
π»Yang tinggi belum tentu terhormat dan yang rendah belum tentu hina karena kita semua sama-sama memiliki mimpi yang samaπ»
.
.
.
.
Mike segera menyuruh anak buahnya untuk membawa Cika ke markas mereka. Tak lupa ia juga mengabari Thomas mengenai hal ini, Thomas yang bersama Xavier di ruang meeting tersenyum sinis membaca informasi dari Mike.
Anak sama daddy sama saja seorang penjilat, batin Thomas.
Thomas kembali mengikuti meeting selesai baru ia sampaikan ke Xavier. Tak terasa sudah 2 jam berlalu Chloe yang sadar melihat ke samping dan mendapati anaknya sudah bangun.
"Anak mommy udah bangun ya" ucap Chloe mengajak anaknya bercanda.
Baby Xander tertawa dengan celoteh bayinya yang membuat Chloe tambah gemas. Chloe mencium pipi anaknya berkali-kali sampai bayi itu tertawa kegirangan.
Chloe lalu bangun dan membuka popok baby Xander yang sudah penuh. Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri juga sang anak. Chloe takjub karena suaminya sudah menyiapkan semua keperluannya dan sang anak.
Ini baru suami idaman, batin Chloe.
Chloe segera membersihkan baby Xander dan dirinya. Setelah selesai Chloe melihat ternyata sudah jam 1 siang, dan ini waktunya untuk memberi makan sang anak.
Chloe keluar ingin memanggil pak Max mengantar makanan buat Xander, Chloe membuka pintu dan melihat Mike sedang berdiri di depan pintu.
"Nyonya" ucap Mike sambil menunduk.
"Mike tolong kamu suruh pak Max bawa makanan Xander kesini sekalian makanan buat aku dan Xavier" ucap Chloe dengan lembut.
"Pak Max sudah membawanya dari sejam yang lalu nyonya" ucap Mike sambil menunjuk paper bag yang di bawa anak buahnya.
"Oh baiklah tolong kamu bawa ke dalam" ucap Chloe.
Mike membawa paper bag berisi makanan ke dalam ruangan Xavier, selesai ia segera pamit keluar. Saat mau makan Chloe menelpon pak Max terlebih dahulu menanyakan apa betul dirinya yang membawa makanan ke sini.
"Halo selamat siang nyonya"
^^^"Halo pak Max"^^^
"Iya nyonya"
^^^"Apa pak Max yang membawa makanan kesini tadi"^^^
"Betul nyonya tadi saya titip di tuan Mike nyonya"
^^^"Oh baiklah pak Max terima kasih ya pak Max" ucap Chloe dengan tulus.^^^
"Sama-sama nyonya"
Chloe segera mematikan panggilannya dan mulai menyuapi sang anak makanan. Xander memakan makanannya dengan lahap hingga habis.
"Wah anak mommy pintar banget habisi makanannya" ucap Chloe sambil mengelap mulut sang anak yang belepotan.
Baby Xander hanya tertawa mendengar ucapan sang mommy. Selesai makan Chloe menunggu sang suami untuk makan siang bersama sambil bermain bersama dengan sang anak di karpet bawah.
Tak lama pintu ruangan Xavier terbuka dan masuklah Xavier bersama dengan Thomas. Xavier kaget melihat ruangannya yang di penuhi barang mainan sang anak.
"Sayang kamu sudah selesai meeting" ucap Chloe.
"Sepertinya aku harus membuat ruangan bermain khusus untuk anak kita" ucap Xavier menggeleng-gelengkan kepalanya.
Xavier hanya diam melihat anaknya yang bermain sambil melempar permainannya. Chloe hanya tersenyum karena tahu sang suami tidak suka ruangannya berantakan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Kamu keluarlah Thomas"
"Baik bos dan aku sudah mengirim email dari Mike tadi saat kita meeting bos"
"Heemmmm"
Thomas lalu keluar meninggalkan sang bos bersama dengan keluarganya. Xavier berjalan menuju sang istri dan anaknya, melihat Xavier yang datang Xander menjulurkan tangannya minta di gendong.
"Anak daddy udah makan belum?" tanya Xavier sambil mengendong baby Xander.
"Udah dong daddy" ucap Chloe.
"Kamu sudah makan siang sayang" ucap Xavier sambil mencium Chloe.
"Belum sayang aku tunggu kamu" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Kalau begitu ayok kita makan"
Chloe lalu menyiapkan makan siang buat keduanya. Chloe harus menyuapi sang suami karena anaknya itu tidak mau turun dari gendongan sang daddy.
Selesai makan Xavier memberikan Xander pada Chloe karena ia ingin ke kamar mandi. Habis dari kamar mandi Xavier lalu duduk di kursi kerjanya membuka email yang di kirim Thomas tadi.
Saat melihat email berisi foto Cika yang pingsan wajah Xavier seketika berubah menjadi emosi. Chloe yang melihat perubahan wajah sang suami memandangnya dengan kening berkerut.
"Apa ada masalah hubby?" tanya Chloe.
"Anak om tiriku tadi datang ke perusahaan menyamar jadi cleaning service baby" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Apa bagaimana bisa"
"Dia ketahuan ingin membersihkan lantai ruanganku sayang padahal tidak sembarang orang bisa membersihkan lantai ini" ucap Xavier sambil tersenyum sinis.
"Maksudnya sayang?" tanya Chloe penasaran.
"Di lantai ini hanya anak buahku yang bisa membersihkannya dengan di kawali oleh Albert atau Thomas langsung baby"
"Oh lalu bagaimana dengan orang itu sayang"
"Dia sudah berada di markas sayang"
"Kamu tidak memberinya hukuman seperti biasakan sayang"
"Well kita lihat saja baby" ucap Xavier tersenyum penuh arti.
"Lepaskan dia sayang kembalikan ke keluarganya dan beri mereka peringatan saja, jika mereka berbuat ulah lagi barulah kamu memberi mereka pelajaran sayang"
"Mereka tidak akan jera sebelum di beri pelajaran sayang"
"Ada kalanya kamu bertindak dengan kata-kata bukan dengan fisik hubby" ucap Chloe dengan lembut.
"Kita lihat saja sayang"
"Heemmmm"
Xavier lalu mengajak Chloe dan sang anak untuk kembali ke mansion. Sepanjang jalan menuju lobby perusahaan baby Xander terus berada di gendongan sang daddy.
Banyak karyawan yang kagum melihat keluarga kecil itu. Mereka adalah pasangan yang serasi dan harmonis di mata seluruh karyawan wesly group.
~ Mansion Xavier ~
Tiba di mansion Chloe memberikan anaknya kepada pengasuh dan mengikuti suaminya ke dalam kamar. Chloe tahu harus membagi waktu kepada anak dan suaminya.
Beruntung baby Xander mau di beri kepada sang pengasuh jika tidak ia akan kerepotan. Saat di dalam kamar Chloe melihat suaminya yang sedang membuka kemeja.
"Biar aku yang buka sayang" ucap Chloe sambil membuka kancing baju Xavier.
Xavier tersenyum bahagia melihat sang istri yang tidak melupakan dirinya. Ia akui jika awal ia berpikir jika perhatian Chloe hanya tertuju kepada sang anak saja tapi ternyata tidak.
Chloe bisa membagi waktunya untuk mengurus suami dan anaknya dengan baik. Xavier lalu mencium b***r Chloe dengan sangat lembut, Chloe mengalungkan tangannya di leher sang suami dan membalas ciuman Xavier.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Jangan ke markas hari ini sayang"
Xavier mengangkat alisnya sebelah tidak paham dengan maksud ucapan Chloe. Chloe yang tahu maksud tatapan sang suami segera menjelaskan maksudnya.
"Kamu pasti capek sayang jadi hari ini jangan ke markas dulu, istirahatlah sayang aku tidak mau suamiku sampai sakit" ucap Chloe sambil mengelus rahang Xavier.
"Iya baby"
Xavier lalu masuk ke kamar mandi setelah Chloe menyiapkan air mandi dan aroma terapi. Chloe juga memilih pakaian untuk di pakai Xavier setelah selesai mandi.
"Pak Max tolong bawakan buah ke kamar" ucap Chloe lewat interkom.
Tok.......tok......tok.......
Chloe yang mendengar pintu di ketuk segera membukanya. Pak Max lalu masuk dan menaruh buah serta minuman dingin untuk Chloe dan Xavier.
"Terima kasih pak Max" ucap Chloe.
"Sama-sama nyonya" ucap pak Max.
Pak Max lalu keluar dan melanjutkan pekerjaannya. Karena terlalu lama menunggu suaminya Chloe memilih pergi ke kamar sang anak untuk melihat baby Xander.
Di dalam kamar Xander Chloe menyuruh para pengasuh untuk keluar meninggalkan mereka berdua saja. Chloe mengajak sang anak pergi ke arena bermain yang sudah di rancang khusus untuknya.
Xavier yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum bahagia melihat sang istri sudah menyiapkan pakaian ganti untuknya.
Aku sangat bahagia memilikimu sebagai istriku baby, batin Xavier penuh syukur.
Setelah memakai pakaian Xavier berjalan menuju ke kamar sang anak, sampai di sana ia bisa mendengar suara keduanya dari ruangan bermain.
"Da da da da da" celoteh baby Xander saat melihat Xavier masuk.
"Ternyata kedua kesayangan daddy ada disini" ucap Xavier dengan senyum bahagia.
"Daddy mandinya lama jadi Xander malas nunggu" ucap Chloe menirukan suara anak kecil.
"Anak atau mommynya yang nunggu lama" ucap Xavier menaik turunkan alisnya.
"Hehehe! Mommynya juga dong daddy" ucap Chloe sambil tertawa.
Baby Xander mulai merentangkan tangannya ke Xavier. Hari ini ketiganya habiskan bermain bersama di dalam ruangan permainan Xander.
Chloe sangat bahagia melihat kedua orang yang paling di cintainya.
Aku sangat bahagia memiliki kalian berdua, batin Chloe.
~ Mansion tua Wesly ~
Reynald dan sang istri sedang menunggu kabar dari Cika anaknya. Hari ini Reynald menyuruh Cika untuk menyamar dan masuk ke perusahaan Xavier.
Tanpa ia tahu jika hari ini Xavier dan Chloe sudah pulang ke California. Sudah 2 minggu ia berusaha ingin menemui Xavier tapi tidak bisa dan kemarin ia baru mendapat kabar setelah membayar pelayan di mansion Xavier.
Dari pelayan itu dia tahu jika Xavier dan keluarganya berada di Indonesia. Dan yang lebih menguntungkan Albert tangan kanan Xavier sedang berlibur bulan madu, dan otomatis keamanan di perusahaan Wesly tidak ketat.
"Mommy dan daddy sedang apa" ucap Arnol yang bingung dengan tingkah keduanya.
"Adik kamu belum pulang juga sayang" ucap Mita dengan khawatir.
"Loh kan biasanya juga Cika pulangnya malam tumben mommy mikirin Cika" ucap Arnol dengan kening berkerut.
"Adik kamu sedang menyamar masuk ke perusahaan si berengsek itu" ucap Reynald dengan suara tegas.
"Apa" ucap Arnol dengan kaget.
"Kenapa lama sekali Cika mana belum ada kabar juga" ucap Reynald dengan frustasi.
"Kenapa daddy nyuruh Cika ke sana segala jika ia tertangkap gimana" ucap Arnol dengan suara tinggi.
Mita seketika menjadi lebih khawatir memikirkan berbagai kemungkinan. Reynald yang sudah tak berpikir jernih lagi tidak memikirkan kemungkinan yang bisa Cika dapatkan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Arnol berulang kali mencoba menghubungi Cika tapi tetap saja tidak ada jawaban. Reynald pusing memikirkan Cika dan juga kebun anggur miliknya, apa lagi pabrik kebun anggur mereka saat ini sedang mengalami krisis.
"Semoga Cika berhasil jika tidak maka tamatlah riwayat kita" ucap Reynald dengan suara tegas.
"Apa maksud daddy?" tanya Arnol penasaran.
"Kebun anggur kita butuh dana yang banyak untuk membayar pekerja dan juga perbaikan kebun anggur kita yang belum selesai" ucap Mita.
"Wait mom bukannya sebelum itu nenek sudah membayar semua pekerja dan juga perbaikan kebun anggur dad" ucap Arnol dengan kening berkerut.
Reynald memikirkan ucapan anaknya dan ia ingat sebelum sang mommy struk mereka sudah menyelesaikan masalah perkebunan. Seketika rahang Reynald mengeras memikirkan jika ia telah di tipu oleh Bram iparnya sendiri.
"Berengsek kamu Bram akan ku bunuh kamu" teriak Reynald penuh emosi.
Mita dan Arnol kaget saat mendengar teriakan Reynald. Mereka lebih di buat bingung saat mendengar ucapan Reynald yang menyebut nama Bram suami dari Rita.
Nenek Esma yang berada di dalam kamarnya mendengar semua ucapan mereka. Ia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena kondisinya yang struk dan tidak bisa berbicara lagi.
Tak lama Rita dan Sintya masuk ke dalam mansion. Melihat kedatangan Rita adiknya membuat emosi Reynald semakin tinggi.
"Dimana suami berengsek kamu Rita?" tanya Reynlad dengan suara tinggi.
"Apa maksudmu ka bukannya kamu menyuruh Bram untuk mencari donatur di kota B" ucap Rita dengan heran.
"Aku tidak pernah menyuruh si berengsek itu kemana-mana" teriak Ryenald dengan suara tinggi menggelegar di dalam mansion.
"Jaga ucapanmu ka jangan mengatai suamiku berengsek" ucap Rita dengan suara tak kalah tinggi.
"Suamimu itu penipu dan berengsek dia sudah membawa kabur uang perkebunan semuanya" bentak Reynald.
Rita dan Sintya kaget bukan main mendengar ucapan Reynald, keduanya tak menyangka jika suami dan daddynya melakukan hal yang di sebutkan oleh Reynald barusan.
Rita berlari masuk ke dalam kamar mengecek semua barang suaminya. Seketika lututnya lemas dan jatuh mendapati pakaian Bram sudah tidak ada bahkan perhiasannya juga di bawa kabur.
"Tidak" teriak Rita dengan suara kencang.
Semua berlari menuju kamar Rita dan kaget melihat isi lemari Rita yang kosong. Bahkan kotak perhiasannya kosong terbuang di lantai, Sintya memeluk sang mommy yang sudah menangis histeris.
Reynald karena emosi ia melampiaskan amarahnya dengan mambanting semua benda. Hari itu adalah hari kejatuhan keluarga nenek Esma dan itu balasan setimpal untuk mereka yang haus harta.
Tak lama Reynald keluar pergi dari mansion untuk menenangkan diri. Sintya hanya bisa menenangkan sang mommy meski hatinya sakit mengetahui perbuatan sang daddy.
Di dalam kamar air mata nenek Esma jatuh karena memikirkan nasip keluarganya. Kali ini ia akui jika ini adalah karma untuk semua perbuatannya selama ini.
"Aku sudah tidak sanggup lagi menjalani semua ini" batin nenek Esma sambil menutup mata.
Semua keluarga tidak mengetahui jika nenek Esma baru saja menghembuskan napasnya terakhir. Pelayan yang bertugas mengurus nenek Esma seketika berteriak mendapati tubuh nenek Esma yang sudah terbujur kaku.
Isak tangis pilu kehilangan nenek Esma bergema di dalam mansion. Sintya akui ini adalah balasan setimpal untuk semua perbuatan keluarganya selama ini.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Berita tentang kematian nenek Esma yang dikenali sebagai nyonya besar Wesly seketika tersebar di media. Thomas yang membaca berita tersebut segera memberitahu kepada sang bos.
"Lepaskan anak si sialan itu karena ini pelajaran untuk mereka" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Baik bos" ucap Thomas.
Thomas lalu menyuruh Ken untuk mengirimkan Cika ke mansion tua wesly. Xavier berdiri di balkon lantai dua melihat hamparan bunga di depannya dengan pikiran berkecamuk.
Ia sangat sakit hati mengetahui semua kelakuan nenek Esma kepada kakek dan kedua orang tuanya. Meski begitu nenek Esma masih tetap nenek kandungnya.
"Aku akan melihat kepergianmu untuk terakhir kali" ucap Xavier dengan suara pelan.
Chloe yang membaca berita barusan menatap suaminya dengan sedih. Ia lalu berjalan menuju ke arah Xavier dan memeluk suaminya dari belakang.
"Ini semua sudah takdir nenek kamu hubby, meski ia jahat tapi ia tetaplah nenek kamu sayang" ucap Chloe dengan suara lembut.
"Ya aku tahu sayang" ucap Xavier dengan suara dingin.
Chloe lalu berjalan ke samping suaminya dan berdiri di samping Xavier. Xavier meraih pinggang sang istri dan memeluknya dengan sangat erat.
"Hadirlah di pemakaman nenek Esma untuk terakhir kali sayang" ucap Chloe dengan lembut.
"Heeemmmm! Kamu temani aku besok sayang"
"Iya sayang"
Xavier tersenyum hangat dan mencium kening Chloe dengan penuh cinta.
Daddy mommy dendam kalian kepada orang itu sudah terbayar dengan kematiannya, batin Xavier.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€