Heartless

Heartless
Episode 55



Perhatian ada unsur kekerasan 21+ dan kata-kata kasar, bagi para pembaca harap bijaksana yaπŸ˜‰


🌻Jika ingin dirimu dihargai maka mulailah dengan menghargai orang lain🌻


.


.


.


.


Kenan saat ini sedang kesal karena dirinya ingin bermalas-malasan di rumah malah disuruh mamanya untuk berbelanja bahan dapur di supermarket dekat rumahnya.


Memang ini bukan pertama kali ia disuruh belanja, tapi entah kenapa ia sangat malas untuk pergi keluar hari ini.


"Arrrghhhh! Berengsek" teriak Kenan dengan kesal.


Beberapa pengunjung kaget melihat tingkah Kenan tapi dirinya tidak memperdulikannya. Pada saat ingin membeli tepung Kenan tidak sengaja menabrak seseorang sampai jatuh.


"Oh God apa lagi ini" gumam Kenan dengan kesal.


Karena memang ini kesalahannya ia pun membantu orang yang ditabraknya barusan.


"Maaf ya dek kamu ngak kenapa-napa kan" ucap Kenan setelah melihat yang ditabraknya seorang gadis SMA dilihat dari seragamnya.


"Iya ngak apa-apa ka" ucap Rina yang tidak lain adalah teman sekelas Chloe.


Rina sempat kaget karena yang menabraknya adalah orang yang sempat disukai olehnya. Rina semakin gugup tapi ia berusaha untuk tetap tenang.


"Ada yang terluka ngak dek"


"Enggak kok ka, tenang aja aku baik-baik aja kok" ucap Rina sambil tersenyum manis.


Cantik banget nih cewek kalau lagi tersenyum, batin Kenan yang terpesona dengan kecantikan Rina.


"Halo ka halo" ucap Rina sambil melambaikan tangannya di depan Kenan.


Nih orang kesambet kali ya makanya diam kayak patung, batin Rina.


Kenan lalu tersadar dari lamunannya, mukanya merah padam karena malu sudah melamun didepan Rina. Kenan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil berdehem agar tidak terlalu malu.


Rina dan Kenan bangun sambil mendorong troli mereka masing-masing. Saat akan pergi tangan Kenan memegang tangan Rina sehingga ia tidak jadi pergi.


"Kenapa ka?" tanya Rina dengan bingung.


"Uhmmm! Itu boleh ngak kita kenalan" ucap Kenan dengan gugup.


"Boleh kok ka nama aku Rina ka" ucap Rina sambil mengulurkan tangannya.


"Kenalin nama gue Kenan" balas Kenan sambil menjabat tangan Rina.


"Aku tahu kok nama kakak"


Hah..........


Rina tertawa melihat ekspresi Kenan yang kaget, menurutnya itu sangat lucu dan mengemaskan pengen di cubit pipinya. Melihat Rina yang tertawa Kenan pun sadar ia hanya bisa ikut tertawa juga.


"Kak kalau gitu aku duluan ya" ucap Rina setelah melihat Kenan tidak lagi menanyakan apa-apa.


"Gue antar ya dan ngak ada penolakan" ucap Kenan tegas sambil menarik tangan Rina dan troli untuk ke kasir.


Maksa banget ka Kenan, sifatnya beda banget sama mukanya, batin Rina dengan kesal.


Melihat tampang Rina yang kesal Kenan hanya tersenyum tipis. Baru kali ini ia merasakan yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Kenan tidak mau menyia-nyiakan kesempatan.


Setelah membayar mereka berdua berjalan menuju mobil Kenan, Kenan membuka pintu belakang agar belanjaan mereka ditaruh disana. Setelah itu mereka kemudian duduk bersebelahan di depan.


"Oh ya tadi loe bilang udah tahu nama gue, emang tahu dari mana" tanya Kenan penasaran.


"Dari Chloe ka waktu di mall pas ketemu kakak disana" ucap Rina.


Kenan mengingat pertemuannya dengan Chloe di mall, ya waktu itu memang Chloe sedang berbelanja bersama dengan teman-temannya.


"Jadi loe itu teman sekelasnya Chloe"


"Yups! Benar banget ka"


"Oh gitu ya"


"Ka aku boleh nanya ngak tapi maaf mungkin agak privasi gitu" ucap Rina karena dirinya sangat penasaran dengan Chloe.


"Boleh kalau gue bisa jawab"


"Chloe sebenarnya sakit apa ka makanya ngak masuk hari ini"


"Apa Chloe sakit" teriak Kenan dengan kaget.


"Ihhhh! Ka pelan dikit dong jangan teriak gitu kuping aku sakit dengarnya" ucap Rina dengan kesal.


"Sorry, sorry tadi gue reflek aja"


"Not problem ka"


"Tadi loe bilang Chloe sakit dari kapan?" tanya Kenan penasaran.


"Emmm! Kemarin Chloe nangis di kamar mandi katanya sakit terus di bawa ke UKS ka, habis itu Chloe pulang lebih awal dan hari ini dia ijin ngak masuk katanya sakit ka tapi ngak tahu sakit apa"


"Dia itu jarang sakit setahu gue"


"Tapi ka maaf ya kemarin itu aku lihat pipinya Chloe kayak lebam gitu ka, awalnya aku mau nanya tapi perasaan ka" ucap Rina sambil mengingat pipi Chloe yang terlihat lebam.


Kenan pun kaget ia sudah tahu apa sebabnya Chloe bisa sakit.


Jangan-jangan tante Laura udah mulai dengan rencananya, batin Kenan.


Setelah mengantar Rina dan meminta no hpnya, Kenan melajukan mobilnya ke mansion Chloe karena ia sangat khawatir tentang keadaan Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Rosemary ~


Queen sedang tiduran di kasurnya, ia sebenarnya tahu Chloe sudah punya pacar tapi tidak menyangka kalau Sean Rahardian pacar Chloe.


Sepulang sekolah tadi dirinya memang sudah mencari tahu tentang Sean. Hasilnya sangat memuaskan untuk Queen karena Sean memang benar-benar pacar idaman Queen.


"Gue bakal dapatin loe" ucap Queen sambil melihat foto Sean yang sedang duduk di atas kap mobilnya.


Queen pun bangun keluar untuk mengambil cemilan karena dirinya lapar. Sampai dibawah ia mendengar ada bunyi deru mesin mobil di depan.


"Siapa yang datang bi?" tanya Queen kepada bi Rani.


"Kurang tahu non"


"Sana cepetan lihat siapa yang datang"


"Iya non"


Bi Rani ke depan ingin melihat siapa yang datang, ternyata itu adalah Kenan yang datang.


"Halo bi selamat sore" sapa Kenan ketika melihat bi Rani menghampirinya.


"Selamat sore juga den" ucap bi Rani.


"Bi Chloenya ada ngak?" tanya Kenan to the point.


"Ada den non Chloe lagi di taman belakang.


"Ya udah aku ke sana ya bi"


"Iya den"


Waktu sampai di ruang keluarga Kenan bertemu dengan Queen. Queen pun tersenyum dan memeluk Kenan dengan hangat.


"Tumben kakak datang kesini?" tanya Queen dengan lembut.


"Iya kakak lagi ada perlu sama Chloe"


"Oh Chloe ada di taman belakang ka, ayok gue antar ke sana" ucap Queen sambil menarik tangan Kenan.


Kenan pun mengikuti Queen ke taman belakang, disana ia melihat Chloe sedang duduk membaca novel kesukaannya sambil minum coklat hangat.


Mendengar ada suara langkah kaki mendekat Chloe pun menoleh. Ia sangat senang karena kakak sepupunya datang tapi ia melihat Queen juga ada disana.


Kenan sampai di depan Chloe dan melihat Chloe dari atas sampai kebawah. Chloe sendiri bingung melihat tatapan Kenan kepada dirinya.


"Loe sakit apa?" tanya Kenan.


Chloe dan Queen sempat terkejut mendengar pertanyaan Kenan tapi mereka berdua mencoba lebih tenang. Chloe tersenyum dan menyuruh Kenan dan Queen untuk duduk.


"Chloe cuma demam dan kurang tidur ka" ucap Chloe sambil tersenyum.


"Tapi muka loe pucat banget" ucap Kenan yang melihat wajah Chloe sangat pucat.


"Ya namanya juga orang sakit ka wajarlah pucat" ucap Chloe sambil tertawa.


Queen agak lega karena Chloe tidak memberitahukan perihal sakitnya yang sebetulnya. Sebenarnya ia malas duduk dengan Chloe tapi ia harus memantau agar Chloe tidak menceritakan apapun kepada kak Kenan.


Kenan, Chloe, dan Queen bercerita di taman sampai malam, Kenan pun pamit pulang setelah ditelpon oleh si kembar. Melihat Kenan yang sudah meninggalkan mansion Queen berbalik menatap tajam Chloe.


"Awas ya loe kalau loe sampai ngomong macam-macam ke orang" ucap Queen dengan suara tinggi.


"Gue ngak mungkin menjelekkan nama mommy dan daddy" bantah Chloe dengan cepat.


"Bagus deh kalau gitu" ucap Queen dengan sombong.


Queen kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri begitu juga dengan Chloe karena sedikit lagi jam makan malam.


~ Orchid Apartment ~


Sean sudah bersiap-siap di dalam apartemen, dirinya sudah tidak sabar untuk memberi pelajaran kepada Sila karena sudah berani bermain dengan dirinya.


Hp Sean berbunyi di atas nakas, ia melihat kalau itu sang pengawal yang ia tugaskan tadi.


^^^"Halo" ucap Sean dengan datar.^^^


"Halo tuan muda"


^^^"Ada apa"^^^


"Tuan muda rumah gadis itu kosong saat ini, orang tuanya dan kakaknya tadi sore berangkat ke luar kota menjenguk nenek mereka yang sedang sakit"


^^^"Jadi gadis ja***g itu sendirian"^^^


"Benar tuan muda"


^^^"Hahahaha! Malam ini akan menjadi malam menyeramkan untuknya" ucap Sean sambil tertawa kencang.^^^


Sang pengawal yang mendengar tawa Sean menelan salivanya dengan susah, sepertinya malam ini tuan muda mereka akan bermain-main.


^^^"Siapa saja yang di rumah itu"^^^


"Hanya gadis itu, pembantu sudah pulang dari jam 5 tuan muda"


^^^"Kalau satpam"^^^


"Rumahnya tidak ada satpam tuan muda"


^^^"Bagus sedikit lagi gue ke sana"^^^


"Baik tuan muda"


Sean tertawa senang karena malam ini dirinya akan mendapat boneka untuk bermain secara gratis. Sean pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah Sila.


Selesai Sean melajukan mobil sportnya ke alamat rumah Sila. Sampai di gang rumah Sila, Sean memarkirkan mobilnya di tempat yang lebih gelap dan tidak ada cctv.


Sean menelpon anak buah papanya untuk menjemput dirinya. Setelah 5 menit anak buah papanya sudah tiba, sebelum pergi Sean menanyakan beberapa hal penting.


"Bagaimana cctv di sekitar"


"Semuanya sudah kami matikan di ruang kontrol tuan muda"


"Bagaimana di rumah warga"


"Kami sudah mengecek tidak ada cctv tuan muda karena semua warga berpikir sudah aman dengan cctv dari pihak pemerintahan"


"Bagus sekarang waktunya bermain"


"Baik tuan muda"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sean dan anak buah papanya sudah sampai di depan rumah Sila, Sila yang sedang mendengar lagu memakai earphone tidak mengetahui kalau ada yang masuk ke dalam rumahnya.


Sean masuk dengan pelan, anak buah papanya mengecek kondisi sekitar dan berjaga di luar dan di dalam rumah. Setelah mematikan lampu ruang tamu dan tengah Sean dan tiga anak buah papanya menuju ke kamar Sila.


3 orang anak buah papanya masuk dan langsung memegang Sila. Sila kaget dan ingin berteriak tapi mulutnya di tutup seorang. Mereka mengikat tangan dan kaki Sila di kursi belajarnya.


Sila terus berontak ingin lepas tapi tidak bisa karena kekuatannya tidak sebanding dengan ketiga orang tersebut. Mulut Sila dilakban agar ia tidak berteriak.


Sila melihat Sean datang dan berjalan masuk dengan santai sambil tersenyum iblis. Mata Sila menatap tajam Sean seakan ingin membunuhnya tapi Sean hanya tertawa mencemooh.


"Ingin bermain denganku"


Eeemmmm...........ehhhmmm............


Ucap Sila yang tidak bisa berkata apapun karena mulutnya di lakban, berontak tapi tidak bisa karena kedua tangan dan kaki sudah diikat.


"Ngak bisa ngomong ya bi**h" tawa Sean dalam ruangan itu.


Sean maju dan menghampiri Sila,


Plak..........plak..........


Sean maju dan menghampiri Sila, bunyi tamparan dua kali di pipi Sila, Sean menjambak rambut Sila sehingga wajahnya terangkat melihat Sean.


Air mata sila mengalir tapi tidak dihiraukan oleh Sean, tidak terhitung berapa banyak tamparan yang didapat oleh Sila.


"Ini akibat karena loe udah berani ngirim foto gue ke Chloe"


Sila kaget karena Sean sudah mengetahui kalau yang mengirim foto itu adalah dirinya. Sila menelan ludahnya dengan susah karena takut melihat tatapan mata Sean yang seakan ingin membunuh.


"Lepas lakbannya"


"Dasar bre***ek an***g loe ba***t" teriak Sila ketika lakbannya dilepas.


"Hahahaha! Malam ini loe bakal ngerasain apa yang akan dilakukan sibr****ek ini" ucap Sean dengan sinis.


"Ternyata loe itu iblis"


"Ya that is true i'm a devil"


Sila bergidik ngeri melihat tatapan dan senyuman Sean yang seperti iblis, seketika tubuhnya bergetar ketakutan.


"Apa mau loe" ucap Sila dengan gugup.


"Hehehehe! Dimana file asli foto itu"


"Ngak ada sama gue"


"Jangan main-main dengan gue bi**h" ucap Sean dengan tatapan tajam.


"Gue ngak bakal ngasih ke loe, gue bakal kirim video asli loe sama Sinta ke Chloe! Hahahahaha" tawa Sila dengan sinis.


"Br****ek loe ja***g" ucap Sean sambil memukul Sila sampai terjatuh dari kursi.


"Cari video dan foto gue di dalam kamar ini" perintah Sean pada ke 3 anak buah papanya.


Mereka mengobrak-abrik seisi kamar Sila, Sean mengambil hp Sila dan membukanya ia tersenyum ternyata ada video dirinya dan Sinta di sana.


Sean menghapus video itu dan mengambil kartu memorinya. Sean mengigit dan menginjak kartu memori itu sampai patah. Ia lalu membanting hp Sila sampai hancur tidak berbentuk lagi.


Sila melihat hal itu dan hanya bisa menangis. Dirinya sudah tidak bisa berontak karena rasa sakit dari pukulan dan tendangan Sean di sekitar tubuhnya.


Sean mengambil laptop dan membukanya, beruntung tidak ada password. Ia mencari di semua partisi dan menemukannya, Ia pun menghapus video itu dan mereset laptop itu serta menghilangkan semua data-datanya.


Sean menyuruh salah satu anak buah papanya untuk membakar laptop Sila beserta hardisk.


"Semuanya udah ngak ada lagi kan" ucap Sean sambil tertawa sinis.


Sean menyuruh mereka membuka tali ikatan Sila. Sila memandang Sean dengan tatapan membunuh tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Loe bakal dapat karma untuk semua ini" teriak Sila.


"Cih!"


"Suatu saat Chloe bakal tahu semuanya dan loe bakal menyesal" teriak Sila.


Deg........


Jantung Sean seketika berdetak dengan kencang mendengar nama Chloe, ia melihat Sila dengan tatapan membunuh.


"Gue pastikan dia akan tetap disisi gue" ucap Sean dengan tatapan tajam.


Sila diam dan memandang Sean dengan tajam. Ciuh......Sila meludah di muka Sean hal itu membuatnya menjadi emosi. Sean me****ar Sila dan mendorongnya sampai jatuh.


Sean berjalan dan menerima tisu dari salah satu anak buah papanya. Sampai di depan pintu Sean berhenti.


"Hapus semua jejak gue disini dan kalian gilir dia sampai puas" ucap Sean sambil tersenyum sinis.


Sila mendengar hal itu menjadi takut, ia berontak ingin lari saat ketiga orang itu mendekatinya. Teriakannya teredam oleh hujan saat ini yang turun tiba-tiba


"Itu akibat udah mengusik Sean Rahardian" gumam Sean saat mendengar teriakan Sila dari bawah.


Sean pun pergi dari rumah Sila dan ia sudah bisa lega karena bukti video sudah hancur, tinggal 2 orang lagi yang harus ia selesaikan secepatnya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue........


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya ya guys😍❀