48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
perangkap



Plak! Plak!


"Berani-beraninya kau menikahi anakku tanpa restu dariku!"


Dua kali tamparan Laura mendarat dengan keras di wajah Erick. Pemuda itu diam tak bergerak menerima tamparan dari Laura. Hal ini tentu saja sudah dia antisipasi sebelumnya. Kesalahan tentu ada pada dirinya, yang begitu saja menikahi anak orang. Meskipun ... entah mengapa saat itu semuanya begitu kacau.


"Mommy!" Laurent memekik tertahan ketika tamparan Laura dengan keras mendarat di wajah Erick. Gadis itu langsung memeluk suaminya dengan maksud melindungi dari serangan ibunya. Mata Laurent dan Laura saling bertatapan lekat.


Laura begitu emosional. Kedua anaknya telah mendahului dirinya. Mereka menikah tanpa restu. Seadainya pun mereka meminta restu, tak akan dia biarkan mereka menikah dengan kasta bawah. Bagaimana orang menilai keluarga Madison nantinya. Bagi Laura, nama baik adalah yang terpenting.


Sekarang, apa yang terjadi. Si sulung menikahi gadis biasa dan menjadikanya cinderella. Sedangkan si bungsu, putri yang selalu dia jaga dan simpan bagaikan permata, menikahi seorang pegawai. Cih! Kegagalan terbesar dalam hidup Laura, adalah keluarganya. Hancur. Tidak ada satupun yang bsa diharapkan.


Jason dan Lia yang melihat hal itu hanya menghela napas. Tanpa sadar, Lia mengelus pipinya, jika saja itu terjadi padanya. Saat ini dia pasti sudah menangis. Sedangkan Erick, sebagai seorang pria dia tampak tegar.


Jason, sungguh bersimpati pada Erick. Bagaimanapun juga, dia juga yang telah menyebaboan Erick menikahi Laurent. Kesalahpahaman yang terjadi karena dirinya tidak mengusut tuntas kasus testpack.


Pandangan tuan besar Darrel Madison menatap lekat pada Erick. Dia menyukai Erick dan selalu merasa jika Erick adalah sekutu terbaiknya. Bahkan dia merasa memiliki keakraban dengan Erick lebih daripada Jason yang intervoret.


Erick selalu memenuhi undangan tuan besar untuk berpesta dan menghabiskan waktu bersama model-model cantik. Mereka bergiliran memeluk model yang sama. Mereka berbagi urusan ranjang dan segala hal licik lainnya. Hanya saja, Erick bersih dari urusan narkoba.


Tetapi, membayangkan Erick sebagai menantunya? Heh! Tidak pernah terlintas sedikitpun. Dia menginginkan menantu yang intevoret seperti Jason untuk Laurent. Sebagai seorang ayah yang bejat, dia tidak ingin jika Laurent mendapatkan suami yang bejat pula.


Tapi apa ini. Darrel mengelus dadanya. Beruntung saja Darrel memiliki jantung yang kuat. Dia tidak percaya dengan laporan yang diterimanya. Tetapi melihat bagaimana sikap Laurent melindungi Erick, semuanya adalah benar. Eric sudah menjadi menantunya.


Darrel, terduduk dengan lemas. Dia tidak tahu, apakah dirinya harus marah atau tidak. Haruskah dia bahagia atau sedih. Jika dia menerima Erick, maka dia harus menerima Lia. Untuk wanita itu, dia tidak mengenalnya. Benarkah wanita itu tulus?


Darrel mengenal banyak wanita disekelilingnya. Tidak ada satupun yang tulus. Bahkan Laura, istrinya. Pernikahan mereka karena perjodohan dan bisnis. Sedangkan cintanya hanya untuk Camilla Lopez. Meskipun sangat terlambat bagi Darrel menemukan Camilla. Mereka bertemu ketika Jasob sudah lahir.


Tapi sayang sekali, Camilla pun lepas dari genggamannya. Semua karena Darrel tidak pernah bisa menjaga diri dan membangun sebuah keluarga. Darrel dengan uang dan kekuasaanya, memilih untuk menikmati hidup.


"Erick! Katakan kenapa kau berani menikahi Laurent, tanpa seijinku?" desis Darrel dengan geram.


"Ini salahku, Daddy. Aku yang memaksa Erick. Aku yang membuat dia menikahiku," ujar Laurent dengan cepat.


"Apa kau wanita tidak punya harga diri?! Pria yang harus mengejarmu, bukan dirimu!" bentak Darrel dengan keras.


"Daddy, aku punya harga diri, dengan mengejar cintaku. Aku tidak malu telah mengejar dan memilih orang yang tepat," sahut Laurent lagi.


"Orang yang tepat?" Laura bertanya dengan melirik Erick yang sedari tadi hanya diam.


"Aku menyukaimu, Erick. Tapi bukan berarti aku bisa menerimamu menjadi menantuku begitu saja. Kau harus tahu itu!" Tegas tuan besar.


"Erick ...." Laurent mendesah melihat sikap Erick kepada ayahnya. Matanya menatap Erick dengan perasaan bersalah. Keegoisannya menempatkan Erick pada posisi yang sulit.


"Jason dan kau Laurent! Kalian mungkin tidak memerlukan pernikahan bisnis. Kekayaan dan kekuasaanku lebih dari cukup untuk hal seperti itu. Tetapi ingat, kalian tetap harus menikahi orang yang pantas. Orang yang tangguh dan tidak akan disepelekan oleh siapapun. Orang yang bisa menjadi citra baik di keluarga kita." Darrel menatap anaknya satu persatu dengan tajam.


"Aku masih bisa menerima Erick, mengingat dia sudah membuktikan kehebatannya dalam menjalankan berbagai urusan bisnis dan politik. Tetapi untuk dia ...."


Telunjuk tangan kanan Darrel Madison mengarah ke Lia.


"Apa kelebihan yang bisa dia banggakan, selain menjadi babysitter mu? Menjadi parasit di hidup mu? Dia harus memiliki kelebihan yang tidak akan mencoreng nama baik keluarga," ujar Darrel penuh penekanan.


"Aku tidak perlu itu, Daddy. Aku hanya ingin dia disampingku dan mendampingiku. Aku tidak perduli apa kata dunia. Bagiku, Lia yang terbaik untukku!" sahut Jason tak kalah tegas.


"Apa kau lupa, bukan dirimu yang berkuasa saat ini. Dua tahun lagi, aku akan mengumumkan pada dunia, siapa pewaris kerjaan bisnis Madison. Dan, aku bisa saja membatalkan pelantikanmu. Aku bisa saja memilih orang lain yang mau mematuhiku," gertak Darrel Madison.


Jason sudah tidak bisa diandalkan. Anak laki-laki sulungnya sudah tidak bisa dia kendalikan seperti boneka. Setidaknya Darrel berpikir, dia masih memiliki Daniel dan Erick, yang bisa dijadikan Boneka.


"Kau tidak bisa melakukan itu, Dad! Itu hak ku! Kau tidak bisa membuang kenyataan jika aku adalah pewaris sah!" Wajah Jason sudah memerah menahan amarah. Dia tidak rela, jika hak warisnya diberikan pada orang lain. Tidak pada siapapun.


"Kalai begitu, kau harus memilih antara hak waris atau dirinya!" Telunjuk Darrel Madison kembali mengarah ke Lia.


"Daddy! Kau tidak berhak memberiku pilihan apapun. Ini hidupku! Ini hak warisku!" Tegas Jason berapi-api.


"Daddy! Kau harus memberi Lia kesempatan untuk membuktikan dirinya. Dia bukan wanita lemah dan bukan parasit." Laurent berusaha membela Lia dengan memohon kesempatan untuk gadis itu, seperti kesempatan yang diberikan untuk Erick.


"Aku masih berkuasa, Jason!" Teriak Darrel berapi-api.


Lia menatap Jason dengan sedih. Kemarahan Jason sangat nyata dihadapannya. Pria itu mati-matian membela dirinya tanpa mau melepaskan hak waris. Lia sadari, hak waris itu adalah alasan utama Jason menikahi dirinya. Sampai kapanpun, Jason tidak akan melepaskan hak itu. Lia sadari hal itu.


"Tuan Darrel, apa yang harus saya lakukan untuk membuktikan jika saya pantas disisi Jason?" tanya Lia dengan tegas.


Lia sudah mengambil keputusan. Kali ini, dirinya yang harus berkorban untuk pria yang dia cintai. Untuk anaknya, untuk keluarganya.


"Lia ... kau tidak perlu membuktikan apapun. Kau adalah istriku, Pria tua itu tidak bisa memungkiri kenyataan ini," ujar Jason dengan lembut namun tegas.


Lia menatap Jason dengan lembut dan mengelus pipi pria itu, pancaran matanya seakan mengatakan pada Jason, jika dirinya baik-baik saja.


"Hah! Akhirnya giliranmu berkorban, Gadis desa!" Seringai di wajah Darrel Madison dan Laura Collins menunjukan jika Lia telah masuk dalam perangkap.