48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO
Memupuk kemesraan



...~ Kemesraan antara kau dan aku akan selalu berarti, jika kesetiaan dan pengertian menjadi landasannya~...


...❤❤❤...


"Aku ingin menemui Emelly, boleh kan?" tanya Lia dengan mata sembab.


"Aku akan mengirim pwngawal untuk membawanya kemari," sahut Jason.


"Tidak. Izinkan aku kesana, ya? Bukankah Kau akan berangkat ke kantor, nanti sepulang kerja, tolong jemput aku di apartement Emelly, bagaimana?"


Jason menatap Lia yang menengadahkan wajahnya. Dia membelai rambut Lia dengan sabar. Ada rasa sayang yang bertambah besar, melihat Lia begitu menurut beberapa hari belakangan ini.


Lia yang biasanya bertindak semaunya sendiri, kini lebih suka bersikap lembut dan bertanya pendapat Jason. Gadis ini bahkan meminta izin hanya untuk menemui Emely.


"Baiklah, Sayang." Jason mengangkat dagu Lia hingga wajah wanita itu mengarah padanya. Dengan lembut pria tampan itu mengecup bibir Lia.


"Besuk lusa, kita akan menemui dokter Lucia. Kemudian bersiaplah bertemu dengan kakak mu. Apa dirimu hendak membeli sesuatu untuk mereka?" tanya Jason dengan lembut.


"Kalau kakakku sih gampang, souvenir menara Eifel saja sudah cukup." Lia terkekeh.


"Kau ini ...." Jason mencubit pipi Lia dengan gemas.


"Aow."


"Bagaimana dengan keponakanmu?"


"Kartu ajaibmu sudah lebih dari cukup. Aku tinggal mengajak mereka ke taman bermain atau ke toko mainan," sahut Lia.


"Okey, atur saja." Jason mengacak rambut Lia dengan gemas.


"Kalian mau pergi?" tanya Erick yang tiba-tiba sudah siap dengan Laurent disisinya.


"Kalian mau pulang?" tanya Lia balik.


"Iya. Aku hendak ke kantor dan Laurent hendak menemui beberapa teman lamanya," kata Erick menjelaskan.


"Okeyy ... kalian berdua selamat bersenang-senang ya."


"Kau mau ikut denganku, Lia?" tanya Laurent.


Lia menggelengkan kepala.


"Aku mau menemui Emelly."


"Sampaikan salamku untuk dia ya. Sebenarnya aku ingin ikut, tapi aku sudah ada janji." Laurent mengerucutkan bibirnya.


"Okey, jangan khawatir," ujar Lia dengan tersenyum.


Kedua pasangan muda tersebut masuk kedalam mobil mereka masing-masing. Jason memerintahkan Doreo menjalankan mobil mendahului Erick dan Laurent.


Didalam mobil, Lia bersandar di dada Jason dengan tangan sang suami yang menggenggam tangan Jason mesra.


"Honey, jika kita sudah tua nanti, apakah kita akan selalu seperti ini?" tanya Lia lirih.


"Kenapa harus berpikir seperti itu. Tentu saja kita harus selalu memupuk kemesraan diantara kita," sahut Jason. Dia mengecup puncak kelapa Lia dengan lembut.


"Oh ya, gimana caranya coba?" Lia menengadah memandang Jason dengan manja.


"Kau mengujiku?"


Lia menggeleng.


"Aku benar-benar ingin tahu, bagaimana pendapatmu," tanya Lia lagi.


"Hmmm ... kencan romantis, berlibur bersama, hadiah kejutan dan malam-malam yang romantis." Jason terkekeh mendengar kata-katanya sendiri. Dia tidak menyangka semudah itu menjawab perkataan Lia.


"Kemesraan itu harus dilandasi dengam kesetiaan dan pengertian, benar bukan? Bukan kemesraan untuk menutupi kesalahan ...." Lia menelan ludah dengan gugup. Seakan dia telah menjilat ludah nya sendiri.


"Tentu saja, Honey."


"Apa kita sudah melakukannya?" tanya Lia menyelidik.


"Kencan sering, kan? Meskipun kadang disusupi oleh Laurent dan Emelly. Hmm ... bagaimana jika malam nanti, aku akan mengajakmu makan malam berdua," ujar Jason yang merasa bersalah karena dia tidak pernah mempraktekan teori yang baru saja dikatakannya.


"Benarkah?" Mata Lia berbinar______"Dengar baby, daddy berjanji mengajak mommy kencan," ujar Lia dengan penuh gembira.


"Jangan lupa menambah koleksi lingerie," bisik Jason lembut.


Wajah Lia spontan memerah mendengar nada mesra dari bisikan Jason.


"Kan, untuk menambah kemesraan sampai tua nanti," kata Jason lagi sambil mengerlingkan matanya.


"Kau semakin cantik jika seperti ini," kembali Jason menggoda Lia yang semakin tersipu. Bahkan gadis itu tak mampu menatap mata Jason. Mata Lia menunduk saat tangan Jason mengangkat dagunya.


"Kau sangat menggemaskan," ucap Jason dengan mesra. Kembali dia hendak mendaratkan kecupan di bibir Lia.


"Tuan, kita sudah sampai." Kata-kata Doreo mengganggu kemesaraan diantara Jason dan Lia.


Bibir pria tampan itu mengambang di udara berjarak satu inchi dari bibir Lia. Mata Lia yang awalnya terpejam, menanti usapan mesra di bibirnya, langsung terbuka. Lia dan Jason menatap tajam ke arah kaca spion, dimana Doreo menundukan kepalanya dalam-dalam, menyadari kesalahan yang baru saja di perbuat.


Lia dengan cepat memberikan kecupan ringan pada bibir Jason. Di dorongnya tubuh Jason agar melepaskan dirinya. Lia terkekeh melihat wajah Jason yang tidak rela.


"Aku turun ya, nanti malam jemput aku disini, hem?"


Lia melangkah masuk kedalam butik Emely setelah mobil Jason hilang dari pandangan.


"Lia?" panggil Emelly dengan gembira.


"Emelly ... bagaimana kabarmu? Aku rindu padamu. Maaf ya, baru sekarang bisa mengunjungimu. Lihatlah, keponakanmu ingin menyapa," ujar Lia beruntun.


"Aaaa ... jadi benar yang hamil adalah dirimu, bukan Laurent?" Emely bersorak dengan gembira. Kedatangan Lia sudah merupakan kejutan tersendiri, apalagi dengan berita kehamilannya.


Lia mengangguk dengan mata berbinar.


"Aku tidak sempat melihat testpackmu waktu itu. Lalu bagaimana Erick dan Laurent?"


Lia tertawa dengan keantusiasan Emelly. Dengan santai Lia menjatuhkan dirinya di sofa bulat yang empuk dalam ruang kerja Emelly.


"Mereka seharusnya baik-baik saja. Lagipula Erick sadar atau tidak sadar, dia sudah setuju dengan pernikahan itu. Dia juga tidak meminta test ulang kan? Pada dasarnya dia menerima hanya saja keras hati," ujar Lia panjang lebar.


"Lalu bagaimana dengan Laurent?"


"Lupakan Laurent. Dia baik-baik saja. Sekarang ceritakan padaku, bagaimana dengan dirimu? Kau menerima permintaan tuan Larry untuk menikahi Lucas?" Mata Lia menunjukan rasa penasarannya.


Emelly mengangguk sambil menunjukan cincin berlian di jemari nya.


Lia terperangah, bibirnya membentuk huruf O yang besar dengan tangan menutupi.


"Kau menerimanya?" tanya Lia tak percaya.


Emelly mengangguk lemah. Dia membanting tubuhnya duduk di sisi Lia. Bantalan sofa itu berguncang ketika Emelly mendaratkan pantatnya.


"Bisa apalagi diriku," sahut Emelly sambil memandang cincin berlian yang besar itu.


"Mereka mengancammu?" tanya Lia penasaran.


"Tuan Larry tidak berkata hal yang terlalu menekan. Tetapi dari sorot mata dan perkataan pengawalnya, sangat pasti sekali, jika aku harus memenuhi permintaan tuan Larry," ujar Emely.


"Lalu bagaimana dengan Lucas?"


"Lucas, hahahaha hahhaha ... dia tidak perduli. Sama seperti diriku, kami hanyalah pion pada permainan catur." Tawa Emelly terdengar hambar.


"Haruskah aku meminta pertolongan pada Jason?" tanya Lia yang merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya.


"Tidak perlu. Aku sudah membuat kesepakatan dengan Lucas. Setahun kemudian kami akan bercerai. Tuan Larry sangat menginginkan cucu. Dan kami sepakat serelah setahun, akan mencari cara untuk menyakinkan tuan Larry jika aku mandul." Emely menoleh ke arah Lia yang masih menatapnya dengan khawatir.


"Heiii! Kenapa kau seperti ini? Aku baik-baik saja. Kesepakatan diantara kami, bagus kan?" ucap Emelly dengan memaksakan senyuman bahagia.


"Emelly, tahu tidak yang ada dalam pikiranku?"


Emelly menatap Lia mencari jawaban.


"Aku mengawali pernikahanku dengan cinta Jason saja dan sebuah kontrak. Namun, pada akhirnya cinta itu membuatku terikat dan jatuh cinta. Sayang saja, aku belum mendapatkan restu dari orang tua Jason. Dan banyak hal yang harus aku lakukan untuk membuktikan diri, jika aku pantas." Lia menarik nafas dalam-dalam mencegah air mata yang bergulir.


"Sedangkan dirimu terbalik. Kau mendapatkan restu orang tua Lucas, tapi tidak dengan cinta pria itu. Ooo Emelly yang malang. Aku harap kau bahagia."


Air mata Lia akhirnya menetes. Wanita itu tak sanggup lagi membendung air mata yang terus mendesak turun, bercucuran.


"Jangan menangis! Kau membuatku menangis!" ujar Emelly dengan air mata yang deras mengucur.


"Maukah kau selamanya menjadi sahabatku?" tanya Lia dengan sesegukan.


"Bodoh! Tentu saja, tanpa perlu kau tanyakan."


...❤❤❤❤❤...


...💖💖💖💖💖💖💖...


Jangan Lupa. simpan poin kalian sebanyak-banyaknya. Pertengahan Mei ditebarkan ya.


Ajak pembaca lain dari GC manapun atau dari media sosial untuk membaca Lia.


semakin banyak anggota, semakin banyak poin yang ditebar. Begitu masuk ranking dua puluh besar taanggal 30 Mei, malam hari sampai 24.00. maka hadiah uang dari Mangatoon akan dibagikan dengan pembagian sebagai berikut;


Hallo Lovers,


Bisa buat Lijas tembus ranking hadiah Mangatoon atau Noveltoon gak?


Kalau sanggup, hadiah ranking dibagikan untuk kalian semua. Gimana? Mau gak?


Caranya gampang. Bawa member sebanyak-banyaknya untuk kasih hadiah ke Lijas. Perlu banyak pendukung untuk bisa manjat, kan.


Trus hadiahnya?


• Masuk 20 besar hadiah dari NT 100rb.  Akan dibagikan 50 rb rangking 1 tertinggi dan 25 rb untuk 2 orang lainnya.


• Masuk juara 2-10  besar hadiah dari NT 200 rb. Maka juara 1 dpt 100rb. Juara 2dan 3 @50 rb.


• Masuk juara umum besar hadiah NT 300 rb. Maka juara 1 @100rb. Juara 2&3@50 rb. Yang 100 rb akan dibagikan ke 10 pemberi hadiah lainnya.


Bagaimana? Semangat.


Gerakan 1 juta bunga untuk Lijas.💝