Heartless

Heartless
Episode 118



🌻Masalah dalam hidup bukan untuk membuatmu jatuh tetapi membantumu keluar sebagai pemenang🌻


.


.


.


.


Chloe sadar dari tidurnya dan merasakan badannya seperti di remuk. Semalam suntuk Xavier tidak melepaskannya sedikit pun bahkan ia ingat Xavier terus melakukannya sampai fajar.


Chloe perlahan bangun dan menahan sakit di sekujur tubuhnya terlebih bagian intinya. Chloe melihat jam di atas nakas ternyata sudah jam 10 pagi, sedangkan Xavier masih tertidur pulas disampingnya.


"Uggghhh" ringis Chloe saat mengerakkan kakinya.


Xavier yang mendengar suara sang istri segera bangun dan melihat keadaan sang istri.


"Baby apa masih sakit" ucap Xavier dengan suara serak khas orang bangun tidur.


Chloe mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Xavier mendekat ke arah Chloe dan memeluknya dengan lembut.


"Maafkan aku sayang jika semalam terlalu kasar"


"Tidak apa-apa sayang ini wajar jika baru pertama kali melakukannya" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Jadi apa aku bisa memintanya lagi" ucap Xavier dengan bahagia.


Seketika Chloe menelan salivanya dengan susah memikirkan permintaan sang suami, dirinya tidak sanggup jika pagi ini Xavier meminta haknya lagi.


"Rileks baby aku tidak memintanya pagi ini karena aku tahu punyamu masih sakit" bisik Xavier di telinga Chloe.


Muka Chloe seketika merah padam mendengar perkataan Xavier yang terlalu vulgar menurutnya. Xavier bangun dan mengendong Chloe ke kamar mandi tanpa sehelai benang apa pun di tubuh keduanya.


"Sayang" teriak Chloe karena kaget bercampur malu.


"Aku tahu kamu ingin ke kamar mandi sayang jadi biar aku bantu baby"


"Aku bisa jalan sendiri sayang"


"Percaya sama aku sayang kamu tidak akan kuat berjalan sendiri" ucap Xavier sambil mendudukkan Chloe di kloset.


Chloe yang melihat tubuh Xavier tidak memakai apapun membuang muka ke arah lain. Xavier yang melihat Chloe malu seketika tersenyum.


"Jangan malu sayang lagian semalam kamu sudah merasakan dan melihat Xavier junior" ucap Xavier dengan santai.


"Xavier" teriak Chloe dengan kesal.


Xavier hanya terkekeh dan mengajak Chloe mandi bersama tanpa mengulang kegiatan mereka semalam. Xavier sebenarnya ingin mengulangnya lagi tapi ia tidak mau melakukannya karena Chloe masih merasakan sakit di bagian intinya.


Setelah mandi keduanya mengganti pakaian dan memilih sarapan di dalam kamar meski sudah lewat waktunya. Xavier menyuruh Chloe agar beristirahat saja di dalam kamar sedangkan dia pergi menemui Albert dan lainnya.


"Bos" ucap Albert yang melihat Xavier turun dari tangga.


"Apa ada perkembangan" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Mereka belum mengetahui dimana lokasi nyonya saat ini bos semua akses nyonya sudah diblokir dan tidak bisa diakses bos" ucap Albert.


"Siapkan semua berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi"


"Siap bos" ucap Albert.


"Bos wanita tua itu sudah memulai permainannya" ucap Thomas sambil menyodorkan laptopnya berisi rekaman cctv di mansion nenek Esma.


"Heemmm! Kita lihat sampai mana permainan mereka" ucap Xavier dengan sinis.


"Kenapa tidak dihabisi saja bos" ucap Kevin dengan santai.


"Bocah lanjutkan saja gamemu jangan ikut campur" ucap Thomas dengan suara tinggi.


"Cih! Dasar jomblo tua" gumam Kevin dengan pelan.


"Tidak akan cocok buatnya jika harus dimusnahkan lebih dulu tanpa menikmati permainan ini" ucap Xavier dengan sorotan mata tajam.


Ketiganya menelan saliva dengan susah merasakan aura membunuh di sekitar Xavier. Para pelayan yang berada di sekitar mereka tidak berani keluar menunjukan wajah mereka di hadapan Xavier.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier yang melihat pelayan membawa sepiring buah naik ke lantai dua mengangkat alisnya sebelahnya.


"Albert" ucap Xavier sambil melirik pelayan tersebut.


Albert melihat arah pandang Xavier dan langsung mengerti apa yang harus dilakukannya. Albert bangun dan berjalan menghampiri pelayan tersebut, pelayan itu menunduk takut melihat tatapan tajam dari Albert.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Albert dengan suara dingin.


"Maaf tuan tapi tadi nyonya menelpon lewat interkom untuk membawakan buah buat nyonya" jawab pelayan itu dengan gugup.


"Apa kamu lupa dengan peraturan di mansion ini!" bentak Albert.


"Maafkan saya tuan" ucap pelayan itu sambil gemetar ketakutan.


"Bawa dia pergi dari hadapanku" ucap Xavier dengan suara dingin.


Albert menyuruh anak buahnya untuk membawa keluar pelayan tersebut dari sana. Albert membawa piring berisi potongan buah menuju Xavier.


"Suruh pak Max datang bersama dengan pelayan yang biasa melayani istriku disana" ucap Xavier sambil berlalu.


"Baik bos"


"Thomas siapkan semua berkas email ku di ruang kerja" ucap Xavier dengan wajah datar.


"Baik bos" ucap Thomas.


Xavier masuk ke dalam kamar dan melihat sang istri yang tiduran di sofa sambil menonton TV. Xavier mengelus dan mencium kepala Chloe dengan lembut.


"Apa kamu bosan sayang?" tanya Xavier sambil menyuap potongan buah apel ke mulut Chloe.


Chloe menerima suapan buah dari suaminya dengan cepat, ia menggelengkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Xavier.


"Tubuhku rasanya remuk semua sayang" keluh Chloe.


"Apa kamu mau dipijit baby" goda Xavier.


"Tidak sayang aku hanya ingin beristirahat tanpa diganggu" ucap Chloe dengan tegas.


"Heemmm! Baiklah sayang lanjutkan makanmu aku ada di ruang kerja bersama Albert baby" ucap Xavier mengalah.


"Iya sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.


Xavier mencium bi**r Chloe dan me****tnya sebelum beranjak keluar. Chloe membalas ciuman suaminya dengan lembut.


Chloe menghabiskan waktunya seharian di dalam kamar sedangkan Xavier dan lainnya mengerjakan pekerjaan mereka baik perusahaan dan markasnya di ruang kerja Xavier.


~ *RM G**roup* ~


Laura tengah bersama dengan Adam dan Steven membahas proyek perusahaan mereka di dalam ruangan Adam. Ketiganya selalu mendiskusikan pilihan yang yang pantas untuk diambil dalam berbagai proyek.


"Daddy perusahaan Shine akan mengadakan tender resmi untuk proyek pembangunan resort mewah di Lombok minggu depan" ucap Steven.


"Kita harus memenangkan tender tersebut karena proyek itu bernilai miliaran" ucap Adam dengan menggebu-gebu.


"Tapi daddy perusahaan SR Company juga akan ikut ambil bagian" ucap Steven.


"Bukannya itu perusahaan milik Sean ya sayang" ucap Laura.


"Iya mommy" ucap Steven.


"Bagaimana kalau kita gabungkan saja perusahaan kita untuk memenangkan tender itu" ucap Adam memberi ide.


"Aku rasa tidak mungkin dad karena Sean sudah mengibarkan bendera untuk maju sendiri apa daddy lupa jika bulan lalu perusahaannya berhasil memenangkan tender pemerintah untuk pembuatan jalan tol" ucap Steven.


"Benar juga son kita tidak bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan Sean meski perusahaan baru tapi ia di bawah naungan RH Company" ucap Adam dengan tegas.


"Kita maju saja dengan proposal kita, mommy yakin proposal kita tidak kalah menarik" ucap Laura dengan senyum sinis.


"Aku setuju dengan ide mommy" ucap Steven.


Ketiganya langsung berunding untuk mempersiapkan proposal tender dari perusahaan Shine. Saat sedang membicarakan masalah perusahaan tiba-tiba hp Steven berbunyi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Steven melihatnya dan tersenyum bahagia karena yang menelponnya adalah istrinya.


"Mom dad Steven kembali ke ruangan dulu ya soalnya mau makan siang bareng Aurel" ucap Steven.


"Iya son titip salam untuk menantu mommy" ucap Laura.


"Oke mom"


Steven berjalan keluar dan langsung mengangkat panggilannya.


^^^"Halo sayang"^^^


"Halo mas apa jadi makan siang bareng" ucap Aurel dari seberang.


^^^"Jadi sayang nih mas lagi mau menuju hotel kamu"^^^


"Oke mas aku tunggu ya"


^^^"Iya sayang love you"^^^


Steven segera beranjak menuju ke hotel Sanjaya tempat kerja istrinya. Berbeda dengan Steven yang sedang menuju ke tempat istrinya, Queen saat ini sedang melampiaskan amarahnya di dalam kamar.


"Berengsek" teriak Queen dengan suara tinggi.


Ia marah karena menurut mata-matanya di kantor Sean ternyata Sean sudah mengetahui keberadaan Chloe dan menyuruh orang untuk mencarinya.


"Gue ngak bakal biarin ja***g itu rebut Sean dari hidup gue" ucap Queen dengan suara bergetar tanda emosi.


Queen memikirkan apa yang harus ia lakukan agar Sean selalu berada disisinya. Meski mereka sudah menikah tapi Sean tidak pernah menyentuh atau sekamar dengan dirinya.


Seketika Queen tersenyum senang karena sudah mendapat ide untuk membuat Sean selalu ada di sampingnya dan pasti ia akan melupakan Chloe.


"Aku bisa menggunakan kehamilanku ini" ucap Queen dengan mata berkilat.


Queen kemudian menyuruh pelayan membersihkan kamarnya dan segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan memanjakan tubuhnya.


Tepat pukul 17:00 sore entah karena keberuntungannya Sean pulang hari ini lebih awal dari biasanya. Sean yang biasa pulang di atas jam 9 malam mendadak pulang tepat jam 5 sore.


Queen tersenyum tipis mulai melakukan rencananya. Sean masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, tepat pukul 19:00 keduanya menyantap makan malam dengan diam tanpa sepatah kata pun.


Queen melihat Sean yang sudah menghabiskan makanannya dan berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun dengan kesal. Queen memberanikan diri untuk pergi ke kamar Sean tepat di samping kamarnya.


Tok........tok..........tok......


Queen mengetuk pintu sambil menunggu perintah Sean untuk masuk. Mendengar suara Sean yang menyuruh masuk Queen langsung membuka pintu dengan pelan dan masuk ke dalam.


Sean yang melihat Queen berdiri di depan pintu kamarnya mengangkat alisnya dengan bingung. Dirinya kemudian duduk di sofa sambil menatap tajam Queen.


"Ada apa" ucap Sean dengan tajam.


"Uhmmm! Itu" ucap Queen dengan gugup.


"Jangan buang waktu gue" desis Sean dengan tidak suka.


"Aku ngak mengerti tapi entah kenapa malam ini aku ingin berhubungan denganmu"


"Cih! Bi**h" gumam Sean yang masih bisa di dengar oleh Queen.


Berengsek beraninya dia ngatain gue bi**h, batin Queen emosi.


"Maaf kalau aku meminta hal yang aneh" ucap Queen sambil berlalu keluar.


Sean yang melihat Queen sudah pergi mengusap wajahnya dengan kasar. Ia sebenarnya tidak ingin tapi ia tahu jika perubahan hormon ibu hamil lebih meningkat jika sedang mengandung.


Sean berdiri dan berjalan keluar menuju kamar Queen. Sampai disana ia menindih Queen di atas tempat tidur dan tanpa melakukan pemanasan ia langsung melakukan hubungan tersebut.


Air mata Queen jatuh menahan rasa sakit yang ia rasakan tapi ia tahan demi rencananya.


Aku akan membuat kamu tidak mempunyai waktu sedikit pun untuk mencari keberadaan ja***g tersebut, batin Queen.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Xavier ~


Tak berbeda jauh dengan Sean dan Queen saat ini dalam kamar Xavier dan Chloe di penuhi dengan suara-suara aneh.


Xavier seperti sudah kecanduan akan tubuh istrinya sehingga tidak melewatkan satu hari tanpa menikmati tubuh sang istri.


"Sayang sudah ya aku tidak kuat lagi" ucap Chloe dengan suara serak.


"Sedikit lagi sayang" ucap Xavier tanpa menghentikan permainannya.


Selang 20 menit keduanya mencapai pelepasan mereka masing-masing dan kemudian Xavier mencium b***r Chloe dengan lembut.


Semoga cepat hadir Xavier dan Chloe junior di perut mommy, batin Xavier sambil mengelus perut rata Chloe.


Hari berlalu dengan cepat tanpa terasa sudah 3 hari Chloe dan Xavier berada di Indonesia. Tepat hari ini hari senin, Chloe yang ditunjuk oleh Xavier menjadi asisten pribadinya sudah mulai ikut ke kantor Xavier.


Chloe awalnya menolak posisi itu karena ia tahu Xavier sudah mempunyai asistennya yaitu Albert tapi namanya Xavier ia tidak akan membiarkan sang istri jauh dari pandangannya.


"Itu adalah posisi untukmu sayang jika ingin bekerja maka terima jika tidak ya sudah tunggu aku di mansion baby" ucap Xavier dengan tegas tidak mau menerima penolakan.


Chloe menghela napasnya menyetujui perkataan suaminya toh dari pada tidak bekerja sama sekali. Chloe dan Xavier turun dari mobil mewah Xavier di depan perusahaannya.


Semua jajaran direksi menyambut kedatangan bos besarnya dengan berbaris menunduk di depan pintu masuk. Chloe yang awalnya melihat hal tersebut menjadi gugup tapi secepatnya dirinya menetralkan rasa gugupnya.


Semua karyawan berbisik melihat siapa gadis cantik di sebelah Xavier yang baru kali ini mereka lihat. Decak kagum dari pegawai saat melihat wajah cantik Chloe yang seperti bidadari.


"Selamat datang tuan" ucap semua karyawan serentak sambil menunduk.


Xavier berlalu pergi tanpa membalas ucapan karyawannya diikuti Albert, Thomas dan pengawalnya. Chloe yang melihat sang suami hanya menampilkan wajah datar dan dingin hanya menggelengkan kepalanya.


Sampai di lift khusus Xavier menarik Chloe ke dalam pelukannya.


"Sayang apa yang kamu lakukan" ucap Chloe dengan malu.


"Memangnya kenapa aku kan meluk istri aku sendiri" ucap Xavier dengan santai.


Albert dan lainnya mengedarkan pandangan ke bawah tidak mau melihat apa yang di lakukan oleh sang bos. Chloe yang melihat kelakuan sang suami hanya membiarkannya saja.


Ting........


Lift berhenti di lantai 40 tempat ruangan Xavier jika berada di sini. Ruangan direktur berada di lantai 39 berbeda dengan ruangan khusus untuk dirinya.


Seorang gadis cantik berkulit sawo matang berdiri di depan meja bertuliskan sekertaris dengan senyum manis.


"Selamat pagi tuan dan nyonya" ucap sekertaris yang bernama Manda.


"Selamat pagi" balas Chloe dengan sopan.


Xavier tidak membalasnya menurutnya itu tidak penting. Keempatnya lalu berlalu menuju ke ruangan Xavier dengan cepat.


"Albert berikan semua data perusahaan yang berpartisipasi dalam tender hari ini" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos" ucap Albert.


"Thomas kamu awasi kantor pusat dan pergerakan saham serta email yang masuk"


"Baik bos" ucap Thomas.


Semuanya langsung sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Chloe masih berdiri menatap mereka dengan bingung pasalnya hanya dirinya saja yang tidak ada kerjaan.


"Sayang tugas ku apa" ucap Chloe dengan bingung.


Xavier menatap istrinya dengan senyum manis dan seketika ia mendapat ide yang bagus.


"Tugas kamu layani aku baby" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.


"Apa! Masa tugas aku kayak gitu" ucap Chloe menolak.


"Kamu posisinya apa sayang?" tanya Xavier balik.


"Asisten pribadi kamu sayang"


"Tugas seorang asisten apa" ucap Xavier dengan tegas.


"Uhmm! Melayani kebutuhan tuannya sayang" ucap Chloe dengan polos.


"Nah itu tahu tugasnya kan sayang" ucap Xavier dengan santai sambil melanjutkan kerjaannya.


Chloe berdiri memikirkan perkataan Xavier barusan dan seketika matanya melotot kaget karena dirinya sudah dipermainkan oleh sang suami.


"Xavier" ucap Chloe dengan mata tajam.


Xavier terkekeh melihat tatapan tajam sang istri yang sangat kesal, Albert dan Thomas yang melihat Chloe dan Xavier hanya menggelengkan kepala mereka tidak mengerti dengan pasangan ini.


Chloe yang kesal mencibirkan bibirnya tidak merespon semua perkataan Xavier. Akhirnya Xavier menarik Chloe dan mendudukkannya di pangkuannya sambil meneliti berkas di mejanya.


Chloe hanya pasrah saja karena ia tahu jika menolak Xavier pasti tidak akan mengijinkannya bekerja lagi.


"Baby kamu bantu aku meneliti berkas perusahaan yang akan presentasi di tender kita kali ini"


"Memangnya apa yang mau kamu buat sayang"


"Aku ingin membangun resort mewah untuk istriku di Lombok"


"Kamu tidak bercandakan sayang?" tanya chloe dengan kaget.


"No baby" ucap Xavier dengan tegas.


"Thank you hubby" ucap Chloe dengan senyum manis.


Chloe dan Xavier lalu melanjutkan kerjaan mereka tidak memperdulikan Albert dan Thomas yang melihat kemesraan mereka dengan hati getir.


"Apa daya kita yang masih jomblo" gumam keduanya dengan suara pelan.


Chloe meneliti berkas proposal dari perusahaan Rosemary dan seketika ia tersenyum sinis membaca nama perusahaan tersebut.


"Tunggu tanggal pembalasanku" gumam Chloe dengan suara pelan.


Meski ia berbicara dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Xavier. Ia tersenyum penuh arti melihat sang istri yang ternyata sangat kejam dan pendendam.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀