48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Permintaan Aneh



...Jangan Lupa Sumbangin Voucher Vote untuk Lia dan Jason ya. Trimakasih...


...💕💕💕💕💕💕💕...


"Ada kehormatan apa, hingga tuan muda datang berkunjung ke kediaman kami?"


Seorang pria berusia matang sekitar empat puluh lima tahun, berdiri dengan gagah menyambut Jason. Pria itu berambut hitam rapi dengan wajah klimis tanpa rambut sehelai pun. Matanya tajam meskipun ada senyuman tipis di bibir nya. Dia menatap Jason, Erick dan Daniel yang datang bersamaan beberapa pengawal.


"Tuan Larry, Maaf jika pagi-pagi kami datang mengganggu." Jason menyapa pria dihadapannya.


Tuan Larry adalah pengusaha bahan dasar kimia yang digunakan dalam berbagai bahan industri. Baik itu untuk bahan makanan, vitamin, obat-obatan. Dia adalah orang yang pernah duduk bersama dengan Lia dan Jason di Pesta Club bangsawan. Hanya segelintir orang yang tahu, jika tuan Larry juga berkecimpung dalam dunia bisnis gelap dengan senjata kimia nya.


"Pasti ada hal yang mendesak hingga anda mengunjungi saya sepagi ini." Mata tuan Larry tampak sedikit memerah dengan kantung hitam di bawah kelopak mata. Tampaknya pria ini tidak cukup tidur semalaman.


"Benar. Saya kemari, karena yakin anda memiliki sesuatu yang menjadi milik saya!" Jawab Jason dengan perlahan namun tegas.


"Sesuatu yang menjadi milik anda? Aku tidak yakin dengan apa yang menjadi maksud anda. Ah! Mari silahkan duduk dulu." Tuan Larry kemudian duduk, diikuti Jason, Erick dan Daniel.


"Tiga orang wanita dan seorang pria tua." Jawab Erick mendahului Jason, ketika mereka sudah duduk.


Mata Tuan Larry sedikit berkilat mendengar penuturan Erick. Dia kemudian menatap ketiga pria muda dihadapannya. Dua pria yang hampir masuk diambang usia tiga puluh dan seorang pria yang tampaknya lebih muda. Mereka tampak berwajah serius.


"Aku tidak tahu apa yang anda maksudkan." Jawab tuan Larry.


"Saya yakin, anda tahu betul apa maksud saya."


Jason kemudian memberikan tanda pada Daniel untuk mengeluarkan laptopnya. Saat mereka masuk tadi, penjagaan yang ketat dari mansion tuan Larry hanya meninggalkan tablet yang dipegang oleh Daniel. Semua senjata api sudah di letakan di luar gerbang.


Daniel, menghidupkan laptop nya dan membuka file yang menyimpan rekaman cctv dari club malam. Kejadian yang dimulai dimana Lia salah masuk toilet, penikaman seorang pemuda, pertolongan Lia hingga saat mereka berempat di paksa masuk kedalam mobil besar.


Tuan Larry memperhatikan dengan seksama apa yang di tampilkan di layar tablet. Dia kemudian memerintahkan pada seorang pengawal nya untuk mengambil rekaman tersebut. Dia harus memastikan mereka yang telah mencelakai pemuda itu.


"Ah, keempat orang itu. Ya mereka ada pada kami. Mereka datang dan membawa anakku yang terluka."


Semalaman karena panik dengan keadaan putranya yang terluka, tuan Larry tidak memperhatikan detail laporan dari pengawalnya. Dia memperintahkan mereka untuk mengurung keempat orang yang saat itu membawa putranya.


"Saya menginginkan mereka kembali." Tersirat nada lega pada suara Jason, mendengar pengakuan tuan Larry.


"Mereka baik-baik saja dalam ruangan yang aman. Tetapi, saya tidak bisa mengeluarkan mereka begitu saja, sebelum anakku sadar dan menceritakan kejadian yang sebenarnya." Tuan Larry masih bersikeras menahan Lia dan kawan-kawannya.


"Anda bisa lihat bukan tuan, jika mereka tidak mencelakakan anak anda. Atau anda sengaja melakukan hal ini?!" tanya Erick dengan tegas.


"Anda tentu akan melakukan hal yang sama jika posisi kita berbalik, bukan begitu tuan muda Madison?" Tuan Larry menoleh kearah Jason yang masih tetap tenang.


Suasana menjadi tegang dan hening beberapa saat. Semua pasang mata menatap Jason dengan penuh pertanyaan. Mereka menanti jawaban Jason. Karena perkataan pria itu bisa memicu keadaan menjadi lebih baik atau buruk. Kediaman Jason membuat suasaan menjadi tegang selama beberapa waktu.


Frans dan anak buahnya sudah mulai melirik kesekitar, menghitung berapa banyak anak buah tuan Larry dalam ruangan itu. Dia membuat sitimulasi dalam otaknya, bagaimana harus menghadapi mereka yang bersenjata dengan tangan kosong.


"Saya mengerti tuan. Asalkan anda bisa menjamin kenyamanan terlebih keselamatan mereka." Jawab Jason akhirnya.


"Kakak!" Daniel tampak protes dengan sikap Jason.


"Hahahaha... Anda memang pantas menjadi pimpinan keluarga Madison. Anda cukup pandai membaca situasi. Tenang saja, keempat orang tersebut baik-baik saja. Begitu anakku sadar, semua nya akan baik-baik saja. Aku bahkan akan memberikan hadiah kepada mereka berempat." Tuan Larry tergelak lega, setidaknya pagi ini tidak akan dibuat ribut dengan baku hantam.


"Saya yakin, anda adalah pria yang menepati janji!" Sahut Jason tegas.


"Tentu saja. Bahkan saya akan menikahkan anakku dengan wanita yang sudah menyelamatkan nyawanya."


"Tidak bisa!!!" Dengan lantang Jason menolak keinginan tuan Larry.


"Tidak bisa?"


"Yang mana? Ah... yang Asia itu? Ah! maafkan saya tuan muda Madison. Tapi, penampilan istri anda semalam, tampak masih sangat muda dan berenergi."


"Muda dan berenergi?"


Jason saat melihat rekaman cctv tidak memperhatikan pakaian yang dikenakan okeh Lia. Lagipula rekaman itu diambil pada waktu malam dalam sebuah club yang pencahayaan nya tidak terlalu terang. Namun samar dia mengingat jika Lia mengenakan pakaian terbuka. Saat itu juga wajah Jason memerah.


"Ah! Apakah mereka pergi tanpa sepengetahuan anda? Ini menarik. Hahahhahah.... Benson! Bawakan rekaman cctv kamar mereka. Tuan Madison pasti ingin melihat dengan jelas penampilan mereka. Hahahha." Tuan Larry tidak dapat menahan tawanya. Anak muda dengan jiwa muda, membuatnya merasa kembali ke jaman saat dia masih muda.


Pengawal tuan Larry yang bernama Benson, kembali dengan membawa sebuah laptop. Dia mengetikan kode hingga kemudia muncul di layar laptop, ruangan dimana Lia, Laurent, Emely dan butler Bernard berada. Tampak disana Lia sedang mondar-mandir dengan gelisah, sebelum bersitegang dengan butler Bernard.


Hati Jason tersentuh ketika melihat Lia menangis tersedu-sedu. Dia merasa kasihan melihat wajah malaikat itu tampak sedih. Wajah yang dia rindukan selama satu minggu ini, juga wajah yang membuat dia gelisah selama dua puluh empat jam tidak tertidur.


Namun, rasa kasihan itu seketika luntur ketika melihat Lia memeluk butler Bernard. Wajah Jason memerah. Dia tanpa sadar mendengus kesal, meskipun matanya bisa melihat, jika sikap butler Bernard tampak kebapakan. Meski begitu hati Jason menolak menerima hal itu.


"Jika wanita itu istri anda. Tentu saja saya tidak akan berani menjodohkan dia dengan anak saya. Tetapi tidak masalah jika dengan adik anda, bukan?"


"Tidak bisa!" Erick kali ini yang tersulut emosinya mendengar perkataan tuan Larry.


"Kenapa? Apa dia istri anda?" tanya tuan Larry tak mengerti.


"Dia...dia..." Erick ragu-ragu.


"Jika dia bukan istri anda, berarti anak ku sangat beruntung bisa berjodoh dengan keluarga Madison." Ucap Tuan Larry lagi dengan tegas.


"Anda tidak bisa mengambil keputusan sepihak tuan. Bagaimana jika Laurent tidak setuju?" Kata Erick akhirnya dengan tegas.


"Tidak masalah menanyakan padanya. Siapa yang bisa menolak anakku. Dia terpelajar, tampan dan mapan." Nada suara tuan Larry terdengar angkuh.


"Terpelajar tapi bermain di club malam." Gumam Erick lirih.


"Apa bedanya dengan dirimu?" Bisik Daniel menampar perkataan Erick.


Erick melirik Daniel dengan kesal. Pemuda satu itu bukannya membantu malah mengolok. Batin Erick menjadi tidak tenang. Bagaimana jika Laurent menerima anak tuan Larry. Keluarga ini tentu saja jauh lebih mapan dan berkuasa daripada dirinya. Wanita mana yang tidak langsung mengiyakan. Erick berharap jika Laurent mempunyai harga diri untuk menolaknya.


Seorang pengawal mendekati tuan Larry. Dia membisikan sesuatu pada pria itu. Tuan Larry tampak mengiyakan perkataan pengawal tersebut, yang berlalu dengan memberi hormat sebelumnya.


"Istri anda meminta baju ganti." Ucap tuan Larry menjelaskan.


Tak lama kemudian, seorang pengawal lain menghampiri tuan Larry. Pesan yang dia sampaikan membuat pria itu berbinar. Wajah nya berseri-seri dan dia langsung berdiri dari duduk nya.


"Anakku sudah sadar. Tampaknya tak lama lagi tuan muda Madison bisa memeluk istri anda."


Sebelum tuan Larry berbalik dan meninggalkan mereka di ruang tamu. Jason menahan langkah pria itu.


"Tuan Larry, saya memiliki satu permintaan."


"Katakan."


"Biarkan ketiga wanita itu tetap dalam ruangan tersebut selama semalam lagi. Tapi, pria tua itu keluarkan dia."


Permintaan Jason yang terdengar sangat aneh oleh mereka semua yang ada diruangan tersebut. Dia tidak meminta mereka berempat untuk segera di bebaskan. Malah dengan sengaja membiarkan ketiga wanita itu mendekap lebih lama lagi.


"Hahahhaha. Benson, Siapkan kamar tamu. Ketiga tuan dan pengawalnya akan menginap malam ini.


...💖💖💖💖💖💖💖...