48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Berambisi jadi Ratu



...~Cinta itu Anugerah. Tetapi cinta pada orang yang salah itu bencana.~...


...❤❤❤❤❤❤...


Darrel berbaring dengan peluh yang membasahi tubuhnya. Dia berbalik dan membelai perut Camila, yang baru saja berguling di sisinya. Permainan singkat tapi begitu memuaskan untuk Darrel, namun tidak bagi Camilla.


Camila beranjak dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kemudian dia kembali dengan lingerie dan merebahkan diri di sisi Darrel. Dengan lembut, Camila memeluk Darrel sambil mengusap dada yang berbulu.


"Tuan besar ...," panggil Camila lembut.


"Hmmm ...."


"Bisakah aku bertanya sesuatu?"


"Hmmm ...."


"Kenapa kau tidak menyukai gadis itu?"


Darrel memejamkan mata menikmati sentuhan Camila. Dia tidak membuka mulut, menjawab pertanyaan wanita cantik di sampingnya. Darrel masih mengatur nafasnya yang memburu.


"Aku merasa Lia memiliki sisi yang sama denganku," ujar Camila lagi dengan meletakan dagu nya diatas dada Darrel. Sesekali Camila mendaratkan kecupan disudut bibir Darrel.


Tuan besar itu tersenyum sebelum akhirnya terkekeh.


"Itu sebabnya dia hanya pantas menjadi pendamping, bukan seorang Ratu," ujar Darrel tanpa perasaan.


"Maksudmu?" Camila mengernyitkan keningnya.


"Wanita seperti kalian, sangat cocok untuk penghangat. Pengganti. Tapi tidak sebagai Ratu. Seorang Ratu, harus memiliki latar belakang yang kuat, kharisma yang luar biasa, sehingga setiap orang yang melihatnya, akan menunduk." Darrel kembali terkekeh.


"Jason adalah calon Raja. Kekuasaannya akan melebihi pangeran kerajaan manapun, bagaimana bisa wanita seperti kalian, pantas mendampinginya," sambung Darrel. Pria itu terkekeh dengan mata terpejam.


Camilla terkejut mendengar perkataan Darrel. Dia menjauhkan diri dari atas dada Darrel dan berguling memunggungi pria tersebut.


Hati Camila terasa sakit. Ternyata selama ini dia hanyalah wanita pengganti. Pria yang dia cintai dan pertahankan, ayah dari anak yang dia lahirkan, tidak pernah benar-benar dia miliki hatinya.


"Kenapa? Kau marah? Tersinggung?" tanya Darrel dengan lembut.


Pria tua yang masih terlihat gagah itu membalikan tubuhnya memeluk pinggang Camila. Dia menciumi bahu Camila dengan mesra dan membelai dada yang masih kencang itu.


"Tetaplah menjadi Camilaku. Jangan ikut campur dengan urusanku terhadap gadis itu, atau urusan apapi . Kau tahu bukan, dari sekian banyak wanita hanya dirimu yang kupertahankan menjadi selirku. Karena aku suka pribadimu yang tak pernah mencampuri urusanku. Tetaplah seperti ini," ucap Darrel memberi peringatan pada Camila.


"Aku mengerti, Tuan besar. Hanya saja, beri dia kesempatan seperti kau memberiku kesempatan," bisik Camila.


"Gadis itu terlalu berambisi menjadi Ratu. Tidak sepertimu yang puas menjadi wanitaku."


"Tapi Tuan,"


"Kita lihat saja nanti. Sekarang tidurlah. Besuk aku akan kembali ke Mexico. Kau ikutlah dengan aku."


"Bagaimana dengan nyonya besar?"


"Dia akan menuju ke Jerman."


"Baiklah."


Darrel merebahkan dirinya di belakang punggung Camila. Dia memejamkan mata dan hanya dalam satu menit, dengkurannya sudah terdengar. Camila membalikan badan dan menatap Darrel Madison. Matanya masih memancarkan cinta, meskipun kata-kata Darrel setajam pisau.


Camila terlalu mencintai Darrel dan sudah terbiasa dengan segala kenyamanan yang diberikan pria itu. Mulut tajam Darrel yang terkadang merendahkannyapun, dia anggap hak biasa. Demi cinta pada pria yang salah, Camila melepaskan harga dirinya.


"Aku tahu, diriku tak pernah sepenuhnya menempati hatimu. Seumur hidup, aku hanyalah secuil cerita dalam hidupmu. Tapi, kau begitu menguasai hati ku."


...❤❤❤...


Keesokan harinya, kembali keluarga tersebut makan pagi bersama. Butler Bernard dengan sabar, membangunkan satu persatu dari mereka dan memperingatkan untuk makan pagi bersama.Tidak banyak percakapan terjadi di meja makan tersebut. Makan pagi yang terkesan terburu- buru.


"Helikopterku sudah siap. Aku akan ke bandara dan langsung menuju ke Jerman. Masalah selanjutnya aku serahkan padamu, Darrel," ujar Laura dengan tatapan mata tajam.


"Tentu saja. Seperti yang telah disepakati." Darrel tersenyum tipis dengan melirik Lia.


Wanita yang sedang di lirik itu diam saja. Dia tak bereaksi. Dengan tenang Lia menghabiskan makanannya. Konsenrrasinya tidak terpecahkan dengan percakapan kedua orang itu. Bahkan sinar matanya pun tampak datar.


" Sampai jumpa Jason, Laurent."


Laura menghampiri kedua anak-anaknya dan memberikan ciuman hangat. Dia memeluk mereka untuk sesaat.


"Jaga dirimu, Mom," ujar Jason dan Laura.


Laura tersenyum pada kedua anaknya, dia kemudian melangkah melewati Lia tanpa melirik sedikitpun pada gadis itu. Wanita itu hanya sempat tersenyum tipis pada butler Bernard.


Dengan anggunnya wanita berusia lima puluh lima tahun itu dikawal oleh pengawal menuju helikopter. Diatas helikopter, Laura memandang kebawah. Mansion tampak mengecil dibawah sana ketika helikopter sudah terbang menuju awan.


Dari atas langit, Laura melihat Darrel sudah masuk kedalam mobil bersama Camila dan Daniel. Pria itu tak menunggu dirinya hilang dalam pandangan sebelum pergi dengan wanita itu. Mata Laura beralih pada sosok wanita lain yang masih menatap ke langit. Menatap ke arahnya.


"Miguel, berikan aku teropong," tangan Laura terjulur kearah assistennya.


Miguel menyerahkan teropong ke tangan Laura. Dan Laura membidik ke arah sosok wanita yang masih menghadap ke arah dirinya. Melalui teropong itu, dia melihat wajah Lia yang memandang kearahnya dengan sendu. Ada buliran air mata menetes disana.


Laura terpaku menatapnya. Tak lama kemudian dia melihat Jason menghampiri Lia. Mengusap air mata itu dan memberikan kecupan. Tangan Jason memeluk Lia dan membenamkan wanita itu dalam dadanya.


Laura mendesah. Ketika helikopter berbelok, dia tidak dapat lagi menggunakan teropongnya untuk melihat mereka. Peristiwa sederhana itu membekas dihatinya.


Kenapa wanita itu menangisi dirinya. Bukankah dia memihak pada Camila dan membuat wanita itu datang memohon ampun padanya. Untuk apa coba? Apa untungnya? Apakah dia memanfaatkan Camila untuk mengambil hati Darrel Madison? Lalu air mata itu untuk apa?


Teringat bagaimana Jason memeluk Lia dengan mesra. Laura merasa tersentuh. Dia melihat cinta disana. Cinta yang tidak pernah diberikan Darrel padanya. Puluhan tahun melakukan yang terbaik untuk Darrel, mereka tetap saja tak lebih dari sebuah partner. Bukan pasangan.


"Nyonya besar, Bagaiman dengan wanita itu? Apakah kita harus berbuat sesuai rencana awal kita?" tanya Miguel perlahan.


"Tunggu dulu. Awasi mereka semua. Awasi juga pria tua itu, aku ingin tahu apa rencana dirinya."


"Tentu saja, Nyonya." jawab Miguel mengangguk patuh.


Helikopter tak lama kemudian telah tiba di bandara pribadi keluarga Madison. Laura keluar dengan di dampingi Miguel dan mereka memasuki pesawat pribadi yang telah di persiapkan.


...❤❤❤❤❤❤...


Nitizennn, sobat pembaca jangan mau seperti Camila yaaa. Mencintai orang yang salah. Dan seumur hidup hanya menjadi orang kedua.


Ayoo semangattt, kalian semua wanita cantik. Kalian lebih berharga dari apapun. Temukan Cinta yang menghargai kalian dan selalu menjadikan dirimu nomor satu. Jangan mau jadi nomor dua dst. Apalagi rebutan laki orang. Aduhhh, kau lebih berharga dan patut diperebutkan pria single.


Muahhh ... jangan tersinggung yaaa.


Love you all


...💖💖💖💖💖💖💖...


Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.


Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.


semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;


Hallo Lovers,


Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?


Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?


Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.


Trus hadiahnya?


• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.  Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.


• Masuk juara 2-10  besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.


• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.


Bagaimana? Semangat.


Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝