
Hampir dua bulan usia Leon Malviano Madison. Dan Jason selalu menghabiskan akhir pekannya di pulau Olive. Jason pria posesif yang bahkan tidak terima ketika melihat Lia lebih memperhatikan baby Leon, perlahan mulai mengerti.
Dia berubah dengan menetapkan aturan yang menguntungkan dirinya sendiri. Setiap malam, Lia hanya boleh memeluk dirinya. Dan setiap malam pula, tempat tidur baby Leon berpindah dari kamar bayi hingga kamar Laurent.
Jason memanfaatkan keberadaan Laurent untuk menjaga anaknya. Dia bahkan enggam memberitahu Erick tentang Laurent. Sikap egoise pria itu muncul dan jawabannya didapatkan Lia setelah satu bulan.
"Bukankah aku berjuang untuk menemukan kalian, biarkan saja dia berjuang juga. Lagipula dengan adanya Laurent, kau memiliki waktu denganku."
"Kau ini, masa tidak ingin bermain dengan anakmu?"
"Apa yang bisa aku lakukan selain memandang dirinya? Saat ini aku hanya bisa bersaing dengan Leon hanya untuk asupan gizi. Jika dia sudah banyak bergerak, kau yang akan merindukan saat-saat berdua denganku," sahut Jason dengan santai.
"Jadi ... aku harus berterimakasih untuk saat-saat seprti ini?" tanya Lia geli.
Saat ini mereka sedang berpelukan di bawah pohon besar sambil memandang lautan. Sesungguhnya Lia ingin sekali turun ke pantai di bawah Kastil, tapi dia enggan pergi jauh dari bayinya.
Saat mereka sedang asyik berduan dan bermesraan, di atas hamparan kain. Lia menatap heran ke lautan. Ada sebuah kapal pesiar kecil yang mendekati pulau Madison.
"Aku tidak pernah melihat Pulau itu sebelumnya." Lia menunjukan pada Jason ke arah kapal yang mendekati pelabuhan kecil di pulau Madison.
Jason, mengambil sebuah teroponng dam mengintai kapal yang mendekat tersebut. Bibir tipisnya menyeringai, membuat Lia heran.
"Ada apa? Katakan padaku siapa yang datang?"
"Menurutmu?"
"Kakakku? Pasti kakak dan keluarganya, bukan?" Lia tersenyum penuh keyakinan.
Tapi senyuman lebar itu terpatahkan dengam gelengan kepala Jason.
"Akhirnya orang bodoh itu, bisa menemukan tempat ini." Ucapan Jason membuat Lia semakin penasaran, dia menyambar teropong dari tangan Jason dan mengintai targetnya.
"Ah benar. Akhirnya penantian lama akan segera terjawab."
Lia kemudian meletakan teropong tersebut dan berniat untuk berdiri.
"Mau kemana kau?" Jason menahan tangan Lia.
"Mau ke pantai."
"Buat apa?"
"Tentu saja mau mengintip."
"Sudah duduk di sini saja. Jangan ganggu mereka." Jason menarik Lia untuk duduk kembali.
"Tapi ...." Lia hendak protest.
"Ssst! Apa kau ingin, ada orang yang mengintip kita juga?"
"Baiklah. Tapi aku pemasaran, apakah mereka akan baikan. Mereka akan bersama kemabali bukan?" Lia menatap lekat wajah Jason mencari jawaban.
"Terganntung," jawab Jason singkat sambil mengunyak buah anggur.
"Apanya yang di gantung?" Lia benar-benar gregetan dengan jawaban Jason.
"Kau suka dengan yang di gantung?" Jason berbisik lembut di balik leher Lia.
Hembusan nafas lembut Jason dan pucuk bibir yang menyentuh lehernya membuat bulu kuduk Lia meremang. Tanpa sadar nafasnya terdengar lebih keras.
"Jason, pleasee jangan disini," rintih Lia tertahan ketika bibir Jason ******* lehernya dan kedua tangan pria itu sudah berlabuh di dada Lia.
Tangan Jason menyelusup masuk dari balik lengan gaun Lia, semakin dalam melewati celah penutup buah yang bergelantungan.
"Tidak akan ada yang melihat kita di sini.," bisik Jason dengan suara serak.
"Tapi belum dua bulan," suara Lia sudah bergetar, merasakan sensasinyang dihantarkan oleh remasam di dada dan ciuman di sepanjang tengkuknya.
"Kau bohong! Aku sudah bertanya di dokter kalau minimal setelah enam minggu, Rajawaliku bisa bersarang kembali."
"Tapi ... tidak di sini ... argh ..." Lia hanya bisa mendesah ketika Jason sudah menarik resleting gaunnya dan pria itu dengan ganas ******* buah yang bergelantungan dan semakin besar itu.
Lia mendesah ... menikmati permainan suaminya. Ini pertamakalinya sepasang insan yang sudah tidak dapat menahan diri itu, melakukannya di alam terbuka dengan posisi pakaian yang masih lengkap.
Jason sudah melepaskan penutup segitiga emas berharganya. Dan dia juga mulai menarik kurungan rajawali. Rajawali merasa puas saat akhirnya bisa kembali bersarang dalam sangkar emasnya.
Mereka berpacu dan mendesah di bawah langit biru, di atas hamparan rerumputan hijau, di belai oleh angin lautan dan di lindungi oleh pepohonan.
"Lia honey ...."
"Hmmm ...."
"Beruntung sekali sarang ini tak jadi jebol. Dia semakin, Arghhh!!! Semakin meremas. Semakin sempit."
"Arghh ...." Lia hanya biisa merintih dan bergumam merasakan kekuatan Rajawali.
"Oooh ... aku merasa semakin sesak dan aaa... punyaku yang semakin besar atau milikmu yang semakin sempit?"
Lia dengan gemas menarik kepala Jason mendekati bibirnya. Dia mengecup bibir suaminya sekali sebelum berbisik, "Berhentilah berkicau, gerakan semakin cepat, Honey."
...*******...
Hayooo siapa yang datang???
Trimakasih yang buat emak-emak yang sudah membantu memberikan ide nama anak Jason dan Lia.
Leon Malviano Madison.