidak dengan orang tua Mira.


"Nak bagaimana?" tanya ibu Mira.


"Anak aku laki-laki dan sehat bu" ucap Albert sambil meneteskan air matanya.


Ibu dan ayah Mira yang tidak bisa bahasa Inggris hanya berdiri dengan bingung. Chloe lalu menerjemahkan maksud Albert, seketika haru bahagia sangat terasa di sana.


"Selamat ya udah jadi seorang daddy Albert" ucap Chloe.


"Terima kasih nyonya" ucap Albert.


"Selamat Albert" ucap Xavier dengan tulus.


"Terima kasih bos" ucap Albert.


"Dude selamat ya udah jadi seorang daddy" ucap Thomas sambil memeluk Albert.


"Thanks dude" ucap Albert.


"By the way kenapa penampilan kamu seperti ini" ucap Thomas dengan bingung.


"Ada saatnya nanti kamu rasakan" ucap Albert dengan dingin.


Albert tak mau menceritakan pengalamannya di dalam ruang bersalin tadi.


Mau di taruh di mana muka aku kalau sampai si berengsek ini tahu, batin Albert.


Setelah Mira dan anaknya di pindahkan ke ruang VVIP, semuanya lalu masuk untuk melihat anak Mira. Ayah dan ibu Mira tak henti-hentinya tersenyum bahagia melihat cucu mereka.


"Wah anak kalian sangat imut dan mengemaskan" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Gue yang cape-cape mengandung dan melahirkan ehh wajah anak gue kok ngak sama kayak gue sih" ucap Mira dengan kesal.


"Hahahahaha! Sama dong kayak gue" ucap Chloe sambil tertawa.


Tak lama Kevin masuk untuk mengucapkan selamat kepada Mira dan Albert. Saat melihat Albert seketika tawa Kevin pecah karena tadi mendengar cerita rekan kerjanya yang bertugas membantu Mira tadi.


"Kamu kenapa?" tanya Thomas dengan bingung.


Kevin lalu menceritakan semua kejadian di ruang persalinan tadi. Seketika tawa semuanya pecah dalam ruangan Mira membuat wajah Mira dan Albert merah padam karena malu.


"Sialan si mulut ember itu awas ya kamu" gumam Albert dengan kesal.


Ibu dan ayah Mira yang mendengar cerita Kevin karena sudah memakai earpiece penerjemah otomatis, juga ikut tertawa. Keduanya sudah bisa menebak apa yang terjadi dari penampilan Albert saat keluar.


"Beruntung suami aku waktu itu tidak seperti Albert" ucap Chloe.


"Well itu memang keberuntungan aku sayang" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti menatap Albert.


"Coba tadi kita videoin pasti bakal seru tuh" ucap Kevin dengan tawa.


"Diam kamu bocah awas aja sampai istrimu nanti" ucap Albert dengan tatapan tajam.


"Jadi siapa nama anak kalian?" tanya Chloe.


"David Anthoni Kendrick" ucap Albert dengan suara tegas.


"Nama yang bagus dude" ucap Kevin.


"Baby David welcome to the world" ucap Chloe.


Kebahagian Albert dan Mira terasa sangat lengkap saat kehadiran buah hati mereka.


Terima kasih sayang sudah memberikan kado terindah dalam hidupku, batin Albert sambil menatap Mira penuh cinta.


...❄❄❄❄❄...


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀