
π»Hadapilah semua rintangan dengan kepala dingin dan jangan biarkan emosimu menghancurkan semuanyaπ»
.
.
.
Di dalam mobil Xavier terus memarahi Albert karena memilih gaun yang dipakai Chloe saat ini.
"Bulan ini gajimu potong!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
Albert hanya diam menerima semua umpatan dan bentakan Xavier.
Kalau begitu kenapa tidak bos saja yang memilihnya sendiri, batin Albert mengumpat kesal.
"Sayang tenangkan diri kamu ya" ucap Chloe dengan lembut sambil mengelus lengan Xavier.
Emosi Xavier sedikit berkurang tapi saat matanya tertuju pada Chloe emosinya memuncak melihat punggung telanjang Chloe.
"****" umpat Xavier dengan kesal.
Chloe menekan sekat pembatas di dalam mobil karena tidak ingin orang lain memandang punggungnya. Ia tahu saat ini Xavier sangat kesal karena gaun yang dipakainya.
"Sayang jangan marah terus ya nanti gantengnya berkurang loh"
"Cih!"
"Sayangku yang paling ganteng" ucap Chloe merayu Xavier.
Xavier tersenyum bahagia mendengar rayuan Chloe, dirinya seketika langsung mendudukkan Chloe di pangkuannya dan mencium wajah Chloe semua.
Tak berselang lama mobil Xavier sudah sampai di mansion milik neneknya. Raut wajah Xavier hanya datar tidak ada ekspresi apapun bahkan saat turun dari mobil para pengawalnya menunduk takut melihat tampang sang bos.
"Sayang" panggil Chloe dengan lembut.
Raut muka yang sangar tadi berangsur berubah dengan tatapan lembut dan penuh cinta. Xavier merangkul Chloe di pinggangnya dan berjalan masuk ke dalam.
"Selamat datang tuan muda dan nona muda" ucap para pelayan yang menyambut kedatangan Xavier dan Chloe.
Xavier tidak membalas sapaan mereka dan berlalu pergi sedangkan Chloe membalas dengan senyum manis. Saat masuk ke dalam Xavier melihat ada neneknya, om dan istrinya, tante dan suaminya serta saudara tiri anak dari om dan tantenya dan ada seorang wanita.
Wanita itu memakai gaun berwarna merah dengan potongan dada yang sangat rendah. Semua mata langsung tertuju pada 2 orang yang baru masuk ke dalam mansion.
"Ah! Cucuku akhirnya datang juga" ucap nenek Xavier sambil tersenyum sombong.
"Heeemmm" balas Xavier dengan dehaman saja.
Xavier menarik Chloe dan duduk di sofa bergabung dengan mereka disana. Tatapan semua mata tertuju pada Chloe sehingga membuat Chloe gugup.
"Jangan memandang gadisku seperti itu" ucap Xavier dengan suara dingin.
Semuanya seketika melihat ke arah lain karena mendengar suara Xavier yang sangat dingin. Wanita bergaun merah itu melihat Chloe dengan tatapan sinis dan emosi saat mendengar kata gadisku dari mulut Xavier.
"Ada apa menyuruhku datang kesini?" tanya Xavier dengan suara dingin.
"Nenek ingin mengenalkan kamu pada seorang gadis" ucap nenek Esma sambil memegang tangan wanita gaun merah tadi.
"Hay nama aku Sandra" ucap Sandra dengan suara manja.
"Cih! Menyebalkan" ucap Xavier dengan kesal.
Chloe hanya diam melihat interaksi keluarga Xavier, saat melihat wajah nenek Esma entah kenapa Chloe sangat tidak suka dan ia sangat kesal saat tahu perbuatan dari nenek Xavier itu.
"Xavier yang sopan bicaramu" ucap Reynald om tiri Xavier.
"Apa urusanmu dengan sopan santunku" balas Xavier dengan tatapan tajam.
"Kamu" tunjuk Reynald dengan muka merah menahan emosi.
"Sudah kita ini keluarga jangan ada yang berkelahi disini" ucap nenek Esma.
"Apa nenek lihat kami ada berkelahi sekarang?" tanya Xavier dengan mencemooh.
"Xavier hargai nenek dia itu orang tua" ucap Arnol anak pertama dari Reynald dengan emosi.
"Cih! Sampah" cibir Xavier.
Arnol seketika menjadi emosi dan berdiri ingin memukul Xavier tapi ditahan oleh mommynya. Xavier melihat kearah Arnol yang lebih tua darinya 2 tahun dengan tatapan mencemooh.
"Xavier nenek harap kamu bisa lebih dekat dengan saudaramu dan bisa sama-sama mengurus perusahaan Wesly" ucap nenek Esma dengan suara tinggi.
"Memangnya siapa mereka ada hak apa mereka dengan perusahaan kakek moyangku?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.
"Bagaimanapun mereka itu keluarga kamu" ucap Rita anak kedua neneknya dengan selingkuhannya.
"Darah mereka bukan darah asli keluarga Wesly dan tidak pantas menikmati harta milikku" ucap Xavier dengan suara tinggi.
"Kamu" ucap Rita dengan tatapan membunuh.
"Aku peringatkan jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku dan perusahaan aku. Seharusnya kalian senang kakek ku masih berbaik hati memberi kalian pabrik ladang anggur untuk kalian kelola dan juga mansion ini. Jadi jangan pernah bermimpi untuk masuk ke perusahaan Wesly dan cabang-cabangnya!" bentak Xavier dengan tatapan tajam.
Aura membunuh dan mengintimidasi seketika mencuat dalam ruangan tersebut. Semuanya saling menatap dengan tatapan membunuh satu sama lain.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier berdiri dan menarik Chloe dengan lembut untuk pergi dari sana. Nenek Esma seketika berdiri dan menatap keduanya dengan tatapan marah.
"Jangan pernah anggap aku nenekmu saat kamu berani keluar saat ini juga" teriak nenek Esma dengan emosi.
Xavier menatap neneknya dengan tatapan tajam sekaligus tersenyum sinis.
"Aku sangat berterima kasih jika kamu berkata seperti itu dan aku mau bilang gadis di sampingku ini yang akan menjadi nyonya Wesly bukan perempuan rendahan yang sering kamu bawa" ucap Xavier sambil menyindir Sandra.
Sandra seketika emosi mendengar perkataan Xavier yang menyindir dirinya. Ia lalu bangun dan berjalan ke arah mereka untuk menampar Xavier tapi seketika tangannya ditahan oleh Chloe.
"Jangan pernah menyentuh priaku sedikitpun" ucap Chloe dengan suara dingin dan tatapan membunuh.
Chloe melepaskan tangan Sandra dengan kasar lalu mengambil tisu mengelap tangannya yang memegang tangan Sandra tadi.
Xavier tersenyum bahagia melihat apa yang dilakukan oleh Chloe barusan. Sedangkan Chloe menampilkan wajah jijik dan membuang tisu ke sembarang tempat.
Xavier lalu merangkul pinggang Chloe dan berjalan keluar dengan mesra. Nenek Esma langsung membanting guci disampingnya karena emosi.
Di luar mansion Xavier tersenyum sinis mendengar suara pecahan dari dalam. Mereka kemudian melajukan mobil menuju restoran untuk makan malam.
Berbeda dengan Xavier yang sedang bermesraan dengan sang kekasih, di mansion milik neneknya sedang terjadi keributan hebat karena ego masing-masing.
"Seharusnya mommy bisa tahan emosi mommy tadi sekarang lihat Xavier sudah keluar dari keluarga kita mau jadi apa kita sekarang" hardik Reynald dengan emosi.
"Iya apa yang dikatakan daddy betul seharusnya nenek tadi jangan membuat Xavier marah" ucap Arnol.
"Diam kalian berdua memang kalian berdua itu hanya pengecut saja!" bentak nenek Esma.
"Apa yang harus kita lakuin sekarang mom?" tanya Rita.
"Aku rasa kita harus membuat gadis yang dibawa Xavier tadi menderita" ucap Bram suami Rita.
"Apa maksud kamu sayang?" tanya Rita.
"Tatapan mata Xavier ke gadis itu penuh dengan cinta dan seharusnya kelemahan Xavier ada di gadis tersebut" ucap Bram.
"Ya jika kita bisa mengontrol gadis itu berarti kita bisa menjadikan Xavier sebagai boneka kita karena apa pun akan Xavier lakukan demi gadis tersebut" ucap Reynald tertawa iblis.
"Arnol cari semua data tentang gadis itu" ucap nenek Esma dengan senyum licik.
"Beres nek serahkan semua pada Arnol" ucap Arnol dengan sinis.
Mereka semua tersenyum licik memikirkan rencana untuk menjatuhkan Xavier dan merampas semua kekayaan milik Xavier.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Jakarta, Indonesia ~
Keluarga Rosemary saat ini sangat kaya hampir kekayaan mereka mendekati jumlah kekayaan keluarga Rahardian. Perusahaan mereka juga sudah berkembang lebih pesat.
Tanpa kedua perusahaan sadari ternyata Xavier sudah memiliki saham di kedua perusahaan tersebut. Bahkan perusahaan Shine yang dulunya hanya perusahaan kecil sekarang sudah menjadi perusahaan no.3 di Indonesia.
"Iya sayang mereka itu klien penting kita selain perusahaan Rahardian" ucap Adam.
"Apa dad tahu siapa pemilik perusahaan itu?" tanya Laura penasaran.
"Tidak sayang tapi katanya perusahaan itu milik pengusaha asing dan perusahaan itu di kelola oleh anak buah mereka" ucap Adam.
Laura hanya mengangguk kepala tanda mengerti, tiba-tiba pintu dibuka dengan kasar dan masuklah Steven. Steven sekarang sudah menjabat sebagai wakil direktur di perusahaan daddynya.
"Mommy daddy ada yang mau Steven sampaikan" ucap Steven langsung duduk disofa.
"Ada apa sayang?" tanya Laura dengan lembut.
"Steven ingin bertunangan dengan kekasih Steven" ucap Steven dengan suara lantang.
"Kenapa buru-buru nak dan siapa kekasihmu?" tanya Adam.
"Dia adalah putri ketiga dari pemilik hotel Sanjaya daddy" ucap Steven.
"Maksud kamu anak dari Rian Sanjaya dan Nita Sanjaya?" tanya Laura dengan cepat.
"Iya mommy namanya Aurel Sanjaya mom dan sekarang dia menjabat sebagai wakil direktur di hotel papanya" ucap Steven.
"Daddy sih terserah kamu saja jika itu pilihan kamu lagian pilihanmu juga sangat tepat" ucap Adam.
"Makasih daddy dan bagaimana dengan mommy?" tanya Steven dengan gugup.
"Mommy setuju sama pilihan kamu sayang" ucap Laura dengan senyum manis.
"Makasih mommy" ucap Steven sambil memeluk mommynya.
Steven segera keluar untuk menyiapkan acara lamaran buat kekasihnya sebentar malam. Adam dan Laura tersenyum senang karena pilihan anaknya tidak mengecewakan.
~ RH Company ~
Di lantai 23 Seorang pemuda tampan sedang mengerjakan berkas yang menumpuk di atas meja. Dia adalah Sean yang menjabat sebagai manajer di perusahaan papanya.
Meski dirinya belum selesai kuliah tapi ia sudah turun tangan untuk membantu pekerjaan papanya. Dia bertekad untuk menjadi pria yang lebih mapan mulai saat ini.
Tok........tok.............tok...........
Pintu Sean diketuk dari luar dan Sean pun menyuruh untuk masuk.
"Permisi pak ini laporan yang tadi bapak minta" ucap Susi sang sekertaris.
Susi sengaja mencoba untuk merayu Sean dengan memakai rok ketat di atas lutut yang sangat pendek dan 2 kancing baju dibuka untuk memperlihatkan d**anya yang besar.
Sean tahu sang sekertaris sedang menggodanya tapi ia acuhkan saja. Selesai melihat laporan itu Sean pun mengembalikan laporan itu ke sekretarisnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Susi keluar dengan kesal dan emosi karena gagal untuk menggoda Sean. Dirinya tidak putus asa karena masih banyak hari.
~ California, Los Angeles ~
Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah 2 bulan berlalu sejak kedatangan Chloe ke mansion neneknya Xavier. Tanpa Chloe sadari ternyata Cika dan Arnol sudah membuntuti Chloe sejak sebulan yang lalu.
"Bagaimana ka apa rencana kita selanjutnya?" tanya Cika.
"Kita lihat dulu waktunya karena pasti Xavier sudah menaruh pengawalnya untuk mengawasi Chloe dari jauh" ucap Arnol yang melihat Chloe sedang duduk membaca di taman kampus.
"Heeemmm! Benar ka jangan sampai ka Xavier sampai tahu" ucap Cika.
Arnol melihat Chloe dengan tatapan senyuman penuh nafsu.
Ternyata gadis milik Xavier cantik juga ya dan aku harus bisa mencicipi tubuhnya itu, batin Arnol dengan seringai jahat.
Arnol akhirnya melajukan mobilnya kembali ke mansion nenek Esma setelah mengumpulkan informasi mengenai Chloe.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Pagi ini Chloe bangun dan sangat malas untuk melakukan sesuatu. Ia kemudian bangun dan membuka laci meja riasnya lalu mengambil kotak kecil berwarna hitam.
Chloe membuka kotak itu dan melihat cincin berlin yang sangat indah di dalamnya. Chloe memandang dirinya di cermin dan memikirkan semua perbuatan Xavier selama ini.
"Sepertinya sudah waktunya gue memberi jawaban atas lamaran Xavier" ucap Chloe dengan mantap.
Dia berpikir untuk memberi kejutan di hari ulang tahun Xavier saja seperti waktu dirinya di lamar oleh Xavier. Chloe kemudian browsing mencari tanggal ulang tahun Xavier karena selama mereka pacaran Xavier tidak mau merayakan ulang tahunnya seperti Chloe.
Seketika matanya melotot kaget melihat tanggal ulang tahun Xavier tepat 10 Oktober dan bertepatan hari ini adalah tanggal 10 Oktober.
"Arrghh! Sial ternyata hari ini ulang tahun Xavier mana gue ngak tahu lagi" teriak Chloe dengan kesal.
Chloe berpikir apa yang harus ia lakukan untuk memberi kejutan kepada Xavier. Seketika matanya berbinar mendapat ide apa yang harus ia lakukan.
Chloe segera bergegas membuat kue ulang tahun spesial untuk Xavier, karena Xavier tidak terlalu suka manis maka ia memilih membuat kue ulang tahun dari bahan coklat agar tidak terlalu manis.
Tepat jam 13:00 Chloe sudah menyelesaikan kue ulang tahun. Ia kemudian berangkat menuju mansion Xavier untuk mendekor taman belakang mansion Xavier dan akan membuat kejutan buat kekasihnya disana.
Sampai di mansion Chloe menyuruh pak Max membantu menyiapkan dekorasi ulang tahun dan menyiapkan beberapa conveti serta makanan untuk semuanya yang berada di mansion ini.
Halaman belakang mansion Xavier sudah disulap menjadi sedemikian rupa. Tak lupa Chloe menyuruh Albert untuk membawa Xavier pulang ke mansion malam ini.
Tepat pukul 19:00 malam Xavier sudah tiba di mansion. Suasana hatinya sangat tidak baik karena hari ini pesannya tidak dibalas oleh Chloe bahkan panggilannya di selalu reject.
Xavier yang ingin menemui Chloe selalu saja tidak bisa karena digagalkan oleh Albert yang memberikannya pekerjaan penting.
"Arrghhhh! Berengsek" teriak Xavier di pintu masuk mansion saat telponnya kembali di reject.
Xavier membuka pintu mansion dan masuk ke dalam tapi seketika ia kaget karena tiba-tiba lampu menjadi padam.
"Pak Max nyalakan listriknya" teriak Xavier dengan suara menggelegar.
Tak ada jawaban atau sahutan bahkan dirinya tidak bisa merasakan ada seorang pun di dalam mansion. Xavier berjalan keluar menuju arah samping kolam dimana ia melihat seperti ada cahaya disana.
Sampai di kolam renang cahaya itu semakin menjauh dan remang, saat tiba di taman belakang tiba-tiba lampu menyala.
"Surprise" teriak semua pelayan, pengawal, anak buahnya, Albert, Thomas, Kevin, dan gadisnya disana.
Chloe tersenyum manis sambil maju ke depan membawa kue ulang tahun dengan lilin angka 29 diatasnya dan menyanyikan lagu ulang tahun.
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday happy birthday
Happy birthday to you
"Selamat ulang tahun sayang" ucap Chloe dengan suara lembut.
Xavier tidak menyangka jika hari ini dia akan mendapat kejutan ulang tahun dari kekasihnya bahkan semua orang yang bekerja untuknya.
"Berdoalah dan make a wish sebelum meniup lilin sayang" ucap Chloe.
Hanya satu permintaanku semoga kebahagian ini tidak akan pernah berlalu, batin Xavier.
Xavier kemudian meniup lilin dan memeluk Chloe dengan erat, semuanya bertepuk tangan dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada Xavier.
Malam itu mereka semua sangat bahagia karena bisa melihat seorang Xavier bahagia malam ini dan raut wajahnya menampilkan muka berbeda malam ini.
"Bos selamat ulang tahun" ucap Albert.
"Heemmm"
"Bos selamat ulang tahun dan panjang umur sehat selalu" ucap Thomas dan Kevin serentak.
Xavier tersenyum tipis dan memeluk ketiganya dengan bahagia. Chloe yang melihat hal tersebut sangat bahagia dan para pelayan merasa sangat bahagia melihat tuan mereka sangat bahagia malam ini.
"Thank you baby" bisik Xavier.
...βββββ...
To be continue...........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€