Heartless

Heartless
Episode 159



🌻Terkadang kamu harus tetap merindukan mereka di masa lalumu tapi jangan pernah berpikir untuk kembali lagi kesana karena masa lalu itu hanya untuk dikenang saja🌻


.


.


.


.


Setelah membersihkan diri dan membahas beberapa hal penting diruang kerjanya, Xavier, Albert, dan Thomas segera berlalu menuju ke rumah sakit Wesly. Sampai di bawah Xavier ingat jika sang istri sangat menyukai buah stroberi.


"Ambilkan beberapa kotak stroberi" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik tuan" ucap pak Max.


Ia segera menuju dapur dan mengambil 4 kotak stroberi lalu memasukannya ke plastik. Thomas menerima plastik tersebut lalu pergi ke depan menyusul Xavier dan Albert.


Ketiganya segera berangkat ke rumah sakit Wesly. Saat sampai di lantai kamar Chloe semua pengawal menunduk memberi hormat kepada bos mereka serta orang kepercayaannya.


"Bagaimana kondisi Kevin?" tanya Xavier.


"Kevin sudah agak mendingan bos" ucap Albert.


"Heemmm"


Ketiganya langsung masuk ke dalam kamar nginap Chloe mengagetkan Chloe dan Mira yang sedang bercanda. Chloe tersenyum melihat kedatangan suaminya tapi berbeda dengan Mira.


Mira menunduk takut melihat tatapan tajam dari Xavier dan bahkan jantungnya berdetak dengan cepat saat matanya melihat mata tajam Albert. Thomas lalu menyimpan stroberi di kulkas dalam kamar itu.


"Apa itu sayang?" tanya Chloe penasaran.


"Stroberi untukmu sayang"


"Yang benar sayang" ucap Chloe dengan riang.


"Heemmmm"


Chloe sangat bahagia mendengar perkataan Xavier. Albert dan lainnya segera pamit undur diri meninggalkan pasangan suami istri itu.


Chloe yang bingung sahabatnya malam ini akan menginap dimana segera bertanya kepada sang suami.


"Sayang malam ini Mira akan nginap dimana?" tanya Chloe.


"Nanti diurus oleh Albert baby"


"Kenapa tidak di mansion aja sayang"


"Aku tidak suka ada orang lain yang nginap di tempat pribadi aku baby" ucap Xavier dengan tegas.


"Tapi sayang" ucap Chloe yang langsung dipotong Xavier.


"Albert tahu apa yang harus dia lakukan sayang" ucap Xavier dengan tatapan dingin.


"Iya sayang"


Chloe lalu menyuruh Xavier untuk berbaring di dekatnya karena ingin mencium bau tubuh sang suami. Xavier segera naik ke atas brankar Chloe dan memeluk sang istri dengan erat.


"Sayang"


"Heemmmm"


"Apa kamu tidak mau menceritakan apa yang hari ini kamu lakukan" ucap Chloe.


Xavier segera menarik napasnya dalam karena tahu jika istrinya mempunyai perasaan jika ia melakukan suatu hal di belakangnya.


"Maaf sayang aku tadi sudah berbohong sama kamu" ucap Xavier dengan suara tulus.


Bukannya marah tapi Chloe tersenyum manis sambil mengelus kepala sang suami. Seakan memberitahunya untuk menceritakan yang sebenarnya.


"Aku hari ini tidak ke perusahaan tapi pergi ke mansion lebih tepatnya ke paviliun belakang" ucap Xavier dengan wajah datar.


"Memangnya ada apa disana sayang" ucap Chloe dengan bingung.


"Aku memberi hukuman kepada kedua orang yang sudah mencelakai istriku hingga seperti ini" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Melihat tatapan suaminya yang sangat emosi ia tahu jika Xavier sudah memberi hukuman yang sangat berat kepada dua orang tersebut.


Tunggu dua orang memangnya siapa satunya, batin Chloe dengan bingung.


"Sayang siapa satunya?" tanya Chloe penasaran.


"Adam Rosemary" ucap Xavier dengan emosi.


"Apa yang benar sayang" ucap Chloe dengan kaget.


"You know what i said baby" (kamu tahu apa yang aku katakan sayang) ucap Xavier dengan datar.


"Apa yang kamu lakukan sayang kepada mereka"


"Uhmm! Sedikit pelajaran dan aku juga menyuntik racun ke tubuh Adam"


"Racun jenis apa sayang?" tanya Chloe dengan wajah bingung.


"Racun itu adalah racun yang biasa aku pakai untuk musuh-musuhku dan penawarnya hanya ada di tangan aku sayang"


"Bagaimana kerjanya racun itu baby"


"Penderita akan mengalami delusi dalam tidurnya tentang rasa sakit di bunuh dan membuat penderita tidak bisa tidur setiap malam, bahkan pada saat racun itu bereaksi orang tersebut akan mengeluarkan da**h dari mata, hidung, dan telinga"


Chloe bergidik ngeri mendengar penjelasan dari sang suami. Ia tak menyangka jika Xavier akan memberikan racun seperti itu kepada Adam Rosemary.


"Apa itu tidak berlebihan sayang" ucap Chloe yang masih ada rasa kasian kepada Adam.


"Itu pantas buat orang yang sudah membuat milikku seperti ini dan aku masih ingat dengan jelas saat kamu di usir waktu masih di mansion Rosemary sayang" ucap Xavier dengan tatapan dingin.


"Kamu hanya memberinya racun saja kan sayang"


"Hehehehe! Dengan sedikit cindera mata di tubuhnya sayang" ucap Xavier sambil terkekeh.


"Maksudnya sayang"


"Aku me******i kulit lengannya sayang dan menca***knya sayang" ucap Xavier dengan santai.


"Apa" teriak Chloe dengan kaget.


"Kenapa sayang"


"Kamu sangat kejam sayang" ucap Chloe dengan tatapan ngeri.


"Itu karena mereka sudah mengusik milik aku sayang dan aku akui aku orangnya sangat kejam kepada musuh aku" ucap Xavier jujur.


"Jangan lagi berbuat seperti itu sayang"


"Aku tidak janji sayang" ucap Xavier berlalu ke kamar mandi.


Chloe melihat sang suami seperti ada yang ditutupi oleh suaminya itu tapi tidak tahu itu apa.


Apa kamu itu seorang mafia sayang, batin Chloe.


"Aku harus mencari tahu hal tersebut" gumam Chloe dengan pelan.


~ Mansion Rosemary ~


Tepat pukul 19:00 malam semua keluarga Rosemary sedang berkumpul di mansion Adam. Mereka membahas tentang masalah perusahaan saat ini dan juga rapat pemegang saham besok pagi.


"Apa sudah ada petunjuk tentang Adam" ucap Alan dengan emosi.


"Belum daddy" ucap Aldo.


"Biarkan saja daddy aku sudah sangat membenci dia" ucap Laura dengan emosi.


Queen dan mama Laura memeluk tubuh Laura menenangkan dirinya yang saat ini sangat terguncang. Papa dan mama Kenan juga berada disana tak lupa Tasya dan mamanya juga.


Tak lama sang satpam masuk dan mengagetkan semuanya, ia berjalan dengan cepat menuju Laura sebagai nyonya di mansion ini.


"Maaf nyonya tapi di luar ada paket untuk nyonya" ucap sang satpam.


"Paket apa dan dari mana" ucap Laura dengan bingung.


"Kurang tahu nyonya tapi tadi kata si kurir paket itu buat nyonya" ucap si satpam dengan gugup.


"Bawa masuk paketnya kesini" ucap Alan dengan tegas.


"Baik tuan besar"


Satpam lalu keluar dan meminta 3 pengawal untuk membantunya membawa paket tersebut ke dalam. Mereka berempat mengangkat paket tersebut dengan hati-hati.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat keempatnya masuk Alan dan lainnya bingung melihat kotak yang sangat besar itu. Semuanya penasaran melihat kotak yang berbentuk kotak hadiah dengan ukuran sangat besar.


"Woow! Kotaknya gede banget" ucap Tasya.


"Apa kamu memesan sesuatu Laura?" tanya Lidia.


"Ngak mommy" jawab Laura sambil menggelengkan kepala.


Steven dan papa Kenan lalu membuka kotak hadiah tersebut. Saat dibuka seketika isinya langsung jatuh keluar mengagetkan semuanya.


"Daddy" teriak Steven dan Queen dengan kaget.


"Adam" ucap Laura dengan kaget.


Lidia dan lainnya menutup mulut melihat keadaan Adam yang sangat mengenaskan saat ini. Aldo dan papa Kenan segera mengangkat tubuh Adam ke kamarnya dengan hati-hati.


Alan mengepal tangannya melihat kondisi putra sulungnya yang seperti ini. Ia berpikir jika ini adalah ulah musuh mereka dan orang yang sama yang menyebarkan foto aib milik Adam.


"Akan ku bunuh siapa pun yang sudah menganggu keluargaku" gumam Alan dengan emosi.


Papa Kenan merobek baju dan celana milik kakak iparnya. Saat itu ia dan Laura serta lainnya kaget melihat tubuh Adam yang penuh dengan luka tusukan dan bahkan ku**t lengannya sampai tidak ada lagi.


"Siapa yang sudah melakukan semuanya ini........hiks hiks" ucap Lidia sambil menangis dalam pelukan sang suami.


Aurel memeluk Queen yang sedari tadi menangis melihat kondisi sang daddy. Papa Kenan segera membersihkan dan mengobati luka di sekujur tubuh Adam. Selesai mereka semua keluar meninggalkan Laura, Lidia, dan Queen di dalam sana.


"Mommy kenapa daddy seperti ini" ucap Queen.


"Mommy ngak tahu princess" ucap Laura sambil berderai air mata.


Di ruang keluarga Alan segera menyuruh Aldo dan Steven untuk mengecek cctv mansion mencari tahu siapa yang mengirim paket berisi tubuh Adam. Sesaat mereka kembali dengan raut muka kusut.


"Bagaimana?" tanya Alan.


"Orang yang turun memakai masker dan topi menutup mukanya kek" ucap Steven.


"No plat mobil yang mereka gunakan juga palsu" ucap Aldo setelah menerima informasi dari temannya.


"Sial! Siapa yang berani melakukan semuanya ini" ucap Alan dengan emosi.


"Apa ini semua ulah Chloe kek" ucap Steven.


"Apa maksud kamu" ucap Alan.


Steven lalu menceritakan apa yang terjadi sebelum Adam menghilang kemarin. Papa dan mama Kenan yang mendengar hal tersebut seketika kaget tidak menyangka jika keluarganya akan tega melakukan semuanya itu.


"Daddy kenapa tega ngelakuin hal itu sama Chloe!" bentak Ani mamanya Kenan.


"Tutup mulutmu Ani ini urusan daddy dan sudah sepantasnya anak pembunuh itu diperlakukan seperti itu" ucap Alan dengan emosi.


"Daddy sadar ngak sih jika selama 5 tahun terakhir daddy sudah membuat hidup Chloe menderita apa kalian semua tidak punya hati" teriak Ani dengan emosi.


Plak..........


Bunyi tamparan menggema di ruang keluarga, semuanya tidak menyangka jika Alan akan menampar putri satu-satunya. Papa Kenan segera bangun dan membawa sang istri ke pelukannya.


"Aku benci daddy dan kalian semua" teriak Ani.


Keduanya lalu berlalu pergi meninggalkan mansion Adam dengan sakit hati dan kecewa. Semua yang berada di dalam ruang keluarga diam tidak mengatakan sepatah kata pun.


"Apa yang terjadi kenapa ribut sekali" ucap Lidia yang baru keluar dari kamar Laura.


Semua hanya diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun. Steven melihat neneknya dan menggelengkan kepala agar tidak bertanya dulu saat ini.


Alan menatap istrinya dengan tatapan tajam dan masih sangat emosi. Lidia yang melihat hal tersebut segera duduk di samping suaminya ingin mengetahui perihal yang terjadi.


"Aku menampar Ani" ucap Alan dengan emosi.


"Memangnya kenapa dad?" tanya Lidia penasaran.


"Ani marah karena mengetahui rencana kita mommy untuk membunuh Chloe" ucap Aldo.


"Huh! Biar nanti mommy yang ngomong sama dia" ucap Lidia.


Semuanya mengangguk kepala tanda mengerti, Alan lalu menyuruh Steven dan Aldo untuk mempersiapkan semua bahan untuk rapat besok.


~ Rumah Sakit Kota ~


Di salah satu ruangan ICU seorang pemuda mengerakkan tangannya dan membuka matanya perlahan-lahan. Cahaya terang langsung menyambutnya ketika mata itu terbuka.


Selama 3 bulan koma malam ini keajaiban terjadi, sang ibu yang baru masuk segera berteriak memanggil dokter saat melihat mata putra tunggalnya terbuka.


"Ma" ucap Henki dengan suara lemah.


"Sayang syukurlah kamu sudah sadar" ucap Ria mamanya dengan bahagia.


"A...i...r" ucap Henki dengan suara parau karena tenggorokannya terasa sangat kering.


Mamanya segera memberi air kepada Henki untuk diminum. Tak lama dokter dan suster masuk ke dalam untuk mengecek kondisi Henki pasca siuman.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Gimana keadaan anak saya dok?" tanya Ria.


"Anak ibu sudah melewati masa kritisnya, kondisinya sudah mulai stabil dan tinggal menunggu pemulihan saja" ucap sang dokter.


"Terima kasih dok terima kasih" ucap Ria dengan penuh syukur.


"Sama-sama nyonya ini semua karena keajaiban Tuhan" ucap sang dokter.


"Iya dok" ucap Ria.


Dokter lalu pergi keluar setelah mengecek kondisi Henki, tak lama Henki lalu di bawa menuju ke ruang nginap setelah semua alat penunjang ditubuhnya di lepaskan.


Herman Baskoro masuk ke dalam ruang rawat sang anak setelah mendapat kabar dari sang istri. Henki melihat papanya dengan senyuman lemah saat papanya masuk.


"Pa" ucap Henki dengan lemah.


"Syukurlah kamu sudah siuman nak" ucap Herman dengan senang.


"Iya pa"


"Istirahatlah papa yakin kamu masih sangat lemah" ucap Henki dengan raut senang.


"Iya pa"


Tak lama Henki kembali tertidur karena merasa tubuhnya masih sangat lemah. Papa dan mama Henki terus bersyukur karena anaknya sudah siuman.


"Pa apa papa sudah mengetahui siapa dalang dibalik kecelakaan Henki" ucap Ria.


"Belum ma tapi sang sopir sudah ditangkap" ucap Herman.


"Apa ini murni kecelakaan atau ada orang yang ingin mencelakai anak kita pa"


"Kita tunggu informasi dari polisi saja ya ma" ucap Herman.


"Iya pa" ucap Ria.


Herman tidak memberitahu sang istri mengenai dalang dibalik kecelakaan anaknya karena ia harus bertanya dulu kepada sang anak.


Papa tunggu penjelasan kamu nak, batin Herman.


~ Puri Orchid apartment ~


Mira masuk ke dalam apartemen Albert yang berada satu lantai dengan apartemen Thomas dan Kevin. Di lantai itu hanya ada 4 apartemen saja khusus mereka bertiga dan 1 lagi mereka tak tahu.


"Kenapa aku dibawa kesini" ucap Mira dengan tubuh gemetar ketakutan.


Bukannya menjawab pertanyaan sang kekasih Albert malah memeluk tubuh Mira dengan erat. Mira yang merasa nyaman dan hangat di pelukan Albert segera membalas pelukan dari Albert.


"I miss you honey" (aku kangen sama kamu sayang) ucap Albert dengan suara lembut.


Mira yang baru pertama kali mendengar suara lembut Albert seketika terkejut, ia merasa sangat terpesona mendengar suara lembut itu.


Albert melepaskan pelukannya dan mencium bi**r Mira dengan lembut. Mira yang terbawa suasana segera membalas ciuman tersebut.


Albert terus mencium dan men****t b***r Mira dengan sangat kasar dan menuntut. Mira yang tak bisa mengimbangi ciuman Albert hanya pasrah saja.


Albert membawa Mira ke atas sofa dan kembali berciuman disana. Tak lama handphonenya berbunyi menginterupsi kegiatan keduanya, ia mengeram kesal menahan emosi karena diganggu.


^^^"Hemmmm" deham Albert dengan suara emosi.^^^


"Maaf bos saya mau melaporkan perihal nenek Esma bos"


^^^"Katakan"^^^


"Nenek tua itu bekerja sama dengan mafia asal Italia untuk menghancurkan bos besar"


^^^"Bagaimana bisa dan dari mana nenek tua itu mengenal mafia itu!" bentak Albert dengan emosi.^^^


Mira seketika kaget mendengar bentakan Albert, ia ingin turun dari pangkuan Albert tapi Albert menahan pinggang Mira dan berkata lewat tatapannya untuk tidak turun.


"Nenek tua itu menjodohkan cucunya dengan mafia itu bos"


^^^"Cih! Dasar perempuan tua serakah"^^^


"Saya sudah mengirimkan email tentang mafia itu bos"


^^^"Heemmm"^^^


Albert segera mematikan panggilannya sepihak lalu membuka iPad diatas meja depan sofa. Ia tersenyum sinis melihat nama mafia Italia tersebut.


"Hahaha! Apa mereka tak tahu jika orang ini adalah anak buah bos" ucap Albert sambil tersenyum sinis.


Mira yang melihat senyuman Albert seketika merinding takut, Albert yang mengetahui sang kekasih ketakutan segera menatapnya dengan tatapan tajam.


Ia mengelus pipi Mira dengan lembut dan menciumnya kembali. Mira hanya pasrah saja dicium oleh Albert karena takut di beri hukuman.


"Jangan takut honey aku tidak akan menyakitimu jika kamu tidak bersalah" bisik Albert dengan lembut.


"Iya Albert" ucap Mira dengan wajah merah padam.


"You are mine honey" (kamu milikku sayang) ucap Albert dengan tatapan tajam ke Mira.


...❄❄❄❄❄...


To be continue................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀