
π»Langit pun seakan tahu apa yang aku rasakan saat ini sehingga menurunkan hujan tepat saat aku menangisπ»
.
.
.
.
~ RH Company ~
Di dalam ruangan paling atas seorang pria paruh baya tengah tersenyum puas menonton aksi anaknya dalam video yang diberikan oleh sang tangan kanan.
"Kamu memang keturunan Rahardian son" ucap Riko dengan bangga.
Rio yang mendengar perkataan tuannya menjadi bingung. Pasalnya orang tua mana yang akan senang melihat anaknya tumbuh seperti monster berdarah dingin, tapi berbeda dengan tuannya yang malah bangga atas perbuatan anaknya saat ini.
Rio hanya bisa memikirkan dalam hatinya tidak berani untuk berbicara secara langsung, bisa-bisa nyawanya taruhannya.
"Apa papa udah tahu hal ini?" tanya Riko dengan suara dingin.
"Belum tuan video ini sudah saya ambil aslinya dan tidak ada salinannya tuan" jawab Rio dengan tegas.
"Bagus singkirkan semua video Sean yang bisa menghancurkan karirnya di masa depan" ucap Riko sambil menatap tajam Rio.
"Baik tuan"
Rio pun permisi kembali ke ruangannya untuk melakukan pekerjaannya yang belum selesai. Seperginya sang asisten sekaligus tangan kanan, Riko menyimpan flashdisk berisi video anaknya di saku jasnya untuk dibawa pulang.
~ Mansion Rosemary ~
Sepulangnya Queen dari sekolah ia tiba-tiba dikejutkan mommynya yang langsung menarik tangannya kembali ke mobil. Di dalam mobil Queen bingung kemana dirinya akan dibawa oleh sang mommy.
"Mommy kita mau kemana sih kan Queen capek baru pulang sekolah" ucap Queen dengan kesal.
"Udah ikut aja entar juga kamu tahu sayang"
"Ah! Mommy nyebelin deh" ucap Queen sambil memanyunkan bibirnya kesal.
Laura yang melihat putrinya sedang kesal tertawa terbahak-bahak. Queen pun semakin menjadi kesal dengan tingkah sang mommy. Tak lama mereka tiba di butik ternama di kota ini.
"Ngapain kesini sih mom?" tanya Queen saat melihat toko butik dihadapannya dengan nama Lisa boutique.
"Ya belanja pakaian sayang" ucap Laura dengan santai sambil berlalu masuk ke dalam butik.
Tring..........
Lonceng di pintu masuk berbunyi tanda ada yang datang. Tiba-tiba seorang wanita paruh baya dengan penampilan modis datang menyambut Laura dan Queen yang baru masuk.
"Hay apa kabar jeng" ucap Lisa sang pemilik butik.
"Baik jeng"
"Tumben kesini ngak bilang dulu kayak biasa"
"Iya jeng soalnya ini mendadak juga dapat kabar buat makan malam di rumah teman aku jadi harus beli gaun dong buat aku sama putri ku ini jeng" ucap Laura sambil menunjuk Queen disebelahnya.
"Wah cantik sekali anaknya jeng" ucap Lisa memuji kecantikan Queen.
"Ah! Tante bisa aja, btw terima kasih atas pujiannya tante" ucap Queen dengan malu-malu.
"Emang kenyataannya sayang"
"Iya tante"
"Nama kamu siapa sayang?" tanya Lisa.
"Nama saya Queen tante"
"Wah nama yang cantik persis orangnya, kalau tante namanya Lisa pemilik butik ini sekaligus teman arisan mommy kamu" ucap Lisa dengan senyum manis.
"Iya tante"
"Yaudah jeng yuk masuk aku kasi lihat koleksi baru aku" ucap Lisa sambil menarik tangan Laura menuju lantai dua.
Sampai disana mereka mencoba gaun yang pas dan cocok untuk dikenakan malam ini. Queen memilih menggunakan gaun panjang tanpa lengan berwarna peach yang terkesan elegan dan santai, sedangkan Laura memilih gaun berwarna senada dengan sang putri tapi mempunyai lengan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah membeli gaun mereka lalu kembali ke mansion. Sampai di mansion Queen langsung bertanya kepada sang mommy perihal acara makan malam yang tadi ia dengar di butik.
"Emang makan malam dimana sih mom"
"Di keluarga Rahardian sayang"
Queen pun kaget karena setahunya keluarga Rahardian itu adalah keluarganya Sean.
"Mommy ngak bercanda kan"
"Ya ngaklah sayang tadi thu mommy di telpon sama teman mommy namanya Maya untuk makan malam dirumahnya.
"Maya siapa mom?" tanya Queen dengan bingung.
"Maya itu ibunya Sean Rahardian kamu udah kenalkan"
"Oh keluarganya ka Sean"
"Iya sayang dan nanti jam 7 acaranya jadi kamu harus dandan secantik mungkin ya sayang"
"Pasti mommy tapi si Chloe ikut ngak mom"
"Ya enggaklah kan ini acara keluarga jadi dia ngak usah diajak"
"Bagus deh mom kalau gitu"
Laura dan Queen lalu beranjak ke kamar mereka masing-masing. Tanpa keduanya sadari ternyata Chloe mendengar semua pembicaraan mereka dari teras samping di ruang keluarga.
"Apa maksud mommy kalau gue bukan bagian keluarga ini.......hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan air mata mengalir deras.
Hatinya sakit mendengar perkataan sang mommy yang mengatakan ia bukan bagian keluarga ini. Chloe berlari ke kamarnya karena tidak mau ada yang melihatnya menangis saat ini.
Saat tengah menangis tiba-tiba hpnya berbunyi, teryata itu adalah panggilan masuk dari Sean. Chloe mengatur napasnya supaya teratur sebelum mengangkat panggilan dari Sean.
^^^"Halo ka"^^^
"Halo sayang kamu lagi dimana?" tanya Sean dengan lembut dari seberang.
^^^"Nih lagi di mansion ka" ucap Chloe dengan suara agak serak.^^^
"Suara loe serak kenapa, loe lagi nangis ya?" tanya Sean dengan cepat.
^^^"Ngak ka tadi itu gue makan sambalnya kebanyakan jadi batuk deh ka" ucap Chloe berbohong.^^^
"Sayang jaga kesehatan dong kan baru juga sembuh dari sakit"
^^^"Iya ka"^^^
"Sayang ketemuan yuk gue kangen sama loe"
Sean menghela napasnya dengan kasar dari seberang karena ingin bertemu tapi selalu tidak bisa. Ia pun langsung mematikan panggilannya sepihak karena emosi.
Chloe yang melihat panggilan dari Sean sudah terputus hanya bisa membuang napasnya dalam. Ia memang ingin bertemu tapi tidak bisa karena pasti tidak diberi ijin oleh sang mommy.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Waktu berjalan dengan cepat tidak terasa Adam sekeluarga sudah tiba di mansion Rahardian tepat jam 19:00 malam. Mereka berempat disambut hangat oleh sang tuan rumah.
"Selamat datang di kediamanku Laura" ucap Maya sambil memeluk Laura temannya dengan cepat saat mereka tiba.
"Selamat datang tuan Rosemary dan sekeluarga" ucap Riko menyambut mereka semua.
"Terima kasih atas undangannya tuan Rahardian" ucap Adam membalas sambutan sang tuan rumah.
"Jangan formal gitu deh mas kan ini bukan kantor" ucap Maya melotot ke arah suaminya.
Riko dan lainnya hanya tertawa melihat kelakuan sang nyonya Rahardian. Maya dan Riko kemudian mengajak mereka untuk ke ruang tengah.
"Jadi ini anak kalian ya Laura?" tanya Maya sambil menunjuk Queen dan Steven.
"Iya Maya mereka berdua anakku"
"Wah cantik dan ganteng ya, terus si Chloe mana?" tanya Maya karena tidak melihat keberadaan Chloe dari tadi.
"Si Chloe ngak ikut katanya dia ngak suka acara kayak gini" ucap Laura dengan berbohong.
"Kok gitu sih padahal kan aku ngundang biar dia ketemu sama Sean" ucap Maya dengan kesal karena berpikir Chloe tidak suka jika dirinya di undang makan malam.
"Maaf ya tante jika adik aku ngak bisa hadir" ucap Queen dengan lembut.
"Oh ngak apa-apa sayang yang penting kalian udah mau hadir meski tante sedikit kecewa dengan Chloe"
"Iya tante" ucap Queen dengan senyum manis.
Riko dan Maya lalu mengajak mereka semua ke meja makan setelah Sean sudah bergabung. Suasana makan malam terasa hangat oleh kedua belah pihak keluarga.
Sean yang ada disana sedikit kesal karena Chloe tidak mau ikut makan malam bersama keluarganya.
"Cih! Alasan aja biar ngak ketemu sama gue" ucap Sean pelan tapi masih di dengar oleh Queen.
"Kakak kenapa?" tanya Queen dengan lembut dan senyuman manis.
Sean sempat terpesona dengan senyuman Queen tapi buru-buru ia mengontrol dirinya. Sean hanya menjawab pertanyaan Queen dengan gelengan kepala.
Makan malam sudah selesai, Queen dan Sean yang sempat mengobrol tadi akhirnya saling bertukar nomor telpon karena dipaksakan oleh sang ibu.
Hari-hari berlanjut dengan cepat setelah makan malam itu kedekatan Queen dan Sean pun semakin dekat. Sean seakan melupakan sang kekasih karena kedekatannya dengan Queen yang sering berjalan bersama tanpa sepengetahuan Chloe.
Sean juga masih berhubungan dengan Sinta sahabat Chloe. Hubungan mereka semakin intim karena Sean menganggap Sinta sebagai pelampiasan kekesalannya dan hasratnya kepada Chloe, sedangkan dengan Queen ia hanya merasa nyaman ketika bersama.
Chloe yang jarang mendapat kabar dari Sean hanya bisa diam. Dirinya selalu mengirim pesan ke Sean tapi kadang dibalas 3 hari bahkan seminggu kemudian. Chloe merasa kalau Sean seakan berubah tidak seperti dulu lagi.
Tanpa Chloe sadari ternyata hubungannya dengan Sean jauh karena campur tangan Queen dan keluarganya, ia selalu tidak di ijinkan keluar agar tidak bertemu dengan Sean dan memberinya pekerjaan rumah lebih banyak.
Lain halnya dengan Sean hubungan pertemanan Xavier dan Chloe semakin dekat meski mereka hanya bertemu sesekali itu pun tanpa terduga saja. Chloe tidak tahu kalau selama ini Xavier selalu mengetahui semua pergerakan Chloe.
Saat ini Chloe tengah berada di supermarket dekat mansionnya. Ia sedang mencari bahan kue dan tepung terigu untuk membuat kue karena besok pengumuman kelulusan Sean.
Chloe ingin memberikan surprise kepada sang pacar, Chloe sangat yakin kalau Sean bakal lulus besok.
Saat tengah berbelanja tiba-tiba seorang wanita paruh baya tidak sengaja menabrak Chloe dan menjatuhkan tepung terigu yang baru ia ambil dari rak tepung.
"Maaf ya nak tante ngak sengaja" ucap wanita tersebut.
"Iya ngak apa-apa kok tante"
"Sekali lagi maaf ya nak"
"Iya tante" ucap Chloe dengan senyum manis.
Wanita tersebut melihat Chloe seakan mengenali wajahnya. Seketika ia teringat dengan anaknya yang selalu meminta untuk menghubungi seorang gadis dan wajah gadis itu sama dengan Chloe.
"Apa nama kamu Chloe Rosemary?" tanya wanita tersebut.
"Iya benar tante tapi maaf tante tahu nama Chloe dari mana" ucap Chloe dengan bingung karena tidak mengenali orang di depannya.
"Alhamdulilah akhirnya tante bisa ketemu sama kamu" ucap wanita itu dengan bahagia.
"Maaf tante memangnya kenapa"
"Tante sudah mencari kamu beberapa minggu ini karena permintaan putri tante" ucap wanita tersebut dengan sedih.
"Memangnya kenapa dengan putri tante?" tanya Chloe dengan penasaran.
"Kamu mau ngak ke rumah tante sebentar biar ketemu sama anak tante, tante mohon" pinta wanita itu dengan memohon.
Chloe sebenarnya tidak mau tapi ia tak tega melihat wajah wanita paruh baya yang memohon di depannya dengan wajah sedih, akhirnya Chloe mengangguk kepalanya mengikuti wanita tersebut.
"Gue ikut aja mungkin memang penting lagi pula ini masih siang juga" gumam Chloe dalam mobil wanita tersebut.
"Nama tante Wina Salim" ucap Wina mengenalkan dirinya karena tadi belum sempat berkenalan.
"Iya tante"
20 menit kemudian mereka tiba di sebuah rumah di area kompleks perumahan. Chloe mengikuti tante Wina menuju sebuah rumah yang tidak terlalu besar tapi sangat asri untuk ditinggali.
Saat masuk ke dalam Wina memberikan belanjaannya kepada pembantu mereka. Chloe pun diajak ke lantai dua menuju kamar seseorang.
Sampai disana mereka berdua masuk ke dalam dan melihat seorang gadis yang sangat dikenali Chloe sedang duduk di ranjang dengan tatapan seperti mayat.
"Ka Sila" ucap Chloe dengan kaget.
Mendengar namanya disebut Sila menoleh ke arah suara, seketika ia kaget dan langsung berjalan menuju arah Chloe. Sampai disana ia langsung memeluk Chloe dan menangis dengan kencang.
Chloe pun menangis melihat penampilan Sila saat ini yang seperti mayat hidup. Wina sang mama juga ikut menangis melihat putrinya yang tidak pernah merespon selama ini akhirnya bisa merespon.
"Kakak kenapa jadi kayak gini?" tanya Chloe dengan suara serak karena menangis.
"Ada yang mau gue tunjukkan ke loe" ucap Sila dengan cepat.
Sila melepas pelukannya dan mengambil laptop serta memutar sebuah video yang sempat ia salin di akun penyimpanannya tanpa diketahui seorang pun.
Chloe menutup mulutnya tidak percaya melihat video tersebut. Air matanya mengalir dengan deras melihat 2 orang yang sangat dikenalinya dan disayanginya sedang berciuman panas dalam video itu.
"Ini" ucap Chloe yang tidak bisa berkata lagi.
"Ini yang mau gue sampaikan ke loe sejak beberapa bulan lalu" ucap Sila.
Chloe melihat Sean sang pacar dan sahabatnya dengan hati yang sangat sakit. Ia tidak ingin percaya semua ini tapi inilah bukti nyata yang jelas di depannya sekarang.
Air mata Chloe mengalir dengan deras tidak bisa ditahan. Ia berteriak kencang mengeluarkan semua isi hatinya saat ini. Wina dan Sila lalu beranjak dan memeluk menenangkan Chloe yang menangis dengan pilu.
...βββββ...
To be continue.....
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guysπβ€