
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 14:00 atau jam 2 siang saat ini. Chloe mengambil kunci mobil miliknya dan tas kecil yang berisikan dompet, hp, dan alat make up seadanya beserta tisu basah dan kering yang selalu dibawa kemana pun ketika Chloe akan bepergian.
"Yuk berangkat" ucap Chloe mengajak Keysa yang sedang melihat barang bawaannya.
"Yuk"
Chloe dan Keysa menuju pintu depan mansion dimana mobilnya sudah dikeluarkan oleh para penjaga dan koper-koper milik Keysa juga sudah di masukkan ke dalam bagasi mobil.
"Wah mobil loe keren banget" ucap Keysa takjub melihat mobil Chloe.
"Itu hadiah ultah dari daddy and mommy pas ultah gue bulan kemaren"
Ya Chloe mendapat hadiah ulang tahun ke-17 berupa mobil sport lamborghini huracan berwarna putih. Chloe dan Keysa bergegas masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan mansion menuju bandara.
Sebelum pergi Chloe sudah mengirim pesan ke Sean kalau dirinya sudah berangkat dan membawa mobilnya sendiri. Karena jalanan yang macet di siang hari Chloe dan Keysa tiba di bandara jam 14:40 beruntung belum waktu flight.
~ Bandar Udara Soekarno Hatta ~
Chloe membantu Keysa menurunkan kopernya dan mengantar Keysa ke pintu keberangkatan.
"Sampai sana jangan lupa ngabarin gue sekeluarga ya"
"Pasti gue bakal ngabarin kok"
Mereka berpelukan melepas kepergian Keysa. Setelah itu Keysa masuk ke dalam untuk check in dan menunggu jam keberangkatannya.
Tepat jam 3 pesawat yang ditumpangi Keysa sudah terbang. Chloe pun berbalik dan segera ingin pulang. Chloe mengendarai mobilnya menuju ke arah mall karena ingin membeli novel terbaru sebelum pulang.
Di jalanan yang cukup sepi tiba-tiba ada seorang yang menyebrang tanpa melihat ada mobil Chloe yang lewat.
Brugh........
Bunyi tabrakan keras seketika membuat Chloe menginjak rem mobilnya. Chloe sangat kaget dan berlari keluar mobil untuk melihat orang yang ditabraknya.
Ternyata ada seorang pria berumur sekitar 40an dengan badan penuh dengan luka dan memar dimana-mana. Chloe yang melihat pun sangat kasian kepada pria paruh baya tersebut.
"Om ngak kenapa-napa kan" ucap Chloe sambil mengguncang tubuh pria tersebut.
"To..lo.....n..g ba...wa s....aya... per...gi" ucap pria tersebut terbata-bata dan akhirnya tidak sadarkan diri.
"Om om ngak kenapa-napa kan om bertahan ya" ucap Chloe dengan panik karena pria paruh baya itu tak sadarkan diri.
Chloe memapah pria tersebut masuk ke mobilnya dan segera menuju ke rumah sakit. Sampainya di rumah sakit Chloe berteriak minta tolong kepada suster dan satpam untuk membantunya membawa pria itu kedalam.
Suster dan satpam datang dengan brankar dan mendorong brankar itu menuju ruang ICU. Chloe mengikuti mereka dengan cemas sampai di depan ruang ICU.
Chloe mondar-mandir di depan ruang ICU menunggu dengan gelisah keadaan pria paruh baya tersebut. Pintu ruang ICU terbuka dan dokter keluar dari dalam.
"Keluarga pasien" ucap dokter yang memeriksa keadaan pria itu.
"Saya kerabatnya dok"
"Apa adik ini anak atau saudara dari korban"
"Saya ngak tahu siapa om itu dok? Kebetulan tadi dia nyebrang ngak lihat-lihat makanya tertabrak mobil saya"
"Oh jadi begini dek, bapak tersebut kondisinya baik-baik saja dan tidak ada cidera atau patah tulang. Tapi luka di sekujur tubuhnya cukup parah dan banyak lebam ditubuhnya"
"Astaga kasian banget om itu dok"
"Hasil diagnosa pasien tersebut mungkin sebelumnya ada yang mengeroyok pasien dan menyiksanya"
"Saya juga kurang tahu dok tapi saya mohon untuk selamatkan om itu dok"
"Baik dek itu sudah tugas kami, sebentar lagi pasien akan dipindahkan ke ruang inap dan mohon adik untuk menyelesaikan administrasinya"
"Baik dok terima kasih"
"Iya sama-sama saya permisi ya dek"
"Iya dok"
Chloe berjalan menuju ke bagian administrasi dan membayar lunas semua biaya pria tersebut dan meminta menempatkan pria paruh baya itu di kamar VIP.
Chloe mengikuti suster yang mendorong brankar pria itu menuju ruang inap rumah sakit. Sampai di ruangan VIP pria itu dipindahkan ke kasur rumah sakit tidak lupa para suster mengecek kondisi pasien dan infus pasien.
"Permisi ini barang pribadi milik pasien" ucap seorang suster sambil menyodorkan barang pasien dalam plastik bening.
"Terima kasih sus"
"Iya sama-sama dek, kalau begitu saya permisi"
"Iya sus"
Chloe mengambil dompet pria itu dan melihat nama identitasnya.
Ternyata bule ya pantas mukanya tadi ngak kayak indo, batin Chloe melihat wajah di KTP tersebut.
"Arka Samuel Smith kebangsaan USA" gumam Chloe pelan.
Setelah itu Chloe menaruh kembali dompet milik pria paruh baya itu kembali ke dalam plastik dan menyimpan di atas nakas samping ranjang pasien.
Karena cemas dan khawatir dengan keadaan pria itu Chloe lupa untuk membuka hpnya. Chloe duduk di sofa yang ada dalam ruangan itu dan mengambil hpnya untuk melihat ada notifikasi atau tidak.
Seketika Chloe merasa gugup karena terdapat banyak panggilan dari Sean dan sang mommy. Chloe lalu menelpon mommynya terlebih dahulu.
"Halo"
^^^"Halo mom"^^^
"Kenapa ngak angkat telpon mommy dari tadi"
^^^"Maaf mom Chloe ngak lihat tadi"^^^
"Keysa udah berangkat sayang"
^^^"Udah mom tadi Chloe yang ngantar sendiri ke bandara"^^^
"Memangnya pak Ujang ngak ngantar"
^^^"Tadi pak Ujang izin mom soalnya anaknya kecelakaan mom"^^^
"Pasti alasan aja thu"
^^^"Ya ampun mom jangan nuduh kayak gitu deh"^^^
"Terserah deh ingat pulang hati-hati"
^^^"Iya mom, bye mom"^^^
Panggilan dimatikan sepihak oleh Laura. Chloe pun mengambil napas dalam untuk menghubungi pacarnya. Pada dering kedua Sean sudah mengangkatnya.
"Kenapa gak dibalas sih pesan gue"
^^^"Maaf ka tadi Chloe lagi dijalan ke rumah sakit"^^^
"Loe sakit" ucap Sean dengan suara tinggi dari seberang.
^^^"Bukan ka, tadi Chloe nolongin orang dijalan ka"^^^
"Oh gue pikir loe yang sakit"
^^^"Bukan ka, gimana pertandingannya ka"^^^
"Tim gue menang sayang"
^^^"Ah yang benar ka" ucap Chloe dengan girang.^^^
"Benar sayang jadi besok finalnya nanti sore sayang"
^^^"Nanti besok Chloe bakal nonton ka"^^^
"Loe pulang sama siapa"
^^^"Sendirilah ka"^^^
"Ngak dijemput"
^^^"Ngak ka kan tadi Chloe bawa mobil sendiri"^^^
^^^"Tadi pak Ujang izin anaknya masuk rumah sakit jadi mending gue bawa mobil aja kak sesekali kak"^^^
"Pokoknya tunggu gue disana nanti gue jemput"
^^^"Lah nanti mobil gue gimana ka"^^^
"Nanti biar dibawa sama Resa, kirim alamat rumah sakit sekarang"
^^^"Iya ka"^^^
Tuut...........tuut.......tuutt..........
Panggilan sudah diakhiri. Chloe yang sebal tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengirim pesan nama rumah sakit ke pacarnya.
Chloe duduk menunggu pria tersebut sampai siuman. Tiba-tiba Chloe melihat tangan pasien bergerak dan matanya pun terbuka. Chloe kemudian menekan tombol di atas ranjang untuk memangil dokter.
Selang 5 menit dokter datang bersama dengan suster. Kemudian memeriksa kondisi pasien.
"Pasien sudah melewati masa kritisnya dan keadaan sudah lebih baik"
"Terima kasih ya dok"
"Nanti besok pasien harus di scan dulu untuk melihat apa ada luka dalam yang fatal atau tidak, dan jangan lupa bapak minum obat teratur dan istirahat yang cukup"
"Terima kasih banyak dok" ucap Arka.
"Iya sama-sama pak, kalau begitu saya permisi"
"Iya dok" ucap Chloe dan Arka bersamaan.
Arka melihat Chloe dengan bingung karena tidak mengenali Chloe.
"Kamu siapa" ucap Arka dengan suara pelan.
"Om minum dulu"
Arka kemudian meminum air yang diberikan oleh Chloe sambil menyandarkan tubuhnya di ranjang rumah sakit.
"Perkenalkan om nama saya Chloe, tadi Chloe yang bawa om ke rumah sakit"
"Oh kamu yang tadi nabrak saya ya"
"Iya om soalnya om lewat ngak lihat-lihat dulu"
"Maaf itu kesalahan saya, tadi saya buru-buru takut ditangkap oleh mereka"
"Maaf om sebenarnya om ini kenapa tadi dokter sudah menjelaskan kondisi om kalau om ini korban yang dipukul dan siksa beberapa hari sebelumnya"
"Maaf tapi saya tidak bisa menceritakannya"
"Iya tidak apa-apa om yang penting om udah selamat"
"Terima kasih atas pertolongan nak Chloe"
"Sama-sama om Arka" ucap Chloe sambil tersenyum manis.
Arka yang mendengar namanya disebut menjadi terkejut. Chloe yang melihat keterkejutan Arka menjelaskannya agar tidak paham.
"Maaf om Arka tadi saya sempat membuka dompet om untuk mengetahui identitas om makanya saya tahu nama om itu Arka"
"Iya tidak apa-apa tapi saya mohon jangan lapor hal ini ke polisi"
"Jangan khawatir om Chloe ngak akan lapor. Oh ya om ini bukan orang asli sini tapi kenapa bisa bicara bahasa Indonesia"
"Ya saya ini memang kebangsaan USA tapi ibu saya asli sini, makanya saya bisa bahasa Indonesia"
"Oh pantesan berarti om punya keluarga disini dong"
"Iya saya punya"
"Kenapa ngak dihubungi om kan nanti mereka khawatir"
"Nanti saja baru saya hubungi mereka"
Chloe yang mendengar perkataan om Arka merasa curiga tapi ia tidak ingin menanyakan lebih lanjut mungkin itu privasinya. Tiba-tiba hp Chloe berbunyi itu panggilan dari Sean.
^^^"Halo ka"^^^
"Loe di ruangan berapa"
^^^"Chloe di lantai 5 ruang VIP 2 ka"^^^
"Heeemm"
Chloe pun menyimpan kembali hpnya didalam tas. Tiba-tiba seorang suster masuk dan mengecek keadaan Arka serta memberikan beberapa vitamin untuk diminum.
Tak lama pintu ruangan dibuka dan ternyata itu adalah Sean dan Resa.
"Sayang ngak kenapa-napa kan" ucap Sean dengan khawatir.
"Chloe ngak kenapa-napa ka, itu om Arka yang tadi Chloe tolongin" ucap Chloe sambil menunjuk arah ranjang pasien.
Sean melihat kearah Arka dengan tatapan dingin dan datar. Arka yang melihatnya merasa dingin disekitarnya.
"Om kenalin ini ka Sean pacar Chloe dan sahabatnya" ucap Chloe memperkenalkan mereka.
"Sean om"
"Resa om"
"Arka Smith" ucap Arka memperkenalkan diri.
Mendengar nama Smith Sean seperti pernah mendengar nama keluarga tersebut tapi ia lupa dimana.
"Sayang balik yuk" ucap Sean memegang tangan Chloe dan mengajaknya untuk pulang.
"Tapi gimana sama om Arka ka"
"Om bisa sendiri lagi pula bentar ada keluarga om yang akan datang"
"Oh kalau gitu baguslah om. Chloe pamit pulang ya om nanti besok Chloe sama ka Sean mampir lagi ya om"
"Iya terima kasih atas pertolongan nak Chloe"
"Iya sama-sama om, permisi ya om semoga cepat sembuh om"
"Iya nak Chloe"
Sean, Chloe, dan Resa pun berjalan menuju lift untuk ke parkiran rumah sakit. Ketika sampai di parkiran Chloe bingung akan naik mobil yang mana.
"Kak naik mobil Chloe aja ya" ucap Chloe manja sambil menggoyangkan tangan Sean.
Melihat hal tersebut Sean tidak bisa menolak permintaan pacarnya.
"Bro bawa mobil gue ya. Ikutin kita dari belakang" ucap Sean sambil melempar kunci mobilnya.
"Sip bro" ucap Resa yang menangkap kunci mobil Sean.
"Mana mobil loe sayang"
"Yang itu ka warna putih" ucap Chloe sambil menunjuk mobilnya.
Ternyata loe bisa bawa mobil sport juga ya, batin Sean melihat mobil Chloe.
Resa yang melihat Sean dan Chloe menuju lamborghini hurcana tersebut seketika tercengang tidak menyangka Chloe bisa menyetir mobil sport.
Mereka kemudian bergegas keluar dari area rumah sakit menuju mansion Chloe. Di perjalanan Chloe bercerita banyak hal dan bersikap manja kepada Sean.
Sean hanya tersenyum senang karena Chloe sudah mulai bermanja dengan dirinya. Sementara itu di dalam kamar nginap milik Arka ia sedang berpikir kalau ia tadi melihat Chloe dan tidak bisa melihat masa depannya.
Ya Arka memiliki kemampuan untuk melihat masa depan orang lain tapi tidak dengan Chloe seperti ada kabut pekat dan itu menandakan akan ada air mata dan hati yang tersakiti sangat dalam.
"Aku harus membantu gadis tersebut" ucap Arka berjanji karena Chloe sudah menolong dirinya.
...❄❄❄❄❄...
To be continue......