
Chloe sudah selesai membersihkan diri dan merapikan belanjaannya. Chloe membuka tasnya dan mengambil hpnya seketika ia teringat akan dompet yang ia temukan.
Pada saat akan membuka dompet tersebut tiba-tiba hpnya berbunyi ada panggilan masuk dari sang kekasih.
^^^"Halo ka"^^^
"Halo sayang lagi dimana"
^^^"Chloe lagi di mansion ka"^^^
"Udah selesai belanjanya sayang"
^^^"Dah dari tadi ka tapi masih makan dulu di mall sama anak-anak"^^^
"Heeem"
^^^"Ka Sean lagi dimana sekarang"^^^
"Di rumah Dito sayang"
^^^"Ngapain ka dan sama siapa?"^^^
"Sama anak-anak sayang, cuma bosan aja jadi main ke sini"
^^^"Oh ka Sean udah makan"^^^
"Belum"
^^^"Kenapa belum ka"^^^
"Pengen disuapin sama loe"
^^^"Ahh! Ka Sean udah gede masih harus disuapin sih"^^^
"Kan namanya sayang pacar"
Mendengar gombalan sang pacar wajah Chloe tersipu malu beruntung ini hanya lewat telepon jika tidak ia akan sangat malu.
^^^"Ihhh! Ka Sean apa-apaan sih"^^^
"Sayang gue kangen"
^^^"Lah kan tadi baru ketemuan ka"^^^
"Itu belum cukup sayang"
^^^"Nanti besok juga ketemuan kan ka"^^^
"Ntar malam jalan yuk sayang"
^^^"Mau kemana ka Chloe belum ijin sama mommy ka"^^^
"Ya tinggal jalan doang kan ntar juga pulang"
^^^"Tapi harus ijin dulu ka soalnya biasa mommy ngak apa-apa kalau jalan sama sepupu tapi kalau yang lain harus ijin dulu ka"^^^
"Phew! Ribet banget sih"
^^^"Maaf ya ka"^^^
"Heeem! Besok gue jemput jam 5 sore buat ke acara penutupan pensi"
^^^"Iya ka nanti Chloe tunggu di mansion ya"^^^
"Heeem"
Sean pun mematikan panggilan mereka. Chloe menaruh hp di atas ranjang dan membuka dompet yang tadi ia temukan. Arif Malik gumam Chloe membaca nama yang tertera di KTP tersebut.
"Ini kan anak yang waktu itu di tempat lomba nyanyi sama lapangan basket" ucap Chloe sambil melihat foto KTP tersebut.
Brak...........
Pintu kamar Chloe dibuka dengan sangat keras dan hal itu membuat Chloe kaget seketika.
"Kak Chloe" ucap anak kembar dengan suara kencang sambil berlari memeluk Chloe di atas ranjangnya.
"Twin jaga sikap ya" ucap Kenan berdiri di depan pintu kamar Chloe.
Ternyata yang datang adalah Kenan dan adik kembarnya Dio dan Doni yang masih duduk di bangku kelas 5 SD. Perbedaan jarak mereka sangatlah jauh karena mommy mereka menunda kehamilan yang kedua.
"Ihh! Kalian kok ngagetin ka Chloe sih, kalau tadi tiba-tiba kakak jantungan gimana coba" ucap Chloe sambil meraba jantungnya yang seakan mau copot tadi.
"Hehehe! Maaf ka soalnya kita udah kangen banget sama kakak" ucap si kembar serentak.
"Iya kakak maafin" ucap Chloe gemas dengan twin dan mencubit pipi mereka dengan kuat.
"Akh! Kakak lepas sakit tahu" ucap Dio kesal sambil mengusap pipi bekas cubitan Chloe.
"Hehehe........pipi kalian itu bikin gemas sih pengen digigit deh" ucap Chloe dengan gemas.
"Lah kira kita makanan apa" ucap Doni.
"Ya kalian itu kayak bakpao" ucap Kenan sambil tertawa kencang.
Mendengar perkataan kakaknya mereka berdua kemudian berdiri dan memukul Kenan dengan bantal milik Chloe. Ya mereka bertiga tidak bisa akur walau sehari saja tapi mereka bertiga adalah saudara yang sangat kompak dan penyayang.
"Eh udah dong kasian kak Kenan thu" ucap Chloe melerai mereka bertiga.
"Kakak nyebelin sih" ucap Dio yang wataknya memang keras dari kedua saudaranya.
"Iya deh maaf" ucap Kenan sambil mengacak rambut Dio.
"Ka ngak lupa kan oleh-oleh buat aku" ucap Chloe dengan wajah yang imut.
"Tentu dong thu kakak taruh di atas nakas tadi" ucap Kenan.
Chloe melihat di atas nakasnya ada paper bag berukuran kecil berwarna putih. Chloe mengambil dan membukanya seketika ia berteriak kegirangan.
"Wooww! Ka Kenan makasih ya Chloe suka banget oleh-olehnya" ucap Chloe sambil berlari memeluk Kenan.
"Bagus deh kalau princess suka" ucap Kenan sambil membalas pelukan Chloe.
Ternyata Kenan memberikan Chloe parfum dengan wangi mawar dan serbuk kayu manis yang sangat disukai oleh Chloe dari dulu.
Parfum itu hanya bisa dibeli di Jerman karena jarang jual di pasaran Indonesia dan parfum itu yang selalu dipakai oleh Chloe.
Biasanya ia akan membeli secara online tapi harganya sangat mahal dan itu membuat Chloe tidak bisa membeli dengan jumlah banyak untuk stok. Berbeda kalau membelinya di sana itu akan menghemat uang karena harganya yang murah.
"Ka ini dompet siapa" ucap Doni sambil menunjuk dompet coklat yang terlihat mahal kepada Chloe dan Kenan.
"Milik pacar ka Chloe mungkin" ucap Dio asal dan membuat Kenan melihat ke arah Chloe meminta jawaban.
"Ngaco deh kamu Dio" ucap Chloe dengan cepat.
"Lah terus punya siapa dong" ucap Dio
"Itu tadi kakak nemuin di parkiran mall pas mau balik terus kakak bawa aja nanti mau kembalikan thu dompetnya" ucap Chloe.
"Kakak kenal sama pemiliknya" ucap Doni.
"Ngak sih tapi pernah liat aja pas waktu lomba basket antar sekolah beberapa hari yang lalu" ucap Chloe sambil memikirkan Arif.
"Kalau gitu mending kita balikan aja ke pemiliknya siapa tahu ada surat-surat penting di dalamnya dan pemiliknya pasti lagi nyariin" ucap Kenan.
"Iya benar kata ka Kenan tapi kita perginya barengan ya" ucap Chloe.
"Pastilah princess sekalian kita ke pasar malam" ucap Kenan.
"Yeay! Kakak emang terbaik deh" ucap mereka bertiga dengan kompak.
Chloe pergi ke walk in closet dan menganti pakaiannya dengan celana levis pendek sejengkal, baju crop putih tanpa lengan dan sneaker berwarna putih. Tidak lupa ia mengambil tas chanel miliknya dan mengoleskan bedak baby dan liptint berwarna pink di bibirnya.
"Wooow! Ada bidadari" ucap Doni membuat Dio dan Kenan melihat ke Chloe yang muncul dari ruang ganti.
"Perfect" ucap Kenan dan Dio sambil mengangkat jari jempol mereka.
"Thankyou my all lovely cousin" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Yuk berangkat" ajak Kenan.
Mereka berpamitan ke bi Rani untuk keluar sebentar dan akan makan malam diluar. Mereka berempat menaiki mobil Kenan dan Chloe duduk di samping Kenan sedangkan twin duduk di bangku belakang.
"Alamat rumahnya dimana" ucap Kenan.
"Bentar Chloe lihat dulu"
Chloe mengambil KTP milik Arif dan melihatnya tapi Chloe tidak mengenal jalan itu sama halnya dengan kakak beradik di samping Chloe.
"Gimana dong ka kita pada ngak tahu daerah mana itu" ucap Chloe.
"Bentar gue punya ide" ucap Dio.
"Apaan ide loe" ucap Doni sambil melihat kembarannya.
"Mau ngapain bocah" ucap Kenan dengan bingung.
"Udah kasi aja kenapa sih ka" ucap Dio dengan kesal.
Kenan lalu memberikan hpnya ke Dio. Dio menerima hp Kenan dan mengutak-atik hp kakaknya dan akhirnya dapat apa yang ia mau.
"Yes dapat juga akhirnya" ucap Dio senang.
"Apa yang dapat Dio" ucap Chloe penasaran.
"Nih alamat rumah orang itu sekalian rutenya" ucap Dio memberikan hp Kenan kembali.
"Wah ternyata adik kakak pintar juga" ucap Kenan memuji Dio.
"Siapa dulu dong Dio" ucap Dio sambil menepuk dadanya.
"Tapi kenapa nilai pelajaran kamu jelek banget ya" ucap Kenan.
Hahahaha.............
Seketika tawa Doni dan Chloe pecah membuat Dio sangat kesal kepada Kenan.
Tahu gitu ngak usah dipuji cih, batin Dio kesal sambil menatap Kenan dengan horor.
Mereka berempat kemudian melanjutkan perjalanan menuju lokasi yang dituju. Mereka sempat nyasar pada saat mencari alamat rumah Arif. Tapi akhirnya berhasil juga dan mereka sekarang sudah berada di depan gerbang rumah yang mewah dengan penjagaan ketat.
"Betul kan rumahnya sama alamat disitu" ucap kenan melihat alamat di KTP dan rumah didepannya.
"Kayaknya orang kaya deh ka" ucap Doni.
"Tunggu kita tanya aja sama satpamnya" ucap Chloe.
Chloe dan Dio akhirnya keluar menghampiri satpam yang berjaga di depan.
"Permisi pak"
"Iya neng ada yang bisa saya bantu" ucap satpam.
"Pak apa betul ini rumahnya Arif Malik pak" ucap Chloe dengan lembut.
"Iya betul ada keperluan apa ya neng"
"Gini pak apa kami bisa bertemu Arif soalnya tadi saya menemukan dompet ini atas nama Arif Malik" ucap Chloe sambil menunjukkan dompet yang ia temukan.
"Mohon tunggu sebentar ya neng saya tanya dulu"
"Baik pak terima kasih"
"Iya sama-sama neng"
Si satpam kemudian mengambil telepon di ruangannya dan menghubungi seseorang. Seketika satpam itu datang dan membuka gerbang serta mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam.
Chloe, Kenan, Dio, dan Doni sudah berada di depan pintu masuk. Mereka mengetuk pintu dan seorang wanita berumur 50an mempersilahkan mereka masuk dan duduk di ruang tamu.
Tiba-tiba ada langkah kaki dari arah tangga. Ternyata yang datang adalah Arif dan mamanya. Arif yang melihat akan kehadiran Chloe menjadi terkejut dan bertanya-tanya perihal kedatangannya.
"Selamat sore" ucap seorang wanita cantik dan bermodis berumur sekitar 30an.
"Selamat sore juga tante" ucap mereka berempat serentak.
"Ada keperluan apa ya"
"Gini tante maksud kedatangan kami kesini mau mengembalikan dompet ini"
"Loh Arif ini kan dompet kamu yang dari tadi kamu cari"
"Benar ma, loe nemu ini dimana" ucap Arif dengan nada agak tinggi.
Hal itu membuat si kembar dan Kenan melihatnya dengan tatapan tajam.
"Maaf kalau anak tante tidak sopan" ucap mama Arif merasa malu.
"Mama apa-apaan sih" protes Arif.
"Kamu itu yang sopan ngomong sama orang, udah baik mereka nemu dompet kamu dan mengembalikannya" ucap mama Arif dengan kesal.
Seketika Arif sadar karena dendam saudaranya ia jadi emosi dengan Chloe padahal Chloe sudah baik kepadanya.
"Maaf tadi gue udah ngomong agak kasar" ucap Arif.
"Ngak apa-apa kok coba di cek dulu apa masih lengkap isinya" ucap Chloe.
Arif mengecek isi dompetnya dan tidak ada yang hilang. Surat pentingnya juga ada semua bahkan uang ratusan ribunya tetap utuh tidak kurang selembar juga.
"Semuanya lengkap terima kasih banyak" ucap Arif dengan tulus.
"Bagus deh kalau begitu" ucap Chloe dengan senyuman manis.
Arif melihat senyuman Chloe sangat manis dan ia menjadi terpesona apalagi penampilan Chloe saat ini sangat cantik.
"Kalau begitu kami mohon pamit tante" ucap Kenan yang sudah tidak mau berada disana lagi.
"Loh cepat amat tante belum suguhi minum loh masa udah mau pulang aja"
"Ngak usah tante soalnya kami masih ada keperluan tante" ucap Chloe.
"Yah tapi lain kali main kesini ya"
"Iya tante"
"Nama kalian siapa maaf tante lupa nanya tadi"
"Saya Chloe, ini kak Kenan dan di sampingnya Dio dan Doni"
"Nama kalian bagus dan cantik serta tampang seperti pemiliknya"
"Ah! Tante bisa aja" ucap Chloe sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Loh benar kok omongan tante"
"Ah! Iya tante, kalau begitu kami permisi dulu tante"
"Hati-hati diperjalanan ya"
"Iya tante"
"Terima kasih banyak sudah mengembalikan dompet gue dan kenalin nama gue Arif" ucap Arif menjabat tangan mereka satu persatu sambil mengenalkan dirinya.
"Sama-sama Arif kalau gitu kami pamit ya bye" ucap Chloe berlalu pergi.
Kemudian mereka berempat beranjak pergi dari rumah Arif. Arif masih melihat mobil mereka keluar sampai tidak lagi kelihatan.
Ternyata hati loe sangat baik dan gue udah salah nilai loe Chloe, gue bakal balas kebaikan loe, batin Arif.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Mereka berempat saat ini sudah berada di pasar malam. Chloe dan sikembar sangat menyukai pasar malam. Mereka mencoba satu makanan dari stand satu ke stand lainnya.
Kenan hanya mengikuti ketiga adiknya yang ia sayangi. Pada saat berjalan Chloe tidak melihat ke depan dan akhirnya menabrak orang didepannya.
"Maaf maaf gue ngak sengaja" ucap Chloe merasa bersalah
"Iya ngak, Chloe" ucap Sinta dengan terkejut karena melihat sahabatnya yang tadi menabrak dirinya.
"Sinta loe disini juga" ucap Chloe dengan bahagia karena bertemu dengan sahabatnya.
"Loe sama siapa kesini"
"Gue sama kak Kenan dan si kembar kesayangan gue"
Sinta melihat pemuda yang berdiri di samping Chloe dan seketika ia ingat kalau pemuda ini yang di mall tadi. Chloe memperkenalkan mereka semua tapi tidak memberitahu kalau Kenan adalah kakak sepupunya.
"Sin kenalin ini Ka Kenan dan si kembar Dio dan Doni"
"Halo kak dan adik-adik salam kenal gue Sinta" ucap Sinta dengan senyum manis.
"Salam kenal juga" ucap kenan.
"Salam kenal juga ka" ucap si kembar.
"Sinta ayo" panggil kakaknya dengan suara kencang.
Sinta pun pamit dan pergi menuju kakaknya.
Ternyata loe itu munafik juga ya Chloe, batin Sinta sambil melihat foto Chloe yang bermanja di lengan Kenan dengan senyum manis yang barusan ia ambil.
...βββββ...
To be continue......