Heartless

Heartless
Episode 83



🌻Jadikanlah kegagalanmu itu sebagai pelajaran untuk ke depan dan jangan pernah menyerah untuk mencoba lagi🌻


.


.


.


.


Chloe terbangun di pelukan hangat Xavier, beruntung hari ini adalah weekend jadi dirinya tidak harus bangun lebih pagi untuk bersiap ke kampus.


Chloe berbalik melihat ke samping dimana pujaan hatinya sedang tertidur pulas. Chloe dan Xavier memang tidur seranjang tapi Xavier tidak pernah menyentuh Chloe sedikit pun.


Ia sudah berjanji untuk menyentuh Chloe saat sudah sah menjadi miliknya. Chloe menatap wajah tampan Xavier yang seperti pangeran dalam dongeng dengan senyum manis.


Wajahnya yang terlihat polos saat tidur sungguh membuat jantung Chloe berdebar dengan kencang. Chloe mengelus wajah Xavier dengan lembut dari mata hingga ke b***r.


Saat menyentuh bibir Xavier seketika wajah Chloe menjadi merah padam mengingat ciuman mereka semalam. Tidak bisa di pungkiri lagi pesona Xavier membuat Chloe seakan terjatuh ke tanah hingga tak berdaya.


"Ternyata kamu sangat tampan jika sedang tertidur sayang" ucap Chloe dengan pelan.


Chloe melihat tubuh bagian atas Xavier yang tidak memakai apapun dan hal itu sukses membuatnya kembali merona tersipu malu.


Chloe segera berjalan ke kamar mandi sebelum Xavier melihat mukanya yang sangat merah padam karena sudah mengagumi tubuh Xavier.


"Bisa jantungan mendadak gue kalau terlalu lama lihat pahatan tubuh indah Xavier" ucap Chloe sambil menepuk kedua pipinya yang sangat panas.


Chloe kemudian membersihkan dirinya dan seketika ia bingung harus memakai apa. Chloe pun keluar dengan memakai bathrobe dan berjalan menuju walk in closet Xavier.


Saat masuk seketika Chloe berdecak kagum melihat jajaran pakaian dan jas mahal milik Xavier. Bahkan Chloe sangat terpana melihat deretan jam tangan mewah milik Xavier.


"Ini mah sultan banget" ucap Chloe sambil melirik lemari peyimpanan Xavier.


Chloe lalu memilih menggunakan kemeja putih Xavier karena hanya itu yang ada. Karena tubuh Chloe yang kecil membuatnya seakan tenggelam dalam kemeja tersebut.


Chloe tidak menggunakan dalaman apapun karena hanya kemeja Xavier yang bisa ia pakai.


"Lumayanlah bisa sampai paha" ucap Chloe sambil memperhatikan dirinya di depan kaca.


Chloe kemudian keluar dari kamar Xavier dan seketika dia dibuat terpesona dengan interior penthouse milik Xavier.


"Wah mewah banget dan sangat indah interiornya" ucap Chloe sambil melihat sekeliling penthouse Xavier.


Chloe berjalan mengelilingi tempat tersebut dan kembali terpesona akan semua isi dan interior masing-masing ruangan. Chloe kemudian bergegas ke dapur untuk membuat sarapan bagi dirinya dan Xavier.


"Masak apa ya" ucap Chloe sambil melihat isi kulkas Xavier.


Chloe memilih membuat masakan Indonesia karena sudah lama ia tidak merasakan makanan Indonesia. Chloe mengambil bahan-bahan yang ia butuhkan dan pilihannya jatuh kepada menu soto ayam, ayam sambal ijo, capcay udang dan pelengkapnya nasi.


Chloe mulai berkutat dengan masakannya dengan lincah, tak lama 30 menit kemudian semua menu sudah selesai dimasak tinggal menunggu Xavier bangun saja.


Chloe membuat segelas coklat hangat sambil menunggu Xavier bangun tidur. Di dalam kamar Xavier yang baru bangun meraba tempat disampingnya tapi nihil.


Ia membuka mata dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tapi tidak menemukan keberadaan Chloe. Xavier pun membersihkan tubuhnya dan keluar dengan keadaan toples saja.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ternyata Chloe sedang melihat suasana pagi dari kaca jendela. Xavier langsung memeluk tubuh Chloe dari belakang dan menghirup aroma tubuh Chloe yang sangat disukainya.


"Good morning baby" ucap Xavier dengan suara serak khas bangun tidur.


"Good morning too honey" balas Chloe.


"Apa tidurmu nyenyak?" tanya Xavier.


"Ya berkat seseorang aku bisa nyenyak semalam" ucap Chloe membalikan badannya dan tersenyum manis.


Xavier tersenyum bahagia dan tanpa berlama-lama bi**rnya sudah mendarat di bi**r ranum Chloe. Xavier mencium dan melu**t b***r Chloe dengan lembut penuh perasaan.


Chloe pun membalas ciuman Xavier dengan lembut. Xavier terus mencium Chloe sampai ia seperti kehabisan napas baru melepaskannya.


"Bibirmu sangat manis sayang dan itu sudah menjadi canduku" ucap Xavier dengan suara serak.


Chloe hanya mengangguk kepalanya saja karena masih menormalkan napasnya yang ngos-ngosan akibat ciuman Xavier.


Mereka kemudian segera sarapan karena Xavier yang harus berangkat ke kantor menghadiri beberapa meeting, saat sarapan Xavier yang sangat menyukai semua masakan Chloe membuatnya memakan hingga ludes.


"Sayang kamu disini aja ya tunggu aku" ucap Xavier.


"Aku balik aja ya sayang"


"No baby kamu disini aja dan nanti siang aku udah balik kok dan kita bisa rayain acara ulang tahunmu" ucap xavier sambil memeluk Chloe dengan mesra.


"Aku tidak bisa nolak kan" ucap Chloe dengan kesal.


"Hehehe! Itu tahu jawabannya sayang" ucap Xavier sambil terkekeh.


"Jangan lama-lama ya sayang" ucap Chloe dengan manja.


"Iya baby"


Xavier kembali mencium seluruh wajah Chloe dari kening, mata, hidung, pipi, dan terakhir bibirnya. Xavier mencium dan mel***t bi**r Chloe sedikit lama karena sudah menjadi candunya.


"Hati-hati sayang" ucap Chloe yang mengantar Xavier sampai ke depan.


"Heeemmm"


Setelah kepergian Xavier, Chloe pun langsung mengambil hpnya dan membalas ucapan selamat dari teman kuliahnya. Saat sedang membaca postingan di internet seketika wajah Chloe berubah menjadi dingin.


Ia membaca artikel tentang pesta ulang tahun putri anak pengusaha kaya yang sangat mewah. Matanya menatap tajam ke empat orang di foto tersebut.


"Silahkan bersenang-senanglah karena sebentar lagi kesenangan itu akan berubah menjadi penderitaan" ucap Chloe dengan tatapan tajam.


Chloe membaca postingan tersebut dengan rahang mengeras, apalagi saat melihat Sean dan Queen yang berdansa dengan sangat mesra bahkan judul artikel tersebut langsung membuat Chloe tertawa.


Begitulah judul artikel tersebut. Seketika tawa Chloe langsung pecah saat membaca judul artikel tersebut.


"Ya kalian berdua memang pasangan serasi satunya pengkhianat dan satunya ratu drama plus egois" ucap Chloe dengan sinis.


Chloe tersenyum sinis melihat postingan tersebut dan dirinya sudah tidak sabar ingin membalaskan semua penderitaannya.


"Tunggu pembalasanku" ucap Chloe dengan rahang mengeras.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Wesly Group ~


Di lantai 98 Xavier sedang membaca artikel yang sama dengan apa yang Chloe baca. Albert dan Thomas yang berada di ruangan Xavier menjadi merinding.


Tawa Xavier bukan seperti orang yang sedang bahagia tapi lebih kepada seekor monster yang sedang tertawa remeh menatap musuhnya.


"Memang pasangan paling serasi kalian berdua" ucap Xavier dengan sinis.


Albert yang mendengar perkataan bosnya hanya mengangguk menyetujui perkataan Xavier. Xavier kemudian membaca informasi terbaru mengenai perusahaan Rosemary dan Rahardian.


"Apa kamu sudah berhasil membeli saham di kedua perusahaan tersebut?" tanya Xavier dengan cepat.


"Belum bos"


"Heeemm! Lalu bagaimana tempat magang Chloe?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.


"Nona Chloe mendapat tempat magang di perusahaan Smith bos"


"Apa kita memiliki kerja sama dengan mereka?" tanya Xavier dengan cepat.


"Iya bos tapi perusahaan Smith saat ini dipimpin oleh putri dari tuan Smith"


"Wanita ja**ng itu" decih Xavier yang mengingat kelakuan anak dari tuan Smith.


"Iya bos"


"Jauhkan dia dari gadisku dan taruh mata-mata kita di sekitar gadisku Albert"


"Baik bos"


"Aku tidak ingin ada yang menyakitinya seujung rambut pun" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


"Baik bos" ucap Albert dengan dingin.


"Thomas cari tahu semua bukti kejahatan tuan Smith dan putrinya" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos"


"Siapkan peluru kita sebelum musuh datang" ucap Xavier dengan tegas.


Xavier merasa jika akan ada sesuatu yang terjadi saat gadisnya memulai magang. Chloe sendiri tidak tahu kalau dirinya akan menjadi target dari musuh-musuh Xavier jika hubungan mereka di publikasikan.


"Aku akan selalu menjaga kamu dengan nyawaku sendiri baby" gumam Xavier dengan mata tajam.


Xavier ingat jika saat ini musuhnya sedang mencari kelemahan dirinya. Ia akui saat ini belum terasa tapi sebentar lagi musuhnya akan mulai menampakan hidung mereka ketika mengendus kelemahannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak terasa hari berlalu dengan cepat tepat kini waktunya Chloe mulai dengan masa magangnya. Sehari sebelum itu Chloe sudah mendapat jadwal magangnya dari dosennya.


Ia bersama 4 temannya salah satu Jeni yang juga mendapat kelompok yang sama dan di tempatkan di perusahaan yang sama. Mira dan Julian sendiri mendapat tempat magang di perusahaan Johnson.


Awalnya Chloe sangat ingin magang di perusahan milik sang kekasih tapi apa daya sudah ada yang mendapat posisi disana. Siapa lagi kalau bukan Roseline dan gengnya.


Karena ayahnya yang investor terbesar si UCLA maka dirinya seakan mendapat perlakuan istimewa. Chloe hanya bisa menerimanya dengan lapang dada dimana ia harus menjalani masa magangnya.


~ Smith Corp ~


Chloe sudah berada di perusahaan tersebut dari jam 06:30 pagi dan ia sudah bersama dengan 4 teman lainnya. Mereka di bagi masing-masing di satu departemen.


Chloe sendiri di tempatkan di departemen keuangan, beruntung dirinya suka menghitung dan pernah belajar tentang akuntasi perkantoran jadi tidak terlalu susah.


"Nah ini departemen magang kamu selama dua bulan disini" ucap Ayub sang manajer yang mengantar mahasiswa magang ke departemen magang mereka.


"Terima kasih pak" ucap Chloe dengan wajah datar.


Meski wajah dan ucapannya terkesan dingin serta datar tapi tidak mengurangi ketenaran Chloe dan banyak kaum adam yang berbondong mendekatinya.


Begitu pula dengan Ayub yang sudah menaruh hati pada Chloe sejak pertama kali bertemu mereka di lobby perusahaan.


"Tidak usah terlalu formal panggil saja dengan sebutan kakak" ucap Ayub sambil malu-malu.


Melihat ekspresi Ayub dirinya sudah mengetahui jika sang manajer ada maksud lain terhadap dirinya.


"Maaf pak tapi itu tidak sopan" ucap Chloe.


"Uhmm it's okay terserah kamu nyamanmu saja dipanggil apa" ucap Ayub dengan gugup.


"Iya pak"


Ayub kemudian memperkenalkan Chloe dengan rekan timnya selama dirinya magang disini. Mereka semua menyambut Chloe dengan hangat.


Ayub kemudian kembali berjalan menuju ruangannya di lantai atas tapi ia selalu melihat ke arah belakang terus.


Aku harus mendapatkannya apapun yang terjadi, batin Ayub sambil tersenyum penuh arti.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀