
π»Gelas yang sudah pecah tidak bisa jadi utuh lagi, begitu pun dengan hatiku yang sudah tak utuh lagiπ»
.
.
.
.
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan tingkat SMA di seluruh Indonesia. Suasana SMA Internasional Cempaka Putih sangat ramai karena para murid kelas XII sedang menanti hasil kelulusan.
Rencananya mereka akan mendengar hasil pengumuman kelulusan secara online. Karena hari ini adalah pengumuman kelulusan maka kelas X dan XI tidak ada jadwal kegiatan belajar mengajar.
Chloe yang hari ini tetap masuk sekolah meski saat ini hatinya hancur berkeping-keping, tetap memaksakan senyum kepada teman sekelasnya.
"Woy gue mau ke markas ka Sean temui bebeb gue, loe mau ikut ngak?" tanya Ana sambil menepuk pundak Chloe.
"Ya ampun Ana sakit tahu" ucap Chloe kesal sambil memegang bahunya.
"Hehehehe! Sorry say ngak sengaja gue"
"Heeemmm"
"So loe ikut ngak"
"Uhmm! Gue ngak ikut nanti aja gue nyusul soalnya gue masih mau ke perpus dulu" ucap Chloe yang tidak ingin melihat wajah Sean lagi.
"Oke deh" ucap Ana sambil berlalu.
Selepas kepergian Ana, Sinta yang sempat mendengar pembicaraan mereka mulai mendekati meja Chloe.
"Kenapa ngak ke sana aja?" tanya Sinta penasaran.
Chloe melihat Sinta dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak. Tatapan matanya menyirat kekecewaan yang sangat mendalam kepada sahabatnya.
Sin loe kenapa setega itu sama gue, apa salah gue sama loe, batin Chloe yang terasa sangat sakit ketika berhadapan dengan Sinta.
Sinta yang melihat Chloe hanya diam semakin bingung. Ia terus memanggil nama Chloe tapi tidak direspon oleh Chloe.
"Chloe" ucap Sinta dengan suara tinggi.
Seketika kelas menjadi hening, semua memandang Sinta dengan tatapan bingung. Sinta yang melihat seisi kelas sedang memandangnya hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Gue ada urusan yang lebih penting" ucap Chloe dengan suara dingin sambil berjalan keluar.
Mendengar perkataan Chloe kepada Sinta semua teman sekelasnya seketika menatap tajam Sinta.
"Kalian kenapa" ucap Sinta dengan gugup.
"Loe ngapain si Chloe sampai dia ngomongnya dingin banget sama loe?" tanya Riski dengan heran.
"Gue ngak tahu orang gue nanya terus tapi dia malah diam makanya gue teriak kencang biar dia dengar" ucap Sinta membela diri.
"Kalau gue jadi Chloe udah pasti gue jawab kayak gitu" ucap Rina.
"Iya benar banget thu bukan berarti Chloe ngak jawab pertanyaan loe jadi loe harus teriakin dia sih" ucap Ahmad sambil memikirkan kejadian tadi.
"Lah kan gue cuma nanya aja" bantah Sinta.
"Ya orang ngak mau jawab jangan dipaksain dong!" bentak Rina.
"Loe kenapa bentak-bentak gue" ucap Sinta dengan suara tinggi sambil menunjuk Rina.
"Kalau ngak terima dibentak jadi jangan suara tinggi juga dong sama orang. Itu yang Chloe rasain sama persis kayak yang loe rasain sekarang" ucap Rina dengan tegas.
Mendengar perkataan Rina barusan seketika Sinta membenarkan semua ucapan Rina. Dirinya ingin meminta maaf tapi ia urungkan karena ingin menemui sang pacar.
Sinta pun meninggalkan kelas dan mengirim pesan ke Sean untuk bertemu di ruang musik. Sean pun pergi ke ruang musik untuk menemui Sinta.
Sampai disana Sinta memeluk Sean dengan manja. Sinta menarik tangan Sean buat duduk di kursi. Sean sebenarnya malas tapi ia hanya menuruti keinginan Sinta agar dirinya tidak membocorkan semuanya ke Chloe.
"Sayang kapan pengumuman kelulusannya?" tanya Sinta manja.
"Jam 11:00" ucap Sean dengan suara dingin.
"Berarti tinggal sejam lagi dong"
"Heeemmm"
"Kamu mau rayain kelulusan dimana" ucap Sinta sambil duduk dipangkuan Sean.
"Di club biasa"
"Ntar aku ke sana ya sayang"
"Terserah loe" ucap Sean dingin.
Sinta mengelus pipi Sean dengan sensual, tak lama kemudian b***r mereka berdua saling berpagutan tanpa melihat sekeliling mereka.
Tanpa keduanya sadari ternyata Chloe dari tadi berada di ruangan yang sama dengan mereka berdua. Chloe yang tadi memang berniat pergi ke perpus seketika melangkah menuju ruang musik.
Sampai disana ia melihat suasana belakang sekolah dari kaca. Tak lama ia mendengar langkah kaki masuk, Chloe ingin pergi tapi saat mau melangkah ia mendengar suara yang sangat dikenalnya.
Chloe melihat dari balik gorden dan seketika matanya melotot kaget. Kedua orang di depannya sangat ia kenali, keduanya adalah penipu dan pengkhianat.
Chloe memfoto adegan keduanya saat berciuman dengan panas. Air matanya mengalir di kedua pipi mulusnya, ia akui sangat sakit mendapati keduanya saat ini.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Selepas perginya mereka berdua Chloe menangis sejadinya disana sambil melihat foto di hpnya.
"Hiks hiks..........gue kecewa banget sama loe Sean" ucap Chloe sambil menangis.
Setelah menormalkan napasnya, Chloe pun langsung berjalan menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya yang sembab. Chloe kemudian keluar dan meminta ijin untuk pulang lebih dulu karena tidak enak badan.
Saat Chloe pulang ia sempat bertemu dengan sahabatnya Sean di lobby. Resa sempat melihat wajah Chloe yang agak pucat ia ingin menyapa Chloe tapi ia urungkan karena Chloe seperti tidak mau diganggu.
Resa pun memilih pergi kembali ke markas Sean. Sampai disana ternyata hasil pengumuman sudah keluar dan mereka semua 100% lulus. Suasana haru dan senang membahana di dalam sekolah.
Sean pun melupakan sang pacar dan memilih menghabiskan waktu bersama teman-temannya dan selingkuhannya.
~ RH Company ~
Riko sedang memarahi anak buahnya karena mereka tidak becus mencari siapa dalang dari penyusup semalam di markasnya.
"Cepat cari semua bukti dan tersangka secepatnya" bentak Riko dengan suara tinggi.
"Baik bos" ucap mereka semua serentak.
Selepas kepergian anak buahnya, Riko menarik dasinya dan membuka kancing bajunya bagian atas. Ia masih bingung dengan kejadian tadi malam di markasnya.
"Siapa dalang dibalik ini semua Rio?" tanya Riko dengan penasaran.
"Saya belum tahu tuan tapi pastinya orang ini sepertinya pintar membuat strategi tuan"
"Ya kamu benar bagaimana mungkin tidak ada jejak cctv sedikit pun" ucap Riko sambil mengambil rokok dan menghisapnya.
"Apa dia musuh tuan yang lama"
"Cih! Semua musuhku sudah aku lenyapkan sampai akarnya"
"Bisa saja ada yang dendam tuan" ucap Rio.
"Ya kamu benar bisa saja ada dendam di balik ini semua" ucap Riko sambil mengepal tangannya menahan emosi.
Semalam memang tidak ada yang dicuri hanya beberapa data diruang penyimpanan berantakan seperti diobrak-abrik, Riko tidak tahu apa yang sedang diperbuat oleh musuhnya saat ini ia harus secepatnya menyelesaikan masalah ini.
Di sebuah mansion mewah, Xavier tertawa bahagia karena sudah berhasil mengoceh markas milik laki-laki berengsek yang sudah membuat gadisnya menangis kemarin.
"Aku akan membalas kalian 1000 kali lipat untuk air mata gadisku" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
Aura membunuh sangat terasa di mansion tersebut. Thomas yang baru datang bergidik ngeri untuk masuk kedalam, dirinya tidak mau untuk kembali merasakan pukulan sang bos.
Tapi mau dikata apa ia hanya seorang anak buah yang menuruti permintaan bosnya. Thomas masuk dan langsung menuju ruang tengah mansion dimana disana ada Xavier, Albert, Kevin dan para pengawal.
"Bagaimana Tom"
"Beres bos mereka semua sedang mencari siapa yang semalam masuk ke sana"
"Cih! Dasar orang bodoh" ejek Xavier tertawa sinis.
"Bos apa yang akan kita lakukan sekarang" ucap Albert.
"Kita lihat saja dulu bagaimana perkembangan mereka baru memutuskan ke permainan selanjutnya" ucap Xavier sambil tersenyum iblis.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe pulang ke mansion dengan wajah sembab dan tidak ada semangat lagi. Queen yang sudah pulang dari tadi melihat Chloe dengan mencemooh.
Chloe hanya melewati Queen dan tidak mau meladeni Queen. Tenaganya yang sudah habis karena menangis hanya bisa pasrah saja jika Queen memberinya hukuman.
Sampai di kamar Chloe menarik napasnya lega karena Queen hari ini tidak mengomel seperti hari lainnya. Chloe langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
Seketika Chloe sudah terlelap, Queen yang hari ini akan pergi bersama Sean sengaja membiarkan Chloe hari ini karena moodnya sedang baik.
Tepat pukul 15:00 Sean sudah memarkirkan mobilnya di mansion Chloe. Tidak lama kemudian Queen keluar dengan menggunakan rok jeans pendek dan baju model sabrina.
Penampilannya seketika membuat Sean terpesona sekaligus bernafsu karena melihat kaki jenjang Queen yang mulus. Sean menelan salivanya dengan kasar menahan hasratnya yang seketika naik.
"Hay ka" ucap Queen dengan senyum manis.
"Hay" balas Sean dengan datar.
Queen yang sudah terbiasa dengan sifat Sean pun hanya membiarkannya saja. Saat di jalan Queen sengaja duduk menyilang kaki untuk menggoda Sean.
Sean yang melihat hal itu hanya bisa terdiam saja. Di tengah jalan Queen sengaja merapatkan tubuhnya ke Sean hanya untuk bertanya dimana cafe yang sedang trend di medsos saat ini.
D***a Queen sempat bersentuhan dengan lengan Sean. Sean yang sudah terbakar gairah pun segera menepikan mobilnya di jalanan sepi dan kemudian mengangkat tubuh Queen dan menaruhnya di atas pangkuan Sean.
Queen pun kaget dengan tindakan Sean tapi seketika ia tersenyum karena rencananya berhasil. Sean kemudian mencium bi**r Queen dengan kasar dan bernafsu.
Tangan Sean sudah menjulur ke tubuh Queen dari atas sampai bawah. Sean meremas bagian d**a Queen dengan kasar dan hal itu membuat Queen mendesah.
Mendengar hal itu Sean pun semakin bernafsu dan mencium Queen dengan kuat dalam mobil. Tak lama mereka mengambil oksigen karena pasokan oksigen seperti habis karena ciuman mereka yang sangat lama.
Sean mencium Queen dengan rakus dan melupakan sang kekasih. Chloe yang sudah sadar segera mengambil hpnya dan menyimpan bukti foto tadi di akun penyimpanannya.
"Gue harus bikin rencana sebelum memutuskan semuanya" ucap Chloe tegas.
Ia tidak ingin Sean menganggu dirinya lagi. Cukup sekali ia tertipu tapi tidak untuk kedua kali. Xavier tersenyum mengejek mendengar laporan dari sang anak buah yang melaporkan kejadian Sean dan Queen barusan di dalam mobil.
"Kamu memang laki-laki biadab" ucap Xavier dengan emosi.
Xavier ingin memberitahu Chloe tapi tidak ingin Chloe kembali menderita lagi. Apalagi ini adalah saudara angkatnya sendiri, jika Chloe mengetahui hal itu maka sudah pasti Chloe akan drop dan menderita lebih dari sebelumnya.
"I will not leave you alone my little girl" ucap Xavier dengan senyuman manis sambil melihat foto Chloe di handphonenya.
...βββββ...
To be continue.......
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guysβ€π