
π»Jika sederhana bisa membuatmu bahagia kenapa harus mencari kemewahanπ»
.
.
.
.
Pukul 05:00 pagi Chloe terbangun karena merasa lapar. Dirinya melihat Xavier yang tengah tertidur pulas sambil memeluk dirinya, Chloe mengelus wajah Xavier yang kelihatan lelah lalu mengecup keningnya.
Chloe beranjak pelan dari ranjang takut membangunkan sang suami. Setelah itu Chloe membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena dari kemarin dirinya tidak sempat mandi.
Selesai dengan ritual paginya Chloe memilih memakai baju rumahan simpel dan mengoleskan bedak tabur dan liptint di bibirnya. Tak lupa dengan parfum yang biasa ia gunakan.
"Finish" ucap Chloe dengan pelan.
Chloe mengambil hpnya yang tergeletak di atas meja dekat ranjang. Ia kemudian berjalan keluar kamar menuju ruang makan karena sangat lapar.
Para pelayan yang sudah bangun dari subuh sedang melakukan pekerjaannya. Pak Max kaget melihat kedatangan sang nyonya saat masih terlalu pagi.
"Selamat pagi nyonya apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pak Max sambil membungkuk memberi hormat.
"Tolong siapkan sarapan untuk ku pak Max" ucap Chloe berlalu menuju meja makan.
"Baik nyonya"
"Pak Max tolong buatkan sarapannya makanan Indonesia"
"Baik nyonya"
Pak Max lalu berlalu menuju dapur dan menyuruh koki untuk menyiapkan masakan Indonesia untuk Chloe. Beruntung Xavier sudah merekrut koki yang tahu masakan Indonesia karena dirinya yakin sang istri akan bosan dengan makanan westfood.
Chloe membuka hpnya dan kaget melihat begitu banyak pesan dan panggilan dari sahabatnya. Chloe mengerutkan dahi saat membaca pesan Mira yang menanyakan dirinya dan pasal penculikan kemarin.
Apa kemarin gue diculik ya kok gue ngak tahu ya, batin Chloe.
Chloe mengingat kejadian kemarin saat ia pergi ke toilet lalu tiba-tiba ada yang membekap mulutnya sehingga dirinya tak sadarkan diri.
Chloe segera menelpon Mira untuk menanyakan semuanya karena ia tahu Xavier pasti tidak akan menceritakan kejadian yang sesungguhnya kemarin.
"Halo" ucap Mira dengan suara serak karena masih tidur.
^^^"Bangun woy udah siang nih"^^^
"Ah! Chloe akhirnya loe nelpon gue juga, gue itu khawatir banget sama loe dari kemarin" ucap Mira dengan cepat.
^^^"Emang gue kenapa?" tanya Chloe bingung.^^^
"Kemarin loe itu diculik pas ke toilet sumpah kemarin kita semua panik bukan main........hiks hiks hiks" ucap Mira sambil menangis.
^^^"Lah kenapa loe nangis sih"^^^
"Gue itu khawatir sama loe gue takut kejadian waktu itu terulang lagi" ucap Mira dengan sesegukan.
^^^"Makasih ya loe udah khawatir sama gue"^^^
"Loe kok ngomong kayak gitu sih, loe itu kan sahabat gue dan gue sebagai sahabat loe udah jelas khawatir sama loe jika sesuatu terjadi sama loe"
^^^"Iya gue tahu kok udah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang loh" ucap Chloe menggoda Mira.^^^
"Ah! Loe mah bikin gue kesal aja pagi-pagi" ucap Mira dengan kesal.
^^^"Sorry my best friend"^^^
"Syukurlah kalau loe ngak kenapa-napa"
^^^"Emang loe tahu dari mana kalau gue udah selamat"^^^
"Gue tahu dari asisten suami loe itu"
^^^"Albert maksud loe"^^^
"Iya yang itu siapa lagi sih asisten suami loe yang dinginnya melebihi kutub utara sama kayak suami loe"
^^^"Kok bisa sih emang loe ketemu dimana?" tanya Chloe dengan cepat.^^^
"Gue ketemu sama dia kemarin malam pas gue ke minimarket dekat apartemen gue"
^^^"Oh"^^^
"Ntar gue sama yang lain mau jenguk loe boleh ngak"
^^^"Boleh kok datang aja nanti gue sherlock ya"^^^
"Oke deh bye Chloe"
^^^"Bye"^^^
Chloe langsung mematikan panggilannya dan mengirim pesan ke sahabatnya yang lain agar mereka tidak khawatir.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Pak Max segera menghidangkan makanan di atas meja saat koki sudah selesai membuat sarapan. Chloe melihat ada begitu banyak makanan di atas meja.
"Pak Max lain kali buat beberapa saja makanannya nanti takutnya mubasir lagi kalau tidak habis" ucap Chloe.
"Maaf nyonya saya bingung ingin menyiapkan apa sesuai keinginan nyonya jadi saya sediakan semuanya saja"
"Baiklah pak Max nanti habis itu bagi saja ke para pelayan dan pengawal diluar sama satpam juga, soalnya suamiku makan hanya masakan aku saja" ucap Chloe.
"Baik nyonya"
Chloe segera mengambil nasi goreng dan ayam goreng untuk sarapan. Selesai makan dirinya segera membuat sarapan buat sang suami karena Xavier tidak mau makan jika bukan masakan Chloe.
Selesai membuat sarapan Chloe pergi ke taman kaca untuk melihat bunga mawar kesukaannya. Sampai disana ia menghirup udara pagi sambil melihat tanaman bunga di rumah kaca.
Di dalam kamar Xavier bangun dan meraba ranjang di sebelahnya tapi kosong. Ia membuka mata dan melirik ke semua ruangan mencari Chloe tapi nihil.
Xavier bangun dan segera mencuci muka dan menyikat gigi. Penampilannya yang berantakan tetap membuat dirinya semakin tampan.
Xavier menuruni tangga dengan memakai celana training hitam panjang dan baju kaos putih. Para pelayan menyapanya dan menunduk saat ia lewat.
"Dimana istriku?" tanya Xavier dengan suara datar.
"Nyonya berada di rumah kaca tuan" jawab pak Max.
"Apa dia sudah sarapan"
"Sudah tuan"
"Bawakan sarapanku ke taman kaca" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Baik tuan" ucap pak Max.
Xavier berlalu pergi menuju sang istri di taman kaca. Dirinya tersenyum bahagia melihat Chloe yang sedang melihat tanaman bunga mawar kesukaannya.
"Baby" ucap Xavier yang memeluk Chloe dari belakang.
"Kamu sudah bangun sayang" ucap Chloe sambil mengelus lengan kekar sang suami.
"Heeemmm"
Xavier menghirup aroma tubuh Chloe yang berbau mawar dan madu yang sangat memabukkan. Tak lama pak Max dan 2 pelayan datang menyiapkan sarapan buat Xavier.
Xavier yang melihat ada yang mengganggu waktunya menatap tajam ketiganya. Melihat tatapan Xavier mereka bergidik ngeri dan segera berlalu pergi.
"Jangan seperti itu mereka kan hanya mengantar sarapan untukmu sayang" ucap Chloe dengan lembut.
Chloe tahu para pelayan takut melihat tatapan tajam Xavier karena sang suami tidak suka di ganggu saat bersama dengan dirinya.
"Suapi aku baby" ucap Xavier dengan manja.
"Iya bayi besar aku" ucap Chloe dengan geli.
"I'm your husband baby not your kid" ucap Xavier sambil mencium bi**r Chloe.
Xavier mencium bi**r Chloe dengan rakus seperti biasanya. Ia sudah kecanduan akan rasa manis di bi**r sang istri.
^^^γ γ γ π π π π γ γ γ^^^
Xavier melepaskan ciumannya saat melihat napas Chloe sudah hampir habis. Chloe memeluk Xavier dengan erat dan Xavier balas memeluk istrinya dengan erat pula.
Pemandangan sepasang suami istri membuat jiwa para pelayan yang jomblo meronta-ronta akan kemesraan sang majikan mereka.
Chloe kemudian menyuapi Xavier sampai makanannya habis. Xavier kemudian mengelap mulutnya dengan tisu.
"Sayang bisa ceritakan kejadian kemarin?" tanya Chloe dengan tatapan tajam.
"Hah! Aku sebenarnya tidak ingin menceritakannya baby tapi aku tahu kamu pasti akan menanyakan terus" ucap Xavier yang sudah tahu arti tatapan dari sang istri.
"You know me hubby" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Memang apa tujuan mereka menculikku"
"Karena mereka ingin menjatuhkan aku dan kamu adalah kelemahan aku makanya mereka menculik kamu sayang"
Chloe tahu kalau pasti dirinya akan menjadi sasaran dari musuh sang suami. Itulah resiko jika harus mempunyai suami orang terkaya no.1 saat ini.
"Jangan anggap kejadian kemarin sebagai beban kamu sayang, aku tahu pasti kamu kecewa karena tidak menjaga diriku dengan baik tapi percayalah semua itu bukan keinginan kamu tapi sudah takdirnya sayang" ucap Chloe sambil mengelus kepala sang suami dengan lembut.
Chloe tahu kalau Xavier akan merasa kecewa pada dirinya karena tidak menjaga dirinya degan baik. Xavier memeluk Chloe membenamkan wajahnya di dada sang istri.
"I'm sorry baby" ucap Xavier dengan suara parau.
"Tidak sayang kamu sudah melakukan yang terbaik dan aku bangga memiliki suami seperti kamu sayang" ucap Chloe dengan lembut.
Xavier tersenyum hangat menatap wajah sang istri yang juga ikut tersenyum. Perlahan-lahan pikirannya mulai tenang dan tidak memikirkan kejadian kemarin lagi.
"Sayang apa kamu tidak bekerja?" tanya Chloe.
"Sebentar lagi sayang aku masih mau manja dengan istriku"
"Jangan sampai terlambat baby"
"Aku kan bosnya sayang jadi tidak akan ada yang marah aku datang ke sana jam berapa" ucap Xavier dengan sombong.
Chloe hanya memutar bola matanya malas karena sang suami sudah terlihat arogan kembali.
"Sayang sebentar sahabat aku ingin kesini apa boleh?" tanya Chloe dengan lembut.
"Siapa saja yang datang"
"Mira, Jeni, dan Julian sayang"
"Jangan dekat-dekat sama Julian dan jangan pakai baju yang terbuka"
"Iya sayang"
"Heeemmmm"
Xavier kemudian kembali ke kamar untuk bersiap ke kantor ditemani Chloe. Chloe menyiapkan pakaian kerja sang suami beserta sepatu dan dasi tak lupa jam tangan mahal Xavier sesuai setelan jasnya.
Xavier keluar dari kamar mandi dengan senyum bahagia karena sang istri sudah menyiapkan semua pakaiannya. Setelah itu Chloe mengantar Xavier ke depan mansion dimana Albert sudah berada disana.
Chloe kaget melihat wajah Albert penuh lebam tapi dirinya tidak mau bertanya sekarang biar nanti saat suaminya pulang kerja.
"Hati-hati sayang" ucap Chloe sambil mencium pipi Xavier.
"Bye baby" ucap Xavier mengecup bibir Chloe lalu pergi.
Chloe segera masuk ke dalam mansion saat mobil Xavier sudah keluar dari pagar mansion.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Jakarta, Indonesia ~
Saat ini kedua keluarga terkaya di Indonesia sedang makan malam di salah satu restoran ternama di Indonesia. Mereka adalah keluarga Rosemary dan Rahardian yang sedang makan malam bersama.
"Udah lama ya kita tidak makan seperti ini" ucap Maya dengan sumringah.
"Benar thu Maya terakhir kali itu waktu jamuan di rumah kamu kan" ucap Laura.
"Iya benar thu" ucap Maya.
"Lain kali kita ajak anak-anak biar makan bersama dengan para orang tua" ucap Adam.
"Benar kata kamu Adam anak aku Sean itu jarang banget makan malam sama kami alasannya sibuklah apalah belum lagi minggu depan ia sudah wisuda sibuknya itu minta ampun deh" ucap Maya pusing dengan sifat Sean.
"Wah berarti Sean bakal bantu papanya dong" ucap Laura.
"Aku sudah menyediakan posisi direktur di kantor cabang biar dia belajar dulu dari bawah sebelum memegang jabatan di kantor pusat" ucap Riko.
"Wah bagus itu tuan Riko saya setuju dengan pemikiran tuan Riko" ucap Adam.
"Panggil Riko saja kebetulan ini diluar jam kantor" ucap Riko.
"Hahahaha! Baiklah Riko" ucap Adam sambil tertawa.
Kedua keluarga itu makan sambil bercerita banyak hal dengan suasana kekeluargaan. Di lain tempat di dalam club malam Sean dan sahabatnya sedang menikmati pesta minum keras.
Queen dan kawan-kawannya juga turut hadir disana. Queen duduk disebelah Sean dan juga ikut minum tapi hanya mengecapnya saja.
Queen melihat semua teman-teman Sean sudah pada mabuk dan sudah sibuk dengan kesibukan meraka sedangkan teman-temannya sudah turun ke lantai dansa.
Queen mengambil sebutir obat dan memasukannya ke dalam minuman Sean sambil melihat keadaan supaya tidak ada yang melihatnya.
Tanpa Queen sadari ternyata aksinya dilihat oleh Henki dan Henki tersenyum puas melihat 3 buah foto Queen yang memasukan obat ke dalam minuman Sean dan memberikannya ke Sean saat ia memfotonya.
Sean meminum segelas vodka di depannya sampai habis. Tiba-tiba tubuhnya terasa panas dan sangat tidak nyaman.
"Kak Sean kenapa" ucap Queen yang melihat tubuh Sean gelisah.
Sean melihat Queen di depannya dan karena obat perangsang sudah mulai bekerja dirinya langsung mencium bi**r Queen dengan rakus.
Queen berontak melepaskan diri tapi Sean semakin bernafsu dan mencium Queen dengan paksa. Queen tersenyum disela ciuman mereka karena usahanya berhasil.
Malam ini loe akan jadi milik gue kak, gumam Queen sambil tersenyum iblis.
Sean menarik Queen membawanya keluar menuju hotel di dekat club itu. Queen meronta ingin dilepaskan tapi usahanya gagal.
Sampai di dalam kamar hotel Sean membanting Queen dengan kasar di ranjang dan membuka paksa pakaian Queen.
"Kak aku mohon jangan" ucap Queen dengan lembut.
"Sayang" ucap Sean.
Sean melihat wajah Queen yang menangis seperti wajah Chloe dulu. Karena mabuk dirinya menganggap Queen adalah Chloe.
"Aku minta maaf sayang" ucap Sean dengan lembut.
"Iya ka"
Sean kemudian mencium Queen yang dipikirnya adalah Chloe dengan lembut. Queen segera mengambil hp di sampingnya dan memfoto Sean saat mencium d**anya agar dirinya ada bukti.
Karena tubuhnya sudah sangat bergairah Sean pun melakukan hubungan terlarang itu bersama dengan Queen menuntaskan hasratnya.
Mereka melakukannya berkali-kali dan Sean menyemburkan benihnya di dalam Queen karena berpikir jika Queen adalah gadis yang dicintainya.
Queen merasa sangat emosi karena nama Chloe yang disebutkan oleh Sean saat mencapai pelepasannya. Tapi ia tersenyum bahagia sudah melepaskan kesuciannya bersama dengan Sean.
"Akhirnya gue bisa memilikimu selamanya ka" gumam Queen dengan senyum bahagia.
Sean tertidur pulas setelah melakukan hubungan terlarang itu bersama dengan Queen. Tanpa Sean sadari ternyata ramalan om Arka waktu itu terbukti dan Sean akan menyesal seumur hidupnya.
~ Mansion Xavier ~
Mira, Jeni, dan Julian kaget bukan main saat berdiri di depan pagar hitam tinggi dengan penjagaan ketat di seluruh mansion tersebut.
"Apa Chloe selama ini tinggal di istana" ucap Mira dengan polos.
"Bahkan ini lebih mewah dari istana" ucap Jeni.
"Selama hidup, aku sudah melihat begitu banyak mansion mewah tapi tidak semewah ini" ucap Julian.
Ketiganya berdiri dengan tercengang melihat mansion milik Xavier yang sangat mewah dari luar. Belum lagi dalamnya pasti mereka bertiga akan jantungan saat itu juga.
Tak lama satpam membuka pintu untuk ketiganya masuk karena sudah diberitahu oleh pak Max jika sahabat nyonya akan berkunjung.
"Maaf apa kalian ini sahabat nyonya" tanya satpam A dengan sopan.
"Ah! Iya benar pak" ucap Jeni dengan kikuk.
"Silahkan masuk, nyonya sudah menunggu kedatangan kalian" ucap satpam mempersilahkan masuk.
Ketiganya masuk ke dalam mobil Julian berlalu menuju mansion Chloe. Sepanjang jalan ketiganya dibuat takjub dengan tatanan bunga dan air mancur di tengah-tengah yang sangat indah.
Chloe sudah menunggu sahabatnya di depan pintu mansion dengan senyum manis. Mira keluar paling pertama dan masih kaget melihat sekitar mansion mewah milik Xavier.
"Chloe apa loe butuh pelayan tambahan ngak gue bakal lamar jadi pelayan deh disini" ucap Mira sambil kaget melihat mansion mewah di depannya.
"Hehehehe! Loe bisa aja" ucap Chloe dengan cekikan.
Julian dan Jeni juga tak kalah takjub melihat halaman mansion yang sangat luas dan indah seperti berada di istana. Chloe tersenyum geli melihat ketiga sahabatnya yang takjub sampai menganga.
Ternyata kalian sama kayak gue yang baru pertama kali kesini waktu itu, batin Chloe terkekeh geli mengingat saat pertama kali ia datang di mansion milik Xavier.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€