Heartless

Heartless
Episode 168



🌻Jika ingin bahagia maka mulailah merubah nasibmu sendiri karena hanya kamu saja yang bisa merubah nasibmu🌻


.


.


.


.


Sean melajukan mobilnya membelah jalanan Jakarta yang sudah gelap dengan kecepatan tinggi. Sean pergi ke atas bukit padang bunga tempat ia biasa bersama dengan Chloe ke sana.


Sampai di padang bunga Sean memarkirkan mobilnya dan keluar. Sean bersandar di kap mobilnya dengan pandangan tertuju ke depan.


Arghhhhh.......


Teriak Sean melepas semua emosinya saat ini. Ia sangat hancur saat mengetahui jika ia telah dikhianati oleh istrinya sendiri saat tengah mengandung anaknya.


Sean tidak memperdulikan Queen yang berselingkuh tapi di dalam hatinya merasa kepikiran dengan jati diri sang anak. Sean tidak bisa terima jika Ares bukan darah dagingnya sendiri.


Sean duduk dan merenung nasibnya sambil melihat langit malam yang dipenuhi bintang.


Apa ini karma buat gue karena dulu gue pernah mengkhianati loe Chloe, batin Sean dengan sedih.


Air mata Sean jatuh saat mengingat nama Chloe, ia masih sangat terlalu mencintai Chloe tapi tidak bisa menggapai Chloe lagi.


"Apa loe masih ingat tempat ini Chloe" gumam Sean dengan suara pelan.


Sean kembali meneteskan air mata saat mengingat Chloe, ia sangat menyesal tapi sekarang itu semua hanya tinggal penyesalan terberat dalam hidupnya. Sean lalu mengambil hpnya dan menghubungi Dimas demi menuntaskan semua pikirannya saat ini.


"Halo tuan"


^^^"Buat janji temu dengan dokter besok"^^^


"Untuk apa tuan kalau boleh saya tahu"


^^^"Siapkan tes DNA untuk gue dan Ares" ucap Sean dengan nada getir.^^^


"Baik tuan"


^^^"Loe cari siapa laki-laki itu dan kirim datanya ke gue"^^^


Sean lalu mematikan panggilannya sepihak. Dimas yang baru selesai menerima perintah tuannya segera menghubungi dokter kenalan mereka di RH Hospital.


"Apa yang disuruh Sean" ucap Bima dengan suara tegas.


"Tuan muda menyuruh saya untuk mencari informasi mengenai selingkuhan nyonya dan membuat jadwal temu dengan dokter besok tuan besar" ucap Dimas.


"Untuk apa Sean membuat janji dengan dokter?" tanya Bima dengan penasaran.


"Tuan muda ingin melakukan tes DNA dengan tuan muda Ares tuan"


"Heemmm"


Bima mengangguk kepalanya tanda mengerti, ia tahu jika apa yang dilakukan oleh Sean pasti untuk kebaikan cucu dan cicitnya itu.


Dimas segera pergi dari markas Riko untuk mengirim Queen kembali ke mansion orang tuanya. Riko lalu melihat Bima dengan tatapan sulit diartikan.


"Kamu kenapa nak?" tanya Bima.


"Aku kepikiran Sean pa dan cucuku Ares bagaimana jika pemikiran Sean benar pa" ucap Riko dengan suara getir.


"Cih! Apa kamu tidak lihat wajah keduanya sangat mirip satu sama lain berarti Ares adalah anak Sean!" bentak Bima dengan tegas.


"Benar juga ya pa, aku baru ingat" ucap Riko dengan santai.


Melihat hal tersebut Bima hanya menggelengkan kepalanya karena sifat sang anak tidak berubah juga. Keduanya lalu menyuruh anak buah mereka untuk mengawasi Sean takut ia kembali menjadi Sean yang dulu dan tambah kejam.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Alan Rosemary ~


Alan yang sudah keluar rumah sakit saat ini tengah duduk bercengkrama dengan istri dan anak mereka. Adam yang sudah lebih baik juga ikut ambil bagian di ruang keluarga.


"Bagaimana keadaan kamu Adam" ucap Alan dengan suara lemah.


"Lebih baik daddy tapi saat Adam tidur maka rasa sakit itu akan muncul" ucap Adam.


"Daddy sebenarnya kecewa sama kamu karena perselingkuhan kamu dan akibatnya kita kehilangan semua harta kita" ucap Alan dengan tatapan emosi.


"Maafkan Adam daddy" ucap Adam dengan suara getir.


Alan lalu berdiri tidak menjawab perkataan sang anak karena masih sangat emosi. Laura yang melihat suaminya menunduk sedih tidak melakukan apapun.


"Sayang maafkan aku" ucap Adam sambil berlutut di kaki Laura.


"Hati aku sakit Adam beri aku waktu untuk memikirkan semua ini" ucap Laura dengan sedih.


Ia menangis mengingat pengkhianatan sang suami untuk kedua kalinya dan bahkan karena hal tersebut mereka kehilangan semua harta mereka. Laura lalu bangkit berdiri dan pergi ke kamar.


Baru saja ingin melangkah tiba-tiba mereka mendengar suara bunyi keras di depan mansion. Laura dan Adam lalu keluar untuk melihat apa yang terjadi di depan.


"Ada apa" ucap Adam kepada satpam.


"Maaf tuan tadi ada yang membuang karung besar di depan gerbang" ucap si satpam.


"Coba kamu lihat isi karung itu" ucap Laura.


"Baik nyonya"


Satpam segera mengambil dan membawa karung besar itu ke dalam mansion. Sampai di depan pintu mansion ia membuka karung tersebut dan seketika membuat mereka semua kaget bukan main.


"Queen" teriak keduanya dengan suara tinggi.


Laura seketika pingsan melihat keadaan putrinya yang penuh dengan lumuran da**h. Beruntung Adam menangkapnya sehingga Laura tidak jatuh sampai di lantai.


Adam menyuruh satpam untuk membawa Queen masuk ke dalam kamar tamu. Sedangkan dia membawa Laura masuk ke kamar mereka, saat keluar dari kamar Adam berpapasan dengan sang mommy.


"Mommy tolong telpon dokter sekarang" ucap Adam dengan khawatir.


"Siapa yang sakit Adam?" tanya Lidia dengan bingung.


"Queen mommy" ucap Adam segera berlalu menuju kamar tamu.


Lidia lalu menghubungi dokter langganannya untuk segera datang ke mansion. Lidia lalu berjalan masuk ke kamar tamu ingin melihat kondisi sang cucu.


Sampai di dalam kamar seketika Lidia menutup mulut melihat tubuh Queen yang penuh dengan luka dan d***h. Lidia pikir mungkin Queen hanya sakit biasa saja tapi kenyataannya keadaan Queen sama seperti Adam waktu itu.


"Apa yang terjadi dengan Queen Adam?" tanya Lidia dengan penasaran.


"Aku ngak tahu mommy tadi ada yang membuang karung di depan mansion dan ternyata isinya adalah Queen mom" jawab Adam dengan khawatir.


Tak lama dokter langganan mereka tiba dan mulai memeriksa keadaan Queen. Dokter Rudi kaget melihat keadaan tubuh Queen yang penuh dengan luka bekas tusukan pisau.


Selesai membersihkan dan membalut luka di sekujur tubuh Queen dokter Rudi segera memberikan resep obat kepada Adam.


"Bagaimana keadaan anak saya dok?" tanya Adam dengan wajah cemas.


"Keadaan nona Queen sangat parah tuan Adam, luka di sekujur tubuhnya akan meninggalkan bekas saat sudah membaik dan kuku tangan dan kakinya tidak boleh terkena air selama 2 minggu dan harus di ganti perbannya tiap 2 hari sekali" ucap dokter Rudi memberi penjelasan.


"Apa ada cara untuk menghilangkan bekas luka tersebut"


"Kalau itu tuan Adam bisa tanyakan langsung ke dokter spesialis kulit saja" ucap dokter Rudi.


"Baik dok terima kasih atas bantuannya" ucap Lidia menjawab ucapan dokter Rudi.


"Sama-sama nyonya kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter Rudi.


"Iya dok" ucap keduanya dengan serentak.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Lidia lalu mengantar dokter Rudi sampai di depan mansion. Setelah kepergian sang mommy dan dokter Rudi, Adam menjatuhkan tubuhnya di samping ranjang.


Ia tak menyangka jika sang putri akan mengalami hal seperti ini dan bagaimana bisa mendapat perlakuan seperti ini.


Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu princess, batin Adam melihat Queen dengan sedih.


"Queen" ucap Laura yang baru saja masuk setelah siuman.


Adam melihat sang istri dengan wajah sedih tak bisa berkata apa-apa. Ia segera berdiri dan memeluk sang istri yang kaget melihat tubuh Queen yang sudah diperban.


"Apa yang terjadi sama putri kita Adam kenapa bisa seperti ini.......hiks hiks hiks?" tanya Laura sambil menangis.


"Kita akan cari tahu saat Queen sudah sadar sayang" ucap Adam.


"Siapa yang tega melakukan ini ke Queen"


"Heeemmmm"


Adam mengambil hpnya dan menghubungi Sean tapi nomornya tidak aktif. Beberapa kali Adam menghubungi Sean tapi tetap saja nomornya tidak bisa di hubungi.


"Coba aku telpon ke mansionnya saja" ucap Adam.


Adam mencoba menelpon ke mansion Sean dan pada panggilan ketiga langsung diangkat oleh bi Lastri.


"Halo dengan kediaman Sean Rahardian disini" ucap bi Lastri dari seberang.


^^^"Halo apa Seannya ada" ucap Adam to the point.^^^


"Maaf ini dengan siapa?"


^^^"Saya mertuanya"^^^


"Maaf tuan besar ada yang bisa saya bantu"


^^^"Dimana Sean?" tanya Adam dengan nada sombong.^^^


"Tuan belum pulang dari kantor tuan"


^^^"Ya sudah jika Sean pulang beritahu dia kalau istrinya ada di mansion kakeknya"^^^


"Baik tuan besar"


Adam segera mematikan panggilannya sepihak, ia melihat ke arah Laura yang sedang melihatnya sambil menggelengkan kepala kalau Sean tidak bisa dihubungi.


"Adam kita bawa saja Queen ke rumah sakit" ucap Laura dengan wajah khawatir.


"Tapi kita tidak mempunyai uang sayang dari mana kita harus membayar uang administrasinya" ucap Adam sambil menarik napas dalam.


"Kenapa ini semua terjadi kepada kita" ucap Laura dengan suara getir.


Mendengar ucapan istrinya Adam hanya diam menutup mulut. Ia tahu siapa dalang dari permasalahan keluarganya karena ia yang pertama kali mengalami semuanya ini.


Sebenarnya aku tahu siapa dalang dibalik ini semua sayang tapi aku tidak memberitahumu, batin Adam sambil mengingat kejadian beberapa waktu lalu ia di siksa oleh Xavier.


"Aku akan membalas semua yang kamu lakukan kepada keluargaku anak sialan" gumam Adam pelan dengan wajah emosi.


Hari berlalu dengan cepat tanpa terasa saat ini Sean sedang bertemu dengan dokter di rumah sakit RH. Setibanya disana Sean segera mengambil rambutnya beberapa helai untuk melakukan tes DNA dengan anaknya.


"Gue mau sore sudah harus ada hasilnya" ucap Sean dengan tatapan tajam.


"Baik tuan akan kami usahakan" ucap dokter yang bertugas.


"Heeemmmm"


Sean segera keluar bersama dengan Dimas dari ruangan sang dokter. Selepas kepergian Sean dan tangan kanannya sang dokter segera menyuruh para suster untuk melakukan analisa terhadap sempel Sean dan Ares.


Di dalam mobil Sean tidak bisa duduk dengan tenang karena memikirkan hasil tes DNA nanti. Sejak kemarin Sean tidak pulang ke mansion karena masih kepikiran dengan masalah DNA.


Papa harap hasilnya tidak seperti yang papa pikirkan, batin Sean.


"Dimas kirimkan surat perceraian aku bersama bukti-bukti perselingkuhan j****g itu" ucap Sean dengan datar.


"Sebentar siang pengacara kita akan membawa surat itu tuan" ucap Dimas.


"Antar gue ke apartemen"


"Baik tuan"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Xavier ~


Pagi ini Chloe bangun seperti biasanya, ia segera membersihkan diri dan mulai memasak sarapan buat Xavier. Pak Max dan para pelayan yang melihat sang nyonya sedang di dapur berdiri dengan tenang di tempat mereka.


"Pak Max tolong siapkan sarapan di atas meja" ucap Chloe.


"Baik nyonya"


Chloe lalu mengambil sepiring sandwich dan segelas susu ibu hamil rasa coklat menuju taman bunga mawar. Sampai disana ia melihat tanaman bunga mawar berwarna-warni kesukaannya.


"Nak kalau kamu udah lahir pasti kamu akan menyukai bunga kesukaan mommy" ucap Chloe sambil mengelus perut buncitnya.


Saat sedang melihat bunga mawar sepasang lengan kekar memeluk pinggangnya dengan erat. Chloe tersenyum hangat melihat wajah sang suami yang di taruh di pundaknya.


"Morning hubby"


"Morning too my wife"


"Apa kamu akan pergi ke perusahaan sayang?" ucap Chloe.


"Iya sayang" ucap Xavier dengan suara serak.


"Heeemmmm"


"Aku sudah menemukan tempat tinggal orang tuamu baby"


"Dimana sayang" ucap Chloe dengan cepat.


"Mereka tinggal di daerah Bogor sayang dan jalan menuju ke sana sangat sulit" ucap Xavier dengan suara lembut.


"Apa kita bisa ke sana hubby" ucap Chloe dengan wajah penuh berharap.


"Tunggu kandunganmu kuat baru kita bisa ke sana baby aku tidak mau kalian berdua kenapa-napa" ucap Xavier dengan lembut.


"Iya sayang aku mengerti" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Iya sayang ayo kita sarapan" ucap Xavier sambil mengecup bibir sang istri.


"Aku mau sarapan disini hubby"


"Heemmmm"


Xavier lalu menyuruh pak Max membawa sarapannya ke sana. Keduanya lalu sarapan dengan tenang sambil menikmati udara pagi.


Setelah sarapan Chloe membantu sang suami untuk bersiap ke perusahaan. Xavier mencium kening Chloe dengan lembut dan berlalu pergi ke perusahaan ditemani oleh Albert dan Thomas.


"Bagaimana hasilnya" ucap Xavier dengan wajah datar di dalam mobil.


"Sesuai perkiraan bos semuanya berjalan dengan lancar" ucap Albert dengan datar.


"Hemmmm"


"Bos ada masalah di kantor pusat" ucap Thomas.


"Apa maksudmu" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Nenek tua itu datang ke perusahaan berbuat kacau disana bos" ucap Thomas sambil menunjukan cctv di lobby perusahaan.


"Perintahkan security untuk tidak mengizinkan wanita tua itu masuk" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Baik bos"


"Suruh anak buah kita untuk bersiaga di sekitar perusahaan dan mansion"


"Baik bos" ucap Albert.


~ Mansion Alan Rosemary ~


Siang ini keluarga Rosemary dikagetkan dengan kehadiran pengacara pribadi keluarga Rahardian. Adam dan Laura lebih kaget lagi saat melihat surat yang disodorkan oleh pengacara pribadi keluarga Rahardian.


"Apa maksud ini semua!" bentak Adam dengan suara tinggi.


"Semua ini atas perintah tuan muda Sean tuan Rosemary" ucap Ardi Lukman sebagai pengacara keluarga Rahardian


"Suruh Sean menghadap aku jika ingin bercerai dengan anakku" ucap Laura dengan emosi.


"Mohon nyonya dan tuan tenang karena tuan muda Sean melakukan semuanya ini karena kesalahan dari nyonya Queen" ucap Ardi dengan tenang.


"Apa maksud anda" ucap Adam dengan penasaran.


"Silahkan anda lihat video ini" ucap Ardi sambil menunjukan video Queen dan Henki.


Adam dan Laura seketika kaget melihat video perselingkuhan putri mereka. Bahkan pak Ardi juga memberikan foto bukti perselingkuhan Queen kepada Adam dan Laura.


Adam dan Laura yang sedari tadi berkoar-koar seketika menutup mulut mereka. Keduanya diam tak mengeluarkan suara saat pak Ardi menyerahkan surat pengadilan dari pihak Sean.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀