48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Kembar



"Yakin, aku harus memakai ini?" Jason mengerutkan keningnya melihat satu stel pakaian yang telah di persiapkan oleh Conrad dan Francesca.


"Iya. Keren lagi." Lia menahan senyuman. Dia yakin suaminya akan tampak berbeda dengan pakaian ini.


"Tapi, kenapa aku harus memakai jeans berlubang seperti ini?"__________"Kau pikir. Aku tidak punya uang untuk membeli yang masih utuh? Compang - camping," dengus Jason yang masih heran dengan model pakaian dihadapannya.


"Sudahlah, ini trend zaman sekarang. Trend anak muda." Lia membantu Jason mengenakan jeans tersebut.


"Sebenarnya kita mau jalan - jalan atau pertunjukan, sih?" ujar Jason heran melihat penampilannya di depan kaca.


"Jalan - jalan, sambil membiarkan setiap orang, nantinya kagum dengan pria di sampingku." Lia memperhatikan pantulan suaminya di cermin. Tampak lebih muda, gaul dan idola banget.


"Nanti jangan kegenitan ya, jika banyak yang memandangmu," cicit Lia dengan memeluk lengan Jason.


"Apa kau pernah melihatku seperti itu?" balas Jason dengam menjentik hidung Lia.


Lia tersenyum senang. Wanita itu membenahi sedikit bando di rambutnya. Kali ini dia memakai gaun berwarna kuning cerah, secerah suasana hatinya dan seindah mentari pagi.


"Ayo, aku rasa mereka sudah menunggu kita."


Lia berganyut di lengan kekar Jason dengan manja. Hatinya benar-benar merasa bahagia, terlepas dari semua permasalahan yang menanti.


Di luar kamar, Jason terkejut dengan penampilan Andrew yang mirip dengan dirinya. Ini nyata sekali jika Conrad dan Francesca sengaja mendadani diri mereka sedemikian rupa.


Celana jeans ketat sobek, jaket kulit. Kaos polos dalam yang ketat hanya beda warna. Jason kaos berwarna hitam dan Andrew berwarna putih. Penampilan kedua pria dewasa ini, tampak sangat kekinian.


"Wah, uncle kelihatan seperti baru lulus kuliah," puji Francesca.


"Ayo sini, kita perbaiki gaya rambutny." Conrad menepuk sofa untuk Jason.


Pria itu melirik ke arah Andrew, memperhatikan gaya tatatnan Andrew yang aneh menurut dirinya. Jason memandang Lia memohon pertolongan, tapi wanita itu pura - pura tak melihatnya.


Conrad meletakan minyak rambut cukup banyak di rambut Jason, membentuknyansedemikian rupa seolah dia penata rias yang ahli. Jason pasrah membiarkan anak - anak Diana mendadani dirinya.


Apalagi Jason sudah berjanji jika dia akan belajar sabar menghadapi tingkah anak - anak dan semua demi membiarkan Lia mendapatkan moment yang menggembirakan.


"Sudah!" Conrad tersenyum gembira.


"Wow Dad and Uncle are twins," ujar Aaron yang takjub melihat betapa miripnya Jason dan Andrew dari penampilan dan gaya mereka.


"Ayoo berangkattt!" Aaron mengkomando.


"Aaron, Francesc dan Kak Conrad kita ikut mobil unty Lia." Aaron membagi posisi.


"Ana mau ikuttt ...," teriak Anna menghampiri Jason.


"Gak boleh! Anna dengan daddy saja. Ayo sini." Andrew segera mengangkat anak bungsunya. Lama - lama dia merasa jengah juga jika Jason mencuri perhatian Anma terus menerus.


Anna tidak protes, dia memeluk leher daddy Andrew dengan sangat manja. Anna merebahkan kepalanya di leher Andrew.


Mobil mereka beriringan menuju ke Mall.


Sesampainya di mall, mereka mulai asyik berjalan kesana kemarin melihat berbagai macam koleksi barang di toko.


Hingga tiba di toko mainan milik Disney. Anak - anak mulai berlarian masuk. Sentara Aaron, Archie lebih memilih ke toko mainan Yang menjual action figur dan Lego.


"Uncle ini bagus?" tanya Aaron dengan mata tak berdosa menunjuk pada robot batman.


"Bagus. Beli saja apapun yang kau suka." Kata-kata Jason membuat mata Aaron terbelalak.


"Uncle yakin?" tanyanya memastikaan.


Jason mengangguk mantap.


"Asyiiikkkk, borong Kak!" ujar nya pada Conrad.


Jason duduk dengam acuhnya, memanti mereka memilih mainan yang di sukai. Pria itu merasa senang, karena menemukan cara untuk memikat Aaron. Ini adalah keahlian Jason mencari uang untuk di belanjakan orang lain.


Setelah puas berbelanja, mereka menuju ke area bermain. Di sini anak - anak dimanjakan dengan berbagai mainan. Maria dan Matilda kebingungan menemani kemauan Anna dan Archoe yang berlari kesana kemari, hendak memainkan semua alat permainan.


"Uncle ayoo kita bertanding, Dad kau juga!" ajak Conrad yang sudah berada diatas pernainan simulator balap sepeda motor.


"Boleh!" Jason yang tidak pernah melakukannya, akhirnya sudah berada di sepeda motor itu. Bertahun-tahun dia tidak pernah mengendarai sepeda motor. Setidaknya meskipin hanya dalam permainan, bisa menuntaskan kerinduan.


Pertandingan di mulai. Mereka bermain dengan di tonton oleh Lia dan Diana. Pertandingan seru ke empat pria itu akhirnya dimenangkan oleh Jason. Pertama kali dia berhasil menjadi juara setelah berulangkali dikalahkan dalam permainan lainnya.


Beberapa pengunjung arena permainan, memandangi Jason dengan tersenyum penuh arti. Mereka tidak berani mendekat, ketika melihat Lia langsung memeluk dan mencium Jason.


Anak-anak mulai berpencar lagi, memainkan banyak permainan dengan kartu unllimeted


Dua orang pengawal sibuk mengawasi Aaaron dan Francesca yang juga asyik bermain. Sementara Andrew dan Jason bersekutu bermain. Mereka menembaki musuh melalui permainan game. Tanpa sadar, jika banyak gadis yang sudah membentuk lingkaran hanya untuk memandangi Andrew dan Jason.


"Yes!" Ujar Jason dan Andrew kompak sambil toss, ketika berhasil memenangkan pertandingan.


Begitu selesai meletakan pistol mainan, kedua pria itu terkejut melihat diri mereka telah dikuring oleh pagar wanita. Waniya tua dan muda tersenyum menatap Jason dan Andrew.


"Kalian nampak seperti Artist."


"Kalian sangat tampan dan macho."


Andrew dan Jason saling bertukar pandang. Mereka tidak tahu harus berbuat apa. Namun para wanita itu lebih agresif. Dengan cepat salah seroang sudah maju, berdiri di tengah keduanya untuk berfoto.


Kedua pria itu hanya bisa tersenyum terpaksa, ketika semua wanita tersebut tak berhenti bergiliran untuk berfoto. Mungkin beginilah, faktor menjadi orang tampan.


Di belakang kerumunan wanita yang ingin berfoto, Lia menggeram marah. Awalnya wanita hamil muda ini, tertawa geli melihat wajah kikuk Jason dan kakak iparnya.


Tetapi ketoka melihat ada beberapa wanita muda yang dengan sengaja memeluk Jason, mengambil kesempatan disaat Lia tidak ada, membuat amarah Lia berkobar.


"Awas kau ya! Aku harus menghentikan mereka." Lia bermaksud untuk maju mendekati Jason.


"Sudah, biarkan saja. Toh cuma berfoto." Diana menarik tangan Lia mencegah adiknya berbuat keributan.


"Tapi, Kak!" Lia protes.


"Selama tidak bertindak tak pantas biarkan saja. Kau tidak mau kan ada keributan disini, sehingga anak - anak tidak bisa bersenang - senang," kata Diana dengan sabar.


"Kakak ...." Lia hanya mendesah mendengar kata - kata kakaknya. Dia tidak bisa bersikap sesabar itu. Jiwa muda nya cukup meledak melihat banyak wanita mengelilingi suaminya. Apalagi tampak jelas Jason dan Andrew tak nyaman.


Lia menoleh dan melihat Anna juga Archie berjalan mendekatinya. Drngan segera Lia mendekati kedua kurcaci kecil kesayangan.


"Anna dan Archie, bisa tolong selamatkan daddy dan uncle?" Lia menunjuk pada Jason dan Andrew. Lautan wanita itu tak berhenti mengalir.


"Okey!" jawab bocah kembar tersebut.


Anna dan Archie mendekati Andrew dan Jason.


"Daddyyy mau pup!" teriak Anna dengan mengarahkan kedua tangannya pada Jason.


"Pup?!" Jason bingung.


"Iyaaa pup. Mau ke tolet."


Jason akhirnya memahami maksud Anna, meskipun bingung kenapa harus dia yang mengantar Anna ke toilet.


"Wanita kita mengirim Anna dan Archie untuk menyelamatkan kita," bisik Andrew yang langsung dimengerti oleh Jason.


"Permisi, Lady." Jason dan Andrew menyeruak keluar dari kerumunan.


Kedua proa itu akhirnya bisa bernafas lega. Mereka keluar dari kurungan hidup. Segera saja Andrew mengajak Jason keluar dari area permainan dan memasuki sebuah cafe exclusive.


Di cafe mewah tersebut mereka sudah dinati dengan pandangan tajam Lia.


"Suka ya? Foto - foto dengam banyak wanita. Sudah sok jadi artist ya. Suka ya merasa muda lagi?!" Jason hanya bisa meringis mendengar omelan Lia.


"Conrad! Lain kali jangan dandani uncle seperti ini, aunt Lia tidak suka!" Protes Lia lagi.


"Loh, katanya tadi keren, cakep, tampak muda," protes Conrad bingung dengan sikapnLia yang berubah.


"Aunt Lia ralat! Gak suka! Jelek! Jambul ini buat apa coba mau saingan dengan ayam?"


Semua hanya bisa menutup mulut melihat Lia mengomel sambil mengacak - acak rambut Jason.


"Honey ...," panggil Jason dengan lembut.


"Apa?!" sahut Lia ketus.


"Kau semakin cantik ketika mengomel," ujar Jason dengan gemas sambil mengecup bibir Lia.


"Hoekkk!!" Serempak Conrad, Aaron dan Francesca yang melihatnya merasa mual.


...💖💖💖💖💖💖💖...


Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.


Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.


semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;


Hallo Lovers,


Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?


Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?


Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.


Trus hadiahnya?


• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.  Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.


• Masuk juara 2-10  besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.


• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.


Bagaimana? Semangat.


Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝