
π»Menjadi pribadi yang baik sangatlah gampang tapi menjadi pribadi yang tulus tidak semudah yang di pikirkanπ»
.
.
.
.
Hari berlalu dengan cepat sejak Thomas patah hati dan mendapat hukuman dari Xavier. Mulai saat itu Thomas terus mencari tahu maksud dan tujuan sebenarnya dari perkataan Valeria.
6 Bulan kemudian
Tak terasa sudah 6 bulan berlalu dari kejadian itu. Hari ini semua orang kenalan Chloe dan Xavier akan merayakan ulang tahun pertama dari penerus perusahaan no.1 yaitu Wesly Group.
Kakek Irwan, Sila, Kenan dan keluarganya di undang untuk hadir di pesta ulang tahun Xander yang pertama. Bahkan orang tua Mira dan semua saudaranya juga turut andil dalam acara tersebut.
Kali ini ulang tahun Xander akan di rayakan di hotel Arthur tempat resepsi pernikahan Chloe dan Xavier dulu. Sudah dari pagi para wartawan yang haus akan berita sudah berada di sana.
Mereka tak ingin melewatkan momen ulang tahun pewaris Wesly Group saat ini. Untuk penjagaan sendiri Xavier sudah mengatur semua anak buahnya untuk berjaga di sekitar hotel Arthur bahkan sampai radius 5 km dari tempat acara.
Saat ini Xavier sedang mengendong baby Xander yang sudah selesai bersiap dari tadi. Bayi itu terus berceloteh dengan antusias melihat penampilannya dan sang daddy yang sama.
Keduanya memakai jas berwarna biru gelap sangat serasi dengan warna mata mereka dan dasi kupu-kupu. Tak lama Xavier melihat kalau MUA yang di pesannya sudah keluar dari kamar tamu di lantai satu.
"Ayok kita lihat mommy jagoan" ucap Xavier.
"Mo mo mo mo mo" ucap Xander dengan antusias.
Keduanya lalu turun ke lantai satu menuju kamar tamu di depan. Saat masuk ke dalam kamar, Xavier seketika berdiri dengan kaku karena takjub melihat sang istri di depannya.
Chloe tersenyum melihat anak dan suaminya yang melihat dirinya dengan mulut terbuka. Bahkan saking kagetnya baby Xander sampai meneteskan air liurnya.
"Anak mommy sampai keluar liurnya" ucap Chloe sambil tertawa.
Seketika keduanya sadar dari keterkejutan mereka, Chloe mencium pipi montok anaknya sampai bayi itu tertawa kencang. Xavier tersenyum melihat kedua orang yang paling dicintainya tertawa bahagia.
"Kamu sangat cantik baby" ucap Xavier dengan decak kagum.
"Aku tahu aku cantik sayang karena sudah dari lahir" ucap Chloe sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Apa kita batalkan saja ke acara itu baby" ucap Xavier dengan cepat.
"Jangan mulai deh hubby" ucap Chloe dengan tatapan tajam memperingati suaminya.
Sudah banyak kali mereka berdua gagal menghadiri acara rekan kerja Xavier karena alasan konyol sang suami. Bagaimana tidak saat akan pergi Xavier sudah tak mau pergi lagi alasannya karena Chloe terlalu cantik dan ia tidak rela Chloe di lihat laki-laki lain selain dirinya.
"Hehehe Tidak sayang lagian ini hari penting anak kita sayang" ucap Xavier sambil tertawa.
"Iya sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Ketiganya lalu berjalan keluar untuk segera pergi ke hotel Arthur. Thomas, Albert, Mira, dan Kevin sudah menunggu ketiganya di depan mansion.
Saat Chloe, Xavier, dan baby Xander keluar semuanya yang ada di sana takjub dengan kecantikan dan ketampanan Chloe dan Xavier. Bahkan mereka lebih takjub melihat baby Xander yang sudah mulai mengeluarkan aura ketampanannya meski baru berusia 1 tahun.
"Mau aku congkel mata kalian!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
Semuanya langsung sadar dan menundukkan kepala karena lupa akan peraturan no satu di mansion. Baby Xander yang berada di gendongan Chloe seketika menatap sang daddy dengan kaget karena baru kali ini ia melihat sang daddy berbicara dengan suara tinggi.
"Hubby kontrol emosimu sayang anak kita sampai kaget" ucap Chloe dengan lembut.
Xavier menatap anaknya dengan ekspresi datar dan entah kenapa bayi itu seakan tidak takut. Xander tertawa melihat sang daddy seperti memberitahu bahwa ia suka dengan tindakan sang daddy.
"Well sepertinya tidak sayang" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.
Chloe hanya menggelengkan kepalanya melihat keduanya yang memiliki sifat yang sama.
Mudah-mudahan anak gue sifatnya jangan arogan dan kejam sama kayak laki gue, batin Chloe.
Chloe mengedarkan pandangannya kepada Mira dan tersenyum bahagia. Saat ia melihat perut buncit Mira ia sangat bahagia karena sahabatnya sedang mengandung.
Saat ini Mira sedang mengandung anak pertamanya dengan Albert dan usia kandungannya sudah jalan 4 bulan. Mereka semua lalu masuk ke dalam limousine Xavier menuju ke hotel Arthur.
"Sumpah laki loe sadis banget Chloe" ucap Mira dengan pelan.
"Loe belum lihat aja peraturan gila laki gue"
"Maksud loe?" tanya Mira dengan bingung.
"Peraturan no.1 tidak boleh ada yang natap gue lebih dari 3 detik" ucap Chloe dengan pelan.
"Buset dah peraturan gila itu namanya" ucap Mira dengan kaget.
"Kalau loe pengen tahu peraturan gila apa saja mending loe tanya sama laki loe" ucap Chloe sambil menunjuk Albert.
"Pulang gue bakal tanya ke laki gue" ucap Mira.
"Heemmm! Ortu lo dimana?" tanya Chloe.
"Udah di hotel duluan tadi gue sama Albert berangkat terpisah" ucap Mira.
"Oh gue kangen sama masakan nyokap loe"
"Kalau lo mau besok ke mansion gue aja nanti gue beritahu ibu nanti"
"Benar ya"
"Benar atuh neng tapi ijin dulu sono ama laki loe"
"Itu mah gampang"
"Oke deh mamud"
Xavier dan lainnya tidak perduli dengan ucapan keduanya karena memang mereka tidak mengerti bahasa Indonesia. Chloe yang mengendong anaknya terus berbicara dengan Mira sahabatnya.
~ Arthur Hotel ~
Tak lama limousine Xavier tiba di depan lobby hotel Arthur. Thomas dan Kevin keluar lebih dulu melihat situasi, tak lama diikuti oleh Albert yang mengandeng Mira. Sedari tadi bunyi blits sudah terdengar menunggu kehadiran tuan pesta.
"Bos aman semuanya" ucap Albert lewat earpiece.
"Heemmm"
Xavier lalu keluar lebih dulu dan langsung di sambut dengan bunyi blits. Xavier berdiri merapikan jasnya lalu menunduk dan mengendong sang anak sambil menyambut tangan Chloe.
Saat ketiganya berdiri para wartawan ingin sekali memotret keluarga itu dari dekat tapi ditahan oleh anak buah Xavier. Xavier lalu mengandeng pinggang Chloe dengan posesif masuk ke dalam hotel.
"Kenapa banyak sekali wartawannya sayang?" tanya Chloe yang tidak suka dirinya di foto.
"Mereka sedang mencari uang sayang jadi biarkan saja" ucap Xavier dengan santai.
"Apa di dalam ballroom juga ada sayang"
"Off course not baby"
"Baguslah sayang"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe dan Xavier sudah sampai di depan pintu ballroom hotel Arthur. Saat pintunya dibuka lampu sorot langsung menyambut mereka dengan teriakan selamat ulang tahun oleh semua tamu hadirin.
"Selamat ulang tahun baby Xander" ucap semua tamu dengan serentak.
"Wah mewah banget hubby" ucap Chloe dengan decak kagum.
"Ini khusus untuk anak kita baby" ucap Xavier sambil mencium anaknya.
Ketiganya lalu masuk dan menuju ke podium, sampai di podium MC langsung mengarahkan mereka untuk acara tiup lilin. Saat di atas podium baby Xander tak berhenti menatap kue ulang tahunnya dengan antusias.
Ternyata kue ulang tahun baby Xander di buat khusus menyerupai mobil yang sangat indah. Bayi 1 tahun itu memberontak ingin memegang kue karena menyerupai dengan mobil kesukaannya.
"Hubby ayok kita cepat tiup lilinnya takut anak kita hancurkan kuenya" ucap Chloe yang tahu watak sang anak.
"Iya sayang"
Semua tamu hadirin lalu menyanyikan lagi ulang tahun dan sampai meniup lilin ketiganya meniup bersama. Riuh tepuk tangan seketika membahana di dalam ruangan pesta tersebut.
"Hadirin sekalian terima kasih atas waktunya yang sudah hadir ke perayaan ulang tahun anak kami yang pertama, silahkan di nikmati pestanya" ucap Xavier dengan suara tegas.
Xavier dan Chloe segera turun dari podium karena sedari tadi anaknya memberontak ingin memegang kue ulang tahun. Beruntung Xavier sudah menyiapkan hadiah berupa mobil sport mainan keluaran terbaru untuk mengalihkan pandangan anaknya.
"Selamat ya Mr. Wesly dan ini pesta yang sangat luar biasa" ucap direktur Ali Syarif sambil menjabat tangan Xavier.
Chloe memilih bergabung bersama Mira dan keluarganya sambil mengendong sang anak. Sampai di sana Chloe sangat senang karena bertemu dengan teman SMAnya yaitu Rina.
"Long time no see Chloe gue udah kangen banget sama loe" (lama tidak berjumpa) ucap Rina dengan senang.
"Gue juga kangen sama loe" ucap Chloe.
"Princess selamat ya buat ultah pertama anak kamu" ucap Kenan dengan tulus.
"Terima kasih ya ka"
"Chloe tante kangen sama kamu nak" ucap Ani mama Kenan.
"Chloe juga kangen sama tante dan lainnya" ucap Chloe dengan senang.
"Nak Chloe selamat ya" ucap kakek Irwan dengan senyum manis.
"Terima kasih kek" ucap Chloe.
"Selamat ya Chloe dan baby Xander" ucap Sila sambil memeluk Chloe.
"Makasih ya ka" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Gue pengen gendong anak loe Chloe" ucap Rina dengan antusias.
Rina dan lainnya terus membujuk baby Xander tapi bayi itu tidak melepaskan pelukannya sedikit pun. Mereka memilih tidak memaksa lagi karena bayi 1 tahun itu tidak mau berpisah dari sang mommy.
Chloe lalu pamit setelah melihat isyarat Xavier untuk ke sana. Xavier lalu mengendong Xander karena memang Chloe harus menemaninya bertemu dengan rekan kerjanya yang lain.
Pesta itu berakhir tengah malam, Chloe yang sudah lelah memilih tidur di hotel suaminya tidak pulang lagi. Mereka bertiga lalu menuju ke president siut khusus Xavier di lantai paling atas.
Baby Xander yang sudah tidur tidak terbangun sedikit pun saat Chloe mengambil mobil mainannya. Xavier dan Chloe tersenyum bahagia melihat anaknya yang sedari tadi tidak mau melepaskan kado sang daddy.
"Dia persis sama kamu sayang" ucap Chloe sambil tersenyum.
"Heeemmmm"
"Ayok kita tidur sayang?" ajak Chloe.
"Iya sayang"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Keduanya lalu tidur karena sangat lelah hari ini. Di lantai bawah Mira yang juga menginap di hotel Arthur bersama dengan suaminya saat ini entah kenapa tidak bisa tidur.
"Sayang" ucap Mira sambil membangunkan suaminya.
"Ada apa sayang?" tanya Albert dengan wajah lelah dan mengantuk.
"Aku pengen makan nasi goreng" ucap Mira dengan cepat.
"Hah! Besok saja sayang"
"Aku maunya sekarang Albert" ucap Mira dengan penuh penekanan.
"Tunggu aku pesankan buat kamu sayang" ucap Albert bangun sambil mengambil telepon.
"No sayang aku pengen kamu yang harus masak buat aku" ucap Mira dengan cepat.
"What" ucap Albert dengan kaget.
Albert seketika ingat saat Chloe memintanya membuat burger untuknya.
Sepertinya istri aku lagi ngidam kayak nyonya dulu, batin Albert.
Melihat suaminya yang hanya diam saja membuat Mira seketika menjadi emosi.
"Albert kenapa kamu diam saja cepat masakin aku nasi goreng" ucap Mira dengan suara tinggi.
"Iya sayang bentar ya" ucap Albert sambil mencium kening Mira dan berlalu pergi.
Semenjak Mira di nyatakan hamil 2 minggu kemudian sifat Mira berubah drastis. Mira yang dulu kalem dan lemah lembut berubah menjadi Mira yang keras kepala dan suka membentak.
"Kayaknya anak aku sifatnya bakal kayak aku" ucap Albert dengan pelan.
Albert masih ingat ucapan Kevin yang mengatakan jika anaknya itu pasti membalas dendam perbuatan sang mommy kepada daddynya. Albert yang suka memaksa harus mengikuti semua keinginan Mira beruntung istrinya tidak ngidam yang aneh-aneh.
Selesai membuat nasi goreng untuk sang istri Albert segera membawa ke Mira. Mira yang melihat pesanannya sudah datang langsung makan dengan lahap masakan buatan Albert.
"Apa rasanya enak sayang?" tanya Albert.
"Sangat enak sayang" ucap Mira dengan senyum manis.
Albert bingung sendiri pasalnya waktu itu masakannya buat Chloe rasanya sangat tidak enak.
Apa skill masak aku sudah meningkat ya, batin Albert dengan senang.
"Ayo kamu coba sayang" ucap Mira sambil menyuapi Albert.
Setelah makanannya di mulut Albert, seketika ia berlari menuju ke kamar mandi memuntahkan makanan itu. Ternyata rasanya sangat aneh bahkan sangat asin.
"Sayang rasanya sangat asin kenapa kamu bilang enak" ucap Albert dengan kesal.
"Mana asinnya ini thu enak banget sayang malahan sangat enak" ucap Mira dengan senyum manis.
"Hah"
Albert tak bisa berkata apa-apa lagi yang penting istrinya puas. Selesai makan Mira dan Albert lalu kembali tidur karena sudah sangat malam.
Paginya Chloe dan lainnya sarapan di restoran hotel. Setelah itu Chloe meminta ijin ke mansion Mira karena ingin bercerita dengan keluarga Mira yang lainnya.
Xavier mengantar sang istri dan anaknya ke mansion Albert baru pergi menuju perusahaan.
~ Mansion Albert ~
"Pulang nanti aku jemput sayang" ucap Xavier dengan lembut.
"Iya hubby hati-hati di jalan" ucap Chloe.
"Heemmmm"
Setelah melihat suaminya sudah pergi Chloe dan baby Xander segera masuk ke dalam. Di dalam sana sudah ada keluarga Mira semuanya, hari itu Chloe sangat senang bercerita bersama dengan keluarga Mira.
Saat makan siang Chloe menikmati masakan ibu Mira dengan senang karena akhirnya ia bisa merasakan kembali masakan ibu Mira. Baby Xander yang bermain bersama pengasuhnya melempar semua barang di ruang keluarga Mira.
"Sorry ya Mira anak gue udah berantakan rumah loe" ucap Chloe.
"Ngak apa-apa kali lagian dia juga anak kecil" ucap Mira.
"Iya nak Chloe malahan bibi senang lihat baby Xander ngak rewel malah adem-adem aja mainnya" ucap ibu Mira sambil tersenyum melihat tingkah baby Xander.
"Iya bi"
"Mo mo mo mo" ucap baby Xander sambil mengucek matanya.
"Kamu udah ngantuk sayang" ucap Chloe Sambil mengendong anaknya.
Chloe mengendong baby Xander sambil menepuk bokongnya dengan pelan. Tak lama baby Xander sudah masuk ke alam mimpi dengan cepat.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Roma, Italia ~
Katy dan Robert menonton berita tentang ulang tahun anak nomor satu orang paling kaya di dunia. Saat melihat berita tersebut keduanya meneteskan air mata karena sangat merindukan cucu dan cicit mereka.
"Aku sangat ingin memeluk cucuku Robert" ucap Katy sambil menangis.
Robert yang sudah pulih dari penyakitnya hanya diam tidak bisa berkata apa-apa. Ia juga sangat ingin memeluk dan meminta maaf kepada cucunya tapi tidak bisa.
"Kita berdoa saja semoga ada keajaiban untuk kita dan bisa bertemu dengan cucu dan cicit kita" ucap Robert dengan sedih.
"Iya daddy"
Robert memeluk Katy untuk menenangkan sang istri yang masih menangis melihat wajah Chloe di dalam tv.
Kamu sangat cantik seperti mommy kamu nak, batin Katy.
Robert dan keluarganya tidak bisa bertemu dengan Chloe karena ancaman dari Xavier. Xavier tidak akan mengijinkan sang istri bertemu dengan keluarga kandungnya karena permasalahan mereka dulu.
"Semoga kita bisa bertemu cucuku" gumam Robert dengan suara sangat pelan.
...βββββ...
Janga lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€