
π»Kebaikanmu ibarat sebuah permen setelah dimakan maka sudah tidak ada lagi tapi keburukanmu seperti luka di tubuhmu yang akan selalu ada bekasnyaπ»
.
.
.
.
Xavier menatap tajam Albert dan Thomas yang ada di hadapannya. Keduanya diam tidak tahu apa yang sudah diperbuat mereka sehingga membuat bos mereka emosi saat ini.
"Apa ini cara kalian mengawal istriku!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Xavier" gumam Chloe yang merasa terganggu.
Xavier kaget karena melupakan sang istri yang tertidur di pangkuannya karena emosi. Xavier mengecup kening Chloe dan mengelus punggungnya agar kembali tertidur.
Melihat sang istri yang sudah terlelap kembali Xavier perlahan-lahan mengangkat Chloe membawanya ke kamar pribadi Xavier di ruang kerjanya. Albert dan Thomas sedikit lega karena sang bos tidak emosi lagi.
"Kayaknya cuma sebentar saja deh redanya" ucap Thomas.
"Heeemm! Siapkan dirimu untuk kemarahan yang sebenarnya" ucap Albert dengan wajah datar.
Thomas menelan salivanya dengan kasar mendengar perkataan Albert. Ia melihat ke kamar Xavier berharap agar bosnya tidak kembali lagi tapi harapannya seketika putus melihat Xavier yang sudah berjalan kembali ke kursi kebesarannya dengan wajah emosi.
"Apa kalian bisa jelaskan mengenai mobil ini" ucap Xavier menunjukan sebuah mobil chevrolet biru yang terparkir di depan pintu masuk ke perusahaannya.
"Ini maksudnya bos?" tanya Albert dengan bingung.
"Istriku memberitahu jika ia merasa dibuntuti dari kampus" jawab Xavier dengan suara dingin.
"Akan aku cek sekarang bos" ucap Thomas dengan cepat.
Thomas segera membuka laptopnya di sofa dan mulai berkutat dengan laptopnya. Tak lama ia menunjukan rekaman cctv di sekitar kampus dan jalan menuju ke perusahaan.
"Benar dugaan nyonya bos mobil ini mengikuti nyonya dari kampus" ucap Thomas.
"Siapa pemilik mobil ini?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.
"Mobil ini tidak terdaftar bos bahkan platnya palsu bos" jawab Thomas.
"Sepertinya mereka sudah merencanakan bos dan mereka tahu jika kita akan melacak mobil yang mereka pakai" ucap Albert dengan dingin.
"Heeemmm"
"Sepertinya mereka membuat sedikit kesalahan bos" ucap Thomas sambil tersenyum sinis.
Thomas menunjukan laptopnya yang berisi wajah salah satu orang di dalam mobil tersebut. Xavier seketika tertawa sinis karena bisa mendapat kesalahan kecil dari musuhnya.
"Albert kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" ucap Xavier dengan senyuman sinis di wajahnya.
"I know bos"
Albert segera berjalan keluar untuk melacak wajah orang tersebut. Thomas lalu mencari data orang tersebut untuk memudahkan pekerjaan Albert.
"Bos dapat identitasnya" ucap Thomas dengan wajah penuh senyum.
"Heeeemmm" deham Xavier datar.
"Dia seorang preman jalanan bernama Zach dan mempunyai satu orang anak berumur 5 tahun istrinya tidak tahu mengenai pekerjaan asli suaminya yang ia tahu ia bekerja sebagai sales di salah satu kantor penyedia layanan jasa di California bos dan mereka tinggal di perumahan xxx di pinggir kota" papar Thomas menjelaskan.
"Kirim datanya ke Albert dan bawa berengsek itu ke markas" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Baik bos"
"Thomas awasi semua perusahaan cabang terlebih di Indonesia karena sebentar lagi istriku pasti akan meminta pulang ke Indonesia" ucap Xavier dengan tegas.
"Siap bos"
"Heeeeemmm"
Thomas pun berlalu pergi meninggalkan Xavier sendiri di ruangannya. Xavier bangun dan melihat suasana jalanan California saat siang hari.
Xavier menekan interkom ke sekretarisnya agar tidak mengganggunya selama 2 jam ke depan. Selepas itu dirinya masuk ke dalam kamar khususnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier tersenyum hangat melihat Chloe yang tertidur pulas. Ia sangat bahagia karena sudah memiliki pujaan hatinya di sisinya sekarang.
"Aku akan melindungi kamu sampai maut memisahkan kita baby" ucap Xavier dengan lembut dan mencium kening Chloe.
Keduanya saling memeluk dan tertidur sejenak melepas lelah. Albert saat ini sedang menelpon anak buahnya untuk menangkap orang yang membuntuti Chloe.
^^^"Tangkap orang itu dan bawa ke markas"^^^
"Siap bos"
^^^"Ingat jangan sampai ada yang tahu dan lakukan dengan bersih"^^^
"Baik bos"
^^^"Awasi keluarganya agar tidak curiga"^^^
"Siap bos"
^^^"Heeemmmm"^^^
Albert menaruh hpnya dan kemudian memesan makan siang untuknya karena dia tahu Xavier akan lama jika Chloe sedang bersama dirinya.
"Hah! Banyak yang harus aku selesaikan hari ini" ucap Albert yang melihat setumpuk berkas di depannya.
Di sebuah mansion mewah saat ini nenek Esma sedang berbicara dengan anak laki-lakinya.
"Bagaimana rencana kita apa sudah bisa di jalankan?" tanya nenek Esma.
"Sebentar lagi mommy kita harus menunggu waktu yang pas karena pengawalannya sangat ketat" ucap Reynald.
"Cih! Gadis ja***g itu apa hebatnya sih sampai harus di kawal ketat" cibir nenek Esma dengan kesal.
"Mommy harus sabar karena semuanya ini kita harus lakukan dengan rapi jangan sampai ketahuan sebelum kita memulai"
"Benar juga apalagi anak sialan itu IQnya sangat tinggi dan pasti ia akan tahu"
"Maka dari itu mom kita harus memikirkan matang-matang sebelum bertindak" ucap Reynald dengan senyuman sinis diwajahnya.
"Mommy serahkan semuanya ke kamu karena mommy tahu kamu yang pantas melakukan semua ini" ucap nenek Esma dengan tatapan tajam.
"Iya mommy"
Nenek Esma tersenyum sinis membayangkan kehancuran Xavier sebentar lagi.
Aku akan membuatmu hancur di mulai dari orang-orang terdekatmu, batin nenek Esma dengan emosi.
~ Wesly Group ~
Chloe terbangun tepat pukul 14:00 siang, ia merasa sangat lapar sehingga terbangun. Saat membuka matanya Chloe tersenyum hangat melihat wajah sang suami di dekatnya.
"Hubby" ucap Chloe dengan lembut sambil mengusap pipi Xavier.
Xavier membuka matanya mendengar suara lembut sang istri yang memanggilnya.
"Katakan sekali lagi baby" ucap Xavier dengan senyum manis.
"Hubby" ucap Chloe dengan lembut.
"Aku suka saat kamu memanggil ku seperti itu" ucap Xavier sambil mengeratkan pelukannya.
Xavier mencium bi**r Chloe dengan lembut dan Chloe juga membalas ciuman Xavier dengan lembut. Xavier yang awalnya mencium dengan lembut berubah kasar dan menuntut.
Chloe yang tahu suaminya sudah terbakar gairah seketika menghentikan ciuman mereka sebelum terlalu jauh.
"Jangan sampai lanjut ke tahap selanjutnya sayang, ingat janji kamu"
"Apa kita tidak bisa melakukannya sekarang baby" ucap Xavier dengan suara serak menahan gairahnya.
"Tahan ya sayang" ucap Chloe dengan lembut.
"Heeemmmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier kemudian beranjak menuju kamar mandi menuntaskan gairahnya. Chloe yang melihat hal itu merasa kasian karena belum melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Sayang sebentar lagi aku akan menyelesaikan kuliahku jadi kamu bersabar ya" gumam Chloe dengan pelan sambil melihat arah pintu kamar mandi.
Chloe segera bangun dan merapikan dirinya serta ranjang. Xavier keluar dengan hanya memakai handuk di pinggangnya menutup area privasinya.
Melihat hal itu muka Chloe menjadi merah padam karena terpesona dengan perut kotak-kotak milik suaminya. Xavier merasa geli dan ingin tertawa melihat wajah sang istri yang merah padam tapi dirinya tahan agar sang istri jangan malu kedapatan melihat tubuhnya.
Selesai memakai baju keduanya langsung menikmati makan siang yang sudah dipesan oleh Albert. Chloe kemudian pulang lebih dulu karena ingin mempersiapkan ujiannya besok.
Tepat saat kepulangan Chloe Albert masuk dan memberitahu jika orang tersebut sudah dibawa ke markas.
"Sebentar pulang dari perusahaan kita ke sana" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos"
Xavier dan Albert segera menuju ke ruang rapat untuk membahas proyek perusahaan mereka. Sampai disana semua jajaran direktur bangun menyambut kedatangannya.
"Rapat kita mulai" ucap Albert saat Xavier sudah duduk di kursinya.
Direktur pemasaran segera berdiri dan melakukan presentasinya. Saat ditengah meeting Xavier bertanya dengan suara tegas.
"Berapa banyak unit apartemen yang sudah terjual"
"Saat ini total 2789 unit yang sudah disewa tuan sisa 500 unit yang masih kosong"
"Apa sampai akhir tahun semua unit bisa sold out?" tanya Xavier dengan cepat.
"Heemm! Usahakan bulan depan semuanya sudah harus selesai"
"Baik tuan"
"Untuk interior dan keamanan lebih diperhatikan serta kebersihan setiap lantai" ucap Xavier dengan tegas.
"Siap tuan"
"Bagaimana dengan bisnis minyak dengan perusahaan Malik"
"Semuanya berjalan dengan lancar tuan tinggal kita melakukan pengecekan langsung ke tambang minyaknya"
"Wakil direktur yang akan memeriksanya ke sana dan jangan lupa bawakan laporan detailnya padaku" titah Xavier.
"Siap tuan" ucap Richard Kylie sebagai wakil direktur di perusahaan wesly.
Ruang rapat terasa mencekam saat Xavier memimpin rapat tersebut. Ketegasan dan aura mengintimidasinya menguar mengelilingi ruangan rapat tersebut.
Chloe yang sudah sampai mansion segera membersihkan diri dan menyiapkan berkas laporan dan bahan presentasinya untuk sidang besok.
"Pak Max tolong bawakan mocha float hangat untukku" ucap Chloe yang saat ini sedang berada di perpustakaan mansion.
"Baik nyonya"
Chloe awalnya risih dipanggil seperti itu dan meminta mereka memanggil dengan namanya saja tapi semuanya tidak mau karena itu sudah menjadi perintah dari suaminya.
MyHubbyβ€
"Hubby pulang tolong belikan aku blackforest di Arian cake ya babyππ"
Pesan sudah terkirim tak lama Xavier menjawab pesannya.
MyHubbyβ€
"Aku pulang malam baby nanti aku suruh pengawal untuk membelikannya"
^^^"Oke hubby makasih semangat buat kerjanya"^^^
"Iya sayang i love you baby"
^^^"Love you too sayang"^^^
Chloe langsung menyimpan kembali handphonenya dan mempelajari bahan materinya untuk besok. Tak lama pak Max datang membawa mocha float dan blackforest cake.
"Nyonya ini pesanannya" ucap pak Max.
"Oh makasih pak Max"
"Ini kue yang dibawa pengawal katanya disuruh tuan"
"Iya pak Max tadi aku yang minta nanti sisanya pak Max tolong bagi-bagi ke pelayan ya"
"Tidak usah nyonya"
"Sudah pak Max ambil saja lagian Xavier belinya kebanyakan tidak mungkin habis kan kalau aku makan sendiri" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Baik nyonya terima kasih" ucap pak Max.
Pak Max segera membagikan kue blackforest kepada para pelayan dan koki sesuai perintah Chloe. Pak Max sangat bersyukur karena Xavier mendapat istri yang baik hati dan tidak memandang orang dari status sosialnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa hari ini adalah hari ujian sidang skripsi Chloe. Sedari pagi dirinya sangat gugup beruntung ada sang suami yang menenangkannya.
Chloe saat ini tengah melakukan ujian di dalam ruangan ujian bersama para penguji dan dosen pembimbingnya. Xavier menonton sang istri dari layar komputer di ruangan rektor bersama dengan Albert dan anak buahnya.
Xavier tersenyum bahagia melihat sang istri yang lulus ujian sidang dengan hasil yang memuaskan.
"Suruh Chloe datang ke ruang rektor" perintah Xavier dengan tegas.
"Baik bos"
Chloe yang keluar dari ruang ujian langsung di peluk oleh Mira dan Jeni dengan erat.
"Selamat Chloe kamu memang terbaik" ucap keduanya dengan serentak.
"Thank you both of you" ucap Chloe.
"Chloe selamat ya udah dapat gelar duluan" ucap Julian.
"Thanks ya Julian"
Chloe tersenyum bahagia karena sudah berhasil melewati ujiannya dengan baik. Ia mengedarkan pandangan mencari sang suami tapi ternyata tidak ada.
Mungkin Xavier sibuk makanya tidak datang, batin Chloe yang merasa sedih.
"Maaf nyonya tapi anda di panggil ke ruangan rektor" ucap sang pengawal.
"Oh iya makasih" ucap Chloe dengan raut sedih.
"Iya sama-sama nyonya"
Karena masih sedih ia tidak menyadari jika yang memberitahukannya untuk ke ruangan rektor adalah pengawal dari sang suami, karena hanya mereka yang memanggil dirinya dengan sebutan nyonya. Chloe berpamitan ke sahabatnya untuk menghadap rektor dulu.
Saat tiba di ruangan rektor Chloe mengetuknya dan dibalas dengan suara masuk dari dalam. Saat membuka pintu dan masuk kedalam Chloe seketika kaget melihat sang suami yang berdiri sambil memegang buket bunga sambil tersenyum manis.
"Congratulation my wife i'm so proud of you" ucap Xavier dengan lembut.
Chloe berlari dan langsung memeluk Xavier dengan erat. Air matanya mengalir merasa sangat bahagia karena ternyata suaminya datang menyemangati dirinya.
"Hey baby kenapa menangis! Heem" ucap Xavier dengan lembut.
"Aku kira kamu tidak akan datang sayang" ucap Chloe sesegukan.
"Tidak mungkin aku melewatkan hari penting istriku sendiri aku ingin menunggumu disana tapi kamu pasti tidak ingin satu kampus geger karena kehadiranku sayang meski aku tidak keberatan sih" ucap Xavier.
"Thank you hubby sudah datang ke ujian ku" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Apapun akan aku lakukan untukmu sayang" ucap Xavier sambil mengecup kening Chloe dengan lembut.
"Iya sayang"
Chloe memeluk Xavier dengan perasaan bahagia dan ia sangat senang karena sudah bisa melewati ujiannya dengan baik. Setelah itu mereka kemudian bergegas ke restoran untuk merayakannya.
~ Kenzo resto ~
Sampai di Kenzo resto semuanya gugup karena duduk bersama dengan Xavier dan Albert meski di ruang VIP. Julian yang baru pertama kali duduk bersama dengan Xavier mendadak grogi.
"Ayo kita makan sepuasnya" ucap Chloe dengan senang.
Mira dan Jeni langsung saja makan karena sudah tergoda dengan makanan enak di depan mereka. Julian hanya mengambil makanan yang ingin dimakannya karena sudah terbiasa untuknya.
Berbeda dengan mereka berempat Xavier dan Albert malah membahas tentang meeting yang akan mereka lakukan 1 jam lagi.
"Sayang ada apa?" tanya Chloe yang melihat Xavier terus mengecek jamnya.
"Aku ada meeting 1 jam lagi sayang tapi aku tidak ingin meninggalkanmu sendiri disini baby" ucap Xavier dengan lembut.
"Pergilah sayang lagi pula ada pengawal disini dan ada mereka juga yang bersama-sama denganku" ucap Chloe dengan lembut sambil menunjuk ke arah Mira dan Jeni.
Melihat hal itu Xavier seperti berat meninggalkan sang istri tapi karena dibujuk oleh Chloe akhirnya dirinya pergi bersama dengan Albert. Xavier mengecup kening dan bibir Chloe di depan semuanya tanpa malu dan langsung pergi.
Muka Chloe sangat panas saat ketiga sahabatnya menggoda dirinya.
"Udah deh jangan digoda terus" ucap Chloe dengan cemberut.
"Hehehe! Iya deh" ucap Mira sambil cekikan.
Ketiganya segera melahap makanan yang sudah ada, tak lupa Chloe memberitahu para pengawalnya untuk makan juga karena makanan yang dipesan Xavier sangat banyak.
Para pengawal langsung menerimanya dengan senang hati karena kapan lagi bisa makan di restoran bintang lima.
Selepas makan Chloe beranjak ke toilet awalnya ia akan ditemani oleh pengawal tapi ia menolak karena hanya ke kamar mandi saja.
Mike yang takut ada hal yang akan terjadi dengan sang nyonya mengikuti Chloe tanpa sepengetahuannya takut terjadi sesuatu.
Hampir sampai di toilet Mike melihat 2 orang berbadan besar dan memakai masker memapah tubuh Chloe seperti karung beras karena ia sudah pingsan.
"Hey kalian lepaskan nyonya Chloe" teriak Mike.
Kedua orang tersebut langsung berlari dengan kencang menuju pintu belakang dan segera masuk ke dalam mobil. Salah satu dari mereka menembak Mike di kaki dan tangannya.
Dor...........dor.........
Bunyi tembakan di arah luar membuat semua orang berteriak kencang. Kedua orang tersebut langsung pergi dengan mobil yang sudah terparkir di depan.
Mike menahan rasa sakit di kakinya sambil mengejar mereka. Ia menghafal nomor plat mobil yang membawa Chloe serta menyuruh anak buahnya mengejar mobil tersebut.
Mike segera mengambil hpnya dan menghubungi Albert untuk memberitahukan bosnya.
^^^"Halo bos"^^^
"Ada apa?" tanya Albert dari seberang.
^^^"Nyonya diculik barusan bos" ucap Mike dengan gugup.^^^
"Berengsek" teriak Albert emosi.
Panggilan langsung dimatikan sepihak oleh Albert dan Mike yakin sebentar lagi akan ada kekacauan besar dari bos besarnya.
...βββββ...
To be continue..............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€