48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Berbelanja



Tubuh Lia menjadi lebih segar setelah merasakan sentuhan tangan yang ahli memijat. Sekarang Lia sudah bisa berjalan lebih baik lagi. Dan Lia keluar dari Spa dengan tangan Jason memeluk pinggangnya.


Jason hendak mengajaknya makan siang yang terlambat di sebuah restaurant di dalam hotel mewah. Tapi Lia menolaknya. Dia baru saja melihat dunia luar dan ingin merasakan keindahannya. Oleh karena itu mereka makan di restaurant terbuka yang bisa melihat orang lalu lalang.


"Kenapa Frans dan Doreo tidak ikut makan?" Tanya Lia heran.


"Mereka bisa mengurus diri mereka sendiri." Sahut Jason.


"Tapi bagaimana jika mereka lapar?"


Jason memandang Lia tajam.


"Yang harus kau perdulikan adalah aku. Bukan mereka. Kau pikir selama beberapa jam kita di dalam Spa, apa mereka tidak makan sesuatu?"


"Ah... kau benar."


"Aku heran, kenapa..."


"Makan ini, jangan ngomel saja."


Lia memasukan sepotong brokoli ke mulut Jason yang masih hendak bercuap cemburu.


Setelah menghabiskan makan siang, Jason mengajak Lia berbelanja. Jason akan membiarkan Lia bekerja di sisinya. Menjadi sekretaris pribadi yang akan selalu di dekat dirinya. Jason tidak akan membiarkan Lia berada jauh dari pengawasannya lagi.


Di dalam butik mewah dan berkelas yang hanya menjual satu merek kelas dunia, Jason mengajak Lia untuk masuk. Pramuniaga disana tampak cantik dan berkelas. Dandanan dan cara mereka berjalan sangat anggun.


Jason mendapat sambutan yang sangat hangat di sana. Lia dengan senang hati membiarkan Jason duduk di sofa dan mulai memilih pakaian yang dia senangi. Jika mengingat saat pertama kali dirinya berbelanja dulu di Miami, Jason begitu mengontrol hal-hal yang harus dia beli. Saat ini Lia merasa mendapatkan sedikit kebebasan.


Dengan lapar mata, Lia mengambil semua baju yang terasa bagus untuk dirinya, sebagian besar tentu setelan untuk bekerja. Lia tidak ambil pusing lagi dengan harga, melihat kehidupan Jason, tentu berbelanja seperti ini tidak akan membuatnya menjadi gelandangan.


Puas dengan memilih banyak barang, Lia kembali kepada Jason. Sekarang dia dikejutkan dengan bagaimana beberapa pramuniaga bergiliran menawarkan sesuatu pada Jason. Pantas saja, pramuniaga yang menemani Lia selalu berganti.


"Pantas saja kau betah duduk disini." Ujar Lia dengan sewot.


Jason menoleh pada Lia dengan heran. Dia menutup majalah bisnis yang baru saja dibacanya. Meskipun banyak pramuniaga yang berusaha mencari perhatian Jason, tetapi pria itu hanya menepiskan tangannya.


"Kau sudah selesai?"


Lia mengangguk.


"Coba kenakan, aku hendak melihat apakah itu pantas untuk mu."


Heh? Aku harus mencoba dua puluh pasang pakaian yang baru saja aku beli?


"Tapi Jason..."


"Dicoba sekarang atau kita akan bermalam di tempat ini?" Ancam Jason.


Bermalam di tempat ini? Tentu saja Lia tidak akan mau. Mata-mata jelalatan itu akan dengan senang hati menelanjangi suaminya. Di tempat ini semua pegawai adalah wanita. Dan meskipun ada pegawai pria, mereka tentu adalah Gay. Ancaman bagi Lia untuk membiarkan Jason tinggal lama disini. Jadi, lebih baii dia menurut untuk mempersingkat waktu.


Lia mencoba satu persatu pakaian formal kerja di sana. Dari lima belas pakaian kerja, hanya sepuluh yang mendapat persetujuan Jason. Dan dari lima gaun casual hanya dua yang mendapatkan persetujuan Jason. Sisanya entah terlalu mini atau terlalu terbuka.


Padahal Paris adalah kota fashion. Lia ingin sekali mengenakan gaun dengan punggung yang sedikit terbuka. Hanya sedikit, itu pun tidak lebih dibawah tali bra. Tapi Jason melarang. Lia memilih mengalah, daripada harus bermalam di tempat ini.


"Tuan, apakah anda juga memerlukan pakaian dalam?" Tanya pramuniaga itu dengan senyuman sensual.


dia ini menawarkan pakaian dalam pria atau wanita sih? kenapa bertanya pada Jason dan tidak memandang diriku?


"Lia, pilihlah pakaian dalam yang kau suka," bisik Jason mesra sambil merapikan rambut Lia yang sedikit berantakan di bahu.


Gerakan lembut Jason pada Lia, membuat iri semua pramuniaga terlebih Managers. Tampak sekali dengan lirikan sekilas yang tajam pada Lia.


"Baiklah, tunjukan padaku di mana pakaian dalam untuk ku." Kata Lia pada manager di tempat itu.


"Nona tunggu di tempat ini. Kami akan menunjukannya." Ujar nya sambil berlalu.


Sambil menunggu, tak hentinya Jason membelai rambut Lia. Gadis itu bersandar di pelukan Jason sambil membuka majalah bisnis di sana.


"Karena aku menolak diwawancarai atau pun di foto seperti itu."


"Hemm... bilang saja kau tidak fotogenic seperti Erick." Ejek Lia sambil mencibir.


"Apa kau mau seluruh dunia mengagumi ku dan mengejar diriku?" Tanya Jason dengan sombong.


Lia hanya memanyunkan bibir nya mendengar perkataan Jason yang terkesan angkuh. Hanya perlu waktu lima menit mereka menanti, sepuluh orang pramuniaga sudah berjajar di hadapan mereka.


Lia menaikan alisnya dengan mata terbelalak. Bagaimana mungkin mereka memperagakan pakaian dalam dan baju tidur itu secara langsung, bukannya membawa contoh pakaian untuk di tujukan pada Lia.


Masih dengan gaya sensual mereka melenggak-lenggok di hadapan Lia dan Jason. Lia hampir tidak dapat berkata apa-apa karena shock. Memang dia pernah melihat di channel telivis, peragaan busana dan pakaian dalam. Tapi itu di stage untuk promosi. Sedangkan disini hanyalah butik. Semua pramuniaga berdada besar dan perut rata itu, terlalu sensual.


Lia menoleh ke arah Jason yang tampak melihat ke arah mereka tanpa expressi. Pria itu bahjan mengamati dengan seksama. Wajah Lia memerah, jika dia sebelumnya harus cembutu dengan therapys, haruskan dia saat ini cemburu dan marah pada kesepuluh wanita tersebut?


Disaat Lia masih bingung dengan apa yang harus dilakukan, Jason bersuara.


"Aku ambil semua model dengan ukuran wanitaku. Aku mau warna hitam, navy, merah dan pink itu." Jason memilih bagaikan seorang ahli.


"Baik tuan. Ukuran nona ini bukan, hemmm... ukuran remaja Prancis." Ujar Managers tersebut sambil tersenyum tipis.


Dari nada suara Managers tersebut, Lia menangkap sindiran. Memang benar, jika dibandingkan dengan mereka Lia tampak sangat mungil. Tubuh yang berukuran 36c dan 36DD, entah alami atau buatan itu memang tampak fantastic.


"Kau biasa melihat pemandangan seperti itu? Aku jadi curiga seberapa banyak wanita yang sudah kau sentuh." Kata Lia dengan menggerutu.


"Di Prancis, hal seperti itu sudah biasa. Tubuh mereka sudah merupakan pemandangan umum. Aku menyentuh wanita hanya sebatas menjabat tangan saja." Jawab Jason enteng.


Lia memandang Jason tidak percaya. Banyak sisi lain dalam kehidupan Jason yang merupakan hal baru bagi dirinya. Dan tampaknya Lia harus menempa dirinya menjadi wanitankuat dan cerdik untuk bisa disisi Jason.


Managers tersebut kembali dengan seorang pelayan yang membawa troly untuk semua tas belanjaan Lia juga alat pembayaran. Satu model pakaian untuk satu kantong belanja. Pembororosan. Di Sogo saja, semua pakaian yang dibeli, dilipat dan dijadikan dalam satu kantong belanja.


Setelah Jason menggesek kartu hitamnya dan menandatangani pembayaran. Managers tersebut menyodorkan kartu namanya.


"Ini kartu nama saya tuan, jika lain kali anda memerlukan sesuatu, anda bisa menghubungi saya." ujar nya dengan sopan.


Melihat Jason tanpa reaksi, Lia mengambil kartu nama tersebut sambil tersenyum ramah.


"Anda baik sekali, Miss Melia. Saya akan pastikan tuan tamopn akan menghubungi anda dengan segera."


Perkataan Lia di sambut dengan senyuman ramah dari mangers tersebut.


"Terimakasih nona, saya tidak akan mengecewakan anda."


Mata Managers tersebut tampak berbinar.


Lia membiarkan Jason memeluk nya ketika mereka keluar dari butik. Tampak Frans dan Doreo sibuk memasukan barang belanjaan Lia dalam bagasi.


Di dalam mobil.


"Doreo, kau sudah menikah?" tanya Lia.


Jason memandang Lia heran dengan pertanyaan istrinya.


"Belum nona." sahut Doreo sambil tersipu malu.


"Ini, aku kenalkan kau dengan wanita cantik dan sexy. Dia menanti telphone mu. Berdandanlah dengan rapi jika berkencan dengan nya"


"Baik nona. Terimakasih nona atas kebaikan anda."


Lia memberikan kartu nama Melia pada Doreo. Supir yang masih muda itu tersenyum dengan lebar. Sementara Jason hanya bisa menggelengkan kepala sambil menepuk-nepuk tangan Lia.


...💖💖💖💖💖💖...


Oh iya lupa beri info, cover nya ini diganti oleh NT nyaa, bukan oleh saya.


Jangan lupa juga upgrade Noveltoon atau Mangotoon nya yaaa , supaya vote kalian gak zonk. Thanyouuu