48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
apa hubunganmu dengan tuan muda



Hari ini adalah hari pertama semenjak di Mansion, Lia bangun pagi dengan lebih bergairah, meskipun lelah dengan pergulatan semalam. Tapi setelah dua jam Lia berhasil menolak Jason untuk melanjutkan. Jika tidak, dia yakin tidak akan ada hari ini untuknya beraktifitas normal.


"Kau tampak sangat bersemangat hari ini, kucing manis." Ujar Jason sambil memandangi Lia yang asyik mematut dirinya di depan cermin dengan setelan kerja yang dia beli kemarin.


"Tentu saja dong, hari ini aku aku akan punya aktifitas baru. Aku sudah tidak sabar berbuat sesuatu yang berarti." Ujar Lia dengan bersemangat.


"Nampaknya kau jauh lebih bersemangat dengan bekerja daripada bertemu denganku." Wajah Jason tampak berkabut saat mengatakan hal itu.


Lia memandang Jason dari pantulan cermin di hadapannya. Dia melihat bagaimana wajah pria itu tampak muram. Hal itu tentu saja menggelikan bagi Lia. Bukannya mereka akan pergi bekerja bersama, berada di kantor yang sama dan tinggal di mansion bahkan di tempat tidur yang sama.


"Duhhh lalat buah, kenapa dengungan mu menjadi tidak percaya diri lagi?" Jawab Lia sambil tertawa.


Jason mendengar kata lalat buah lagi, segera menarik tangan Lia, sehingga badan gadis itu otomatis langsung membalik dan membentur tubuh Jason. Jason dengan segera memeluk Lia dan tanpa permisi menggigit bibir istrinya.


"Aow. Sakit! Nanti aku sariawan kalau kau gigit seperti itu." Protes Lia setelah Jason melepaskan gigitannya.


"Itu hukuman jika kau sekali lagi memanggil suami mu dengan kata lalat buah! Heran... memangnya suka punya suami berwajah seperti lalat buah?"


Lia membayangkan bentuk lalat buah dan dia langsung bergidik. Jelek sekali. Dulu dia memanggil Jason lalat buah, karena pria itu selalu berisik di dekatnya dan mengganggu. Tapi sekarang, memiliki suami lalat buah tentu saja dia tidak mau.


Lia menggelengkan kepalanya.


"Panggil aku yang lebih bagus lagi. Seperti Pangeran Rajawali?" Ujar Jason yang selalu membanggakan organ intimnya sebesar dan seperkasa burung Rajawali.


"Emang Yoko kali," gumam Lia teringat dengan serial drama kuno, Pendekar Rajawali.


"Apa?" Tanya Jason tidak mengerti.


"Ah, ga ada. Sudah yukk kita berangkat." Lia mendorong tubuh Jason agar melepaskan dirinya dari pelukan.


Jason menuruti Lia dan mereka keluar dari kamar, kemudian turun ke lantai bawah. Tampak butler Bernard memandang Lia heran.


"Pagi butler Bernard. Gak perlu melotot seperti itu. Sekarang aku alan bekerja. Aku akan punyaaa gaji. Jadi lain kali akan aku traktir dirimu ke spa ya." Ujar Lia sambil menepuk pundak butler Bernard.


"Trimakasih nona, anda tidak perlu memanjakan saya." Sahut butler setengah baya itu.


"Ya udah, kalau begitu aku traktir yang lainnya aja."


Butler Bernard memutar bola matanya mendengar jawaban Lia. Bukankah seharusnya Lia bilang, tidak apa-apa atau jangan sungkan.


"Jaga mansion ya, jangan suka menggoda pelayan di belakang." Pesan Lia asal.


Mendengar perkataan Lia, butler Bernard langsung kaget dan tegang. Dia buru-buru mengklarifikasi ucapan Lia.


"Nona jangan memfitnah saya. Tuan muda saya tidak seperti itu." Ujar nya panik.


"Haduhh gitu juga ga apa-apa, asal nikah dulu kalau mau yang enak-enak." Sahut Lia cepat, sambil segera masuk kedalam mobil ketika melihat Jason memberinya tatapan tajam.


Masa menggoda butler Bernard saja marah.


"Jadi, yang enak-enak jika sudah menikah itu apa?" Bisik Jason menggoda setelah duduk disamping Lia.


Pipi Lia memerah. Dia tidak berani membuka suara. Pertanyaan menjebak dari kata-katanya sendiri. Apapun jawabannya, Lia tahu dia pasti yang kalah. Mulai sekarang, Lia harus mengontrol cara bicaranya.


"Jason, bisa gak aku meminta sesuatu." Lia bertanya sambil memainkan cincin di tangannya. Dia melirik cincin yang di kenakan Jason.


"Hmmmm,"


Jason melirik Lia yang memainkan cincin di tangannya. Dia merasa heran dengan waniya disampingnya ini. Bukannya wanita lainnya akan berusaha memamerkan hubungan dengan dirinya. Bahkan tak sedikit yang mengklaim jika memiliki status sebagai kekasih Jason hanya dengan satu kali makan malam bersama, yang diatur oleh ibu nya.


Tapi, wanita satu ini, apa yang ada dipikirannya? Kenapa dia bertindak sangat jauh berbeda dengan kebanyakan wanita lain. Memang benar jika Lia seutuhnya berbeda dengan semua wanita yang dia kenal. Tetapi, tidak mau mengakui dirinya sebagai suami, apakah ada hal lain dalam benaknya?


"Maksudku begini. Dengan diriku berstatus pegawai biasa, aku bisa bergaul dengan lebih baik bersama yang lainnya. Beri kesempatan padaku satu atau dua bulan saja. Aku janji tidak akan memalukan dirimu atau pun lari. Lagi pula siapa lagi yang mau dengan diriku ini selain dirimu."


Maksudku, kau kan yang sudah mengambil keoriginalanku, Jadi kau yang harus bertanggung jawab seumur hidupku. Masa hal seperti ini harus aku katakan melalui bibirku?


"Baiklah. Apapun yang kau mau." Jason mengalah.


Mata Lia berbinar senang. Dia kemudian menarik tangann Jason dan mengeluarkan cincin nikah dari tangan pria itu. Jason hanya diam saja melihat tingkah Lia. Lia kemudian melepaskan cincin nikah miliknya dan menjadikan satu sebagai bandul kalung. Dengan bantuan Jason, Lia kembali mengkaitkan kalung itu di lehernya. Dan berakhir dengan kecupan lembut Jason di leher belakang Lia.


Mereka tiba di kantor. Semua tampak hormat menyambut Jason. Lia menjaga jarak untuk berjalan di belakang Jason. Pria iti sebenarnya tidak suka Lia bersikap seperti itu. Tetapi, permintaan Lia sangat sejalan dengan rencana dirinya, untuk menutupi status wanita itu dari orang tua nya, hingga semua persiapan dan keuntungan masuk ke rekening Lia yang sudah dia persiapkan.


Mereka masuk ke gedung di lantai paling atas. Dan setelah sampai di ruangan luas itu, Lia disambut oleh kepala sekretaris Jason yang merupakan seorang pria.


Jason membiarkan, sekretarisnya yang menunjukan pada Lia mengenai isi ruangan dan pekerjaan yang Lia tangani. Lia hanya akan mengatur jadwal Jason dan mengurus beberapa email yang berasal dari Asia. Tentunya semua itu dalam bahasan International.


"Namaku, Pedro. Aku sudah bekerja di dengan tuan Jason selama lebih dari tujuh tahun, semenjak dirinya memegang kantor pusat disini."


"Hai Pedro, namaku Lia. Kau pasti salah satu orang kepercayaan Jason. Dimana kau bekerja sebelum bersama Jason?"


Lia tersenyum pada Pedro. Pedro seorang yang ramah, memiliki gaya seperti Erick. Tapi tampaknya Pedro sedikit lebih tua daripada mereka berdua


"Hemmm... tidak ada. Ini adalah pekerjaan pertamaku dan tuan besar sendiri yang mengirimku kemari." Ujar nya dengan bangga.


Lia mengganggukan kepalanya.


Pedro menunjukan sekeliling ruangan luas itu. Di sana ada ruangan Jason, ruangan Erick, ruang meeting, pantry dan toilet. Sedangkan di depan ruangan Jason adalah meja Pedro dan seorang sekretaris Jason berasal dari Moscow bernama Marcela.


Lia dengan heran bertanya pada Pedro dimana dia akan bekerja. Lia berpikir jika Jason pasti akan menempatkan dirinya di lantai bawah, dimana semua sekretaris umum dan pihak pemasaran berada. Tentu saja Lia akan senang sekali, di tempat itu dia akan berkenalan dengan banyak orang.


Tetapi, ternyata tidak semudah khayalan Lia.


"Awalnya aku sudah meletakan meja mu di sisiku. Tapi tampaknya tuan muda menginginkan dirimu berada di dalam ruangannya." Jawab Pedro sambil menatap Lia dengan sorot mata yang heran.


"Ah... " Lia mendesah kecewa. Ternyata memang sulit lari dari pengawasan Jason.


"Apakah kalian sudah saling mengenal lama atau ada hububgan khusus?" Tanya Pedro dengan curiga.


"Kenapa kau berpikir begitu?"


"Karena ini pertama kalinya tuan muda memiliki sekretaris wanita yang bisa dekat dengannya. Jangankan sekretaris. Hanya pimpinan direksi wanita dengan pangkat yang tinggi bisa masuk ke ruangannya. Kecuali...."


"Kecuali apa?"


"Ya kecuali model-model cantik atau wanita yang datang dengan kerjasama bisnis." Sahut Pedro sambil melirik Lia.


Gadis ini cantik, tapi sikapnya terlalu santai dan sederhana. Tentu jauh dari selera tuan muda.


"Ah... begitu?" Sahut Lia datar.


"Jadi apa hubunganmu dengan tuan muda ?"