Heartless

Heartless
Episode 142



🌻Cobalah untuk bangun dari keterpurukanmu karena tanpa kamu sadari di luar sana masih banyak yang lebih susah dari keadaanmu saat ini🌻


.


.


.


.


Mendengar ucapan Dion tentang meeting besok seakan dunia Adam dan Steven seketika runtuh. Keduanya tidak bisa mengelak lagi jika para pemegang saham akan mencabut saham mereka.


"Berapa saham milik keluargaku Dion" ucap Adam dengan lesu.


"Saham tuan dan keluarga tuan ada 45% dan saham dari tuan dan nyonya besar totalnya 10% tuan jadi untuk saham keluarga Rosemary semuanya 55% tuan" ucap Dion menjelaskan.


"Berapa saham aku daddy" ucap Steven.


"Saham kamu 10%" ucap Adam.


"Lalu mommy dan princess?" tanya Steven lagi.


"Nyonya memiliki saham 15% dan nona muda 5% tuan muda" ucap Dion menjelaskan.


"Heeemmmm"


"Berapa banyak sisa dana perusahaan kita" ucap Adam.


"Saldo perusahaan kita saat ini sisa 29 miliar tuan dan untuk bulan ini gaji para karyawan belum dibayar tuan" ucap Dion.


"Mengapa bisa menurun drastis dana perusahaan kita dari minggu lalu" ucap Steven dengan kaget.


"Karena kemarin kita harus menutup kerugian dari pemutusan kontrak sepihak oleh para klien kita" ucap Adam.


"Tapi daddy apa daddy ngak curiga bagaimana bisa klien kita semuanya memutuskan kontrak kerja mereka bersamaan" ucap Steven.


Adam melihat putranya dan membenarkan semua ucapan Steven tentang masalah saat ini. Ia berpikir mengapa sampai bisa mereka kecolongan seperti ini dan bagaimana bisa para klien tahu pembobolan data perusahaan aku.


"Dion cari tahu dari mana klien kita mendapat informasi adanya pembobolan data di perusahaan" ucap Adam dengan tegas.


"Baik tuan"


Dion lalu berlalu pergi untuk melaksanakan perintah tuannya. Tak lama hp Adam berbunyi ada panggilan masuk dari detektif yang ia sewa untuk menyelidiki semua masalah di perusahaannya.


^^^"Halo"^^^


"Halo tuan Adam"


^^^"Apa yang kamu dapatkan"^^^


"Seperti dugaan anda sebelumnya ternyata ada orang dibalik semua ini tuan tapi saya masih tidak bisa mengetahui siapa orang tersebut"


^^^"Jadi benar ada yang sengaja membobol data perusahaan saya"^^^


"Betul tuan dan orang ini juga adalah orang yang sama yang menyebarkan video perselingkuhan anda tuan"


^^^"Apa" ucap Adam dengan emosi.^^^


"Oh ya tuan menurut hasil penyelidikan saya orang itu adalah orang yang sangat berpengaruh dan orang itu bukan berasal dari negara ini dan orang itu mempunyai insial CW tuan"


^^^"CW apa kamu tahu kepanjangannya"^^^


"Tidak tuan saya masih menyelidikinya tuan"


^^^"Heeemmm! Terus cari sampai kamu mendapat informasi terbaru lalu segera kabarkan pada saya"^^^


"Baik tuan"


Adam lalu mematikan panggilannya dan memikirkan siapa gerangan pemilik dari inisial CW. Saat memikirkan hal itu tak lama Laura terbangun dari pingsannya dan memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


"Mommy" ucap Steven membuyarkan lamunan Adam.


"Tolong beri mommy minum sayang" ucap Laura dengan lemah.


Steven menyodorkan segelas air kepada Laura dan segera diminum oleh Laura hingga tandas. Adam duduk di samping istrinya lalu memijit pundak sang istri dengan lembut.


"Apa yang terjadi sama aku dad?" tanya Laura.


"Kamu pingsan karena tekanan darah kamu turun akibat stres dan banyak pikiran" jawab Adam.


"Bagaimana keadaan perusahaan?" tanya laura.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Adam dan Steven hanya diam tidak ingin membuat sang istri kembali kepikiran. Melihat kediaman suami dan anaknya Laura tahu pasti masalah perusahaan sangat sulit dan belum diatasi juga.


~ Mansion Xavier ~


Setelah kepergian Xavier, Chloe hanya tiduran saja dikamar tidak melakukan apapun, tak lama hpnya berbunyi tanda pesan masuk dari Albert yang mengirimkan email mengenai anak dari kakek Irwan.


Chloe lalu membuka email tersebut dan kaget melihat hasil penyelidikan anak buah sang suami yang berada di Amerika. Chloe membaca semua informasi mengenai anak kakek Irwan saat kepergian dirinya.


"Kasian kakek Irwan pasti kakek akan sangat terpukul membaca informasi mengenai anaknya saat ini" ucap Chloe dengan sedih.


Selesai membaca email tersebut ia segera mengirimkan ke kakek Irwan. Tak lama Chloe tiba-tiba menginginkan mangga muda yang langsung dipetik dari pohonnya.


Ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi sang suami. Xavier yang sementara meeting bersama direktur Rangga segera menjawab teleponnya saat diberitahu Albert.


^^^"Halo sayang"^^^


"Hubby apa kamu sibuk"


^^^"Ya aku sedang meeting dengan Mr. Liem baby, ada apa! Hemmm?" ucap Xavier dengan suara lembut.^^^


Semua pasang mata dalam ruang meeting kaget mendengar suara sang bos yang sangat lembut saat ini. Albert lalu menatap mereka semua dengan tatapan tajam seakan memberitahu untuk tidak melihat bosnya saat ini.


"Apa Kevin juga ada disana sayang"


^^^"Buat apa kamu nyari Kevin sayang" ucap Xavier dengan kesal.^^^


"Aku lagi mau makan mangga muda sayang tapi yang baru dipetik dan harus dipetik oleh Kevin sayang" ucap Chloe dengan manja.


Hahahaha.............


Tawa Xavier seketika pecah mendengar permintaan istrinya yang ia tahu saat ini istrinya sedang ngidam.


"Kenapa ketawa sih sayang ini kan permintaan anak kamu" ucap Chloe kesal sambil mencibirkan bibirnya.


^^^"Baiklah sayang aku akan segera menyuruh Kevin"^^^


"Thankyou honey gpl ya"


^^^"Apa itu gpl"^^^


"Cari sana sendiri artinya sayang. Bye"


Chloe segera mematikan panggilannya sepihak tanpa tahu jika suaminya sedang menahan kesal. Albert tertawa puas dalam hati melihat tampang bosnya yang kesal karena panggilannya di matikan sepihak.


"Bos akhirnya bos merasakan juga apa yang biasa aku rasakan bos" gumam Albert dengan pelan.


"Albert" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Iya bos"


"Suruh Kevin cari mangga muda dan harus dia yang petik lalu bawa ke mansion" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Buat apa bos"


"Cepat kerjakan saja Albert" bentak Xavier.


"Uhmm! Baik bos" ucap Albert yang kaget karena bentakan Xavier.


"Apa kamu tahu arti gpl?" tanya Xavier dengan wajah bingung.


"Tidak bos" ucap Albert sambil menggelengkan kepala.


"Saya tahu tuan artinya" ucap direktur Rangga dengan gugup.


"Heemmm"


Tidak mengerti maksud Xavier ia lalu menatap Albert dan bertanya apakah harus menjawab atau tidak lewat tatapan matanya. Albert hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban.


"Artinya gak pakai lama tuan"


"Cih! Kata anak puber" desis Xavier tidak suka.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert lalu keluar dari ruang meeting untuk menelpon Kevin. Pada dering ketiga barulah Kevin menjawab panggilannya.


"Halo"


^^^"Cepat kamu cari mangga muda yang dipetik langsung dari pohon buat nyonya"^^^


"Kenapa harus aku"


^^^"Itu perintah nyonya dan ingat harus kamu sendiri yang metik bukan orang lain"^^^


"Tapi"


^^^"Gpl harus 10 menit saja dan bawa ke mansion"^^^


Albert lalu mematikan panggilannya sepihak lalu kembali ke ruang meeting.


~ Wesly Hospital ~


Di rumah sakit Wesly Kevin serasa ingin membanting hpnya karena perintah konyol dari Albert.


Aarrgghhhhh.......


"Sial kenapa harus aku" teriak Kevin dengan kesal.


Semua suster dan pasien yang melihat kelakuan Kevin hanya diam saja dengan tatapan bingung. Kevin tidak perduli dengan tatapan mata semua orang yang menganggap dirinya aneh.


Dipikirannya saat ini kemana harus mencari pohon mangga dan bagaimana naiknya. Posisi ia sendiri tidak tahu cara panjat pohon sampai detik ini juga.


"Apa kamu tahu dimana ada pohon mangga?" tanya Kevin pada salah satu suster.


"Saya Tidak tahu dok"


"Cih!!"


"Dok bukannya di belakang rumah sakit kita ada pohon mangga yang sedang berbuah" ucap salah satu dokter disana.


"Benarkah" ucap Kevin dengan wajah berbinar-binar.


"Benar dok"


Kevin segera berlari menuju ke arah belakang rumah sakit diikuti para pengawal yang setia mengawalnya karena suruhan Xavier. Kevin yang melihat pohon mangga tersebut seketika mendadak lemah.


"Bagaimana caranya naik ke atas" ucap Kevin dengan bingung.


"Om mau manjat pohon mangga ya" ucap salah satu bocah cilik yang sedang bermain disana.


Tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh anak itu Kevin hanya mengangkat alisnya sebelah.


"What do you mean i don't know how to speak indonesian" (apa maksud kamu aku tidak bisa berbicara bahasa Indonesia) ucap Kevin.


Salah satu pengawal Kevin yang mengerti perkataan anak itu seketika tertawa. Kevin menatap tajam pengawalnya tersebut dengan tatapan tajam, pengawal tersebut langsung diam tidak berkutik lagi.


"Ambilkan tangga" ucap Kevin dengan cepat.


"Baik bos"


Kevin lalu memanjat pohon mangga meski ia digigit semut tapi semua demi nyonya mereka. Kevin mengambil 10 buah dan menyuruh pengawal untuk membawa ke mansion.


"Masih dalam perut aja udah merepotkan apa lagi kalau udah lahir pasti menyebalkan seperti daddynya" ucap Kevin dengan kesal.


Kevin lalu pergi bersama dengan para pengawal menuju mansion sang bos mengantar pesanan Chloe yang lagi ngidam.


~ SR Company ~


Saat sedang mengerjakan berkas laporannya yang mengenai tentang proyek resort di Lombok tiba-tiba pintu ruang kerjanya di ketok.


"Masuk" ucap Sean dengan nada dingin.


Tak lama Dimas masuk dengan membawa beberapa undangan dan laporan perusahaan mereka. Sean sendiri masih terus memeriksa laporan dengan teliti.


"Permisi tuan ini ada undangan pernikahan dari sahabat tuan dan juga peresmian resort di Lombok tuan" ucap Dimas sambil menyodorkan undangan tersebut.


"Heemm"


"Dan ini juga ada laporan dari bagian keuangan dan personalia untuk bulan ini tuan" ucap Dimas sambil menyodorkan beberapa laporan di atas meja.


Sean menerimanya dan segera mengecek laporan tersebut lalu menandatangani laporan itu. Setelah itu dikembalikan ke Dimas.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sebelum dirinya beranjak pergi Dimas segera memberitahu informasi dari asisten tuan besar yaitu Rio, mengenai perihal rapat pemegang saham besok.


"Tuan tadi tuan besar ada menelpon agar besok tuan yang menghadiri rapat pemegang saham di perusahaan RM Group"


"Kenapa bukan papa saja yang pergi" ucap Sean dengan kesal.


"Kata tuan besar karena besok tuan besar akan menemani nyonya besar menjaga cucunya tuan"


"Cih! Alasan bilang saja ingin menghabiskan waktu dengan ibuku" ucap Sean dengan raut wajah tidak suka.


Dimas hanya berdiri saja tidak menimpali perkataan tuannya karena itu sudah mengenai pribadi tuannya.


"Apa saham mereka sudah sangat jatuh drastis?" tanya Sean dengan tatapan tajam.


"Saat ini saham mereka sudah anjlok sampai 35% tuan"


"Pantas saja pemegang saham ingin mengadakan rapat besok" ucap Sean dengan senyum sinis.


"Apa masih ada yang mau tuan tanyakan"


"Tidak"


"Kalau begitu saya permisi tuan"


"Heeemmm"


Dimas segera berlalu pergi menuju ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sean sendiri segera mengambil undangan Dito dan melihat kapan acaranya.


"2 minggu lagi acaranya dan di hotel gue" ucap Sean dengan datar.


Tak lama matanya memandang undangan peresmian resort yang dikerjakannya selama beberapa bulan terakhir. Sean melihat nama resort tersebut dengan wajah bingung.


"Loelis resort" ucap Sean dengan pelan.


Entah kenapa saat mengucapkan nama resort tersebut seakan ia teringat akan Chloe.


Apa loe ngak pernah memikirkan gue selama ini Chloe, batin Sean dengan sedih.


Sean merasa jika saat ini tubuhnya berada di sini tapi jiwanya seperti mengembara di luaran sana, ia selalu terbayang akan wajah dan seyuman Chloe yang menenangkan. Mata hazel teduh dan menenangkannya selalu membuat dirinya terngiang-ngiang dalam angan-angan.


Saat memikirkan Chloe tiba-tiba ada panggilan masuk dari sepupunya. Sean segera mengangkat panggilannya.


^^^"Halo"^^^


"Halo brother long time no see" (lama tak jumpa) ucap Denis dari seberang.


..."Heemmm! Ada apa?" tanya Sean to the point....


"Ka tolong bantu gue dong ka sepertinya ada yang membuntuti gue selama beberapa hari ini" ucap Denis dengan frustasi dari seberang.


^^^"Apa yang udah loe lakukan makanya ada yang membuntuti loe"^^^


"Gue ngak tahu ka tapi semenjak gue nolak kerja sama dengan salah satu rekan gue, gue selalu merasa diikuti terus"


^^^"Memangnya apa yang mereka tawarkan"^^^


"Bisnis perdagangan organ tubuh manusia ka"


..."Heemmm! Serahin sama gue nanti anak buah gue bakal melindungi loe dari jauh tanpa ada yang tahu"...


"Oke brother thanks ya kakak aku tersayang"


^^^"Heemmm"^^^


Sean lalu mematikan panggilannya sepihak dan menghubungi anak buahnya untuk mengawasi Denis 24 jam full. Sean lalu mengerjakan kembali pekerjaannya yang tertunda.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Xavier ~


Kevin turun dari mobilnya sambil menenteng kantong plastik besar berisi mangga. Tak lama Chloe menyambutnya dengan wajah gembira.


Kevin lalu memberikan kantong tersebut kepada pak Max untuk dicuci sebelum diberikan kepada Chloe. Chloe yang sudah sangat ingin makan buah mangga di cocol sambal menunggu di meja makan dengan wajah gembira.


"Terima kasih nyonya" ucap Kevin menyindir.


"Hemmm! Sama-sama" ucap Chloe dengan santai.


Semenjak hamil sifat Chloe berubah drastis seperti suaminya. Kevin sendiri berharap agar anak Chloe dan Xavier tidak mengikuti sifat kaku dan arogan sang bos.


"Kamu sendiri yang manjat pohonnya kan" ucap Chloe dengan tatapan tajam.


"Benar nyonya aku yang naik buat ambil mangganya bahkan liat ini kulit aku sampai digigit semut merah" ucap Kevin sambil menunjukan kulit tangannya yang digigit semut.


"Oh"


Kevin yang mendengar jawaban istri bosnya seketika kaget tidak menyangka jika sang nyonya tidak memperdulikan perjuangannya sama sekali.


Tak lama pak Max dan pelayan datang membawa 3 mangga muda yang sudah dipotong bersama sepiring sambal. Chloe langsung memakannya tanpa merasa asem sama sekali.


Kevin yang melihat Chloe mengigit mangga tersebut tanpa merasa asem sama sekali membuat giginya seperti diberi asam mentah.


"Nyonya apa tidak ada rasa asem" ucap Kevin.


"Heemmmm" deham Chloe sambil mengangguk kepalanya.


Chloe lalu memberikan sepotong mangga ke Kevin untuk mencobanya. Saat gigitan pertama Kevin langsung memuntahkan mangga tersebut dengan muka kecut.


Pak Max, para pelayan dan Chloe tertawa melihat wajah kecut Kevin yang keasaman. Ia lalu berlari menuju dapur untuk kumur mulutnya menghilangkan rasa asam di gigi dan lidahnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Asam banget" ucap Kevin dengan muka cemberut.


"Tidak asam kok malahan enak banget" ucap Chloe dengan santai.


"Silahkan nyonya makan sendiri saja" ucap Kevin tidak mau ditawari lagi.


Saat tengah makan tiba-tiba panggilan masuk dari Calista. Chloe yang melihat nama wanita ular di layarnya tersenyum sinis.


^^^"Halo kak"^^^


"Halo Chloe apa kabar"


^^^"Kabar aku kurang baik ka" ucap Chloe berbohong.^^^


"Kamu kenapa"


^^^"Aku tidak kenapa-napa kok ka, btw ada apa"^^^


"Apa kamu bisa mempertemukan aku dengan Xavier"


^^^"Oh laki-laki pembohong itu ya ka" ucap Chloe dengan nada dibuat marah.^^^


"Kamu lagi ada masalah ya sama Xavier" tanya Calista penasaran dari sana.


^^^"Heeemmm! Masalah besar ka"^^^


Calista yang mendengar hal itu tersenyum bahagia. Ia sangat yakin pasti Chloe sudah memutuskan hubungannya bersama dengan Xavier karena telah dibohongi.


"Apa aku boleh tahu dimana alamatnya soalnya aku sangat merindukan Xavier dan ingin membahas masalah pertunangan kami" ucap Calista dengan nada sedih.


Kevin yang mendengar perkataan Calista berlagak seperti mau muntah, Chloe menahan tawanya agar tidak keluar saat melihat tingkah Kevin di depannya.


^^^"Boleh ka datang aja lusa ke perusahaan Shine ka soalnya setahu aku tadi pagi Xavier sudah berangkat ke Singapura" ucap Chloe berbohong.^^^


"Memang kamu tahu dari mana Xavier ke Singapura"


^^^"Dia ngirim pesan ke aku tapi aku tidak meresponnya"^^^


"Oh"


^^^"Apa masih ada lagi ka yang mau ditanyakan"^^^


"Tidak aku hanya bertanya tentang itu saja kalau begitu, bye Chloe"


^^^"Bye ka"^^^


Saat panggilan dimatikan tawa Kevin seketika pecah dia tak menyangka Chloe bisa sepandai itu bermain akting.


"Good job nyonya" ucap Kevin sambil mengangkat 2 jempolnya.


"Aku gituloh" ucap Chloe dengan sombong.


Kevin hanya tersenyum melihat sifat istri bosnya yang sudah seperti sang bos.


Apa sifatnya berubah karena bawaan bayi juga ya, batin Kevin dengan bingung.


Tak lama seorang pelayan memberitahu Chloe jika kakek Irwan ada bertamu dan saat ini ada di gerbang depan.


"Suruh satpam untuk membuka pintu gerbang dan membiarkan kakek Irwan masuk" ucap Chloe.


"Baik nyonya"


Chloe berpikir ada perihal apa sehingga kakek Irwan datang tanpa memberinya kabar. Chloe seketika ingat dengan email yang ia kirimkan ke kakek Irwan tadi pagi setelah membaca email tersebut.


"Pasti kakek Irwan sangat terpukul" gumam Chloe dengan perasaan sedih.


...❄❄❄❄❄...


To be continue................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀