
π»Penyesalan biasanya datang pada akhir bukan awalπ»
.
.
.
.
Sampai di mansion Chloe masih terus memikirkan Xavier. Chloe berjalan ke kamarnya dan mengambil hpnya untuk menghubungi Xavier.
Setidaknya ia bisa meminta maaf atas apa yang ia katakan waktu itu. Chloe kembali frustasi ketika mendengar nada operator ketika menelpon Xavier.
Arrrggghhh......
"Kenapa nomornya ngak aktif sih" teriak Chloe dengan frustasi.
Chloe terus mencoba menelpon Xavier tapi nomornya selalu berada di luar jangkauan.
Mending besok gue ke apartemennya aja deh siapa tahu dia ada disana, batin Chloe.
Keesokan harinya Chloe mengerjakan semua pekerjaannya dengan cepat. Kemudian ia bersiap untuk pergi ke apartemen Xavier, beruntung semua penghuni sedang keluar tidak ada di mansion.
Setelah selesai Chloe pun pamit ke bi Rani. Bi Rani hanya mengucapkan untuk berhati-hati dijalan, sepanjang jalan jantung Chloe berdebar dengan cepat dan perasaannya seperti ada sesuatu yang mengganjal.
~ Puri Orchid Apartment ~
Selang 20 menit taksi yang dinaiki oleh Chloe sudah sampai di Puri Orchid apartment. Chloe melihat bangunan apartemen di depannya dan seketika ia kagum akan interior dari apartemen ini.
"Kenapa gue baru lihat interior apartemen ini ya" ucap Chloe dengan decak kagum.
Tak mau membuang waktu Chloe pun masuk ke dalam bangunan apartemen Orchid. Tanpa disadari Chloe ternyata anak buah Riko Rahardian papanya Sean sedang mengawasinya dan melaporkan semua kegiatan Chloe ke bos mereka.
~ RH Company ~
Di lantai paling atas ruangan direktur utama Riko merasa heran mendapat kabar dari anak buahnya yang bertugas mengawasi Chloe.
"Kenapa gadis itu ke apartemen Orchid kan itu apartemen Sean" ucap Riko dengan bingung.
"Mungkin nona Chloe ingin menemui seseorang disana bukan ke apartemen tuan muda tuan" ucap Rio memberi pendapat.
"Bisa jadi tapi siapa yang tinggal disana bahkan orang yang tinggal disana adalah orang berpengaruh" ucap Riko.
Rio pun mengangguk kepalanya menyetujui ucapan tuannya. Riko terus memikirkan berbagai kemungkinan mengapa Chloe berada di sana, apa dia pergi ke apartemen anaknya atau tidak.
"Rio hubungi pihak manajer apartemen Sean" ucap Riko dengan tegas.
"Baik tuan"
Rio pun menelpon manajer apartemen Orchid untuk menanyakan perihal kedatangan Chloe disana.
"Halo selamat pagi pak Rio"
^^^"Halo selamat pagi pak Bambang"^^^
"Ada yang bisa saya bantu pak Rio"
^^^"Saya ingin menanyakan apakah ada seorang gadis yang saat ini sedang datang ke apartemen tuan muda Sean" tanya Rio to the point.^^^
"Sebentar saya cek dulu ya pak Rio"
Selang beberapa menit pak Bambang kembali berbicara dengan Rio.
"Maaf pak Rio tapi tidak ada seorang pun yang datang ke apartemen tuan muda Sean sejak kedatangan tuan muda Sean terakhir kali"
^^^"Baiklah pak Bambang, tapi apa saya bisa meminta tolong untuk mencari tahu kedatangan seorang gadis di apartemen pak Bambang saat ini"^^^
"Oh dengan senang hati bisa pak Rio"
^^^"Baik terima kasih pak Bambang saya akan mengirimkan foto gadis itu sekarang"^^^
"Baik sama-sama pak Rio"
Telepon pun dimatikan dan Rio segera mengirim foto Chloe ke pak Bambang untuk di cek. Saat menerima foto Chloe pak Bambang langsung menyuruh anak buahnya untuk mengecek cctv pagi ini.
Di tempat Riko saat ini Rio sedang memberitahu tuannya pasal apartemen milik Sean.
"Jadi gadis itu tidak ke apartemen Sean" ucap Riko.
"Iya tuan"
Tiba-tiba hp Rio berbunyi panggilan masuk dari pak Bambang. Riko menyuruh Rio mengangkatnya.
^^^"Halo"^^^
"Halo pak Rio"
^^^"Iya pak Bambang apa pak Bambang sudah mendapatkan hasilnya"^^^
"Iya sudah pak Rio ternyata gadis itu hanya datang untuk mencari temannya saja pak Rio"
^^^"Oh baiklah pak Bambang kalau begitu terima kasih atas bantuannya"^^^
"Iya sama-sama pak Rio"
Telepon pun dimatikan sepihak oleh Rio, Riko yang juga sudah mendengar pembicaraan mereka sudah tidak bingung lagi. Dua akan memberitahu anaknya setelah melakukan meeting.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di apartemen Xavier, Chloe sudah tiba di lantai 45 tapi saat keluar ternyata ada seorang ibu cleaning service yang baru saja keluar dari apartemen Xavier.
"Selamat pagi bu" ucap Chloe dengan sopan dan senyum manis.
"Selamat pagi juga non"
"Panggil Chloe saja bu" ucap Chloe.
"Oh nama yang cantik nak Chloe" ucap cleaning service tersebut.
"Ah! Ibu bisa aja" ucap Chloe sambil cengesan.
"Nak Chloe sedang nyari apa disini"
"Oh ini apartemen teman saya bu. Saya sedang ingin bertemu dengannya makanya saya langsung datang ke apartemennya bu"
"Non Chloe kenal sama pemilik apartemen ini" ucap cleaning service itu dengan heran.
"Iya bu soalnya dia teman saya bu" ucap Chloe.
"Wah ternyata nak Chloe berteman sama pemilik gedung apartemen ini ya" ucap cleaning service itu dengan takjub.
"Ah! Ibu bisa saja teman saya itu ngak kaya bu dia orangnya pekerja kantor biasa saja bu" ucap Chloe menjelaskan tentang Xavier.
Chloe memang tidak mengetahui siapa sebenarnya Xavier karena ia sangat jarang membaca berita. Dirinya hanya tahu Xavier seorang pekerja kantor biasa yang sedang datang ke Indonesia.
"Beneran non. Masa sih terus apartemen mewah ini milik siapa?" tanya ibu itu dengan bingung.
"Milik teman saya bu tapi untuk pemilik gedung apartemen ini itu ngak mungkin bu"
"Oh bisa saja ini milik teman dari teman nak chloe ya"
"Heemmmm! Jadi nak Chloe nyari temannya ya?" tanya ibu cleaning service itu.
"Iya benar bu"
"Apartemen ini udah kosong selama 2 minggu nak Chloe. Sebelumnya ibu diberi perintah untuk membersihkan apartemen ini 2 hari sekali karena pemiliknya bisa jadi ngak bakal balik lagi non"
Chloe seketika kaget mendengar penjelasan ibu cleaning service tersebut. Dirinya seakan tidak bisa bernapas lagi memikirkan jika Xavier tidak akan pernah kembali lagi.
Ibu itu pamit pergi lebih dahulu karena masih banyak pekerjaan. Chloe berdiri dan bersandar di depan pintu apartemen Xavier, seketika air matanya jatuh dengan deras.
Chloe menyesal hari itu tidak memberikan kesempatan untuk Xavier menjelaskan semuanya. Dirinya juga bodoh karena egois dan tidak mau mendengarkan penjelasan Xavier.
"Xavier maafin gue udah nuduh loe gue minta maaf..........hiks hiks" ucap Chloe sambil terisak pilu.
Hatinya sangat sakit seperti dirobek-robek karena orang yang disayanginya pergi karena dirinya. Chloe baru sadar kalau selama ini perasaannya pada Xavier lebih dari sekedar teman.
"Kenapa sakit banget lebih dari pengkhianatan ka Sean" ucap Chloe.
Chloe terus menangis di depan pintu apartemen Xavier. Ia menangis karena sudah sangat bersalah kepada Xavier bahkan berkata kasar kepadanya.
Arrrrgghhh.......
"Maafin gue Xavier maafin gue" teriak Chloe dengan kencang.
Setelah puas menangis Chloe pun bangun dan pergi dari sana pulang ke mansion. Di perjalanan pulang Chloe terus mengingat kejadian di depan restoran, ia merasa sangat bersalah dan menyesal.
Sampai di mansion beruntung semuanya belum pulang, Chloe menyapa bi Rani dan beberapa pelayan dengan senyum paksa. Chloe langsung masuk ke kamarnya.
"Non Chloe kenapa kayak ngak semangat gitu?" tanya seorang pelayan.
"Iya benar tadi gue lihat mukanya non itu pucat banget" ucap pelayan yang lain.
Bi Rani yang khawatir dengan keadaan Chloe segera pergi ke kamar Chloe. Sampai di sana bi Rani mengetok pintu Chloe beberapa kali.
"Siapa?" tanya Chloe dari dalam.
"Ini bibi non"
"Iya bi ada apa Chloe lagi ganti baju bi" teriak Chloe.
"Non ngak apa-apa kan?" tanya bi Rani dengan khawatir.
Ceklek.........
Pintu kamar Chloe terbuka dan ia melihat bi Rani yang sedang mengkhawatirkan dirinya. Chloe tersenyum manis sambil memeluk bi Rani.
"Chloe ngak apa-apa bi cuma lagi pusing aja karena capek"
"Ya udah non istirahat aja biar pekerjaan semuanya bibi sama pelayan yang mengerjakannya"
"Terima kasih ya bi" ucap Chloe dengan senang.
Chloe kembali ke dalam kamar dan seketika raut mukanya berubah. Ia ternyata berbohong tidak mau membuat orang disekitarnya khawatir.
Chloe kembali menangis di dalam kamar merasakan frustasi saat ini. Entah kenapa dirinya merasa sangat bersalah dan menyesal, ia ingin bertemu dengan Xavier tapi tidak akan pernah bisa lagi karena Chloe tidak tahu dimana Xavier saat ini.
"Xavier" ucap Chloe dengan lirih.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di belahan dunia lain tepatnya di Berlin, Germany Xavier merasa hatinya seperti diremas kuat dan sangat sakit. Kevin yang melihat perubahan raut muka Xavier seketika berlari menghampirinya.
Albert dan Thomas juga kaget melihat Xavier yang sedang menahan sakit di dadanya. Kevin mulai memeriksa kondisi Xavier tapi semuanya normal dan tidak ada masalah.
"Bos apa masih sakit?" tanya Kevin.
"Ya seperti di remas" ucap Xavier dengan nada datar.
"Tapi bos semua kondisi tubuh bos normal dan tidak ada yang komplikasi atau apapun bos" ucap Kevin dengan bingung.
Xavier kaget mendengar perkataan Kevin tapi mengapa dadanya seperti di remas kuat. Seketika ia memikirkan Chloe, Xavier segera berdiri dan mencari handphonenya tapi tidak menemukannya.
"Dimana handphoneku?" tanya Xavier dengan suara tinggi.
Semuanya mencari dan menelpon hp Xavier tapi no Xavier diluar jangkauan. Xavier mencari jasnya dan meraba di semua saku jasnya tapi tidak ada, ia membongkar semua berkas di meja kerjanya dan menemukan hpnya di atas meja tertutup berkasnya.
Xavier menghidupkan hpnya tapi tidak mau menyala karena kehabisan daya. Xavier mencharger hpnya dan menunggu sampai hidup, setelah itu ia menelpon Chloe tapi nomornya tidak aktif.
Arrgghhh......
"Sial" teriak Xavier.
"Bos mungkin nona Chloe sudah tidur makanya hpnya tidak aktif"
Xavier melihat ternyata sudah jam 10 malam di Indonesia. Ia akhirnya tidak menelpon lagi dan berharap keadaan Chloe baik-baik saja.
~ London, Britania Raya ~
Sean sedang beristirahat di apartemennya tiba-tiba hpnya berbunyi ada panggilan masuk dari ibunya. Sean langsung mengangkatnya.
^^^"Halo ratuku"^^^
"Halo sayang kamu lagi ada dimana?"
^^^"Sean sedang ada di apartemen bu"^^^
"Kamu jaga kesehatan disana ya nak" ucap Maya dari seberang.
^^^"Iya bu Sean tahu ibu juga harus jaga kesehatan ya jangan sampai sakit disana"^^^
"Ibu bakal sakit kalau kamu ngak ngabarin ibu terus"
^^^"Ada yah yang seperti itu bu kok Sean baru tahu ya"^^^
"Adalah nak itu ratumu kan! Hahahaha" ucap Maya penggoda anaknya.
Sean tertawa mendengar perkataan sang ibu dari seberang. Dirinya sangat merindukan ibunya tapi ia harus tahan untuk menyelesaikan kuliahnya disini dan membanggakan kedua orang tuanya dan kakeknya.
"Sean kamu masih disana" ucap Maya.
^^^"Iya bu Sean masih disini"^^^
"Ya sudah kamu ingat makan dan istirahat yang cukup ya sayang"
^^^"Iya bu"^^^
"Bye nak"
^^^"Bye ibu"^^^
Sean melihat hpnya dan tersenyum tapi hatinya seperti kosong mengingat Chloe yang sudah memutuskan hubungan mereka.
"Sayang maafin gue" ucap Sean dengan air matanya jatuh menyesali perbuatannya kepada Chloe waktu di Indonesia.
...βββββ...
To be continue.......
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guysπβ€